Informasi penting
Study abroad: Prospek Karir

10 Alasan Mengapa Semua Pelajar Perlu Sekolah di Luar Negeri

672

Kalau kamu sendiri memang belum pernah melakukannya, aku yakin setidaknya ada satu orang di hidupmu yang pernah pindah ke luar negeri, baik untuk tinggal di sana, bekerja, maupun belajar. Aku yakin pengalaman tersebut pun telah merubah mereka dari segi yang bahkan tidak dapat kamu duga. Mungkin tidak semua orang akan cocok menjalani hidup di luar negeri, tapi aku bisa menjamin setidaknya tiap orang akan mendapatkan pengalaman berharga dan pelajaran akan tinggal di negeri orang lebih lama daripada periode traveling.

 

1. Kedewasaan

Terlepas dari lokasi manapun di dunia yang kamu pilih untuk mendapatkan pengalaman hidup di luar negeri, kamu akan bertambah dewasa secara mental setelah ini. Ini sama sekali bukan merupakan hal yang buruk, malahan ini mungkin merupakan pelajaran terbaik yang dapat kamu peroleh dari tinggal di luar negeri. Kedewasaan dan kebebasan yang kamu alami akan memampukanmu untuk mengurus diri sendiri dengan lebih baik ketika (dan apabila) kamu pulang ke negaramu.

 

2. Prospek kerja

Salah satu keuntungan besar dari belajar di luar negeri adalah betapa bagusnya ini akan Nampak di CV-mu, dan akan membuatmu mencolok di mata perusahaan, terlepas dari pekerjaan apapun yang kamu lamar. Namun ini tidak seharusnya menjadi SATU-SATUNYA alasan untuk belajar di luar negeri, karena kalau memang ini alasanmu, maka kamu mungkin tidak akan benar-benar menikmatinya. Ketika kembali ke negaraku, aku telah melamar banyak sekali pekerjaan, dan seringkali aku ditolak. Hanya sekadar menuliskan “Aku pernah belajar di luar negeri” di CV-mu tidak akan membawamu ke posisi yang kamu inginkan, namun kamu perlu memanfaatkan pengalamanmu dan mengimplementasikannya ke pekerjaanmu nanti.

 

3. Percaya diri

Ini mungkin bukanlah keuntungan terutama untuk semua orang, namun ini keuntungan untukku. Ini adalah salah satu perubahan drastis yang aku alami—kepercayaan diri untuk berbicara dengan banyak orang dan melakukan hal-hal yang biasanya aku tak pernah lakukan. Kepercayaan diri mudah sekali didapatkan saat belajar di luar negeri karena kamu ingin mendapatkan sebanyak mungkin pengalaman sebelum akhirnya kembali pulang, jadi tidak ada waktu lagi untuk ragu-ragu atau mencemaskan apapun juga. Percakapan yang aku lakukan dengan banyak orang terasa sangat padat karena aku biasanya tidak memiliki kepercayaan diri untuk berbicara dengan orang-orang yang biasanya tak akan aku ajak bicara—misalnya saja barista di warung kopi langgananku; pasangan di perpustakaan yang sedang mengalami kesulitan dengan kelas yang aku ambil semester lalu; atau pelayan yang menyajikan makan malamku di restoran minggu lalu. Sayang sekali memang bahwa aku perlu pergi ke luar negeri terlebih dahulu untuk melakukan ini, namun ini membuat hidupku terasa lebih menyenangkan.

 

4. Pertemanan global

Kalau kamu pernah mendapatkan kesempatan untuk belajar di luar negeri, aku jamin kamu AKAN mendapatkan banyak teman baru. Ini sudah pasti tak terhindarkan. Aku belajar di Amerika Serikat dan residence hall di asramaku separuhnya berisi mahasiswa/i Amerika dan sisanya lagi mahasiswa/i internasional, yang berarti aku tidak hanya berteman dengan orang-orang Amerika—tapi juga di seluruh dunia. Nah, kemanapun aku berjalan-jalan, kemungkinan besar aku akan mengenal salah seorang penduduk lokal di sekitar tempat itu. Dua dari teman dekat yang aku kenal dari ketika aku belajar di luar negeri, misalnya, berasal dari Singapore dan Australia.

 

5. Uang itu Penting

Berusaha mengatur budget merupakan salah satu yang aku pelajari di luar negeri. Di tempat asalku pun aku belajar melakukan ini, tapi di luar negeri pengalaman ini tidak persis sama. Misalnya saja aku perlu lebih pintar mengatur budgetku agar aku bisa menabung untuk membeli tiket pesawat pulang. Ditambah lagi saat aku berada di sana aku tidak dapat mencari pekerjaan yang layak, dan karenanya aku harus benar-benar pintar mengatur budget. Akhirnya aku memang perlu membeli satu lagi koper baru agar aku dapat membawa semua barang yang telah aku beli di luar negeri, yang kebanyakan berupa mug! Ini merupakan salah satu cara terbaik untuk belajar mengatur keuangan pribadi.

 

6. Apresiasi

Terkadang kamu perlu pergi terlebih dahulu agar bisa kembali kemudian. Aku tidak pernah benar-benar memahami arti kalimat pertama sampai ketika aku akhirnya belajar di luar negeri. Amerika merupakan tempat yang luar biasa karena beberapa alasan, namun akhirnya aku justru berusaha membanding-bandingkan semua hal ke hal-hal di rumahku. Mungkin kalian tidak heran. Misalnya saja, aku kangen sekali makanan dari kampong halamanku, dan ini tidak bisa aku dapatkan di Amerika!

 

7. Mencari Jati Diri

Bahkan travel blog yang pernah aku baca pun berkata bahwa traveling merupakan satu-satunya cara untuk mencari jati dirimu sendiri. Dan ada suatu kebahagiaan yang unik yang hanya dapat kamu peroleh ketika kamu membaurkan diri dengan budaya lain. Belajar di luar negeri termasuk. Aku tidak merasa bahwa aku “menemukan” jati diriku saat aku belajar di luar negeri, namun aku merasa jauh lebih dekat dengan diriku sendiri. Setidaknya aku merasa lebih baik, dan lebih optimis.

 

8. Etik Kerja

Belajar di luar negeri akan meningkatkan etos kerjamu. Kamu akan dipaksa untuk bekerja dengan sistem yang berbeda dan kamu akan merasa kamu perlu bekerja lebih keras lagi dibandingkan dengan saat kamu bekerja dengan sistem yang telah kamu kenal dengan baik. Di Amerika aku dapat memilih banyak sekali kelas dan bukannya dibatasi oleh beberapa pilihan saja yang telah ditentukan untukku. Dan aku belajar lebih sering karena semua orang pun melakukannya. Seperti itulah sistem yang ada. Belajar di Amerika memerlukan lebih banyak kerja keras, namun bahkan kerja keras yang ada pun terasa lebih sulit. Karena akhirnya aku telah terbiasa dengan rutinitas ini, aku terus melakukannya saat aku kembali ke negara asalku.

 

9. Inspirasi

Aku tidak yakin apakah ini relevan dalam daftar ini namun ini adalah salah satu alasanku belajar di luar negeri. Aku mempelajari Politik Amerika di Britannia Raya, dan aku ingin berada di Amerika saat ada pemilu tahun 2012 lalu karena aku takjub dengan para kandidat presiden di masa itu. Akhirnya aku tidak hanya berada di Amerika saat pemilu berlangsung, tapi aku juga berkesempatan untuk ikut kerja sukarela semasa pemilu dan keseluruhan pengalaman yang ada menangguhkanku akan apa yang benar-benar ingin aku lakukan di masa depan. Jadi apabila kamu mendapatkan pengalaman untuk belajar di luar negeri, dalamilah bidang yang kamu minati—pergilah ke tempat-tempat untuk benar-benar MENGALAMI apa yang kamu pelajari, dan tidak sekadar belajar mengenainya.

 

10. Kecanduan traveling

Begitu kamu memulai traveling untuk waktu-waktu yang lebih lama daripada waktu liburan pada umumnya, kamu tidak dapat berhenti. Ini merupakan cara yang bagus untuk melihat bagian dunia yang mungkin justru tidak akan kamu lihat sebelumnya. Ini pun merupakan kesempatan yang pas untuk kamu menjelajahi negara tempatmu tinggal (biayanya pun pasti lebih murah daripada kalau kamu harus berkelana sebagai turis). Waktu aku belajar di Amerika selama lima bulan, aku berkesempatan mengunjungi Orlando, Washington D.C., dan New York City.

 

Jadi, pergilah. Carilah kesempatan untuk belajar ke luar negeri, baik melalui beasiswa atau melalui peluang lain yang kamu peroleh.

 

(Sumber: http://thoughtcatalog.com/rebecca-shearer/2014/05/10-reasons-why-every-student-should-study-abroad/)

Mencari jurusan

Pilih negara
JenjangPendidikan*
TENTANG PENULIS

Dian Wijayanti adalah penulis dan editor Hotcourses Indonesia. Ia juga berprofesi sebagai tutor privat Bahasa Inggris dan penerjemah freelance. Dian baru saja dipilih sebagai salah satu kandidat di the Graduate School of Asia Pacific di Waseda University Jepang. Ia juga memiliki pengalaman bekerja di konsultan pendidikan di Indonesia yang bertanggung jawab membantu mahasiswa Indonesia meneruskan pendidikan mereka ke luar negeri, dan sekarang ia ikut membantu dalam proyek Beasiswa untuk Mahasiswa/i Kebidanan yang berbasis di Australia.