Informasi penting
Study abroad: Once you arrive

8 Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Studi Keluar Negeri

1882

(Ditulis oleh Emily Southey)

 

Belajar ke luar negeri dapat memberikan pengalaman yang sangat berharga, namun sebenarnya pengalaman itu merupakan sesuatu yang kamu cari dan bentuk sendiri. Memang tinggal di luar negeri merupakan sesuatu yang tak tergantikan, namun kalau kamu tidak berusaha untuk mengenal kota yang kamu tinggali, atau berbaur dengan orang-orang setempat, kamu bisa jadi pulang ke negaramu dengan penyesalan. Kalau saat ini kamu sedang belajar di luar negeri atau akan segera pergi ke luar negeri untuk tinggal atau belajar di sana, pastikan kamu menghindari kesalahan-kesalahan berikut ya:

 

1. Hanya berteman dengan orang-orang dari negaramu

Memang tidak mengherankan kalau kita memiliki kecenderungan untuk bergaul dengan teman-teman sebangsa dan setanah air, apalagi kalau sedang berada di luar negeri. Bertemu dengan orang-orang yang kangen dengan masakan yang serupa atau dengan serial TV yang sama adalah pengalaman yang melegakan dan menyenangkan. Karenanya aku tidak bermaksud untuk bilang bahwa kamu tidak boleh bergaul dengan teman-teman sebangsa, tapi jangan batasi pergaulanmu sebatas ini saja. Berusahalah untuk berteman juga dengan orang-orang setempat, atau dengan orang-orang dari negara atau benua lain. Ini akan mengajarimu banyak hal mengenai budaya lain dan kamu akan memperluas jaringan pertemananmu.

 

2. Tidak cukup menjelajah negara tempatmu tinggal (dan juga negara di sekitarnya)

Kamu telah mendapat kesempatan untuk belajar di negara lain selama beberapa bulan atau bahkan tahun—manfaatkanlah kesempatan ini! Jelajahilah negara tempatmu tinggal, dan apabila mungkin, negara-negara sekitarnya. Aktiflah berlibur ke banyak tempat, dan rajin-rajinlah mencari tiket murah untuk mengunjungi tempat-tempat yang ingin kamu kunjungi!

 

3. Terlalu fokus belajar

Namanya juga sedang belajar ke luar negeri, pasti isinya belajar dong. Tapi coba deh kita liat kenyataannya, biasanya para akademisi justru lebih rileks ketika sedang belajar keluar negeri. Jangan sepenuhnya meninggalkan studimu, tapi juga jangan mengurung dirimu di dalam perpustakaan selama enam bulan penuh. Pastikan kamu menyeimbangkan keduanya.

 

4. Mengacuhkan teman-teman dan keluargamu di rumah

Saat kamu sedang menikmati waktumu menjalin pertemanan baru dan berkeliling dunia, wajar sekali kalau kamu lupa menelepon orangtuamu, atau membalas pesan teman-temanmu, tapi usahakanlah untuk tidak melakukan ini! Alasan yang pertama karena sekarang tidak ada lagi alasan yang cukup valid untuk ini. Dengan adanya FaceTime, Skype, Viber, WhatsApp, iMessage (dan daftar ini semakin bertambah saja), menjalin hubungan dan komunikasi dengan orang-orang dari negara lain sekarang terasa sangatlah mudah. Kedua, pada akhirnya kamu tetap akan perlu kembali pulang ke rumah, dan kamu tak mau kan, teman-temanmu berpikir kamu telah melupakan mereka atau bahwa kamu sudah tak lagi peduli?

 

5. Tidak tahu apa-apa mengenai negara tujuanmu

Tidak mengenali negara yang tak pernah kamu tinggali merupakan sesuatu yang wajar, namun cobalah untuk tidak tetap cuek tentang hal ini. Baca-bacalah mengenai negara tujuanmu sebelum kamu berangkat. Kalau orang-orang lokal menggunakan Bahasa yang berbeda, pelajarilah beberapa frase yang dapat digunakan dalam percakapan; kalau negara tersebut memiliki sejarah yang unik, lakukanlah riset untuk mencari tahu.

 

6. Terus mengkhawatirkan masalah finansial

Aku tahu memang traveling bisa terasa mahal, namun kalau kamu merencanakan semuanya dengan benar, kamu sangat mungkin bisa berhemat. Penting sekali untuk selalu merencanakan budgetmu, tapi lebih penting lagi untuk tidak menghabiskan waktumu mengkhawatirkan kondisi finansialmu. Kamu dan teman-temanmu bisa-bisa tidak menikmati apa-apa.

 

7. Tidak benar-benar menetap di negara tersebut

Maksudnya menetap di sini adalah: Ketika kamu pindah ke negeri orang, ada beberapa hal yang perlu kamu atur terlebih dahulu, misalnya membeli kartu SIM baru, membuat akun di bank, memiliki public transit pass, dan mungkin sekali kamu pun perlu membuat kartu pelajar internasional (tak ada yang mau repot-repot terus membawa paspor mereka kemana-mana!). Semakin awal kamu mengatur ini, semakin baik. Memiliki nomor telepon yang valid dan dapat digunakan adalah kunci untuk terus menjalin hubungan dengan teman-teman dan untuk mencari arah jalan tanpa harus tersesat, sementara memiliki akun bank lokal akan membantumu menghemat banyak sekali biaya transaksi nantinya.

 

8. Tidak menghadiri acara orientasi yang “konyol”

Untuk kamu yang kurang menyukai acara orientasi, cobalah sebisa mungkin untuk menghadiri acara ini setidaknya sekali seumur hidup. Kamu tidak akan menyesalinya. Ini adalah salah satu ajang untuk bertemu orang-orang baru—dan bukan cuma orang-orang lokal, tapi juga para mahasiswa internasional. Orang-orang yang mungkin memiliki kondisi sama denganmu, yang belum memiliki teman juga. Bertemanlah!

 

 

 

 

Selamat belajar di luar negeri!

 

(Sumber: https://gradeslam.org/blog/8-mistakes-to-avoid-when-studying-abroad?utm_source=gs-end&utm_medium=post&utm_content=8-mistakes-to-avoid-when-studying-abroad&utm_campaign=blog)

Mencari jurusan

Pilih negara
JenjangPendidikan*
TENTANG PENULIS

Dian Wijayanti adalah penulis dan editor Hotcourses Indonesia. Ia juga berprofesi sebagai tutor privat Bahasa Inggris dan penerjemah freelance. Dian baru saja dipilih sebagai salah satu kandidat di the Graduate School of Asia Pacific di Waseda University Jepang. Ia juga memiliki pengalaman bekerja di konsultan pendidikan di Indonesia yang bertanggung jawab membantu mahasiswa Indonesia meneruskan pendidikan mereka ke luar negeri, dan sekarang ia ikut membantu dalam proyek Beasiswa untuk Mahasiswa/i Kebidanan yang berbasis di Australia.