Informasi penting
Study abroad: Info Negara Tujuan

Kota mana yang paling murah untuk mahasiswa?

1426

Berlin disebut-sebut sebagai kota termurah untuk mahasiswa oleh World Student Housing di tahun 2015. Ada sebanyak 22 universitas di seluruh dunia yang disurvey, mulai dari perbandingan biaya hidup, biaya akomodasi, dan juga biaya sekolah. Murid yang disurvey merupakan seorang mahasiswa internasional yang sedang mengambil jurusan sains secara umum, dan tinggal di akomodasi yang memang dibangun untuk mahasiswa.

 

 

Dari kriteria tersebut, mahasiswa di Berlin menghabiskan hanya $1,000 atau sekitar 13 juta rupiah per bulannya—jumlah yang sangat jauh apabila dibandingkan dengan pengeluaran di Boston, yang bisa menghabiskan sebanyak $5,466 atau sekitar Rp 71 juta rupiah lebih per bulannya.

 

Klik di sini untuk melihat daftar universitas di Jerman!

Atau klik di sini untuk melihat daftar universitas di Amerika Utara!

 

 

Jumlah mahasiswa baru di universitas di Jerman meningkat; salah satu faktornya adalah biaya hidup yang murah ditambah dengan kebijakan terbarunya yang menghapuskan biaya kuliah di tingkat pendidikan tinggi. Universitas-universitas di Jerman juga menawarkan banyak program-program berbahasa Inggris, yang berujung pada jumlah murid-murid internasional yang membanjiri Jerman, termasuk juga para seniman dan para pekerja industri kreatif lainnya.

 

Masih bingung juga? Coba klik daftar negara tujuan studi di sini!

 

Ditulis oleh Donald Armbrecht, seorang penulis lepas dan produser di media sosial.

 

(Sumber: https://www.weforum.org/agenda/2015/11/what-is-the-cheapest-city-for-students/)

Mencari jurusan

Pilih negara
JenjangPendidikan*
TENTANG PENULIS

Dian Wijayanti adalah penulis dan editor Hotcourses Indonesia. Ia juga berprofesi sebagai tutor privat Bahasa Inggris dan penerjemah freelance. Dian baru saja dipilih sebagai salah satu kandidat di the Graduate School of Asia Pacific di Waseda University Jepang. Ia juga memiliki pengalaman bekerja di konsultan pendidikan di Indonesia yang bertanggung jawab membantu mahasiswa Indonesia meneruskan pendidikan mereka ke luar negeri, dan sekarang ia ikut membantu dalam proyek Beasiswa untuk Mahasiswa/i Kebidanan yang berbasis di Australia.