Informasi penting
Study abroad: Before you leave

MITOS SEPUTAR KULIAH DI LUAR NEGERI

Apakah kuliah di luar negeri berbahaya?

9762

Ada yang bilang, sekolah di luar negeri itu jauh lebih enak kehidupannya daripada sekolah di dalam negeri. Ada yang bilang, sekolah di luar negeri itu sudah pasti mendapatkan pekerjaan yang bagus dan sukses ke depannya. Ada yang bilang, sekolah di luar negeri itu rentan untuk terkena pergaulan bebas. Ada yang bilang, sekolah di luar negeri membuat seseorang jadi apatis terhadap Indonesia.

Memang, selalu ada pro dan kontra ketika membahas kuliah di luar negeri. Saya sempat membaca artikel yang mengatakan betapa "bahaya" nya kuliah di luar negeri. Salah satunya yang dibahas adalah karena menurut pendapat si penulis banyak orang yang beranggapan bahwa dengan kuliah di luar negeri jadi membuat mereka berpikir mencari pekerjaan lebih mudah dan menurut dia juga, mahasiswa yang kuliah di luar negeri jadi banyak yang enggak pulang ke Indonesia karena udah terlalu nyaman untuk tinggal disana. Menurut saya pribadi sih si penulisnya agak lebay ya sampai bilang "bahaya", karena terkesan mengerikan banget gitu kalau sekolah di luar negeri. Padahal kenyataannya enggak kok. 

Bagi saya, semua pernyataan dia dan pernyataan di atas lainnya itu tergantung masing - masing orang dan enggak akan pernah bisa digeneralisir. 

Salah kalau kamu berpikiran bahwa sekolah dan tinggal di luar negeri itu selalu enak. Saya enggak tau kalau orang lain, tapi beberapa bulan pertama tinggal di Inggris, saya sempat mengalami masa - masa down. Harus beradaptasi dengan cara hidup dan peraturan disana, bertemu dengan berbagai macam orang dari berbagai macam negara dengan bahasa, pola pikir, sifat dan kebiasaan yang sangat berbeda, belum lagi tugas - tugas yang menumpuk setiap hari, susah untuk sering berkomunikasi dengan orang – orang di rumah karena perbedaan waktu yang cukup jauh, biaya kehidupan yang jauh lebih mahal dan masih banyak lagi hal lainnya. Tetapi ya disitulah tantangannya, dan disitu juga saya jadi banyak banget belajar mengenai hal – hal yang enggak saya dapatkan ketika tinggal di Indonesia. Bagaimana untuk bisa lebih menerima dan menghargai perbedaan, membuka diri dan pikiran kita untuk bisa menerima orang lain yang sangat berbeda tanpa menjudge dan memaksakan mereka untuk seperti diri kita. Bagaimana untuk bisa lebih mengatur waktu (time management) antara belajar, istirahat, dan jalan – jalan, dan juga mengatur pengeluaran lebih baik lagi. 

 

Hal lainnya yang sering salah dipahami adalah dengan sekolah di luar negeri jadi lebih mudah mendapatkan pekerjaan yang lebih baik daripada yang sekolah di dalam negeri. Salah banget kalau kamu berpikiran seperti itu. Karena toh itu semua bergantung pada banyak faktor yang enggak bisa diukur hanya dari sebuah gelar yang didapatkan dari luar negeri. Saya sendiri beruntung bisa langsung memiliki pekerjaan di bidang yang saya inginkan setelah saya lulus kuliah master. Tetapi kenyataannya banyak juga loh lulusan master di luar negeri yang hingga sekarang masih struggling untuk mencari pekerjaan.

Banyak orang yang takut tinggal di luar negeri karena takut akan berubah dan terkena pergaulan bebas. Kali ini saya harus bilang lagi kalau semua itu benar - benar balik lagi ke diri masing - masing. Kalau memang kamu enggak bisa jaga komitmen kamu dan dari awal kesana memang berniat "macam - macam" ya bisa banget kamu terkena pergaulan bebas. Selama saya tinggal di Inggris, saya justru belajar banyak untuk terus menjadi diri saya sendiri dan semakin berpegang pada komitmen saya. Dan dengan seperti itu orang - orang disana tetap bisa menerima saya, menghargai dan bahkan cenderung ‘melindungi’ komitmen saya. Mulai dari teman – teman hingga dosen saya disana akan selalu mengingatkan saya bahwa  makanan/minuman itu tidak mengandung babi dan alkohol. Bahkan salah satu dosen saya disana yang bukan muslim selalu mengucapkan “Assalamualaikum” ketika bertemu dengan saya, hanya karena ia menghargai bahwa saya muslim dan saya biasa menyapa orang lain dengan ucapan seperti itu.

Sebelum saya pergi kuliah, saya selalu diingatkan untuk segera pulang ke Indonesia setelah saya menyelesaikan studi saya. Hal ini berkaitan dengan sudah banyaknya mahasiswa Indonesia yang enggak kembali ke tanah air ketika sudah menyelesaikan studi mereka dan memilih untuk menetap disana. Saya enggak menyangkal bahwa saya sangat sedih ketika saya harus pulang ke Indonesia. Bukan apa - apa, tetapi saya sudah terlalu nyaman dengan orang – orang, lingkungan dan kondisi saya saat itu. Saya juga merasa banyak hal - hal yang saya suka yang bisa dengan mudahnya terfasilitasi di Inggris. They are as simple as menghirup udara segar, naik transportasi publik yang nyaman, sampai rutinitas yang akan susah saya dapatkan di Jakarta seperti masak sendiri, lari sore di taman luas yang rindang atau pantai yang bersih, volunteering dengan masyarakat setempat, bersepeda ke country side (pedeesaan) dan masih banyak hal lainnya. Tetapi pada akhirnya, saya justru semakin termotivasi buat pulang ke Indonesia dan berusaha untuk membantu semaksmial diri saya supaya masyarakat Indonesia bisa mendapatkan fasilitas yang sama di Indonesia dan merasakan kenyamanan yang saya rasakan disana. "Kabur" dan menjadi warga negara orang lain bukanlah solusi terbaik, dan menurut saya, itu adalah pikiran orang - orang yang egois.

 

Jadi kuliah dan tinggal di luar negeri itu enggak selamanya enak seperti yang dibayangkan orang - orang. Makanya untuk itu sebelum memutuskan untuk kuliah ke luar negeri harus memiliki niat yang sungguh - sungguh dan juga persiapan yang matang. Karena kuliah di luar negeri itu enggak hanya sekedar jalan – jalan atau prestige semata. Lebih dari itu, kuliah dan tinggal di negara lain berarti kita siap untuk memasuki dunia baru dan mendapatkan salah satu pengalaman hidup yang akan mengubah kamu, either it will make you a better or worse person. Good luck! :)

 

Artikel ini ditulis oleh Nazura Gulfira Akbar 

Nazura adalah seorang dosen dan peneliti di bidang Urban and Tourism Planning. Dia baru saja menyelesaikan gelar master Tourism Management di Bournemouth University, Inggris. Nazura telah kembali ke tanah air untuk membangun Indonesia.

Ikuti cerita-cerita seru Nazura selanjutnya di http://nazuragulfira.blogspot.co.uk/

Mencari jurusan

Pilih negara
Pascasarjana
TENTANG PENULIS

Hotcourses Indonesia menyediakan informasi dan membantu proses melamar kuliah di luar negeri.

Coba lihat...