Informasi penting
Study abroad: Before you leave

Cara lulus tes GRE dari penerima beasiswa Fulbright

2261

1. Jenis tes apa yang kamu ambil? 

General GRE 
 

2. Berapa nilai hasil ujian GRE nya? 

Alhamdulillah dengan nilai saya, saya tidak perlu tes ulang dan 4 dari universitas yang saya pilih menerima pendaftaran saya. 
 

3. Apa saja strategi yang kamu persiapkan untuk menghadapi ujian ini? 

Saya tidak mengikuti kelas kursus, karena, pertama, saya waktu itu bekerja, jadi tidak sempat untuk mengikuti kelas kursus. Yang kedua, kelas kursus persiapan ujian GRE itu sangat mahal, saya lebih memilih mengalokasikan dana tersebut untuk travelling. Selain itu, saya tidak terlalu yakin ada kelas persiapan GRE di Malang. Jadi, pilihannya hanya belajar sendiri. Saya membaca buku persiapan GRE dan belajar di Education USA di kampus tempat saya mengajar dulu (Universitas Muhammadiyah Malang). Selain itu, saya juga mencari simulasi-simulasi ujian persiapan di internet. 
 
 

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

4. Tantangan apa saja yang kamu hadapi saat ujian GRE berlangsung?

Dari 3 bagian ujian GRE (analytic writing, quantitative reasoning dan verbal reasoning), yang paling menantang menurut saya adalah verbal reasoning. Kesulitan tersebut dikarenakan kosakata dan bacaan yang tidak mudah dimengerti. Yang mengejutkan lagi adalah teman-teman di Amerika yang bahasa ibu nya adalah bahasa Inggris, juga berpendapat demikian. 
 
Kosakata yang dipakai sangat sulit dipahami karena sangat jarang sekali dipakai. Analoginya seperti kosakata bahasa Indonesia yang tidak pernah dipakai, jadi banyak orang Indonesia yang tidak tahu artinya. Bayangkan sendiri, kosakata sulit tersebut ada di dalam bahasa ketiga kita. Sangat tidak mudah!
 
Yang tidak terlalu sulit bagi saya adalah Quantitative reasoning. Banyak orang tidak menyukainya karena banyak melibatkan keahlian menghitung dan logika. Karena kebetulan saya pecinta Matematika, saya hanya perlu memahami maksud pertanyaannya dalam Bahasa Inggris. Yang membuatnya mudah sebenarnya karena dalam Matematika, kita bisa menghitung angka. Namun untuk kosakata, kalau kita tidak paham, satu-satunya yang bisa dilakukan hanyalah menebak. 
 
Analytical writing adalah bagian terakhir dari tes. Di bagian ini, ada dua jenis soal. Soal pertama yang harus dilakukan adalah menjawab satu pertanyaan dengan esai. Jadi kamu harus menulis esai. Yang diminta adalah kamu memberikan opini kamu tentang pernyataan yang diberikan, setuju atau tidak. 
 
Memang sepertinya mudah, namun, saat menjalani bagian itu, saya sangat tegang. Selain, dalam lingkungan ujian, saya perlu waktu untuk memahami maksudnya, karena ujian GRE selalu menggunakan topik dan kosakata yang tidak umum. 
 
Bagian keduanya lebih mengerucut lagi. Saya dihadapkan dengan bacaan pendek, kemudian membahas atau mengkritik logika bacaan. Seperti yang sudah saya kemukakan, karena saya suka logika, bagian ini menjadi bagian yang menyenangkan untuk saya.
 
 

5. Apa tujuan kamu mengambil ujian GRE?

Saat itu, saya menerima beasiswa Fulbright untuk mengambil gelar S2 di Amerika Serikat. Universitas-universitas di Amerika mewajibkan ujian GRE untuk para pendaftar S2 baik untuk mahasiswa domestik maupun internasional. Beberapa universitas mewajibkan Subject GRE juga. Saya cukup beruntung karena jurusan yang saya pilih hanya mewajibkan General GRE.
 
 

6. Berapa lama persiapan yang kamu lakukan sebelum mengambil tes GRE?

Seperti yang sudah saya ceritakan, saya melakukan persiapan secara mandiri. Tanpa mengikuti kelas kursus. Seingat saya, persiapan yang saya lakukan sekitar 1-2 bulan.  
 

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

7. Bagaimana sih rasanya saat menjalani tes tersebut? 

Karena satu-satunya tempat tes GRE di Indonesia ada di Jakarta, saya merasa cukup tegang. Saya harus ke kantor Aminef untuk mengurus sesuatu. Setelah itu baru saya menuju tempat ujian. 
 
Ruangan ujian tidak seberapa besar, karena ujian hanya diambil oleh beberapa peserta saja. Saya harus menunggu giliran untun ujian tersebut. Saat memasuki ruangan, saya tidak diperbolehkan membawa apa-apa. Jadi, barang-barang seperti hp, jam tangan, bahkan gelang saja harus ditinggal di locker. 
 
Saat memasuki ruangan, kertas dan pensil telah disediakan di atas meja. Saya melihat beberapa komputer di beberapa meja terpisah. 
 
Kemudian kita diminta untuk log in, sebelumnya kita telah diberikan username dan password. Setelah itu tes online dimulai, dan waktu mulai dihitung. Kita dapat kembali ke soal sebelumnya, tetapi tidak bisa kembali ke bagian sebelumnya. Misalnya sewaktu mengerjakan bagian verbal reasoning, dan waktu telah selesai, kita akan melanjutkan ke bagian berikutnya.
 
Tetapi jika kita selesai sebelum waktu yang ditentukan, kita akan ditanya apakah ingin melanjutkan ke bagian selanjutnya (Quantitative reasoning), atau memeriksa kembali jawaban di bagian yang sama (verbal reasoning). Jika memilih untuk melanjutkan ke bagian berikutnya, kita tidak bisa kembali ke bagian sebelumnya lagi. Waktu penulisan juga dihitung waktunya. Juga terdapat batas kata (word limit) jadi kita tidak boleh menulis lebih. Tidak bisa curang atau menyotek sewaktu tes, jadi benar-benar harus berjuang sendiri.
 
Diberikan waktu istirahat 5 menit. Tetapi saya rasa para peserta tidak akan menggunakannya untuk istirahat, karena tes selanjutnya dimulai tepat setelah 5 atau 10 menit. Setelah itu kita dapat melihat skor verbal reasoning  dan quantitative reasoning, tetapi tidak bsia melihat skor writing. Total skor yang kita dapatkan akan langsung dikirimkan ke universitas tempat kita mendaftar. 

 

8. Tips dan strategi apa saja yang bisa kamu sarankan agar memperoleh nilai GRE tinggi? 

Ada 3 saran yang wajib saya berikan:
1. Berlatih
2. Berlatih
3. Berlatih!
 
Latihan yang saya lakukan adalah menjawab pertanyaan dari buku-buku latihan yang saya dapat, di atas kertas. Setelah menjawab semuanya, saya cocokkan jawaban saya dengan kunci jawaban. 
 
Untuk latihan bagian writing, saya berusaha berlatih dengan banyak membaca. Topik-topik bacaan mengikuti topik bacaan yang ada. Untuk mengoreksi jawaban saya, saya meminta teman-teman yang bahasa Inggrisnya lebih bagus dari saya. Mereka memberikan banyak masukkan dan koreksi yang sangat membantu. 
 
Jangan lupa untuk menghitung waktu sewaktu latihan. Jika tidak bisa menjawab soal, lanjutkan ke soal berikutnya. Jangan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk soal yang susah. Setelah menyelesaikan satu bagian dan jika masih ada waktu, kita masih bisa kembali ke soal yang susah untuk memeriksa jawaban.  
 

9. Saran apa saja yang bisa kamu berikan untuk calon peserta GRE?

Percaya diri. Memang tidak gampang, tetapi selama kita sudah mempersiapkan diri, banyak latihan, saya rasa akan baik-baik saja. 

 

 

 

 

Mencari jurusan

Pilih negara
Pascasarjana
TENTANG PENULIS

Siti Juwariyah saat ini sedang kuliah S2 di University of Arizona. Siti sempat mengajar di Universitas Muhammadiyah Malang. Pemudi energetik ini sangat suka travelling, bertemu orang baru dari berbagai latar belakang, bahasa dan logika. Silahkan kunjungi blog pribadi Siti Juwariyah https://juwaisme.wordpress.com/ untuk petualang serunya di Amerika Serikat.

Coba lihat...