Informasi penting
Study abroad: Info Jurusan

Ciptakan Duniamu Sendiri: Meniti Karir di Bidang Set Design

657
Para fans Harry Potter mungkin mengenal ruangan ini.

 

Apa itu Set Design?

Semua orang yang pernah menonton film atau pertunjukkan teater setidaknya pada suatu waktu akan memperhatikan latar belakang dan set di suatu adegan atau pertunjukkan. Seringkali, latar belakang panggung atau adegan di film dan pertunjukkan teater sangatlah membantu dalam membangun suasana. Mereka membuat suatu adegan menjadi benar-benar ‘hidup’ dan nyata dan mendukung kesempurnaan plot cerita yang ada.

Desain set yang seringnya disebut sebagai scenic design (desain pemandangan), adalah kegiatan mendesain dan menciptakan latar yang biasanya digunakan dalam sebuah pertunjukkan seni, termasuk diantaranya film dan drama. Seringkali, ini merupakan sesuatu yang cukup sederhana, misalnya saja kita hanya perlu mengatur dan menaruh beberapa perabot di atas panggung. Namun kali lain, ini merupakan sesuatu yang cukup kompleks, terutama saat kita perlu membangun sebuah lokasi yang kompleks dari nol, misalnya bagian dalam dari sebuah pesawat luar angkasa, dengan bahan-bahan seadanya.

Apa sih yang dilakukan oleh para Set Designer?

Seorang set designer bertanggung jawab mendesain dan menciptakan latar di sebuah film dan drama panggung. Latar untuk tiap-tiap pertunjukkan tersebut seringkali cukup mirip satu sama lain, namun tidak ada yang persis sama.

Misalnya saja, para set designer yang menggarap panggung tradisional mungkin akan memiliki lebih banyak keterbatasan dalam desain mereka; mereka akan dibatasi oleh ukuran panggung yang ada, sebagai salah satu contohnya. Dan juga, mereka tidak boleh lupa bahwa pertunjukkan drama akan dipentaskan di depan penonton secara langsung, jadi tidak boleh ada detail yang sampai tertinggal. Perabotan atau peralatan yang ada pun mungkin harus didesain sedemikian mungkin agar tidak sulit untuk memindahkan mereka dari satu tempat ke tempat lain dalam waktu yang singkat.

Di lain pihak, para set designer di sebuah film biasanya tidak terkungkung oleh keterbatasan serupa; mereka seringkali memiliki bahan yang cukup untuk membangun latar dengan skala yang lebih besar, dan detail-detail yang tertinggal dapat selalu diedit kemudian dengan editan sepele yang kreatif.

Namun, baik dalam membangun latar untuk sebuah drama ataupun film, seorang designer harus selalu mengikuti prosedur dasar yang ada.

Seorang set designer biasanya akan memulai proses desainnya dengan membaca naskah yang ada terlebih dahulu. Selagi ia membaca naskah tersebut, ia juga akan memperhatikan dengan baik deskripsi mengenai latar dan setting dalam adegan yang ada. Hal ini akan membantunya mendapatkan ide akan latar yang perlu ia bangun nantinya.

Aspek penting lainnya dalam pekerjaan seorang set designer adalah bekerja sama dengan anggota kru lainnnya. Ia biasanya akan mendiskusikan latar yang ada dengan sutradara film atau drama mengenai latar yang akan ia ciptakan, agar latar tersebut dapat mendukung suasana serta keseluruhan keutuhan produksi film atau drama yang bersangkutan. Ia juga perlu bekerja sama dengan teknisi pencahayaan, staff properti, tukang kayu, dan masih banyak anggota lain yang juga terlibat dalam produksi yang sama.

Tugas lain dari seorang set designer adalah melakukan riset, dan ia perlu melakukan riset yang bagus dan menyeluruh agar dapat menciptakan desain yang ‘hidup’ dan realistis. Sebagai contohnya, menciptakan latar yang realistis di sebuah produksi dengan setting waktu yang berbeda akan memerlukan riset yang cukup ekstensif, termasuk diantaranya mengamati foto-foto tua, apabila memang ada. Mendesain set dan latar dengan konteks masa kini mungkin akan terasa lebih mudah, namun biasanya hal ini tetap akan memerlukan riset. Misalnya, untuk menciptakan latar yang realistis di sebuah film yang berlatar di dalam kantor polisi, seorang set designer perlu mengunjungi tempat yang bersangkutan atau mengamati foto-foto tempat tersebut.

Setelah ia berkolaborasi dengan anggota kru lainnya dan melakukan riset yang diperlukan, biasanya ia akan mulai membuat beberapa sketsa untuk memvisualisasikan rencananya untuk merealisasikan latar yang akan ia bangun. Selagi ia menyelesaikan langkah yang satu ini, kebanyakan set designer juga perlu merencanakan budgetnya dengan hati-hati, yang berarti bahan-bahan dan tenaga kerja yang diperlukan di tiap-tiap set harus sesuai dengan budget yang tersedia. Saat sang sutradara atau produser menyetujui sketsa yang ia ajukan, biasanya ia sudah dapat memulai membangun dan menciptakan set tersebut.

Sebuah set yang sederhana seringkali dapat tercipta hanya dengan mengatur letak perabotan yang ada di dalam ruangan atau di atas panggung. Namun, di beberapa kasus yang ada, seluruh ruangan atau bahkan seisi rumah perlu dibangun dari nol. Contohnya, para kru film merasa kesulitan—dan bahkan mustahil—untuk bekerja di dalam pesawat terbang sungguhan, karenanya mereka membangun set dengan bagian dalam pesawat terbang. Dalam film-film fantasi, misalnya saja planet-planet lain di dalam tata surya, juga merupakan contoh lain yang memerlukan pembangunan dari nol.

Bisakah kamu menebak film apa ini?

Lokasi Kerja Seorang Set Designer

Intinya, seorang set designer dapat bekerja dimana saja—di tempat-tempat ia perlu membangun set dan latar.

Misalnya saja, banyak teater yang biasanya mempekerjakan set-designer secara full-time, tapi tidak menutup kemungkinan mereka juga mempekerjakan pekerja lepas atau freelancers. Banyak set designer yang bekerja di industry perfilman, kebanyakan di studio produksi skala besar.

Kompetensi yang Diperlukan Dalam Ranah Karir Set Designer

Kreativitas dan orisinalitas ada dua atribut yang paling penting yang harus dimiliki seorang set designer. Sering kali mereka perlu menciptakan atau membangun set atau latar yang kelihatannya mustahil dengan bahan-bahan yang sangat terbatas.

Apabila Anda tertarik untuk meniti karir di bidang ini, Anda juga perlu terbiasa bekerja di bawah tekanan, karena seringkali set designer perlu mendesain dan membangun set dalam waktu yang sangat terbatas. Anda juga perlu memberikan banyak-banyak perhatian ke hal-hal yang mendetail, karena seringkali justru detail-detail yang terasa sepele-lah yang justru menambah keaslian sebuah pertunjukkan.

Tentu saja, kemampuan menggambar dan berkomunikasi juga akan sangat-sangat berguna bagi seorang set designer.

Kualifikasi Apa yang Diperlukan untuk Menjadi Seorang Set Designer?

Anda bisa saja meniti karir ini dengan sekadar bergabung di sebuah teater atau studio produksi, namun apabila Anda sungguh-sungguh serius dengan minat Anda untuk menjalani karir ini, mungkin ada baiknya Anda mempertimbangkan untuk mengambil jurusan serupa di tingkat Universitas.

Gelar S1 di bidang seni, desain interior, atau seni pertunjukkan dapat membantu Anda memulai karir yang sukses di bidang set design. Tapi ada banyak sekolah seni dan seni pertunjukkan yang juga menawarkan progdi di bidang set design.

(Klik di sini untuk melihat daftar universitas yang menawarkan progdi Interior Design atau Performance Arts)

Selagi menempu kuliah, banyak mahasiswa/i set design yang biasanya mendapat kesempatan untuk langsung menempa kemampuannya secara langsung, baik dengan bergabung dengan tim produksi teater di sekolah atau melalui kesempatan magang.

Gaji Rata-rata Seorang Set Designer

Menurut data terbaru di tahun 2016, seorang set dan exhibit designers menghasilkan sekitar Rp631.692.362,-/tahunnya.

Namun sebenarnya gaji para set designers cukup bervariasi, dan ada banyak faktor yang menentukan perbedaan yang ada. Pertama-tama, semakin banyak pengalaman dan talenta yang dapat Anda banggakan, semakin banyak pula upah yang akan Anda dapatkan. Selain itu, seringkali budget di pementasan drama seringkali lebih kecil, karenanya set designer yang bekerja di pementasan drama langsung seringkali akan memperoleh upah yang jelas lebih sedikit dibandingkan dengan set designer yang bekerja di industri perfilman.

Lokasi kerja seorang set designer juga biasanya menjadi salah satu faktor dari banyaknya gaji yang didapatkan. Contohnya saja, menurut data dari Bureau of Labor Statistics, set designer yang bekerja di California dan New York biasanya mendapat gaji lebih besar dibandingkan dengan lainnya yang bekerja di Negara bagian sisanya.

(Sumber: http://www.theartcareerproject.com/set-design-career/654/)

Mencari jurusan

Pilih negara
Sarjana
TENTANG PENULIS

Dian Wijayanti adalah penulis dan editor Hotcourses Indonesia. Ia juga berprofesi sebagai tutor privat Bahasa Inggris dan penerjemah freelance. Dian baru saja dipilih sebagai salah satu kandidat di the Graduate School of Asia Pacific di Waseda University Jepang. Ia juga memiliki pengalaman bekerja di konsultan pendidikan di Indonesia yang bertanggung jawab membantu mahasiswa Indonesia meneruskan pendidikan mereka ke luar negeri, dan sekarang ia ikut membantu dalam proyek Beasiswa untuk Mahasiswa/i Kebidanan yang berbasis di Australia.