Informasi penting
Study abroad: Kehidupan Pelajar

21 Hal yang Perlu Kamu Ingat untuk Menaklukan Kehidupan Semasa Kuliah

527

1. Jangan lupa bahwa keluarga-lah yang terpenting. Selalu.

Bayangkan kamu akan menghadapi ujian akhir di kelas “Financial Accounting”-mu tiga hari dari sekarang, namun besok adalah hari ulangtahun keponakanmu, Ben. Kamu tidak siap untuk menghadapi ujian akhir dan sedang mempertimbangkan untuk tidak menghadiri pesta ulang tahun Ben agar kamu punya waktu belajar lebih banyak. Namun hadirilah ulang tahun Ben. Nyanyikan dia lagu “The Itsy Bitsy Spider” sekeras mungkin dan lemparkan kue ulangtahun tersebut di wajahnya. Kamu bisa belajar finance di waktu kemudian karena Ben lebih penting.

 

2. Ingatlah bahwa teman selalu nomor 2.

Nah sekarang bayangkan bahwa kamu memiliki esai sepanjang 10 halaman yang perlu diselesaikan. Esai ini perlu dikumpulkan besok pagi dan, tentu saja kamu belum mulai menulis. Namun teman sekamarmu, Ellen, sedang menjamu pertunjukkan komedi pukul 10 malam dan gugup akan kemungkinan bahwa tak seorangpun akan menonton. Tulislah sebanyak yang kamu bisa, dan berangkatlah ke acara Ellen di pukul 9.45, ikutilah keseluruhan acara, dan tertawalah sekeras mungkin. Kalau kamu harus memilih antara ulangtahun Ben dan acara komedi Ellen, pilihlah pesta ulangtahun Ben. Ingatlah bahwa kedua acara tersebut lebih penting dibandingkan esaimu.

 

3. Cobalah lakukan sesuatu yang tidak biasa.

Lakukanlah sesuatu yang ekstrim. Misalnya saja, tinggal sendiri di gubuk di waktu musim panas. Gubuk? Misalnya sebuah kabin di atas gunung dengan satu penerangan saja tanpa air. Pengalaman ini benar-benar mendorongku untuk keluar dari zona nyamanku namun pada akhirnya aku menjadi lebih tangguh. Dan sekarang aku memiliki kisah-kisah unik mengenai cara-cara membuat vodka semangka, mengusir tupai keluar dari gubukku, dan berenang tanpa pakaian apapun.

 

4. Cucilah piring-piring kotor/buanglah sampah (meskipun ini bukan giliranmu).

Ya, ya, aku tahu, sekarang giliran Devin untuk membuang sampah dan bukan kamu. Tapi janganlah bertingkah seperti anak kecil yang masa bodo saja. Kalau rumah/apartemenmu mulai terlihat seperti zona bencana, mulailah bebersih. Teman sekamarmu akan berterima kasih.

 

5. Jangan lupa untuk berpesta setidaknya 5-6 kali dalam satu semester.

Kapan lagi kamu akan sempat menghadiri pesta Teenage Mutant Ninja Turtles atau saat mabuk menyemprot temanmu dengan cat? Bahkan saat kamu tidak ingin minum-minum, pergi saja dan ramaikan suasana.

 

6. Dan terimalah bahwa kamu mungkin juga akan muntah-muntah sesekali di akhir pekan karena berpesta terlalu heboh.

Kenalilah batasanmu sendiri. Prestasimu tidak akan terlalu bagus kalau kamu hangover terus-terusan.

 

7. Jangan menjadi orang yang sangat terobsesi dengan pacarnya kemudian kamu tidak mengontak teman-temanmu lagi.

Kalau teman-temanmu mulai berkata, “Kamu kemana saja? Kok nggak pernah kelihatan?” dan kalau kamu memang memiliki pacar, ini merupakan pertanda kamu sedang menjadi orang tersebut.

 

8. Carilah kesempatan belajar di luar negeri

Aku tidak pernah mendengar ada orang berkata, “Aku sangat menyesal mengambil kesempatan belajar satu semester di Eropa. Aku berpesta terlalu banyak di Barcelona, bermain ski di Sierra Nevada, dan meminum espresso di Roma. Seharusnya aku tidak belajar di luar negeri.” Ya, ya, memang dokumen-dokumen yang harus diurus merepotkan, dan ya, toh hidup tetap berjalan baik dengan ataupun tanpamu. Tapi apakah ini setara dengan semua kerepotan tersebut? Ya!

 

9. Berjalan-jalan.

Masa kuliah merupakan masa yang tepat untuk mulai melihat sisi dunia yang lain. Ingin ke Afrika? Pergilah. Ingin ke Asia? Pergilah. Tidak punya uangnya? Carilah beasiswa yang akan mengirimmu ke sana. Misalnya saja di semester ini aku mendapatkan dana untuk bergabung dengan program penelitian microfinance di Rabat, Maroko, karena aku ingin pergi ke Maroko dan tidak memiliki uang untuk membayar perjalanannya. Manfaatkanlah kesempatan ini. Kalau kamu tidak bisa mendapatkan beasiswa, hanya ada dua kata untukmu: roadtrip.

 

10. Mendaftarlah ke lima beasiswa dalam satu tahun.

Ada banyak sekali beasiswa di luar sana dan orang-orang tidak mendaftar karena mereka pikir mereka tidak memiliki kualifikasi yang diperlukan atau tidak memiliki kualifikasi yang dicari atau tidak memiliki waktu untuk mendaftar. Cobalah mendaftar beasiswa melalui universitas atau organisasi mu apabila ada (misalnya tempat orangtuamu bekerja, organisasi tempatmu melakukan kerja sukarela, atau perusahaan tempatmu bekerja). Kemudian bayangkan bahwa menyelesaikan pendaftaran tersebut sama halnya dengan membeli lotere: Mungkin namamu akan terpilih dan mungkin saja tidak. Ini tidak ada hubungannya denganmu pribadi, tapi aku yakin kamu pasti akan terkejut saat mendapati namamu ikut terpilih.

 

11. Lupakan semua pencapaianmu selama SMA

Kecuali kamu pernah bertemu dengan presiden atau mungkin mendirikan pencanangan dana yang masih berjalan sampai dengan sekarang, semua pencapaianmu di waktu SMA perlu kamu lupakan dan tidak perlu dibawa-bawa di tiap-tiap percakapan yang ada. Kami mengerti deh, kamu dulu merupakan kapten tim debat, dan lulusan top, kapten tim renang, dan sering melakukan kerja sukarela. Hebat deh. Tapi sekarang sudah bukan masa SMA lagi, tapi sudah memasuki fase kuliah. Terus-menerus membahas soal SMA akan membuatmu tampak tidak dewasa.

 

12. Lupakan mantanmu.

Lupakan mantanmu selekas mungkin. Kamu tidak memiliki waktu untuk menganalisa semua masalah mereka. Fokuslah dalam mencari jati dirimu sendiri dan menghadapi masalahmu saja.

 

13. Carilah pekerjaan paruh waktu …tapi jangan bekerja terlalu banyak ya.

Mulailah mencari kerja. Saat kamu sudah menjadi mahasiswa tentu malu kalau terus-menerus bergantung pada orangtua untuk meminta uang saku tambahan untuk jalan-jalan. Namun jangan juga membiarkan pekerjaanmu membuat studimu terlantarkan karena kamu terlalu sibuk bekerja. Idealnya kamu akan mendapatkan pekerjaan dengan alokasi waktu yang masuk akal dan kamu masih dapat mengerjakan pe-er dan masih bisa juga bekerja, misalnya saja menjadi pustakawan.

 

14. Bikinlah lelucon paling heboh.

Bersenang-senanglah dengan teman-temanmu dan buatlah kejahilan yang tak tertandingi sepanjang masa. Tapi jangan keterlaluan ya, kamu tidak mau kan mengalami hal yang sama.

 

15. Pelajarilah Bahasa asing.

Masa-masa kuliah adalah waktu yang tepat untuk mempelajari Bahasa baru. Apalagi kalau kamu belajar Bahasa-bahasa sulit seperti Bahasa Arab, Turki, ataupun Cina. Jangan pernah berhenti belajar sampai setidaknya kamu sudah fasih ya.

 

16. Kelilingilah dirimu sendiri dengan teman-teman yang penuh dengan inspirasi.

Kalau kamu ingin menaklukan universitas, bergaulah dengan orang-orang unggulan juga. Mereka akan menginspirasimu untuk mencapai potensi maksimum-mu.

 

17. Mulailah sesuatu yang luar biasa.

Tinggalkan jejakmu. Mulailah sesuatu yang hebat. Terutama apabila belum ada yang pernah mencoba sebelumnya.

 

18. Jangan lupa bahwa IPK hanyalah sekadar angka.

Fokuslah pada mendapatkan nilai terbaik yang bisa kamu dapatkan. Namun saat akhirnya nilaimu keluar, jangan fokus pada IPK-mu saja. Orang-orang yang telah berhasil menaklukan universitas belajar keras karena mereka memang menyukai apa yang mereka pelajari. Apalagi kalau kamu bisa melupakan angka-angka tersebut.

 

19. Carilah kesempatan magang yang tak ada duanya antara tahun kedua dan ketigamu.

Berdasarkan pengalamanku (kecuali kamu seorang insinyur atau memiliki jaringan koneksi yang sangatlah luas), peluang magang biasanya ada di waktu musim panas antara tahun kedua dan ketigamu. Misalnya saja, temanku Roy mendapatkan upah Rp 157.830.000,- saat melakukan magang di perusahaan akuntan. Dan bahkan mereka mengupah Roy untuk menghabiskan waktu selama satu minggu di Honduras untuk mengajar keuangan ke anak-anak yang tinggal di daerah kumuh. Saat penerbangannya dari pantai tertunda, mereka memberinya upah lembur! Jadilah seperti Roy.

 

20. Tulislah surat-surat dengan tulisan tanganmu sendiri kepada orangtuamu, guru-gurumu, dan semua orang lain yang telah membantumu selama ini.

Surat dengan tulisan tangan merupakan cara berterima kasih yang paling indah yang layak kamu berikan ke orang-orang yang telah membantumu mencapai impianmu sekarang. Bahkan saat kamu merasa kamu tidak memiliki banyak hal untuk dikatakan (namun kamu pasti memiliki banyak topik mengenai bagaimana kamu akhirnya berhasil di universitas), pastikanlah untuk terus menulis surat ke rumah tiap semester.

 

21. Dan yang terakhir namun juga penting: Carilah hasratmu.

Mencari passion itu memang tidak mudah. Kalau memang kamu belum menemukannya semasa kamu kuliah, itu pun tidak apa-apa. Kamu masih dapat berhasil kalau kamu setidaknya berhasil mengeliminasi hal-hal yang kamu anggap bukanlah passion-mu. Tapi pastikan kamu menemukannya sebelum ulang tahunmu yang ke-30 ya!

 

(Sumber: http://thoughtcatalog.com/julie-brown/2013/05/21-things-you-need-to-know-to-win-at-college/)

Mencari jurusan

Pilih negara
Sarjana
TENTANG PENULIS

Dian Wijayanti adalah penulis dan editor Hotcourses Indonesia. Ia juga berprofesi sebagai tutor privat Bahasa Inggris dan penerjemah freelance. Dian baru saja dipilih sebagai salah satu kandidat di the Graduate School of Asia Pacific di Waseda University Jepang. Ia juga memiliki pengalaman bekerja di konsultan pendidikan di Indonesia yang bertanggung jawab membantu mahasiswa Indonesia meneruskan pendidikan mereka ke luar negeri, dan sekarang ia ikut membantu dalam proyek Beasiswa untuk Mahasiswa/i Kebidanan yang berbasis di Australia.