Informasi penting
Study abroad: Once you arrive

5 Hal tak terduga di tahun pertama kuliah

6363

Sebelum memulai kehidupan kuliah, tentunya kita masing-masing mempunya bayangan tersendiri. Bayangan tersebut bisa dipengaruhi oleh cerita dari senior kita, atau dari film, atau dari artikel hingga blog yang kita baca di internet.

Ternyata banyak mahasiswa yang memulai kehidupan perkuliahan mereka menyatakan kehidupan perkuliahan yang sesungguhnya tidak sama dengan bayangan mereka. Ada hal yang ternyata tidak sesudah atau seburuk yang dibayangkan dan sebaliknya.

 

1. Hidup jauh dari keluarga tidaklah sesulit yang dikira

Biasanya di tahun pertama, mahasiswa masih diberikan prioritas untuk tinggal di asrama kampus. Di asrama kampus, semua fasilitas biasanya tersedia dengan baik, mulai dari makan, hingga akses fasilitas universitas seperti perpustakaan, bar, kolam renang, gedung olah raga yang lebih dekat.

Mungkin hal yang pertama susah untuk dibiasakan adalah tinggal ramai-ramai dengan rekan mahasiswa lainnya yang belum Anda kenal. Hampir semua mahasiswa menghadapi masalah yang sama, yaitu mereka merasa canggung untuk berteman pertama kalinya. Tetapi setelah mereka mengetahui bahwa teman-teman seasrama mereka juga punya kekhawatiran yang sama, perasaan itu akan hilang dengan sendirinya dan mulai menikmati waktu mereka dengan teman-teman seasrama.

Dengan kesibukan di tahun pertama dan bergaul dengan teman-teman baru, kehidupan di kampus tanpa ditemani oleh keluarga pelan-pelan menjadi suatu kebiasaan. Mahasiswa yang tadinya mengalami homesick, pelan-pelan bisa menyesuaikan diri dan menikmati kehidupan mereka sebagai mahasiswa.

 

2. Semua perlu uang

Sewaktu tinggal dengan keluarga, mungkin Anda masih belum terbiasa berbelanja sendiri, apalagi membayar uang listrik, air, gas, transportasi dan lain-lain. Belum lagi dengan godaan belanja yang lain seperti membeli baju, pernak-pernik, biaya hiburan, jalan-jalan dan lain-lain. Di akhir bulan banyak yang kaget dengan pengeluaran yang melebihi anggaran. Ternyata hidup sesuai anggaran itu tidak gampang.

 

3. Hidup teratur dan motivasi diri

Hidup jauh dari keluarga berarti tidak ada yang membangunkan Anda, yang meneriaki Anda makan tepat waktu, menanyakan apakah pekerjaan rumah telah dibuat, apakah besok ada ujian dan lain sebagainya. Banyak mahasiswa yang mulai menyukai hidup sendiri karena akhirnya bisa bebas, tetapi hal ini ada dampak negatifnya. Jika benar-benar tidak bisa mengatur waktu dan memotivasi diri sendiri, bisa saja ketinggalan kelas kuliah, telat mengumpulkan tugas, dan bahkan telat menghadiri ujian. Dan tentu saja itu semua akan berpengaruh terhadap prestasi.

 

4. Kegiatan ekstra kurikuler ternyata membutuhkan komitmen

Berbeda dengan kegiatan ekstra kurikuler jaman sekolah menengah, kegiatan eks-kul universitas lebih aktif. Jika Anda telah terdaftar sebagai anggota, maka jadwal kegiatan akan lebih padat dan menuntut keterlibatan Anda. Jadi sebelum mendaftar menjadi anggota, pilihlah klub yang paling sesuai dengan Anda. Akan lebih baik terlibat aktif dalam beberapa klub daripada hanya menjadi anggota pasif dari banyak klub.

 

5. Kehidupan sosial

Berbeda dengan kehidupan sekolah menengah yang setelah sekolah pulang ke rumah, atau mengikuti kelas bimbingan, semasa kuliah, kehidupan sosial Anda akan meningkat. Baik sewaktu makan siang, atau istirahat di kampus, hingga dalam perjalanan ke supermarket. Anda mungkin akan menikmati makan di kafetaria sambil bergosip dengan kampus, berkumpul di perpustakaan untuk mendiskusikan tugas, sembari membahas acara akhir pekan. Sangat susah hidup tanpa teman semasa kuliah.

Mencari jurusan

Pilih negara
JenjangPendidikan*
TENTANG PENULIS