Informasi penting
Study abroad: Before you leave

10 Negara Tujuan Studi Keluar Negeri di tahun 2017

2035

Mungkin ada saja alasan yang benar-benar kuat (dan sebenarnya ada banyak) mengapa kebanyakan orang dari penjuru dunia tertarik belajar di satu diantara 10 negara berikut.

Baik dari harga yang harus dibayar, servis yang akan diterima, karakter para penduduk lokal, standar pendidikan tingkat dunia, atau sekadar pemandangan sekitar yang tiada duanya di planet bumi (mungkin ada yang tertarik dengan Cappadocia?), berikut adalah daftar negara-negara yang layak ditengok kalau kamu tertarik mengenyam pendidikan di tempat-tempat yang memang menarik perhatian banyak orang, termasuk juga yang menyediakan makanan yang lezat, mulai dari gelato sampai ke mochi.

 

1. Italia

Dengan makanannya yang luar biasa, Bahasa yang seksi, kesenian yang indah, dan sejarah yang dinamis, Italia adalah negara tujuan yang paling dicari oleh para calon mahasiswa internasional. Ada banyak program yang menawarkan kombinasi unik dari budaya Italia serta mata kuliah yang bervariasi.

 

Pros: Kebanyakan program yang ada tidak memerlukan para calon mahasiswa untuk belajar Bahasa Italia terlebih dahulu, dan karenanya memudahkan akses bagi para mahasiswa internasional. Pemandangan di sana pun sangatlah indah, dan bangunan bersejarah ada dimana-mana, tak lupa juga gelato yang penuh warna, bahkan mungkin warna yang kamu tak pernah lihat sebelumnya!

Cons: Berbaur dengan budaya lokal dapat terasa cukup sulit saat kamu belum benar-benar menguasai Bahasa lokal—padahal budaya Italia adalah budaya yang tidak boleh kamu lewatkan. Dan kebanyakan mengkonsumsi gelato mungkin tidak akan membantumu diet, tapi siapa sih yang nggak merasa bahagia setelah makan gelato?

 

(Yuk, klik di sini untuk melihat lebih lanjut info mengenai studi di negara ini!)

 

2. Spanyol

Spanyol membanggakan serentetan festival sejarahnya, siesta-nya yang terkenal, serta penari flamenco. Dan kesemuanya ini tentu jauh melebihi apa yang biasa kamu dengar atau lihat dari TV, buku-buku, atau dari teman-temanmu; termasuk juga petualangan menjelajahi alam seperti naik gunung, berbagai macam tipe pantai, dan jamón serrano yang bervariasi. Setiap tahun berjuta-juta murid berkelana ke Spanyol untuk belajar Bahasa Spanyol (ya elah!) serta untuk mempelajari International Business, European Studies, dan masih banyak lagi.

 

Pros: Keberagaman program yang ada disertai dengan akomodasi lengkap serta kelas-kelas yang terjamin. Murid-murid internasional yang ada pun cukup beraneka ragam, namun kalau kamu sekadar ingin bersantai dengan penduduk lokal sambal minum-minum segelas sangria pun tidak masalah. Orang-orang lokal sangat suka mengobrol, membagi-bagikan makanan, serta berjemur di teriknya matahari.

Cons: Spanyol merupakan negara tujuan yang sangatlah populer diantara murid-murid dari Amerika Serikat, dan karenanya, berbaur dengan budaya lokal mungkin akan terasa cukup sulit. Kalau kamu memang ingin berbaur, kamu perlu berani untuk keluar dari zona kenyamananmu; pergilah untuk mencari tapas dengan orang lokal, berliburlah sehari ke desa-desa kecil dan kenalilah komunitas sekitarmu.

 

3. Inggris

 

Entah apakah hubungan sejarah Inggris dengan banyak negara di dunia… atau mungkin juga David Beckham… istilah-istilah Bahasa yang unik… atau mungkin juga kastil Harry Potter… Apapun alasannya, banyak murid internasional yang suka sekali belajar di negara ini.

Pros: Ini lokasi yang ideal untuk mereka yang belum pernah berkelana keluar negeri, karena Inggris menawarkan integrasi budaya yang berbeda-beda. Dimana-mana orang akan menggunakan Bahasa Inggris (bahkan kamu bisa mencoba mempelajari aksen lokal kalau kamu tertarik dan tertantang!) dan mencari merk-merk barang yang kamu sukai dari negara asalmu mungkin bukanlah masalah.

 

Cons: Bagi mereka yang ingin mencari pengalaman berbaur dengan budaya yang berbeda, berada di Inggris mungkin akan membuat pengalaman ini terasa terlalu “mudah.” Apalagi, biaya di UK sangatlah mahal; ini bukan sesuatu yang mudah disiasati. Kalau biaya merupakan masalah, mungkin ada baiknya menilik program-program yang terdapat di luar kota London.

 

(Yuk, klik di sini untuk melihat lebih lanjut info mengenai studi di negara ini!)

 

4. Perancis

Mulai dari lampu-lampu kota yang mencengangkan, pemandangan Paris sampai ke matahari terbenam di tepi laut, dan keunikan dari French Riviera, banyak yang terpukau dengan keromantisan Perancis. Apalagi ditambah dengan budaya fashionnya dan juga petualangan kulinernya. La vie en rose.

 

Pros: Banyak program yang terdapat di tempat-tempat yang bervariasi—mulai dari Paris yang cosmopolitan, Avignon yang kaya sejarah, dengan pilihan Bahasa antara Inggris atau Perancis. Kamu bisa menentukan sendiri tantanganmu di semester berikutnya. O ya, apa kami sudah menyebutkan juga soal makanan yang mewah dan Bahasa yang puitis?

Cons: Meskipun kamu memilih mendaftar di program-program berbahasa Inggris pun, dasar-dasar Bahasa Perancis tetap saja diperlukan, terutama kalau kamu tinggal di luar kota-kota besar. Kamu perlu juga mengingat terkadang demonstrasi massa bisa menghentikan denyut jantung kehidupan perkotaan, namun semuanya akan menjadi pengalaman yang berharga.

 

(Yuk, klik di sini untuk melihat lebih lanjut info mengenai studi di negara ini!)

 

5. Jerman

Bisa jadi karena Jerman adalah negara asal Oktoberfest yang terkenal, dan juga Kastle Neuschwanstein (inspirasi kastil Disney), namun tidak dapat dipungkiri bahwa banyak mahasiswa yang tertarik dengan budaya Jerman dan sistem pendidikan kelas dunia-nya.

 

Pros: Jerman adalah tempat yang tepat untuk mempelajari bisnis, sains, dan Bahasa dan Budaya atau Sastra Jerman (natürlich). Jerman juga merupakan tempat yang cocok untuk magang, mengingat ini merupakan kantor pusat dari banyak perusahaan-perusahaan besar, dan juga tempat banyak penemuan-penemuan brilian bermula. Baik di dalam maupun di luar kelas, kamu tidak perlu membuang banyak waktu dengan birokrasi yang ribet karena keefisiensian-nya.

 

Cons: Ada baiknya kamu melakukan persiapan terlebih dahulu mempelajari sedikit mengenai Jerman, termasuk juga bahasanya, meski memang ada banyak program yang menawarkan pembelajaran dalam Bahasa Jerman dan juga Inggris.

 

(Yuk, klik di sini untuk melihat lebih lanjut info mengenai studi di negara ini!)

 

6. Australia

Mau snorkelling di Great Barrier Reef ataupun mendaki Outback dan menjelajah kota metropolitan Sydney, ribuan mahasiswa internasional terbang ke selatan untuk mengunjungi Australia, dan mereka merasa seakan mereka berada di puncak dunia.

 

Pros: Australia adalah tempat beberapa universitas kelas dunia. Di sini murid-murid dapat belajar hampir segala macam jurusan, namun topik-topik yang cukup populer misalnya bisnis, humaniora, dan segala macam sains. Saat kamu lowong, cobalah berjemur, kejar beberapa makhluk liar, dan menceburlah di perairan pantai Bondi.

Cons: Karena ia terletak di belahan bumi selatan, kalender akademik Australia berlawanan dengan kalender akademik Amerika Utara dan Eropa. Ini bisa menjadi kendala buat kamu yang mungkin ingin mengunjungi benua tersebut di musim-musim tertentu (misalnya saja kamu ingin menonton pertandingan bola atau kamu ingin magang di sana). Namun kamu mendapat kesempatan untuk menikmat musim panas berkepanjangan, jadi mungkin ini justru sesuatu yang menggoda.

 

(Yuk, klik di sini untuk melihat lebih lanjut info mengenai studi di negara ini!)

 

7. Jepang

Dengan arsitektur bergaya zen, gadget yang tercanggih di dunia, dan juga sushi, Jepang menawarkan budaya yang sangat kaya untuk dijelajahi. Menarilah di bawah pohon sakura dan pelajarilah benua yang elegan ini.

 

Pros: Jepang memiliki perpaduan fasilitas yang termasuk paling modern (misalnya shinkansen, kereta yang luar biasa cepatnya) dan bangunan-bangunan bersejarah (hampir setiap kota memiliki kuil Buddha kuno), jadi entah apakah kamu otaku berat, atau penggemar samurai, selalu ada sesuatu yang menarik di sini.

Cons: Biaya di Jepang bisa terasa cukup mahal, meskipun kamu mungkin tidak selalu makan sushi setiap malam. Rencanakanlah budgetmu dengan bijak, dan cobalah pelajari dasar-dasar Bahasa Jepang sebelum kamu berangkat.

 

(Yuk, klik di sini untuk melihat lebih lanjut info mengenai studi di negara ini!)

 

8. Cina

 

Banyak mahasiswa internasional membanjiri kota-kota seperti Beijing, Shanghai, dan Hong Kong, sekadar untuk mengisi CV mereka. Di luar kelas, ada migrasi masal tiap akhir pekan ke tempat-tempat terkenal seperti Tembok Besar atau Tentara Terracotta.

Pros: Sebagai negara dengan potensi kondisi ekonomi terdominan di dunia, penguasaan dalam Bahasa Mandarin atau Kanton akan memberimu amunisi lebih di lapangan kerja. Kamu dapat melihat langsung keterlibatan Cina di pasar dunia (termasuk juga mencicip makanan-makanan enak).

 

Cons: Beberapa terkadang mengalami culture shock karena perbedaan Bahasa dan perspektif budaya yang drastis. Namun di saat bersamaan ini dapat menjadi pengalaman yang berharga pula, jadi menyelamlah di tengah-tengah budaya Cina. Jangan lupa selalu sedia masker kalau kamu tinggal di kota-kota besar.

 

9. Argentina

 

Argentina menawarkan pengalaman yang luar biasa dari tiap-tiap penjurunya; mulai dari belajar menari tango di kota metropolitan Buenos Aires, menjelajahi kota anggur Mendoza, mendaki Patagonia, dan melihat pemandangan alam air terjun Iguazu Falls yang termasuk paling besar di dunia.

Pros: Kalau kamu memang menyukai makan steak dan minum anggur tiap malam, kamu tidak akan kecewa. Kalau kamu mulai merasa gelisah di kelasmu keesokan harinya, langsung saja pakai boots mendakimu dan arahkan ujung jarimu ke keajaiban dunia lainnya yang ingin kamu taklukan.

Cons: Tataran alam yang amatlah luas merupakan tantangan tersendiri bagi mereka yang ingin menjelajahi setiap lanskap di negara yang indah ini; fokuslah di area-area tertentu saja (atau tinggallah lebih lama di sini!). Dengan pengaruh budaya Italia yang cukup dominan, kamu bisa menyiapkan ancang-ancang untuk mendapati variasi dari budaya dan Bahasa Spanyol.

 

10. Costa Rica

 

Keseimbangan antara petualangan alam dan daya tarik budaya kota yang ditawarkan Costa Rica menjadikannya salah satu negara tujuan bagi mereka yang mencari pengalaman studi di luar negeri yang unik. Begitu kamu mendobrak dinding batas Amerika Utara, jadikanlah negara ini markas saat kamu mengunjungi negara-negara lainnya yang mungkin tidak terlalu populer—yah, ini pun kalau kamu bisa menarik diri dari pura vida ya.

 

Pros: Dengan keseimbangan antara budaya Amerika Latin dan prospek turisme dari Amerika Serikat, kamu bisa menjelajah dengan biaya yang relatif lebih murah. Kalau kamu mau mempelajari Bahasa Spanyol, ini juga merupakan lokasi yang tepat.

 

Cons: Ada banyak harga-harga tingkat ‘bule’ di area turisme di sini. Pelajarilah tariff lokal untuk barang-barang yang cukup umum, dan belajarlah menawar harga (namanya juga berbaur!), dan jangan sampai tertipu oleh tipuan murahan untuk turis.

 

 

Tempat-tempat di atas tidak hanya menawarkan perbedaan yang drastis dalam hal budaya, Bahasa, dan sosial, namun mereka juga luar biasa, dan siap menerimamu dan transkrip nilaimu. Baik untuk kamu yang mencari petualangan di hutan, acara minum teh, revolusi kuliner, atau sekadar tempat yang tenang (atau mungkin semua alasan itu), selalu ada negara ideal yang menunggu untuk dijelajahi… baik di dalam maupun di luar kelas.

 

(Sumber: http://www.goabroad.com/articles/study-abroad/top-10-study-abroad-destinations-for-2017)

Mencari jurusan

Pilih negara
JenjangPendidikan*
TENTANG PENULIS

Dian Wijayanti adalah penulis dan editor Hotcourses Indonesia. Ia juga berprofesi sebagai tutor privat Bahasa Inggris dan penerjemah freelance. Dian baru saja dipilih sebagai salah satu kandidat di the Graduate School of Asia Pacific di Waseda University Jepang. Ia juga memiliki pengalaman bekerja di konsultan pendidikan di Indonesia yang bertanggung jawab membantu mahasiswa Indonesia meneruskan pendidikan mereka ke luar negeri, dan sekarang ia ikut membantu dalam proyek Beasiswa untuk Mahasiswa/i Kebidanan yang berbasis di Australia.