Informasi penting
Study abroad: Before you leave

AYO KULIAH DI LUAR NEGERI!

5098

“Semasa kecil tidak pernah terlintas di pikiran untuk kuliah di luar negeri. Barulah ketika duduk di SMA, saya terinspirasi untuk mengenyam pendidikan di luar negeri. Saat itu, saya mendapatkan pelajaran Bahasa Jepang dari seorang sensei yang pernah kuliah di Jepang. Inspirasi ini membuat saya dua kali mencoba melamar beasiswa ke Jepang, yang hasilnya saya justru mendapat beasiswa pertukaran pelajar ke Amerika Serikat selama setahun.”

 

Nama saya Rini Mayasari. Saya mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di University of Waikato, Selandia Baru. Saat ini saya sedang menjalani tahun kedua program Master of Social Science di Department of Geography, Tourism, and Environmental Planning.  Saya kuliah di Selandia Baru didukung penuh oleh beasiswa NZ-AS yang dibiayai oleh pemerintah Selandia Baru. Awalnya, waktu saya kecil, saya tidak pernah bermimpi untuk kuliah ke luar negeri. Saya berasal dari keluarga sederhana, kedua orang tua bekerja sebagai pegawai negeri sipil dengan gaji yang pas-pasan, dan saya punya lima saudara perempuan. Alhasil, semasa kecil tidak pernah terlintas di pikiran untuk kuliah di luar negeri. Barulah ketika duduk di SMA, saya terinspirasi untuk mengenyam pendidikan di luar negeri. Saat itu, saya mendapatkan pelajaran Bahasa Jepang dari seorang sensei yang pernah kuliah di Jepang. Inspirasi ini membuat saya dua kali mencoba melamar beasiswa ke Jepang, yang hasilnya saya justru mendapat beasiswa pertukaran pelajar ke Amerika Serikat selama setahun. 

Hamilton, Selandia Baru

Mendapat kesempatan belajar di Amerika Serikat merupakan salah satu kesempatan emas bagi saya yang pada akhirnya membuka begitu banyak peluang. Sepulang dari negeri paman Sam, kemampuan berbahasa Inggris saya meningkat secara signifikan. Saya yang awalnya sering takut berbicara dalam Bahasa Inggris pun akhirnya merasa nyaman untuk berkomunikasi dalam asing tersebut. Ada banyak nilai plus dari kesempatan belajar di luar negeri selain meningkatnya kemampuan berbahasa asing. Ketika kuliah baik di Amerika Serikat maupun di Selandia Baru, saya berkesempatan untuk berkenalan dengan teman-teman dari berbagai negara dengan bermacam-macam latar belakang budaya dan usia. Hal ini menambah wawasan saya dan juga memperluas jangkauan network saya. Selain itu, kuliah di luar negeri juga sangat nyaman karena kampusnya benar-benar fokus pada layanan untuk mendukung mahasiswa dengan perangkat laboratorium, teknologi, dan software canggih dan terkini.

Misalnya, di kampus saya, ada pelayanan Student Learning dan Tutor di masing-masing fakultas yang dikhususkan untuk membantu mahasiswa mengerjakan tugas dengan baik, mulai dari diskusi dan brainstorming, simulasi presentasi, hingga pengecekan grammar sebelum mengumpulkan tugas. Layanan ini sangat berarti bagi mahasiswa terutama mahasiswa dari negara-negara non- English speaking yang biasanya mempunyai kendala dalam menulis Bahasa Inggris secara akademik. Selain itu, perpustakaan memiliki banyak koleksi buku terbaru yang database-nya sudah terintegrasi dengan situs yang bisa diakses online, peminjaman buku pun dapat dilakukan secara online dan mahasiswa akan menerima email konfirmasi jika buku sudah siap untuk diambil dari perpustakaan, tanpa perlu repot untuk menyusuri rak-rak buku.

Perpustakaan di University of Waikato

 

 

Selain itu, ada berbagai jenis workshop yang diadakan oleh pihak kampus untuk mendukung kehidupan akademik mahasiswa, mulai dari cara mereferensi, advance Microsoft excel dan word untuk penulisan disertasi, dan manajemen waktu, career support & advice bagi mahasiswa yang siap untuk masuk ke dunia kerja. Mahasiswa tidak perlu khawatir ketinggalan kuliah di kelas, kampus sudah menyiapkan perangkat rekam video di ruang kuliah yang bisa diakses online. Fasilitas ini menurut saya sendiri sangat membantu untuk mengulang materi yang telah diajarkan ketika di rumah dan ketika tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian.

Alam Selandia Baru yang menakjubkan

 

Para dosen sangat mudah ditemui dan membantu mahasiswa saat menghadapi kesulitan dalam mengerjakan tugas atau dalam memahami materi kuliah. Mahasiswa bisa menemui dosen setelah membuat janji via email, pada jam kantornya. Pihak kampus benar-benar mendukung mahasiswa untuk sukses menyelesaikan kuliahnya dengan baik. Salah satu hal yang paling saya sukai kuliah di sini adalah kegiatan di ruang kelas yang selalu memfasilitasi mahasiswa untuk mengemukakan pendapat dan berperan aktif selama di kelas, sehingga belajar di kelas tidak terasa membosankan. Namun tentunya mahasiswa harus sudah membaca materi kuliah terlebih dahulu sebelum kelas dimulai, agar bisa mengikuti diskusi dan mengemukakan pendapat.

Untuk kegiatan ekstrakurikuler, biasanya kampus di luar negeri memiliki banyak organisasi atau perhimpunan untuk menyalurkan minat dan bakat mahasiswa. Misalnya, di kampus saya ada Waikato Boardgaming Club bagi mahasiswa yang suka main boardgame, Waitaiko untuk mahasiswa yang berminat belajar seni Taiko Jepang, Kendo Club, dan berbagai organisasi lainnya. Di University of Waikato, saya merasa sangat menikmati kehidupan sebagai mahasiswa program master dengan dukungan dan fasilitas yang baik, dan memiliki kesempatan untuk membangun jaringan professional life melalui WaiGIS community. Menikmati waktu senggang dengan berpartisipasi di Boardgaming Club, walau terkadang saya juga merasakan homesick (kangen kampung halaman) ketika lelah dengan kejaran deadline tugas kuliah.

Saya percaya kuliah di luar negeri merupakan investasi waktu yang berharga bagi saya dan mudah-mudahan juga bagi orang di sekitar saya. Saya yakin Indonesia membutuhkan banyak pemimpin yang berwawasan luas, dan kuliah di luar negeri adalah salah satu cara untuk menambah wawasan dan jaringan kita dalam mempersiapkan diri menjadi pemimpin di masa yang akan datang. Jangan khawatir soal finansial, ada begitu banyak beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Indonesia maupun pemerintah negara asing. Perkuat kemampuan Bahasa Inggris dan keilmuan, insyaAllah beasiswa apa pun bisa diraih!

Musim semi di Selandia Baru

 

Cerita ini ditulis oleh Rini Mayasari

Rini Mayasari adalah mahasiswa yang aktif dan bertalenta yang sering mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Sebelum mendapat beasiswa master di Selandia Baru, dia mendapatkan beasiswa ke California, AS. Dia juga mengabdikan diri sebagai guru di daerah pedalaman melalui program Indonesia Mengajar. Selain kuliah, Rini juga bekerja sebagai tutor di Department of Geography, Tourism, and Environmental Planning di University of Waikato. Rini mengaku bahwa "Semua mimpi dimulai dari sekolah!".

Mau tahu cerita-cerita seru lainnya dari Rini Mayasari? Kunjungi blog Rini di http://rinimayasari.blogspot.co.nz/

Mencari jurusan

Pilih negara
Pascasarjana
TENTANG PENULIS

Hotcourses Indonesia menyediakan informasi dan membantu proses melamar kuliah di luar negeri.

Coba lihat...