Informasi penting
Study abroad: Info Jurusan

Fakta Mengenai Jurusan di Universitas (Bagian 2)

501

Mana yang harus didahulukan: Jurusannya atau ranah karirnya?

“Berpikirlah jauh ke depan,” kata Joshua Waddell, Director dari Career Services di Oklahoma City University. “Jangan malah memilih suatu jurusan kemudian mengharapkan adanya prospek karir di kemudian hari. Fokuslah pada bidang pekerjaan yang benar-benar Anda inginkah. Buatlah rencana yang akan membantumu mendapatkan karirmu, dan pemilihan jurusan merupakan bagian dari mencapai tujuan tersebut.”

 

Dan kalau kamu sungguh-sungguh ingin memiliki alternatif, kamu dapat juga mempertimbangkan mengambil lebih dari satu jurusan atau mengambil mata kuliah minor. Aturlah waktu untuk bertemu dengan academic advisor-mu untuk merencanakan jadwal kuliah yang efisien untuk menghindari keharusan mengambil kelas ekstra tanpa harus membuang waktu mengambil mata kuliah yang tidak relevan.

The U.S. Bureau of Labor Statistics mungkin bisa membantu kamu yang berminat kuliah di Amerika melalui the Occupational Outlook Handbook milik mereka. Di dalam buku tersebut terdapat deskripsi mengenai ratusan pekerjaan, termasuk diantaranya kualifikasi pendidikan yang diperlukan, rincian pekerjaan, dan gaji rata-rata. Begitu kamu telah memilah-milah beberapa bidang yang menarik perhatianmu, kamu dapat mencermati Handbook tersebut tanpa perlu membuang waktu membaca-baca mengenai program yang tidak relevan. Buku tersebut akan membantumu menjawab banyak pertanyaan dengan spesifik—dan apabila hal tersebut menimbulkan pertanyaan-pertanyaan baru yang juga relevan, mungkin memang itulah bidang yang tepat untukmu.

 

“Carilah sesuatu yang kamu sukai dan ingin kamu pelajari. Kalau tidak, perjalanan karirmu di kampus akan terasa berat,” kata Katrina Wells, lulusan Lebanon Valley College di Annville, Pennsylvania. Ia memilih dua jurusan di bidang Matematika dan Sejarah, ditambah dengan mata kuliah minor di bidang Komunikasi dalam Bahasa Inggris.

(Klik di sini untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai Lebanon Valley College)

“Aku selalu tertarik dengan Matematika di sekolah dan selalu ingin menanamkan rasa ketertarikan yang sama di bidang tersebut,” katanya. Secara umum, jurusan Matematika merupakan sesuatu yang fleksibel, karena bidang tersebut juga melatih kemampuan menganalisamu dan penalaranmu, ditambah juga dalam mengasah kecermatanmu dengan angka-angka.

Dengan mengambil jurusan di bidang Matematika, kamu bisa memilih jurusan yang cukup bervariasi, mulai dari profesi sebagai biostatistician sampai kepada menjadi pengacara, bahkan ilmuwan komputer. Bidang ini juga merupakan spesialisasi pengajaran yang sering dicari, jadi kalau kamu memiliki minat dan keberanian untuk menghadapi ruangan yang penuh dengan para pemikir muda, ini merupakan titian karir yang menjanjikan.

“Aku mulai merasa tertarik dengan bidang sejarah—terutama sejarah politik dan sosial—setelah mempelajari geografi dan kewarganeraan di SMA,” katanya. “Aku memutuskan untuk mempelajari kedua bidang yang aku sukai dan memilih kedua jurusan tersebut.”

 

Kalau kamu pun memiliki ketertarikan dalam bidang yang bervariasi seperti layaknya Wells, kamu mungkin akan tertarik dalam jurusan yang mengkombinasikan beberapa bidang yang berbeda, yang membuka kesempatan untuk mempelajari bidang studi yang berbeda tanpa harus mengambil dua jurusan dalam waktu bersamaan—yang akan menkonsumsi lebih banyak pekerjaan dan perencanaan dan bukannya macam jurusan yang konvensional. Jurusan semacam ini akan membutuhkan adanya konsultasi dan persetujuan dari pembimbingmu, namun kamu akan mendapatkan banyak fleksibilitas.

 

(Sumber: http://www.collegexpress.com/articles-and-advice/majors-and-academics/articles/choosing-major/truth-about-college-majors/)

Mencari jurusan

Pilih negara
Kejuruan
TENTANG PENULIS

Dian Wijayanti adalah penulis dan editor Hotcourses Indonesia. Ia juga berprofesi sebagai tutor privat Bahasa Inggris dan penerjemah freelance. Dian baru saja dipilih sebagai salah satu kandidat di the Graduate School of Asia Pacific di Waseda University Jepang. Ia juga memiliki pengalaman bekerja di konsultan pendidikan di Indonesia yang bertanggung jawab membantu mahasiswa Indonesia meneruskan pendidikan mereka ke luar negeri, dan sekarang ia ikut membantu dalam proyek Beasiswa untuk Mahasiswa/i Kebidanan yang berbasis di Australia.