Informasi penting
Study abroad: Akomodasi Pelajar

Memilih akomodasi: Catered vs Self-catered

1088
Sewaktu mendaftarkan diri untuk memesan akomodasi universitas, biasanya akan diberikan pilihan untuk memilih asrama dalam dua jenis: asrama dengan pelayanan katering atau asrama tanpa pelayanan katering. Pilihan yang mana yang sebaiknya dipilih?
 
Tidak ada jawaban mutlak yang bisa berlaku bagi semua orang. Tentu saja kebutuhan setiap mahasiswa berbeda. Hal ini tergantung dari karakter dan kebiasaan hidup mahasiswa tersebut. Bagi yang mengutamakan kepraktisan tentunya akan lebih menyukai pilihan asrama dengan pelayanan katering. Tetapi ada juga yang lebih pemilih dalam makanan, mungkin akan merasa bosan dengan menu katering. Bagi yang sudah terbiasa memasak sendiri berarti tidak ada masalah jika tinggal di asrama tanpa pelayanan katering.
 
Berikut ini kami mengulas kelebihan dari masing-masing pilihan...
 

Asrama dengan pelayanan katering (Catered Accomodation)

 
Jika tertulis opsi catered, itu berarti akomodasi tersebut menyediakan layanan katering. Biasanya sudah termasuk dalam biaya sewa, atau bisa juga dibayarkan terpisah. Banyak yang berpikir bahwa menu katering kurang bervariasi, sehingga akan bosan dengan menu yang itu-itu aja. Tetapi kenyataannya, menu katering di kampus cukup nikmat dan bervariasi. Kelebihan utama jika memilih asrama dengan pelayanan katering adalah Anda tidak perlu pusing soal makan, misalnya hari ini makan apa ya? Begitu jam makan sampai, makanan telah tersedia dan Anda cukup hadir untuk mengisi perut Anda.
 
Kelebihan lain dari asrama dengan pelayanan katering adalah:
 
Anda tidak perlu berbelanja di supermarket.
Asrama dengan pelayanan katering telah memasukkan biaya makan dalam biaya sewa. Sehingga Anda tidak perlu berbelanja untuk perkakas memasak dan bahan makanan. Tentu saja biaya tersebut di luar cemilan, snack dan makanan tambahan lainnya.
 
Menghemat waktu – tidak perlu memasak sendiri
Memasak itu perlu waktu. Pertama-tama, tentu saja harus membeli bahan, mempersiapkannya, memasak kemudian membereskan dapur. Selain itu kadang memasak menu apa juga bisa membuat pusing. Terlebih lagi jika jadwal Anda padat dan melelahkan. Jika Anda tinggal di asrama dengan pelayanan katering Anda bisa menghemat waktu untuk memasak dan memanfaatkan waktu tersebut untuk hal lain.
 
Makanan yang enak dan sehat
Pihak katering universitas memperhatikan kualitas makanan mereka. Anda tidak perlu mengkhawatirkan kehigenisan masakan di asrama. Soal rasa tentu saja tergantung selera masing-masing orang. Tetapi sejauh ini, berdasarkan survei, tidak ada keluhan yang berarti tentang rasa makanan di asrama.
 
 

Asrama tanpa pelayanan katering (Self-Catered)

Akomodasi jenis Self-catered tidak menyediakan layanan katering, jadi mahasiswa perlu memasak sendiri. Bagi yang hobi masak, tentunya pilihan ini tidak akan menjadi masalah. Terlebih lagi jika Anda perlu mengikuti diet tertentu, maka pilihan ini akan lebih cocok bagi Anda. Kelebihan lain dari asrama tanpa pelayanan katering adalah:
 
Bebas memilih menu
Dengan memasak sendiri, tentunya Anda bisa membuat masakan sesuai dengan pilihan Anda. Jika di asrama, menunya tentu saja ditentukan oleh pihak asrama.
 
Melatih keahlian memasak
Biasanya asrama mahasiswa diprioritaskan bagi mahasiswa tahun pertama saja. Jika Anda memasuki tahun kedua, kemungkinan besar Anda harus pindah. Jika tinggal di luar kampus, maka pilihannya adalah seperti apartemen, sewa rumah, atau homestay. Untuk dua pilihan pertama biasanya tidak disediakan layanan katering dan Anda harus memasak sendiri. Jika Anda telah mulai berlatih dari tahun pertama, maka di tahun kedua Anda tidak akan mengalami masalah dalam hal memasak.
 
Membuka wawasan
Di asrama tanpa pelayanan katering disediakan dapur. Dan ternyata dapur juga bisa menjadi tempat untuk bersosialisasi. Anda bisa berkumpul dengan teman-teman seasrama dan membuat eksperimen di dapur. Salah satu hal yang menarik adalah, Anda bisa mencoba masakan dari negara yang berbeda-beda dan juga mempelajari cara memasaknya.

Mencari jurusan

Pilih negara
JenjangPendidikan*
TENTANG PENULIS