Informasi penting
Study abroad: Before you leave

10 Budaya dan Kebiasaan orang Perancis yang Tidak Biasa

4803

Ada hal-hal yang tidak biasa terkait dengan orang Perancis yang sulit dimengerti oleh penduduk dunia lainnya. Memang ada banyak prasangka juga mengenai orang-orang Perancis yang berakibat akan pengamatan yang tidak realistis mengenai mereka. Namun, meskipun kamu mengesampingkan prasangka-prasangka tersebut, terkadang kelakukan yang tidak biasa yang berasal dari budaya mereka yang unik masih tetap akan mencolok. 

Memang pendapat kita mengenai apa yang aneh dan tidak terlepas dari budaya kita sendiri, kebiasaan dan tradisi orang-orang Perancis mungkin akan tetap dipandang oleh orang-orang di penjuru dunia lainnya sebagai tidak biasa.

 

1. Semuanya roti

Orang Perancis sangat menyukai roti baguette, dan mereka sering mengakui ini tanpa ragu. Saking cintanya mereka dengan roti satu ini, tidaklah mengherankan kalau sore sepulang kerja kamu akan melihat mereka berjalan dengan satu dengan dua roti baguette di tangan, dengan sebagian kecil sudah terlebih dahulu digigit. Memakan roti tersebut pun hal yang lain lagi. Mereka tidak akan langsung melahap roti tersebut, namun mereka biasanya akan menyobek sebagian kecil dari roti tersebut dengan tangan mereka untuk dilahap, dan mengulangi proses tersebut sampai roti tersebut habis. Mereka juga menyajikan roti di atas meja dan bukan di atas piring. Omong-omong soal piring, kalau kamu makan makanan dengan saus lezat, kebiasaan orang Perancis adalah menyobek sepotong roti dan mencampurnya dengan saus tersebut sebagai makanan penutupmu.

 

2. Little Gourmands

Anak-anak kecil menikmati burger, hotdog, chicken fingers, and gorengan lainnya di belahan negara lain di dunia bukanlah fenomena baru. Namun di Perancis, kita akan lebih sering melihat anak-anak memakan makanan ‘orang dewasa.’ Anak-anak beruntung di negara ini dapat mencicip berbagai macam makanan, yang membantu mereka untuk mengapresiasi makanan yang enak-enak dari usia dini. Indera perasa mereka yang masih muda terekspos ke berbagai macam rasa, yang mungkin merupakan asal muasal mengapa masakan Perancis sekarang telah berevolusi menjadi masakan yang kita kenal sekarang—yang merupakan salah satu masakan terenak di dunia. Ini bukanlah hal yang aneh. Kamu bisa mengikuti jejak mereka atau justru membenci mereka karena angkuhnya mereka dengan makanan gastronomi mereka.

 

3. Gaya hidup yang sopan

Bayangkan: Seorang wanita baru saja mau melangkah keluar café dan seorang pria yang tidak ia kenal membantunya mengenakan jaketnya dan membukakan pintu untuknya. Di Amerika, wanita ini mungkin akan disebut seksis dan justru dipermalukan. Namun di Perancis, ini tidak akan dianggap seksis dan justru dianggap sebagai etika orang Perancis. Untuk menolak perlakuan semacam ini justru akan dianggap tidak sopan di Perancis. Ini adalah salah satu kebiasaan orang Perancis yang patut dicontoh.

 

4. Cipika-cipiki

Ini merupakan kebiasaan yang masih berhubungan dengan poin sebelumnya. Orang Perancis suka mencium pipi kiri dan kanan orang yang mereka temui sebagai salam—seperti budaya cipika-cipiki di Indonesia. Dua kali cipika-cipiki biasanya dilakukan antara dua wanita, wanita dan pria, dan bahkan terkadang dua pria, terutama untuk mereka dari generasi yang lebih tua. Di beberapa bagian di Perancis, mereka bahkan melakukan ini sampai lima kali. Meskipun ini merupakan kebiasaan di Perancis, ini bukanlah sesuatu yang umum dilakukan di negar-negara lain. Dan yang menarik adalah melakukan ini di dalam kereta adalah illegal, karena kamu tidak boleh berciuman di dalam kereta di Perancis.

 

5. Solidaritas bersama

Tidaklah aneh melihat dua orang yang tidak mengenal satu sama lain di Perancis saling membantu meskipun dalam hal-hal sepele sekalipun. Misalnya saja, orang-orang bisa saja menawarkan membantu menyeberangkan orang buta yang sama sekali tidak ia kenal, atau membantu seorang tua membawakan barang-barang belanjaan mereka. Meski ada juga beberapa budaya yang menyerupai Perancis dalam hal ini, ada beberapa budaya di negara-negara lain yang tidak akan membiarkanmu menyentuh orang yang tidak kamu kenal sama sekali atau bahkan menawarkan bantuan karena takut akan sesuatu yang buruk yang mungkin terjadi. Bahkan di beberapa negara kamu bisa ditahan hanya karena menyentuh seseorang.

 

6. Aura negatif

Entah mengapa, tapi orang-orang Perancis biasanya memiliki aura yang cukup negatif. Misalnya saja, kalau kamu mengajukan proposal proyek, kamu harus bersiap-siap menghadapi analisa-analisa dari para penontonmu yang akan menjabarkan resiko-resiko yang ada dan juga masalah-masalah yang akan dihadapi dengan proyek-proyek yang kamu ajukan. Contoh lainnya adalah apabila kamu mendapat nilai A- di dalam tes, siap-siaplah mendapat pertanyaan: “Kenapa bukan A+?” alih-alih mendapat tepukan apresiasi di bahumu. Alasannya adalah karena orang Perancis percaya bahwa sekadar mengapresiasi hal-hal baik namun mengacuhkan hal-hal negatif yang ada merupakan sesuatu yang naif. Penjelasan lainnya akan negativitas ini adalah karena orang-orang Perancis percaya bahwa melihat ketidaksempurnaan yang ada merupakan tanda-tanda dari kompetensi dan kecakapan. Jadi saat kamu berurusan dengan orang Perancis, kamu perlu selalu siap akan adanya kritikan, dan saat kamu justru mendapat pujian, ini sesuatu yang tidak biasa.

 

7. Menyumbang, dan bukan membagi pengeluaran yang ada

Di Amerika dan negara-negara yang telah terpengaruh oleh budaya Amerika, membagi pengeluaran yang ada di restoran, misalnya, merupakan sesuatu yang umum. Ini juga merupakan hal umum bahkan di dalam kencan. Alasan dari ini adalah agar tiap-tiap orang bertanggung jawab atas pengeluaran yang ada dan masing-masing tidak berhutang apa pun terhadap satu sama lain. Namun orang-orang Perancis tidak terlalu menyukai tradisi ini karena mereka menganggap ini sebagai pertanda kekikiran dan karenanya ini tidaklah baik-baik saja. Dalam situasi serupa, orang Perancis tidak terlalu perhitungan dan mereka akan membayar sejumlah yang menurut mereka memanglah pantas, yang seringkali lebih banyak dari yang seharusnya. Ini seringkali justru berakibat kacau karena akhirnya beberapa akan membayar lebih sedikit daripada yang lain, yang merupakan sesuatu yang juga tidak dianggap baik untuk orang Perancis yang cukup mementingkan gengsi dan image diri.

 

8. Tak ada barang-barang lain selain obat-obatan di Apotek

Kabar baiknya mengenai Apotek di Perancis adalah betapa mudahnya mencari mereka, karena mereka biasanya memiliki gambar salib hijau persis di sebelah nama mereka yang diterangi oleh lampu neon. Namun, kalau kamu berencana untuk mencari permen atau maskara di apotek, kemungkinan besar kamu tidak akan berhasil. Meski memang kebanyakan apotek di negara-negara lain telah mengikuti jejak CVS dan Walgreens yang memiliki konsep yang mengubah apotek menjadi toko serba ada mini seperti mini-Walmart, kebanyakan apotek di Perancis tidak begitu. Institusi ini seringkali merupakan bisnis keluarga, dan hanya berisi hal-hal yang memang seharusnya hanya dijual di apotek, yaitu obat-obatan.

 

9. Plastik atau tas kertas

Kamu akan benar-benar memiliki kebebasan dalam berbelanja bahan-bahan makanan dan masakan di Perancis karena kamu harus mengepak sendiri barang belanjaanmu. Tentu keuntungannya adalah bahwa kamu dapat mengatur sendiri pengepakan barang-barangmu. Karena tak akan ada yang membantumu membungkus barang-barangmu di tas plastic, jangan mengharapkan akan ada karyawan yang akan datang dan membantumu membawa barang-barang tersebut ke dalam mobilmu. Hal lainnya adalah apabila kamu sampai di rumah dan mendapati beberapa telur yang kamu beli telah pecah dan mungkin keju yang kamu beli berbau deterjen yang baru saja kamu beli juga, dan kamu tidak bisa menyalahkan siapa-siapa kecuali dirimu sendiri. Meski ini dapat dianggap juga sebagai pelatihan diri dan mental, ini juga merupakan gambaran dari macam pelayanan pelanggan yang akan kamu dapatkan di supermarket di Eropa. (Ingatlah bahwa beberapa supermarket lokal yang disebut supérette biasanya menawarkan kantong plastik secara cuma-cuma, sementara supermarket lainnya mungkin akan memintamu untuk membayar untuk mendapatkan kantong plastik dari bahan daur ulang yang dapat kamu gunakan kembali di masa mendatang).

 

10. Menghabiskan waktu

Berlawanan dengan beberapa budaya di negara lain, orang Perancis lebih suka berlama-lama dalam hal-hal tertentu. Misalnya saja, cobalah memesan secangkir espresso. Kamu akan sering sekali melihat orang Perancis menghabiskan berjam-jam untuk menghabiskan secangkir espresso saja. Banyak orang justru melihat espresso sebagai jalan cepat untuk memasukkan kafein ke dalam sistem peredaran darah mereka, namun orang Perancis lebih suka pelan-pelan menyeruputnya dan menikmatinya pelan-pelan karena mereka sangat mengapresiasi kebersamaan dengan orang yang mereka ajak ataupun buku yang mereka baca di dalam kafe.

 

Yah, tiap-tiap budaya memiliki keanehannya sendiri yang mungkin tidak selalu dapat dimengerti oleh budaya-budaya lainnya. Namun kenahean semacam inilah yang membuat sebuah budaya unik. Orang Perancis memiliki tradisi yang tidak biasa, sama halnya dengan budaya-budaya lain, dan hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah menerima keunikan ini. Dan jangan lantas menyamaratakan bahwa semua orang Perancis akan bertingkah laku seperti ini ya (terutama misalnya untuk poin no. 3).

 

(Sumber: https://www.talkinfrench.com/french-weird-habits/)

Mencari jurusan

Pilih negara
JenjangPendidikan*
TENTANG PENULIS

Dian Wijayanti adalah penulis dan editor Hotcourses Indonesia. Ia juga berprofesi sebagai tutor privat Bahasa Inggris dan penerjemah freelance. Dian baru saja dipilih sebagai salah satu kandidat di the Graduate School of Asia Pacific di Waseda University Jepang. Ia juga memiliki pengalaman bekerja di konsultan pendidikan di Indonesia yang bertanggung jawab membantu mahasiswa Indonesia meneruskan pendidikan mereka ke luar negeri, dan sekarang ia ikut membantu dalam proyek Beasiswa untuk Mahasiswa/i Kebidanan yang berbasis di Australia.