Informasi penting
Study abroad: Prospek Karir

10 Pekerjaan Top Di Hari Depan

1975
10. Health Service Manager
Jumlah lowongan: 333.428
 
Pertumbuhan lapangan kerja (2005-2015): 20,1%
 
Proyeksi pertumbuhan (2015-2025): 17,5%
 
Gaji rata-rata per tahun: Rp1.237.052.693,-
 
Kualifikasi yang diminta: Bachelor's degree (Sarjana S1)
 
Dengan demografis populasi yang semakin dipenuhi dengan orang-orang lanjut usia atau lansia, kebutuhan untuk servis yang dibutuhkan pun meningkat. Helth Services Managers dapat mengawasi implementasi dari keseluruhan praktek ataupun fasilitas medis yang sedang berjalan—contohnya sebagai administrator rumah pensiunan—ataupun di departemen tertentu, misalnya sebagai manajer klinik untuk operasi bedah atau terapi fisik. Health information managers bertanggung jawab secara khusus atas catatan atau rekam jejak pasien yang ada dan memastikan informasi ini tidak diselewengkan—yang merupakan pekerjaan yang semakin berat dengan adanya transisi ke era digital.
 
Kualifiksi Strata 1 di bidang Health Administration adalah kunci untuk mendapatkan pekerjaan ini, namun kualifikasi Strata 2 di bidang Pelayanan Kesehatan atau Health Services, Administrasi Jangka Panjang atau Kesehatan Umum juga merupakan kualifikasi yang cukup umum dalam profesi ini. Anda mungkin akan perlu mendapatkan izin untuk menjalankan praktek atau fasilitas tertentu, semacam rumah pensiunan, yang memang membutuhkan izin negara.
 

(Klik di sini untuk melihat daftar Universitas yang menawarkan studi di bidang Health Administration.)

 
9. Operations Research Analyst
Jumlah lowongan: 94.739
 
Pertumbuhan lapangan kerja (2005-2015): 24,3%
 
Proyeksi pertumbuhan (2015-2025): 23,2%
 
Gaji rata-rata per tahun: $1.034.544.188,-
 
Kualifikasi yang diminta: Bachelor's degree (Sarjana S1)
 
Ada semakin banyak tekanan di bidang bisnis hari-hari ini, serta tuntutan untuk terus bekerja lebih baik, lebih cepat, juga dengan biaya yang lebih murah. Di sinilah operations research analyst berperan. Para ahli ini membantu perusahaan-perusahaan untuk bekerja dengan lebih efisien lagi, menekan biaya yang dikeluarkan, dan menggandakan keuntungan, dengan metoda yang matematis dan analitik. Dengan kemajuan teknologi saat ini yang memampukan perusahaan untuk mengumpulkan lebih banyak data mengenai bisnis dan pelanggan mereka, kebutuhan untuk orang-orang yang dapat menganalisa prospek (dan keuntungan) yang ada pun semakin meningkat.
 
Anda dapat mulai di level dasar di profesi ini dengan gelar Sarjana di bidang teknis ataupun kuantitatif, semacam engineering, analytics, ataupun matematika. Beberapa perusahaan akan lebih mengutamakan lulusan dengan kualifikasi S2.
 

(Klik di sini untuk melihat daftar Universitas yang menawarkan studi di bidang teknis dan kuantitatif.)

 
8. Dental Hygienist
Jumlah lowongan: 206.709
 
Pertumbuhan lapangan kerja (2005-2015): 21,1%
 
Proyeksi pertumbuhan (2015-2025): 21,8%
 
Gaji rata-rata per tahun: Rp982.850.108,-
 
Kualifikasi yang diminta: Diploma 3
 
Para profesional di bidang kesehatan mulut memiliki banyak alasan untuk tersenyum. Bukan saja karena semakin maraknya permintaan untuk para dokter gigi, namun proyeksi akan jumlah dokter gigi dan asisten dokter gigi dalam 10 tahun ke depan pun diprekdiksikan akan meningkat—sekitar 12,7% dan 16,0% sesuai dengan urutan yang telah disebut.
 
Gaji rata-rata dari dokter gigi yang biasanya membersihkan gigi, melakukan X-ray dan mendidik para pasien mengenai perawatan gigi yang tepat, setidaknya dua kali lipat dari asistennya. (Pekerjaan asisten dokter gigi meliputi mempersiapkan pasien untuk perawatan dan mensterilisasikan peralatan yang ada). Dan jalan menuju profesi yang kedua ini jauh lebih murah dibandingkan untuk menjadi seorang dokter gigi. Anda setidaknya memerlukan gelar setara dengan D3 di bidang kesehatan gigi, yang rata-rata menghabiskan setidaknya tiga tahun. Anda juga perlu mendapatkan izin praktik nantinya, dan ketentuan yang berlaku di tiap negara tidak selalu sama.
 

(Klik di sini untuk melihat daftar Universitas yang menawarkan studi di bidang Kesehatan Gigi.)

 
7. Sonographer Medis
Jumlah lowongan: 63.449
 
Pertumbuhan lapangan kerja (2005-2015): 38,7%
 
Proyeksi pertumbuhan (2015-2025): 33,6%
 
Gaji rata-rata per tahun: Rp912.842.461,-
 
Kualifikasi yang diminta: Diploma 3
 
Ada kabar baik bagi kalian yang takut dengan benda-benda tajam semacam pisau. Sekarang ada banyak prosedur non-invasive yang dapat mengecek isi perut Anda, dan banyak prosedur semacam sekarang bertambah populer di kalangan pasien karena biayanya yang semakin murah dan juga metodenya yang semakin sederhana, dan karenanya memudahkan perusahaan asuransi dengan klaim yang dapat mereka sediakan. Seiring perkembangan teknologi yang semakin canggih, metode ini dapat diaplikasikan di semakin banyak kasus di berbagai tempat, semacam di kantor-kantor doktor dan laboratorium di luar rumah sakit.
 
Para sonografer memiliki spesialisasi dalam mengoperasikan peralatan-peralatan medis yang digunakan untuk mengecek isi tubuh pasien untuk membantu para praktisi medis mendiagnosa penyakit. Cukup dengan kualifikasi sarjana atau S2 di bidang sonografi, Anda dapat mengejar profesi ini, apalagi apabila Anda memiliki sertifikasi spesialisasi dalam lebih dari satu bidang saja, misalnya dalam bidang fetal echocardiography atau musculoskeletal sonography, yang akan membuat resumé Anda terlihat lebih menarik di mata calon bos Anda.
 

(Klik di sini untuk melihat daftar Universitas yang menawarkan studi di bidang Sonografi.)

 
6. Market Research Analyst
Jumlah lowongan: 522.438
 
Pertumbuhan lapangan kerja (2005-2015): 28,0%
 
Proyeksi pertumbuhan (2015-2025): 28,2%
 
Gaji rata-rata per tahun: Rp824.562.882,-
 
Kualifikasi yang diminta: Bachelor's degree (Sarjana S1)
 
Jumlah data yang cukup signifikan di hari-hari ini mendukung suburnya prospek profesi yang satu ini. Market research analyst mengarahkan perusahaan-perusahaan di tengah-tengah ranah bisnis yang semakin kompetitif dengan mengenyam banyak angka dan mempelajari kondisi pasar serta kelakuan para konsumen. Melalui analisa mereka, mereka dapat mengembangkan strategi marketing yang efektif, yang dapat mengikutsertakan penyesuaian harga dan memilih lokasi toko yang strategis.
 
Meski kualifikasi S1 saja sudah mencukupi, namun memiliki gelar S2—baik dalam bidang marketing research ataupun jurusan serupa, misalnya statistik atau matematika—dapat membantu Anda meraih posisi senior. Pengalaman kerja dan latar belakang studi yang kuat di bidang statistika dan analisa data yang akan memperkuat kualifikasi Anda.
 

(Klik di sini untuk melihat daftar Universitas yang menawarkan studi di bidang Marketing Research.)

 
5. Physical Therapist
Jumlah lowongan: 218.841
 
Pertumbuhan lapangan kerja (2005-2015): 31,4%
 
Proyeksi pertumbuhan (2015-2025): 25,9%
 
Gaji rata-rata per tahun: Rp1.088.580.850,-
 
Kualifikasi yang diminta: Doktoral (S3)
 
Akan ada semakin banyak permintaan untuk profesi ini di masa depan untuk merawat pasien-pasien sakit jantung dan stroke, juga untuk menemani mereka dan membantu proses rehabilitasi setelahnya. Dengan kemajuan yang pesat di bidang medis, banyak orang yang akan melewati trauma serupa dan akan memerlukan pelayanan rehabilitasi. Jangan lupa Anda masih perlu mengurus perizinan untuk menambah kualifikasi S3 Anda!
 
Karena alasan yang sama, permintaan untuk profesi yang satu ini pun diperkirakan akan meningkat sekitar 21,9% dalam 10 tahun ke depan. Fokus para physical therapist ini adalah di bidang rehabilitasi fungsi motorik yang dominan, sementara occupational therapist berfokus dalam membantu pasien yang sakit atau berkekurangan mengembangkan atau mengembalikan kemampuan mereka untuk menjalankan kehidupan sehari-hari tanpa bantuan orang lain, seperti mengenakan pakaian atau makan. Occupational therapist menuntut setidaknya kualifikasi S2 di tahap awal dengan gaji rata-rata Rp1.042.682.497,- per tahun.
 

(Klik di sini untuk melihat daftar Universitas yang menawarkan studi di bidang Physical Therapist.)

 
4. Computer Systems Analyst
Jumlah lowongan: 579.395
 
Pertumbuhan lapangan kerja (2005-2015): 24,2%
 
Proyeksi pertumbuhan (2015-2025): 22,5%
 
Gaji rata-rata per tahun: Rp1.096.831.387,-
 
Kualifikasi yang diminta: Bachelor's degree (Sarjana S1)
 
Dunia ini penuh dengan orang-orang nerd, dan kita semua mendapatkan manfaat dari mereka, ya nggak? Dengan segala macam hal sekarang bertransisi ke dunia digital, mulai dari telepon dan mesin pembuat kopi, sampai kepada mobil dan pesawat terbang, mungkin sudah tidak ada satu bisnis pun di dunia ini yang tidak mengandalkan komputer. Karenanya permintaan untuk profesional yang berkutat dengan komputer pun meningkat tajam. Comput system analysts memastikan kebutuhan teknologi dari banyak organisasi terpenuhi dan juga selalu up to date seiring dengan pertumbuhan dan tuntutan dunia yang semakin terhubung satu sama lain.
 
Untuk menjalani profesi ini, setidaknya kualifikasi S1 di bidang Teknologi Informasi (salah satu jurusan di universitas yang paling menguntungkan) atau di bidang lainnya yang berhubungan dengan komputer. Namun Anda yang menekuni bidang Liberal Arts dengan bakat di bidang teknologi yang telah Anda kembangkan di luar universitas—bahkan mungkin melalui kelas-kelas online—juga dapat mengejar profesi ini.
 

(Klik di sini untuk melihat daftar Universitas yang menawarkan studi di bidang Teknologi Informasi.)

 
3. Information Security Analyst
Jumlah lowongan: 85.177
 
Pertumbuhan lapangan kerja (2005-2015): 31,0%
 
Proyeksi pertumbuhan (2015-2025): 30,9%
 
Gaji rata-rata per tahun: Rp1.187.835.123,-
 
Kualifikasi yang diminta: Bachelor's degree (Sarjana S1)
 
Bahaya digital yang semakin marak menuntut banyak negara dan perusahaan dari berbagai bidang untuk mempekerjakan semakin banyak profesional di bidang ini untuk mengamankan informasi penting yang mereka miliki. Anda pun dapat menemukan lowongan serupa di banyak rumah sakit dan kantor konsultasi dokter. Transisi ke bidang digital hari-hari ini menuntut kebutuhan untuk melindungi privasi para pasien.
 
Anda akan memerlukan kualifikasi S1 di bidang ilmu komputer, programming, atau di bidang lainnya yang berhubungan dengan teknologi untuk setidaknya mulai mengembangkan dan mengimplementasikan langkah-langkah untuk mengamankan jaringan komputer suatu perusahaan. Kualifikasi lain yang mungkin diperlukan adalah pengalaman kerja sampai setidaknya 5 tahun, baik sebagai network atau systems administrator, apabila Anda mengincar posisi manajer. Kualifikasi S2 di bidang business administration Teknologi Informasi dapat membuat Anda jauh lebih mencolok dibandingkan para kandidat lainnya. Apabila ditambah dengan sertifikasi, Anda dapat mendapatkan kenaikan gaji sebanyak 6,2%, menurut Robert Half Technology.
 

(Klik di sini untuk melihat daftar Universitas yang menawarkan studi di bidang Ilmu Komputer & Programming.)

 
2. Perawat
Jumlah lowongan: 130.110
 
Pertumbuhan lapangan kerja (2005-2015): 30,3%
 
Proyeksi pertumbuhan (2015-2025): 25,7%
 
Gaji rata-rata per tahun: Rp1.290.174.798,-
 
Kualifikasi yang diminta: Strata 2
 
Para praktisi medis, termasuk diantaranya perawat, adalah profesi yang juga kian dicari. Mereka tidak hanya mampu menyediakan perawatan yang sama dengan yang disediakan doktor, juga melakukan check-up secara rutin dan menuliskan resep dokter. Dan mereka dapat menjalankan praktik secara independen. Tentu perizinan yang ada berbeda-beda di tiap-tiap daerah, tapi biasanya perawat memerlukan sertifikasi sebelum melanjutkan studinya ke tingkatan S2 atau bahkan S3
 
Asisten Doktor memilki pengetahuan yang serupa dengan yang dimiliki para Perawat. Mereka pun terlatih untuk mendiagnosa dan merawat pasien dan dapat juga menulis resept dokter serta menjalankan tes yang diperlukan untuk mendiagnosa penyakit. Namun mereka biasanya bekerja dengan dan diawasi oleh doktor dan ahli bedah (lagi-lagi perizinan yang ada berbeda-beda di setiap daerah). Meski jumlah kedua profesi ini sekarang masihlah terbatas—sekitar 98.700 Asisten Doktor—jumlah ini diprediksi akan meningkat drastis sekitar 28% di tahun 2025. Gaji rata-rata per tahun mencapai Rp1.301.785.116,- Untuk mengejar profesi ini, Anda memerlukan setidaknya 2 tahun studi di tingkat S2, diikuti dengan izin untuk menjalankan praktik.
 

(Klik di sini untuk melihat daftar Universitas yang menawarkan studi di bidang Nursing.)

 
1. App Developer
Jumlah lowongan: 741.137
 
Pertumbuhan lapangan kerja (2005-2015): 28,2%
 
Proyeksi pertumbuhan (2015-2025): 22,7%
 
Gaji rata-rata per tahun: Rp1.276.202.239,-
 
Kualifikasi yang diminta: Bachelor's degree (Sarjana S1)
 
Apa gunanya menjadi app developer? Coba cek gadget di dalam genggaman tangan Anda (atau mungkin di sofa Anda) untuk menjawab pertanyaan tersebut. Jumlah teknologi handphone yang semakin meroket menuntut pula adanya perkembangan sejumlah aplikasi baru di berbagai macam bidang, baik itu aplikasi berita, games, musik, ataupun social media. System software developers—yaitu mereka yang menciptakan sistem operasi komputer dan handphone—juga ikut terciprat rezeki nomplok ini. Meski hanya berjumlah sekitar 411.000 saat ini, jumlah lowongan yang ada diprediksikan akan meningkat sebanyak 20% di tahun 2025 nanti. System software developer menghasilkan rata-rata Rp1.360.250.408,-
 
Kualifikasi standard untuk profesi ini adalah gelar S1 di bidang ilmu komputer, software engineering atau bidang serupa, namun kualifikasi S2 akan membuat Anda lebih mencolok dibandingkan dengan para kandidat lainnya. Tanpa kualifikasi Sarjana, Anda masih dapat memasuki bidang ini sebagai seorang web developer, posisi yang biasanya menuntut setidaknya kualifikasi Diploma di level dasar dan menghasilkan rata-rata Rp794.758.241,- per tahunnya. Di luar pendidikan formal di universitas, Anda tetap harus mau menimba ilmu apabila Anda ingin meniti karir di bidang apapun yang berhubungan dengan teknologi; Anda harus selalu up to date dengan peranti yang ada, temasuk juga dalam bahasa komputer dan hal-hal yang serupa.
 

(Klik di sini untuk melihat daftar Universitas yang menawarkan studi di bidang Software Engineering.)

 
(Sumber: http://www.kiplinger.com/slideshow/business/T012-S001-best-jobs-for-the-future-2016/index.html )

Mencari jurusan

Pilih negara
Sarjana
TENTANG PENULIS

Dian Wijayanti adalah penulis dan editor Hotcourses Indonesia. Ia juga berprofesi sebagai tutor privat Bahasa Inggris dan penerjemah freelance. Dian baru saja dipilih sebagai salah satu kandidat di the Graduate School of Asia Pacific di Waseda University Jepang. Ia juga memiliki pengalaman bekerja di konsultan pendidikan di Indonesia yang bertanggung jawab membantu mahasiswa Indonesia meneruskan pendidikan mereka ke luar negeri, dan sekarang ia ikut membantu dalam proyek Beasiswa untuk Mahasiswa/i Kebidanan yang berbasis di Australia.