Informasi penting
Study abroad: Info Negara Tujuan

Sekolah-sekolah unggulan di era keemasan benua Asia

437

Abad ke-21 merupakan “abadnya benua Asia.” Banyak kekuatan ekonomi berskala besar telah mengarah kepada besarnya uang yang diinvestasikan di universitas, yang berujung pada perbaikan kualitas yang konsisten di peringkat dunia. Sebaliknya jumlah yang diinvestasikan di universitas-universitas di Barat sangatlah kecil kalau dibandingkan.

 

Meski implikasi dari perubahan nama-nama besar di bidang pendidikan tinggi ini sangatlah besar, trend yang ada sekarang menjadi sangatlah umum, dan menghadapi perubahan dari fenomena ini bisa menjadi suatu perubahan yang drastis. Namun statistik yang ada pun menunjukkan perubahan yang mengesankan.

 

Misalnya saja, 20% publikasi ilmiah sekarang didominasi oleh Cina, dan ini bahkan telah mengungguli Amerika Serikat yang merupakan rumah dari kebanyakan peneliti di dunia.

 

Ya, ya, aku mengerti apa yang kalian pikirkan. “Cina kan negara yang sangat besar, tentu saja jumlahnya banyak.” Namun kualitas yang tercipta pun semakin meningkat seiring dengan kuantitas yang ada, dan banyak orang mulai menyadari hal ini. Dan ini tidak hanya terjadi di Cina.

 

Korea Selatan sekarang merupakan perekonomian yang paling intens dengan penelitian di dunia, menurut laporan yang dikeluarkan oleh UNESCO, sementara Singapura menempati dua posisi teratas di Peringkat Times Higher Education Asia University Rankings.

 

Sebelum aku menjabarkan akan bagaimana, mengapa dan di mana, kamu mungkin ingin tahu lebih lanjut negara mana lagi yang memenuhi peringkat tersebut. 10 yang teratas adalah sebagai berikut:

 

Peringkat ini mencakup benua Asia—mulai dari Turki di bagian barat sampai dengan Jepang di bagian timur. Yang paling mencolok di peringkat ini adalah cakupan yang menunjukkan bagian timur yang mengungguli bagian barat.

 

Cina membanggakan 39 institusinya di 200 peringkat teratas, seperti halnya Jepang, diikuti dengan Korea Selatan dengan 24 universitasnya. India membanggakan hanya 16 institusinya, sementara Taiwan dapat berbangga dengan jumlah yang lebih banyak, yaitu 24.

 

 

Negara-negara di Asia dengan universitas-universitas terbaik

Jadi apa yang mendongkrak negara-negara ini untuk menempati posisi teratas dalam peringkat tersebut? Sejauh mana pemerintahan suatu negara dapat menunjang performa sistem pendidikan tinggi di suatu negara selagi mereka bersaing satu sama lain? Satu karakteristik umum yang ditemui di negara-negara unggulan di Asia adalah adanya inisiasi dari pemerintah yang ditargetkan secara spesifik di sektor universitas.

 

Tahun lalu pemerintah Cina meluncurkan inisiasi baru yang sangatlah bagus, yang disebut dengan “World Class 2.0,” yang bertujuan menetapkan enam universitas di jajaran institusi dunia teratas di tahun 2020. Program “Brain Korea 21” dan “World Class University” milik Korea Selatan bertujuan untuk mengembangkan talenta-talenta lokalnya dan meningkatkan performa global universitas-universitasnya, sementara Taiwan, Hong Kong, Singapura dan Jepang, kesemuanya memiliki inisiasi dari pemerintah yang mentargetkan secara eksplisit untuk mendongkrak performa sektor pendidikan tinggi mereka.

 

Ka-Ho Mok, wakil direktur dari Universitas Lingnan di Hong Kong memberikan gambaran kasar akan inisiasi yang ada. “Investasi di sektor pendidikan tinggi, penelitian, dan pemindahan pengetahuan sangatlah penting untuk pertumbuhan perekonomian yang berkesinambungan,” tulisnya. Dan kelihatannya banyak negara di benua Asia yang juga setuju dengan beliau.

(Klik di sini untuk membaca lebih lanjut mengenai informasi tentang universitas-universitas di benua Asia!)

 

(Sumber: https://www.weforum.org/agenda/2016/06/this-is-the-asian-century-these-100-schools-are-leading-it?utm_content=buffere362e&utm_medium=social&utm_source=facebook.com&utm_campaign=buffer)

Mencari jurusan

Pilih negara
JenjangPendidikan*
TENTANG PENULIS

Dian Wijayanti adalah penulis dan editor Hotcourses Indonesia. Ia juga berprofesi sebagai tutor privat Bahasa Inggris dan penerjemah freelance. Dian baru saja dipilih sebagai salah satu kandidat di the Graduate School of Asia Pacific di Waseda University Jepang. Ia juga memiliki pengalaman bekerja di konsultan pendidikan di Indonesia yang bertanggung jawab membantu mahasiswa Indonesia meneruskan pendidikan mereka ke luar negeri, dan sekarang ia ikut membantu dalam proyek Beasiswa untuk Mahasiswa/i Kebidanan yang berbasis di Australia.