Informasi penting
Study abroad: Before you leave

Menggunakan Idiom di Speaking Section di tes IELTS

895

Salah satu hal yang membedakan native speaker Bahasa Inggris dengan mereka yang belajar Bahasa Inggris adalah bisa tidaknya mereka menggunakan idiom dengan tepat guna. Di bagian Speaking di tes IELTS, hal ini, apabila digunakan dengan tepat, dapat meningkatkan skormu. Namun apabila tidak digunakan dengan benar, hal ini justru dapat menurunkan skormu.

 

Apa sih idiom itu?

Idiom merupakan kelompok kata atau frase yang memiliki arti yang berbeda dengan asal masing-masing kata secara terpisah—arti tersebut telah berubah seiring dengan seringnya penggunaan idiom tersebut sewaktu-waktu.

 

Idiom di dalam tes IELTS

Misalnya saja, idiom ‘It’s raining cats and dogs’ berarti hujan yang sangat lebat, namun apabila kita melihat arti masing-masing kata secara terpisah, kata tersebut seakan menyatakan bahwa ada banyak anjing dan kucing yang berjatuhan dari langit.

Bingung? Mari kita lihat contoh lainnya.

High as a kite.

Apabila seseorang disebut ‘high as a kite,’ ini tidak benar-benar berarti mereka sedang terbang, namun ini berarti mereka sedang nyabu.

Untuk benar-benar mengerti apa maksud dari sebuah idiom, kita perlu terlebih dahulu mengerti arti dari kedua kata berikut: harafiah dan metafora.

Arti harafiah berarti arti sebenarnya dari sebuah kata.

Metafora merupakan kata-kata yang digunakan untuk mewakili suatu arti yang lain.

Arti metafor berlawanan dengan arti harafiah.

 

Kata ‘high’ secara harafiah berarti terletak di atas permukaan tanah, namun arti metafornya adalah mabuk karena pengaruh obat-obatan dan kondisi saat seseorang sedang mengalami efek samping dari obat-obatan tersebut.

Karenanya, kamu tidak dapat mencari tahu arti sebuah idiom hanya dengan melihat arti kata per kata. Kamu perlu mencari tahu arti keseluruhan dari metafor tersebut.

Coba sekarang pikirkan macam-macam idiom dalam Bahasa Indonesia. Pasti ada juga beberapa yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.

 

Perlukah saya menggunakan idiom tersebut dalam tes Speaking atau Writing nanti?

Idiom biasanya digunakan dalam konteks yang santai dan tidak resmi, karenanya menggunakan idiom di bagian Writing biasanya tidak disarankan.

Namun dalam percakapan berbahasa Inggris, konteks yang ada biasanya memang lebih rileks dan santai apabila dibandingkan dengan konteks akademis dalam penulisan berbahasa Inggris, karenanya idiom bisa saja digunakan.

 

Dapatkah penggunaan idiom ini membantu meningkatkan skor saya?

Apabila kamu cek kriteria yang digunakan dalam band descriptor tes IELTS untuk bagian Speaking di sini, bahkan untuk band 7.0 kamu diperbolehkan untuk menggunakan idiom meskipun penggunaannya masih kurang tepat. Apabila kamu menggunakan idiom dengan tepat, meski masih dengan sedikit ketidakakuratan, kamu masih bisa mendapatkan band 8.0. Jarang sekali ada peserta yang dapat menggunakan idiom dengan sempurna, dan mereka biasanya berada di level band 9.0.

 

Apa lebih baik kita menghafalkan idiom-idiom tersebut saja?

Tentu saja tidak! Ini adalah mitos yang paling umum di tes IELTS. Banyak murid berpikir mereka hanya perlu mempelajari banyak-banyak idiom dan kemudian menggunakannya ketika tes, dan mereka akan mendapat skor yang tinggi. Namun faktanya justru sebaliknya. Para penguji/examiners dilatih untuk mengenali orang-orang yang suka menggunakan idiom dengan tidak tepat guna.

Penggunaan idiom biasanya bergantung berat pada konteksnya, dan apabila digunakan dengan tidak tepat, Bahasa Anda justru akan terdengar dipaksakan dan dibuat-buat.

 

Lalu bagaimana cara kita menggunakan idiom tersebut dengan tepat?

Gunakanlah idiom hanya kalau kamu pernah mendengar idiom tersebut digunakan dalam percakapan dan hanya kalau kamu 100% yakin akan bagaimana kamu harus menggunakannya dengan akurat dan tepat. Mungkin ini kedengaran kasar, tapi ini lebih baik daripada kehilangan poin karena kamu telah menggunakan idiom dengan tidak tepat.

 

Idiom-idiom yang umum digunakan

Berikut adalah idiom-idiom yang pernah digunakan oleh para peserta IELTS dengan benar dalam tes Speaking mereka. Kalau ada yang terdengar atau terlihat asing, cobalah untuk mencari lebih banyak contoh-contoh penggunaannya dan berlatihlah menggunakannya saat kamu juga sedang melatih Speaking-mu. Memahami asal dari idiom tersebut dapat juga membantu kamu untuk mengerti artinya.

Kalau memang mungkin, mintalah guru Bahasa Inggrismu atau seorang native speaker yang kamu kenal untuk mendengarkan cara kamu menggunakan idiom tersebut dan memberitahu kamu apakah cara penggunaanmu sudah akurat.

 

Kebanyakan idiom berikut digunakan untuk mendeskripsikan sesuatu, seseorang, ataupun untuk mengekspresikan perasaanmu. Kebanyakan dari idiom-idiom ini lebih mudah untuk digunakan karena kamu bisa menggunakannya sebagai substitusi deskripsi yang normalnya akan kamu gunakan untuk mengekspresikan apa yang mau kamu katakan.

- Over the moon—sangat, sangat senang atau bahagia.

I was over the moon when I passed my speaking test. (Saya senang sekali ketika saya lulus tes Speaking)

Once in a blue moon–sangat-sangat jarang terjadi.

A student will get a 9 in the IELTS writing test once in a blue moon. (Sangat jarang sekali seorang peserta mendapatkan nilai 9 di tes Writing di IELTS)

A piece of cake–sangat-sangat mudah.

Getting a band 6 in the speaking test will be a piece of cake. (Sangatlah mudah untuk mendapatkan nilai 6 di tes Speaking)

- A drop in the ocean–bagian kecil dari sesuatu yang lebih besar.

Just learning idioms is a drop in the ocean when it comes to preparing for the speaking test. (Mempelajari idiom hanyalah satu bagian kecil dari mempersiapkan diri untuk tes Speaking)

- Actions speak louder than words–Lebih baik benar-benar melakukan sesuatu daripada sekadar membicarakannya.

Lots of people have great business ideas but do nothing about them. Actions speak louder than words, just do it. (Banyak orang memiliki ide-ide bisnis yang sangat hebat namun mereka tidak pernah melakukan sesuatu. Lebih baik melakukan sesuatu untuk mempraktekkannya, yang penting adalah melakukannya)

- Back to the drawing board–ketika kamu mencoba melakukan sesuatu dan gagal, dan kamu perlu mencoba lagi.

I got 4.5 in reading! Oh well, back to the drawing board. (Aduh, aku hanya dapat 4,5 untuk tes Reading! Ya sudahlah, ayo coba lagi)

- Put all your eggs in one basket—mengandalkan/menaruh harapanmu pada satu hal saja.

Don’t put all your eggs in one basket—Kamu perlu mencoba mendaftar di banyak-banyak universitas dan bukan hanya mengandalkan aplikasimu di satu universitas saja.

- The “in” thing–barang yang sedang trendy.

The new iPhone is really the in thing at the moment. (iPhone yang baru ini adalah hal yang sedang trend saat ini)

- The real McCoy–hal yang orisinil dan bukan palsu.

I don’t think her new handbag is the real McCoy. (Tas tangannya yang baru kelihatannya bukan barang asli)

- Off the top of my head–mengatakan sesuatu tanpa berpikir.

Off the top of my head, I’d say about 2 or 3. (Menurutku—tanpa perlu berpikir sebelumnya—mungkin sekitar 2 atau 3 buah)

- Run of the mill–biasa, rata-rata saja, pada umumnya.

Apple phones are very run of the mill these days. (Handphone Apple merupakan hal yang sangat umum akhir-akhir ini)

- Soul mate–orang yang sangat kamu percayai.

My husband is not just my lover, he’s my soul mate. (Suamiku bukan hanya pasanganku, dia adalah orang kepercayaanku)

- Down in the dumps–sedih.

I was really down in the dumps after my dog died. (Aku benar-benar sedih ketika anjingku mati.

- Found my feet–mulai merasa nyaman dalam melakukan sesuatu.

Moving to a new city was difficult as first, but I soon found my feet. (Pindah ke kota yang baru merupakan sesuatu yang sulit, tapi tak lama aku mulai terbiasa)

- Set in their ways–tidak menginginkan perubahan.

My parents are quite traditional and set in their ways. (Orangtuaku cukup tradisional dan tidak ingin ada perubahan)

- Go the extra mile–melakukan lebih daripada yang diminta.

I decided to go the extra mile and move to England to really perfect my English. (Aku memutuskan untuk melangkah lebih jauh dengan pindah ke Inggris untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggrisku)

- A hot potato–topik yang kontroversial.

Abortion and capital punishment are hot potatoes in my country at the moment. (Aborsi dan hukuman mati adalah dua isu yang kontroversial di negaraku saat ini)

- Miss the boat–melewatkan kesempatan.

I sent my application in late and I think I missed the boat. (Aku terlambat mendaftar ke universitas dan kelihatannya kesempatanku telah lewat)

- Costs an arm and a leg–sangat-sangat mahal.

Those shoes must have cost an arm and a leg. (Sepatu ini pasti sangat-sangat mahal)

- Sit on the fence–tidak dapat memutuskan.

I haven’t made my mind up about that issue, I’ll have to sit on the fence. (Aku belum memutuskan apa-apa mengenai isu tersebut, aku akan berpikir lebih lanjut)

 

(Sumber: http://ieltsadvantage.com/2015/05/05/idioms-ielts-speaking/?utm_content=buffere4b4d&utm_medium=social&utm_source=facebook.com&utm_campaign=buffer)

Mencari jurusan

Pilih negara
JenjangPendidikan*
TENTANG PENULIS

Dian Wijayanti adalah penulis dan editor Hotcourses Indonesia. Ia juga berprofesi sebagai tutor privat Bahasa Inggris dan penerjemah freelance. Dian baru saja dipilih sebagai salah satu kandidat di the Graduate School of Asia Pacific di Waseda University Jepang. Ia juga memiliki pengalaman bekerja di konsultan pendidikan di Indonesia yang bertanggung jawab membantu mahasiswa Indonesia meneruskan pendidikan mereka ke luar negeri, dan sekarang ia ikut membantu dalam proyek Beasiswa untuk Mahasiswa/i Kebidanan yang berbasis di Australia.