Informasi penting
Study abroad: Info Jurusan

Fakta Mengenai Jurusan di Universitas (Bagian 1)

649

Pertama-tama, berhentilah berpikir bahwa memilih jurusan sama halnya dengan memilih pekerjaan. Dua hal ini sangatlah berbeda kecuali kamu mengambil jurusan spesialisasi seperti keperawatan, engineering, dan akuntansi (tapi bahkan ini pun tidak memastikan apapun mengenai pekerjaan masa depanmu).

 

Fakta yang lucu mengenai pemilihan jurusan adalah bahwa secara umum ini merupakan hal yang cukup fleksibel—lebih fleksibel dari yang kamu bayangkan. Misalnya kamu mengambil jurusan ilmu politik dan kamu justru mendapatkan skill analisa yang kemudian akan kamu butuhkan ketika kamu bekerja justru di bidang bisnis. Ditambah dengan kesempatan magang yang bervariasi dan pengalaman pendidikan yang kooperatif, kamu akan menjadi lulusan dengan berbagai macam skill yang dicari para rekruiter.

 

Mungkin kamu merasa belum perlu memilih sekarang juga, apalagi kamu belum lah memilih kelas pertamamu. Namun jangan khawatir. Seperti halnya kebanyakan mahasiswa baru, kamu mungkin merasa tertarik mengambil dan mencoba berbagai macam bidang yang berbeda—atau bahkan tidak sama sekali. Namun baik dengan banyaknya atau sedikitnya pilihan, atau bahkan mungkin kamu sendiri masih kurang pasti mengenai apapun, masih ada banyak cara yang dapat dipraktekan untuk mengatasi masalah ini.

 

Menyingkapkan misteri yang terbesar.

Ketika kita memilih jurusan, Craig Plummer, seorang pembimbing di satu universitas di bagian selatan New Hampshire membagi hal ini menjadi dua kategori.

Yang pertama adalah jurusan-jurusan yang memerlukan banyak tenaga, misalnya keperawatan, engineering, dan bisnis (apalagi kalau berada di dalam sekolah bisnis). Kalau kamu memilih jurusan-jurusan tersebut, ada baiknya kamu langsung menentukan spesialisasi yang kamu inginkan, karena kalau tidak, kamu bisa saja bingung menentukan fokus dan kamu akan banyak ketinggalan mengambil mata kuliah yang diwajibkan. Akibatnya kamu harus mengejar ketinggalanmu dan ujung-ujungnya malah menghabiskan lebih banyak uang dan waktu untuk menyelesaikan studimu.

“Kalau memang mereka memutuskan untuk berkutat di bidang engineering atau keperawatan saat bekerja nanti, baiknya mereka langsung memulai dengan jurusan yang linear,” kata Plummer. Kalau nanti kamu tidak menyukai jurusan tersebut, kamu masih bisa transfer ke jurusan yang lain. “Setidaknya kamu telah mengambil mata-mata kuliah dasar yang kamu butuhkan, sehingga kamu tidak benar-benar membuang waktumu,” kata beliau.

Pengelompokan jurusan yang kedua memiliki cakupan yang lebih besar, dan ada lebih banyak keleluasaan bagi mereka yang masih belum dapat memutuskan spesialisasi mereka, karena pengelompokan ini mencakup bidang studi sisanya. Namun bagaimana baiknya kamu harus memilih?

Menurut Plummer kamu dapat memulai dengan pertanyaan ini: “Apa yang kamu sukai? Hal/bidang apa yang membuatmu bahagia?”

Beliau mengakui bahwa pertanyaan ini sangatlah umum, namun dapat membantumu menentukan pilihan. Namun jangan sekadar memikirkan mengenai kelas-kelas dan aktivitas yang kamu sukai; coba pikirkan juga kenapa kamu menyukai kegiatan-kegiatan tersebut.

“Apa kamu menekuni Kimia karena kamu pintar dalam kegiatan praktikum? Ataukah karena kamu sebenarnya memiliki rencana untuk melakukan proyek riset secara independen?”

 

Dengan pengklasifikasian berikut, jurusan yang lebih terfokus tentu akan menyediakan jalur yang lebih cepat untukmu saat kamu tertarik untuk mengejar karir di bidang yang linear, misalnya dengan jurusan di bidang marine biology, maka kamu juga dapat menjadi marine biologist.

Namun bagaimana kalau kamu hanya memiliki ketertarikan di bidang sains pada umumnya tanpa ada gambaran yang jelas mengenai cita-citamu di masa depan? Ada cukup banyak jurusan yang dapat memberikanmu pembelajaran dasar, misalnya Kimia atau Biologi, yang juga akan memberikan banyak pilihan karir yang berbeda di berbagai bidang sains yang cukup bervariasi. Ketika karirmu pun berlanjut, kamu dapat meniti jurusan sains yang umum dengan kelas-kelas spesialisasi, kegiatan magang, proyek riset atau bahkan mengambil mata kuliah minor. Seringkali kegiatan ekstra kurikuler-lah yang akan membantumu menggali minatmu dan membantumu menentukan apa yang benar-benar ingin kamu lakukan di dunia nyata.

(Yuk lihat jurusan-jurusan yang berhubungan dengan engineering di sini!)

 

Banyak pembimbing yang merekomendasikan kegiatan refleksi diri untuk membantumu membuat keputusan yang besar, karenanya sediakanlah waktu untuk memikirkan hal apa yang benar-benar kamu minati. Tulislah apa yang kamu sukai dan tidak sukai. Catatlah kelas-kelas yang benar-benar menarik perhatianmu dan kegiatan ekskul yang benar-benar kamu sukai. Ada juga tes-tes kepribadian yang akan membantumu menspesifikasikan bidang apa yang memang merupakan keahlianmu, namun kamu dapat mengumpulkan informasi tersebut sendiri secara gratis.

 

"Saya menyokong para murid untuk menentukan jurusan dengan mengingatkan mereka untuk selalu ingin tahu dan memiliki pemikiran terbuka,” kata Ellen Crabtree, Associate Director di Academic Advising di Linfield College di McMinnville, Oregon. “Penting sekali bagi para murid untuk mempertimbangkan minat, hobi dan nilai-nilai yang mereka sukai—untuk mengenal diri mereka sendiri—selagi mereka memutuskan sesuatu yang besar.” Pikirkanlah mengenai tujuan hidup dan karirmu, dan jurusan apa yang dapat membantumu meraihnya.

 

Kalau kamu merasa muak dengan proses pencarian ini, cobalah bicarakan dengan teman-teman dan keluargamu. Apa pendapat mereka akan kemampuan dan kepribadianmu? Mereka mungkin dapat menyediakan masukan yang menarik. Kamu dapat juga berbicara dengan staff di fakultasmu, teman sekelas, kakak kelas, bahkan staff di bagian penerimaan murid baru di kampus incaranmu. Mengunjungi kampus yang kamu mau pun merupakan kesempatan yang berharga, dan kalau kamu mendapat kesempatan untuk berbicara dengan kepala departemen fakultas yang kamu incar, ambilah kesempatan itu!

Lisa Hayes yang baru saja lulus kuliah berkata bahwa minatnya di bidang kimia sejak ia duduk di bangku sekolah menengah atas membuatnya memutuskan untuk memilih jurusan biochemistry di Maryville College di Maryville, Tennessee. Setelah menghabiskan beberapa tahun berkutat dengan kelas Kimia, ia berkata bahwa ia mulai mempertimbangkan jurusan tersebut. “Aku menemukan keahlianku. Ini gampang untukku,” katanya.

 

Hayes mengerti bahwa karir di bidang kimia merupakan sesuatu yang akan ia nikmati karena ia menyukai kelas-kelas kimianya. “Turutilah kata hatimu. Kalau aku tidak menyukai Kimia, aku tidak akan terlalu menikmatinya.”

 

 

(Sumber: http://www.collegexpress.com/articles-and-advice/majors-and-academics/articles/choosing-major/truth-about-college-majors/)

Mencari jurusan

Pilih negara
JenjangPendidikan*
TENTANG PENULIS

Dian Wijayanti adalah penulis dan editor Hotcourses Indonesia. Ia juga berprofesi sebagai tutor privat Bahasa Inggris dan penerjemah freelance. Dian baru saja dipilih sebagai salah satu kandidat di the Graduate School of Asia Pacific di Waseda University Jepang. Ia juga memiliki pengalaman bekerja di konsultan pendidikan di Indonesia yang bertanggung jawab membantu mahasiswa Indonesia meneruskan pendidikan mereka ke luar negeri, dan sekarang ia ikut membantu dalam proyek Beasiswa untuk Mahasiswa/i Kebidanan yang berbasis di Australia.