Informasi penting
Study abroad: Before you leave

Tips menghadapi Reading di IELTS (Bagian 1)

624

1. Jangan berusaha untuk mengerti arti setiap kata

 

Banyak muridku yang diajari untuk melihat kamus setiap kali mereka menemukan kata-kata yang tidak mereka mengerti. Tentu maksudnya baik, karena memiliki banyak kosakata adalah kunci untuk dapat mendapatkan skor yang bagus di tes IELTS, namun kalau kamu mempertanyakan arti dari setiap kata yang tidak kamu mengerti di tes Reading, kamu justru memilih strategi yang salah.

Kalau kamu tidak mengerti arti sebuah kata, ada dua hal yang dapat kamu lakukan. Kamu dapat membaca kata-kata dan kalimat di sekitar kata tersebut untuk menebak arti kata tersebut atau kamu bisa juga tetap lanjut membaca kalimat selanjutnya dan kemudian melupakan kata tersebut. Kamu tidak perlu harus mengerti arti dari setiap kata. Bahkan native speakers—dan banyak diantaranya pun mengajar persiapan IELTS—juga tidak selalu memahami arti dari setiap kata di tes Reading.

 

Para peserta yang selalu mengkhawatirkan arti dari setiap kata yang ada akan menjadi panik dan kemudian menghabiskan terlalu banyak waktu memikirkan kata-kata yang mungkin bahkan tidak ada hubungannya dengan pertanyaan yang ditanyakan. Fokuslah pada kata-kata yang berhubungan dengan pertanyaan yang ada dan jangan mengkhawatirkan kata-kata yang tidak kamu pahami.

 

2. Latihlah kemampuan membacamu dan BUKAN kemampuan menghadapi tes IELTS mu

 

Memang penting sekali buat kita untuk mengenal lebih lanjut mengenai tes Reading di IELTS, juga mengetahui tips-tips membaca di tes IELTS serta memahami berbagai tipe pertanyaan yang ada. Belajar dari kesalahan yang pernah terjadi pun penting. Namun para murid yang baru saja mempelajari persiapan untuk tes IELTS seringkali melewatkan kesempatan berharga untuk mengasah kemampuan membaca mereka secara umum.

 

Membaca teks bacaan di tes IELTS terkadang terasa membosankan, dan saat kamu membaca teks dengan tema yang memang menarik perhatianmu, kamu akan cenderung untuk lebih sering membaca. Cobalah membaca sekadar untuk mengisi waktu luang setiap hari, karena ini tidak hanya akan mengasah kemampuan Bahasa Inggrismu, tapi juga menambah kosakatamu. Ada ribuan blog, surat kabar, majalah baik online maupun offline. Semakin sering kamu berlatih, semakin meningkat pula kemampuanmu.

3. Bacalah instruksi yang ada dengan SANGAT hati-hati

 

Banyak sekali poin yang seringkali hilang dalam tes IELTS karena para peserta tidak hati-hati dalam membaca instruksi yang ada.

Dan ini sering terjadi pula di bagian Listening dan Reading karena ada banyak instruksi yang cukup spesifik di bagian-bagian ini. Kalau kamu tidak mengikuti instruksi yang ada dengan benar, kamu bisa jadi memberikan jawaban yang salah.

 

Misalnya saja, instruksinya mungkin menyatakan ‘tulislah dua kata dan/atau sebuah nomor.’ Ini bisa berarti:

 

  • Satu kata
  • Satu kata dan satu angka
  • Dua kata
  • Dua kata dan satu angka

 

Bahkan kalau sebuah angka ditulis dengan huruf, itu masih terhitung sebagai sebuah angka, misalnya saja: Tigapuluh dua sama dengan 32. Tiga puluh dua mobil adalah satu kata dan satu angka. Kalau kamu tidak menjawab sesuai dengan instruksi, maka kamu akan kehilangan poin.

 

Kalau instruksinya menyatakan dua kata saja dan jawabannya adalah merah dan kuning, kamu tulis saja ‘merah, kuning,’ dan bukan ‘merah dan kuning.’ Merah, kuning sama dengan dua kata. Red and yellow adalah tiga kata, dan ini jawaban yang dapat disalahkan.

 

Terakhir, saat instruksi yang ada menyatakan satu kata, maka ini berarti satu kata saja cukup. Karenanya kita perlu berhati-hati menggunakan ‘a’ dan ‘an.’ Misalnya saja, teks bacaan yang ada mungkin menuliskan ‘an earthquake,’ namun kalau instruksinya meminta satu kata saja, maka tulislah ‘earthquake.’ ‘An earthquake’ sama dengan dua kata, dan ini dapat disalahkan.

4. Jangan panik

Beberapa pertanyaan akan terasa mudah untuk dijawab dan beberapa akan terasa sangatlah sulit. Kuncinya adalah dengan tidak menjadi panik saat menemukan soal yang sulit.

Hampir semua pengajar yang aku kenal pun perlu mengecek jawaban dari beberapa pertanyaan yang ada karena pertanyaan tersebut sangatlah sulit.

 

Yang tidak boleh kamu lakukan justru menghabiskan banyak waktu menjawab satu pertanyaan dan tidak menghabiskan waktu yang cukup untuk menjawab pertanyaan lainnya. Apabila jawabannya belum dapat ditemukan, segeralah melanjutkan ke pertanyaan berikutnya. Kamu selalu dapat kembali mencoba untuk menjawab pertanyaan yang belum terjawab di waktu nanti dan terkadang jawaban dari pertanyaan-pertanyaan lain justru dapat membantu kamu menjawab pertanyaan yang sulit.

 

Waktu dan kegugupan perlu dikontrol agar kamu dapat mengerjakan tes Reading dengan baik. Kalau kamu panik dan gugup, bahkan semua tips yang ada pun tidak dapat membantumu. Kamu mungkin tidak akan dapat menjawab semua pertanyaan dengan benar dan menerima fakta ini justru mungkin dapat membantu kamu mengkontrol waktu dan emosimu di waktu tes.

 

5. Kosakatamu pun cukup diuji di tes ini

 

Dalam banyak hal, tes Reading ini sebenarnya lebih merupakan tes kosakata. Banyaknya sinonim dan parafrase dari kalimat-kalimat yang ada seringkali digunakan untuk menguji kosakatamu.

Agar kamu siap menghadapi hal ini, aku selalu menyarankan murid-muridku untuk melakukan tiga hal: membaca, mencatat, dan mengulas kembali.

Seperti halnya tips no. 2, membaca adalah metode terbaik untuk menambah kosakatamu. Mengingat-ingat sejumlah kata baru tidak akan benar-benar membantumu, sementara mempelajari kata tersebut dengan melihatnya dalam konteks kalimat yang ada justru dapat membantu. Kamu dapat berlatih dengan mencoba menebak arti dari sebuah kata berdasarkan kata-kata lain serta kalimat di sekitar kata yang sulit. Kalau kamu sudah menebak barulah kamu dapat mengecek artinya kemudian.

 

Kemudian kamu perlu mencatat semua kosakata yang baru kamu pelajari. Jangan hanya tulis arti kata tersebut, tapi catat juga sinonim, antonim, padanan kata, bentuk, contoh-contoh, pelafalan serta ilustrasi untuk membantumu mengerti artinya. Kamu tidak perlu mencatat kesemuanya di atas; hanya catatlah yang dapat membantumu mengerti arti kata tersebut. Otak kita semua bekerja dengan cara yang berbeda, jadi carilah metode terbaik untukmu untuk mempelajari kosakata baru.

 

Terakhir, tidak ada artinya mencatat semua kosakata baru kalau kamu tidak mengulasnya kembali. Setelah menghabiskan waktu mengecek arti dari sebuah kata dan mencatat semuanya, kamu hanya akan membuang waktumu kalau kamu tidak mengulasnya kembali. Aku menyarankan murid-muridku untuk mengulas kosakata baru satu minggu setelah mereka mempelajarinya, kemudian dua minggu setelahnya dan bahkan satu bulan kemudian. Ujilah dirimu sendiri dengan tidak melihat arti kata tersebut terlebih dahulu dan cobalah memikirkan kalimat yang dapat kamu bentuk dari kata tersebut.

Dengan mengikuti cara-cara tersebut kamu akan segera memenuhi catatanmu dengan kata-kata yang akan kamu ingat dan yang dapat kamu gunakan untuk mempersiapkanmu menghadapi tes IELTS.

 

(Sumber: http://ieltsadvantage.com/2015/03/20/top-10-ielts-reading-tips/?utm_content=buffer89f5d&utm_medium=social&utm_source=facebook.com&utm_campaign=buffer)

Mencari jurusan

Pilih negara
JenjangPendidikan*
TENTANG PENULIS

Dian Wijayanti adalah penulis dan editor Hotcourses Indonesia. Ia juga berprofesi sebagai tutor privat Bahasa Inggris dan penerjemah freelance. Dian baru saja dipilih sebagai salah satu kandidat di the Graduate School of Asia Pacific di Waseda University Jepang. Ia juga memiliki pengalaman bekerja di konsultan pendidikan di Indonesia yang bertanggung jawab membantu mahasiswa Indonesia meneruskan pendidikan mereka ke luar negeri, dan sekarang ia ikut membantu dalam proyek Beasiswa untuk Mahasiswa/i Kebidanan yang berbasis di Australia.