Informasi penting
Study abroad: Before you leave

Cara Lulus IELTS Menurut 25 Sahabat Yang Telah Berhasil

17856
Banyak pelajar atau mahasiswa yang menginginkan untuk memiliki skor TOEFL yang tinggi. Tujuannya macem-macem. Ada yang ingin dapet beasiswa, ada yang ingin masuk kerja, ada yang ingin sebagai persiapan aja kalau nantinya dibutuhkan. Namun, terkadang banyak di antara kita sudah kena 'mental block' dulu sebelum mencoba tes TOEFL. Nah, salah satu skor TOEFL yang 'standar' adalah 450.
 
 
 
 
 
Here is the one million dollar question: 

Bagaimana cara mencapai skor IELTS/TOEFL setinggi itu?

Berikut ini interview dengan beberapa mereka yang sudah melewati masa-masa 'beginner' untuk berbahasa Inggris.
 
Bagaimana meningkatkan skore TOEFL minimal dengan skore 450 sampai 500, untuk pemula? Bagaimana cara cepat menguasai bahasa asing? Hal-hal vital apa saja yang perlu disiapkan untuk tes TOEFL?
 
Dan, berikutlah jawaban dari beberapa audiens yang diwawancara :
 

1. Andreas Lie

Alumni Madison Area Technical College dan San Jose State University, United States.

 

 

 

 

 
Aku dulu persiapan TOEFL selama 2 bulan. Aku ikut kursus intensif dan bahas soal TOEFL yang aku beli di Gramedia. Saran aku, kamu banyakin bahas soal toefl otodidak, dan banyak nonton film hollywood. Soalnya di test nanti, ada test grammar, reading, dan listening. Tips lagi kalo kerjain toefl, tetep diisi aja meskipun kamu ga tau jawabannya.
 

 

2. Novi Dimara

Mahasiswi Emergency/Disaster Management di Nothern Virginia Community College

 
Kalo pengalaman pribadi saya tiap hari saya latihan soal TOEFL... Saya dapat dari library... Setiap hari selama dua minggu full sebelum ujian. Everyday, saya siapkan 5 jam untk belajar soal TOEFL. Saya pikir itu tergantung dari cara belajar masing-masing orang. Dan itu tes TOEFL pertama saya. Yang tidak kalah penting itu Essay. Dan berdoa pastinya.

 

3. Mohammad Hamli

Entrepreneur, Owner English Cafe, Yogyakarta. Pernah Exchange ke Amerika Serikat
 

 

Toefl ya? Alangkah lebih baik ketahui dulu kemampuannya dimana. Nah, untuk itu kamu bisa ikuti tes online secara gratis, atau bisa juga ikut tes gratis. Nah, cek dulu nilainya. Nanti kekurangnnya kan ketahuan apakah di grammar, structure atau listening. Aku sarankan, cari teman yang bisa ngajari triknya agar gak kebingungan. Begitu. Semoga sukses ya.
 
 

4. Doni Marisi Sinaga

Mahasiswa Environmental Management di Graduate School Chulalongkorn University, Thailand
 
Empat jam sehari sudah lebih dari cukup dek. Dulu aku belajarnya 2 jam sehari. Tips nya cuma tetap setia pada komitmenmu itu. Kalo lagi malas, jadiin cita-citamu itu sebagai motivasinya. Yang penting motivasi untuk setia ke komitmenmu dek. 450, gampang itu...
 
 

5. Danang Waskito

Mahasiswa Berprestasi UNY 2014, Pernah terpilih mewakili kampusnya ke Thailand untuk kunjungan industri. Anggota Actual Smile English Club, Yogyakarta
 

 

1. Beli buku toefl
2. Latihan, nah dari latihan itu kan kamu nanti terus-terusan menemukan pola gitu lho misal structure dll.
Nah, aku klo dulu aku seringnya latihan sih, sama baca kamus oxford... soalnya kata-kata yang tes toefl tuh rata-rata scientist banget gak sosial.
Ya itu, semangat latihan... sukses buat kamu yah , oh ya cari tes-tes toefl yang dari lembaga apa gitu yang biayanya minim, jadi bisa dieveluasi lewat situ.
Tapi ya saranku itu sih latihan, terus temukan pola misalnya past tense sama to be jadinya apa, iya yang prediction gitu waktu itu dari lembaga apa yah, lupa jadi cuma bayar 10ribu per test... terus kalau mau cetak sertifikatnya bau bayar 200 ribu. Sukses ya, go international dong...
 
 
 

6. Rahmat Hidayat

Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh
 
Silahkan dipelajari buku-buku soal TOEFL. Disiplin mengerjakan latihan yang ada di situ setiap hari. Disipin yang tinggi.
Terus, buatlah mastermind atau kelompok belajar walau beberapa orang saja. Buat jadwal ketat. Yang dulu aku lakuin, adalah belajar 1-2 jam dari hari Senin sampai Jumat. Cara belajar yang aku lakukan bareng teman-teman kelompokku, adalah dengan fokus pada 3 macam test yang ada di TOEFL.
Listening
Structure, dan
Reading
CARA BELAJARNYA:
Hari ini belajar Listening, besok belajar Structure dan lusa belajar Reading. Berselang.
COMPLETE TEST:
Terus, seminggu atau 2 minggu sekali, adakan Complete Test untuk menilai kemampuan secara keseluruhan.
Pas belajar, awali dengan test dahulu. Seperti Structure. Waktunya diatur 5 menit lebih cepat daripada tes aslinya. Misalnya, lama waktu buat ngerjain Structure test adalah 30 menit, Maka dalam belajar kami set waktu 25 menit untuk semua soal (structure test punya 40 soal).
Then, lihatlah kunci jawaban dan hitung berapa yang benar dan berapa yang salah. Terus, kalau menemukan soal yang susah, bahaslah dengan teman satu kelompokmu dan berbagilah pendapat. Begitulah setiap hari yang pernah aku lakukan bareng teman-teman.
Hal ini sangat membantu sekali. Terbukti kemampuanku meningkat. Hari pertama belajar bersama teman-teman, dimana aku dapet angka yang salah bisa sampai 25 atau 26 soal. Berikutnya angka tersebut mulai berkurang jadi 20 soal salah, 17 salah, 15 salah, 10 salah.. Dan bahkan sampai bisa 3 soal yang salah. Ya, belajarlah berkelompok ya mas...
 
 
 

7. Wiku Pulangasih

Internet Marketer, Peraih beasiswa ICCR India

 

Untuk mencapai skore TOEFL tinggi, kuncinya ada di apa yang kamu lakukan di satu bulan menjelang kamu tes TOEFL.
Nah, latihan yang saya sarankan adalah :
Latian soal diperbanyak, karena itu langsung membahas teknis, bukan sekedar teori secara umum. Lengkapi latihan soal dengan membahasnya pakai bantuan kunci jawaban. Supaya tahu dimana letak kesalahan-kesalahannya
Nonton film. Salah satu kunci tes toefl yang sering kali sulit dikerjakan adalah tes listening. Asah kemampuanmu di Listening dengan nonton film Holywood dengan pakai subtitle bahasa Inggris. Kemudian, tonton lagi dengan tanpa subtitle
Jangan terlalu khawatir dengan tes toefl, karena tidak dikerjain pun nilainya udah 300, hehe
Reading, sering-sering baca surat kabar, artikel bahasa Inggris, jangan artikel yang pakai bahasa Indonesia terus.
Manfaatkan spell check yang ada di Microsoft Word untuk menguasai writing skill kamu.
 
 

8. Zahrina Fanny Aditya

Mahasiswi FEB UGM, Blogger, Traveler
 
Perbanyak latian soal. Terus, jangan lupa cari mentor atau teman yang udah berpengalaman biar bisa mengoreksi kamu dimana kelemahanmu. Aku dulu juga begitu.
 
 

9. Agustinus C Putra

Marketing Hero di CoverSuper.com, pecinta English Language
 
Kalau saya dulu sangat fokus mengasah skill mendengar saya. Saya membeli kaset DVD tentang listening, saya banyak mendengarkan itu, karena itu paling penting dan paling susah. Selain itu, saya luangkan buat belajar soal langsung.
 

10. Zulkhan Indra Putra

Entrepreneur , Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) India tahun 2010

 
 
Untuk mengasah kemampuan listening, sering-sering menonton video TEDx di Youtube. Karena itu lebih formal bahasanya, kalau film kan nggak formal. Sedangkan yang ada di tes TOEFL itu formal.
Reading, sering baca latihan soal karena banyak yang sering menjebak kata-katanya. Makin sering latihan mengerjakan soal, makin tahu kamu dimana letak soal-soal penjebak.
Vocabulary, hafalan kata itu paling efektif kalau dijadikan satu kalimat. Misalnya menghafal 5 kata, bisa dijadiin satu paragraf saja. Itu lebih mudah untuk diingat, kalau dijadikan sentences.
 
 

11. Arry Rahmawan

Alumni Teknik Industri Universitas Indonesia
Wirausaha di Cerdas Mulia Training Center, 
Penulis Buku Studentpreneur Guide Book
Blogger di Arryrahmawan.net

 
Saran saya, perlu untuk banyak berlatih TOEFL.
Kita liat dimana kelemahan kita, lalu kita banyak berlatih untuk menutupi kelemahan itu. Misalkan saya lemah di listening, saya banyak berlatih dan membiasakan diri untuk mendengar percakapan bahasa inggris.
Rajin-rajin ngerjain latihan di Buku-buku TOEFL, terutama buku TOEFL Barrons, itu bagus.
 
 
 

12. Anifah Adhina Nuriha

Lulusan Pendidikan Kimia UNY, 
Pegiat Seni Islami di Pesantren Wahid Hasyim Jogjakarta
 
Cara paling jitu dan pasti yaitu ikutan tes. Percuma belajar kalau nggak ikut tes, nggak bakal dapat skor.
 
 

13. Muhammad Ghifary

Dosen di Victoria University of Wellington, New Zeland

 

Saya dulu kebetulan ngambilnya IELTS, bukan TOEFL. Tapi dari sisi persiapannya kurang lebih mungkin mirip-miriplah. Menurut saya sih coba mulai dengan test mandiri dalam timeframe tertentu dan itung sendiri perkiraan skornya. Dari situ bisa diidentifikasi lebih dan kurangnya ada di bagian mana.
Untuk kasus saya dulu, saya merasa kurangnya di listening. Jadi fokusnya gimana meningkatkan kemampuan di listening dengan tiap hari dengerin dan transkrip english conversation.
Dan juga mungkin biasakan sering nulis dalam bahasa Inggris, sembari tetap ngerjain latihan soal. Sekarang sih udah banyak soal dalam bentuk online atau desktop/mobile application.
Poin utamanya menurut saya, gimana "mengkondisikan" diri sendiri supaya terbiasa berbahasa inggris.
 
 

14. Emmy Yuniarti Rusadi

Mahasiswi UGM, Founder Actual Smile English Club Yogyakarta
 

 
Ok. Itu lebih mudah don't worry. Jangan 'sepaneng' latihannya. Aku justru jarang latihan tes toefl. Tapi aku latihan menerjemahkan apapun itu, seperti: English articles (related to America), listening, dan writing. Baca aja jurnal sosial, psikologi, teknik dr USA. Sejarah juga. Ingat bahwa toefl kan memang produk USA. Jd fokuslah ke segala academic things and American culture. Good luck and enjoy your target!
 
 
 

15. Budi Waluyo

Mahasiswa S2 di Univ. of Manchester, UK
Mahasiswa PhD di Lehigh University,USA... 
Penulis buku Untukmu Scholarship Hunters

 

Ada dua cara yang saya rekomendasikan :
1. Carilah mentor yang terbaik: yang gaya mengajarnya cocok dengan kita, yang paham banyak tentang TOEFL serta pernah mengambil tes itu.
2. Tekun. Banyak mengulang materi yang sudah dipelajari di tempat kursus.
Ingat, ini adalah tes, ada pokok bahasannya. So, pegang per pokok bahasan.
Karena, soal tes nanti mencakup semua pokok bahasan tersebut. Soal TOEFL itu pada dasarnya sama dari tahun ke tahun. Sama seperti IELTS.
Dirubah soalnya saja. Misalnya, kalau di soal matematika, bulan lalu soalnya 2 + 4 = … Bulan depan 7 + 10 = …
Pokok bahasan soalnya sama tambahan, soalnya yang berbeda. Jadi, kalau yang kamu pelajari adalah pokok bahasannya, mau bagaimanapun soalnya, bisa kamu jawab.
Belajar dari orang-orang Cina. Pelajar-pelajar China banyak yang skor TOEFL nya tinggi-tinggi. Kenapa bisa begitu?
Karena mereka belajar dengan cara meniru dan menghafal. Begitulah kalau tes. Kalau tujuannya jangka pendek, buat mencapai standar skor yang diinginkan, maka bisa meniru gaya belajar orang Cina.
Intinya, belajarnya harus intensif.
Lebih baik belajar 1 bulan penuh kemudian tes, daripada belajar satu tahun dengan pertemuan dua kali seminggu, tesnya lama.
 
 

16. Nancy Margried

Entrepreneur, CEO di BatikFractal.com
 
Kalau tes toefl itu berbeda dengan penguasaan bahasa inggris sehari-hari.
Untuk cepat menguasai bahasa inggris ya harus digunakan saja tiap hari.
Tiap hari usahakan berbicara bahasa inggris dan tiap hari harus menghapal kosa kata baru. Itu aja. Gak ada cara lain.
 
 

17. Joanne Widjaja

Mahasiswi di University of Otago, New Zeland
 

 
 
Aku kurang tau tentang tes toefl karena waktu itu aku test IELTS. Waktu itu sih aku beli buku IELTS, yang isinya contoh-contoh soal. Latihan dari situ aja sih dulu.
Waktu itu kan trend-nya yang ikut les intensif. Aku nggak mau karena gak ada waktu, kan dulu udah sibuk buat belajar UAN. Ikut les itu ya keuntungannya jadi jawabannya bisa dikoreksi sama gurunya.
Toefl test perlu nulis esai? Menurut aku yang perlu dibantu orang lain itu writing. Tapi yang lain (reading, listening) bisa belajar sendiri.
 
 

18. Isa Alamsyah

Entrepreneur, Penulis Buku No Excuse!
Pendiri Komunitas Bisa menulis
Pendiri AsmaNadia Publishing House 
 

 
 
Saya punya metode sederhana, kamu baca koran bahasa indonesia atau novel bahasa indonesia tapi kamu lantangkan dengan bahasa Inggris. Dari situ kamu bisa tahu apa yang kamu tidak bisa. Lebih bagus lagi ketika melakukan itu ada yang mendampingi kamu jadi dia mengkoreksi kalau kamu salah.
Metode ini pernah saya buat kurikulumnya dulu sekali tapi gak saya kembangkan, tapi saya jamin lebih efektif daripada belajar dengan native speaker sekalipun.
Ia mengucapkan sampai kita sendiri dengar, dalam hati juga bisa sih cuma nanti pengucapannya gak terlatih.
 
 

19. Radian Furqon

Mahasiswa Mechanical Engineering and Intelligent Systems di Tokyo University of Electronic and Communication, Japan
 

 
Untuk toefl, yang dibutuhkan itu lebih ke test taking skill daripada pemahaman bahasa inggris itu sendiri.
Jadi saya sarankan kerjakan latihan soal sebanyak-banyaknya, dan lakukan gladi bersih (kerjakan soalnya di waktu seperti tes yang sbenarnya) sesering-seringnya sebelum ikut tes yang sebenarnya, Good luck :)
 
 

20. Miftahul Mardiyah

Pegiat di American Indonesian Exchange Foundation

 
Tidak ada tips khusus untuk TOEFL karena antara satu orang dengan yang lainnya berbeda cara belajarnya, daya penyerapan, dll. Beberapa orang ada yang butuh satu dua tahun untuk persiapan, ada juga yang ngga butuh persiapan sama sekali.
Kalau deadline nya sudah dekat, tentu sudah tidak banyak waktu lagi untuk belajar. Saya sarankan cari tahu lembaga mana yang menyediakan tes TOEFL di awal November sehingga Anda bisa dapat hasilnya tepat waktu (biasanya hasil baru bisa diambil 2 minggu setelah tes) agar anda tidak terlambat mengumpulkan form aplikasi dan persyaratannya. Good luck, ya! 
 
 
 

21. Riza Fadholi Pasha

Researcher Assistant di Pusat Studi Perencanaan Pembangunan Regional UGM

 

Belajar menghapal vocab-vocab diartikan dan di praktekan dalam percakapan sehari-hari
Cari kawan yang bisa diajak conversation
Banyak membaca artikel-artikel di jakartaglobe atau jakartapost atau media yang berbahasa asing, fungsinya agar kita terbiasa dengan vocab2 tersebut.
 
 
 

22. Muhammad Izdiyan Muttaqin

Alumni Al-Azhar University, Kairo
 

Kalau ingin cepat menguasai bahasa asing, apalagi untuk tes TOEFL itu harus perbanyak membaca buku tentang toefl dengan nonstop, tanpa ngerjakan hal lain. Fokus.
Sambil minta doa orangtua dan temen-temen, sekaligus tahajud dan sedekah. Semoga berhasil, mas.
 
 

23. Seruni Bodjawati

Pelukis, pernah pameran di Indonesia, Jepang , Amerika, Australia, Filipina, Romania, Perancis, India, Inggris, Korea Selatan, Singapura, Hongaria, Hong Kong, Slovakia, dan Italia
 

Tips dari saya supaya bisa cepat menguasai bahasa Inggris :
1. Banyak bergaul dengan orang asing, lisan/tertulis untuk ikut pameran/art project.
2. Banyak baca buku/ katalog seni rupa bahasa asing untuk tahu perkembangan seni global.
3. Banyak latihan nulis kuratorial/ konsep karya dengan bahasa inggris biar grammar lebih bagus & sesuai standar internasional.
4. Banyak nonton film asing & hadir didiskusi internasional untuk lancar di speaking & listening.
 
 

24. Rein Mahatma

Co-Founder Startupbisnis.com, Content & Digital Strategist
 
Aku belajar dari buku. Beli 1-2 buku yang bagus. Latihan ngisi sambil lihat kunci jawaban dan penjelasan kunci jawabannya dari situ belajar pattern-nya. Lebih banyak otodidak. Ikut les perlu pada awalnya, tapi sebenernya otodidak lebih efisien karena belajar dari buku ga perlu keluar rumah.
 
 

25. Budi Satria Isman

CEO & Founder di PT. Mikro Investindo Utama, 
Kewirausahaan di ProIndonesia foundation, 
Executive Director di Andalas Center,
Founder Smartpreneur Community

 
Untuk yang bisa mungkin cari kursus yang intensif khusus untuk ujian TOEFL. Saya rasa banyak.
Bisa juga self learning dan bisa cari buku atau VCD kushus ujian TOEFL di Gramedia.
Kursus lebih baik karena akan ada yang awasi dan monitor sehingga kedisiplinan kita terjaga.
Begitulah beberapa tips langsung dari orang-orang luar biasa, berdasarkan pengalaman mereka, bagaimana mengalahkan dan menguasai bahasa Inggris.
 
 
Setiap orang tentu memiliki caranya masing-masing. Silahkan aplikasikan apa yang sudah dibagi oleh para ahli di atas tadi, yang sesuai dengan minat kamu. 

Sumber: berkuliah.com

Mencari jurusan

Pilih negara
Pascasarjana
TENTANG PENULIS

Hotcourses Indonesia menyediakan informasi dan membantu proses melamar kuliah di luar negeri.

Coba lihat...