Informasi penting
Study abroad: Info Jurusan

TIPS MEYAKINKAN ORTU AGAR DIIJINKAN KULIAH SENI DAN DESAIN

777

 

Sepertinya tidak jarang yang punya pengalaman seperti ini: ketika menyampaikan kepada ortu mau kuliah bidang seni dan desain, ortu langsung menyernyitkan dahi dan mengeluarkan seribu alasan tidak setuju. “Nanti susah cari kerja”, “Masa depan ga jelas”, “Ambil manajemen aja biar gampang nyari kerja” dan komentar-komentar lainnya yang menurunkan semangat.

 

Ada juga sebagian orang tua yang lebih moderen dan pengertian, yang mendukung anak kuliah sesuai dengan bakat dan minat. Tetapi jika kamu bukan anak yang beruntung itu, jangan menyerah, tetap perjuangkan ‘passion’ kamu. Semoga tips-tips di bawah ini bisa membantu...

 

Pertama-tama, perlu dicari tahu apa alasan yang membuat orang tua melarangmu kuliah seni dan desain:

1. Minimnya informasi

Di jaman orang tua kita memasuki bangku kuliah, jurusan seni desain itu belum populer (atau jangan-jangan tidak dikenal). Jadi bagi mereka seni dan desain itu identik dengan menggambar, menjahit, pemahat dan profesi-profesi yang kurang terpandang.

 

2. Jurusan-jurusan aman

Sebagian besar orang tua berpikir seperti ini: kuliah supaya bisa mendapatkan kerja, atau karir yang baik. Dan banyak dari mereka beranggapan jurusan-jurusan yang bagus dan gampang menemukan kerja itu adalah: bisnis, manajemen, kedokteran dan teknik. Sangat jelas seni dan desain tidak masuk dalam kategori ini.

 

3. Kuliah itu formalitas

Berbeda dengan jaman sekarang, dimana ‘passion’ sangat menentukan prestasi, prospek karir dan kualitas hidup, di jaman dulu, kuliah dan mendapatkan gelar itu lebih ke formalitas. Yang penting punya gelar sarjana dari jurusan-jurusan yang aman, supaya bisa diterima bekerja.

 

4. Gender

“Kamu kan anak perempuan, masa mau jadi tukang bangunan?!” Ya banyak orang tua yang beranggapan anak perempuan tidak pantas kuliah arsitek. Atau “Anak laki-laki kok mau belajar jadi tukang jahit?!!” sewaktu mendengar anak laki-lakinya ingin kuliah fashion design.

 

5. Nyentrik

Perlu diakui, banyak desainer atau seniman yang penampilannya ‘agak berbeda’ dengan orang pada umumnya, alias nyentrik. Orang tua tentunya sangat khawatir lingkungan seni dan desain akan membuat anaknya menjadi salah satu dari kaum ‘nyentrik’.

 

6.Mahal

Ya kenyataannya kuliah seni dan desain memang tidak lebih murah. Dan karena ini jurusan yang bersifat praktikal, perlu menyediakan anggaran ekstra untuk membeli peralatan, dan materi-materi untuk tugas.

 

 

Cara mengatasinya:

 

1. Ngomong baik-baik

Jika kamu memang yakin seni dan desain adalah jurusan yang ingin kamu jalani, maka pantas dipertahankan. Walau kamu mendengar banyak komentar yang tidak pas di hati, tetap jaga emosi, dan bersikap sopan. Membantah dan mengeluarkan kalimat seperti  “Ini aku yang ngejalanin, jadi terserah aku!” tidak akan memperbaik keadaan, malah akan membuat orang tua tambah marah.

 

Ajak mereka untuk berdiskusi dengan tenang. Tunjukkan kedewasaanmu supaya orang tua bisa yakin bahwa kamu memang serius dan bukan hanya keinginan sesaat saja.

 

2. Jelaskan prospek kerja seni dan desain

 

Baca juga: Kuliah Seni Kreatif dan Desain di Luar Negeri

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Semua orang tua sayang anak, mereka menginginkan masa depan yang baik untuk anak. Jadi kamu bisa mulai mencari info lowongan kerja apa saja yang bisa kamu jalani nantinya setelah lulus dari seni dan desain, termasuk penghasilannya. Akan lebih baik lagi jika kamu bisa memberikan contoh, misalnya senior atau saudara yang berhasil di karir bidang seni dan desain. Kamu juga bisa men-google tokoh-tokoh Indonesia yang sukses di bidang seni dan desain baik di skala nasional dan internasional.

 

Baca juga: Kuliah Desain Grafis dan Prospek Karirnya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3. Brosur universitas

Sekarang kamu bisa mendownload brosur resmi universitas secara gratis. Setelah itu kamu bisa mencetaknya dan menunjukkan kepada orang tua. Jelaskan mengapa kamu memilih universitas ini, fasilitas apa yang tersedia, prestasi dosen, keamanan tempat tinggal dan kota sekitar, dan bagaimana universitas ini bisa membantu kamu meraih cita-citamu. Sebagian besar universitas memiliki career centre yang bisa membantu kamu mencari kesempatan magang dan kerja.

 

 

 

4. Tunjukkan passionmu

Jika memutuskan ingin kuliah seni dan desain, berarti kamu telah lama menyukai bidang ini bukan? Pastinya punya beberapa hasil karya, atau bahkan memenangkan kompetisi dan mendapatkan sertifikat penghargaan? Kamu bisa menyusun kembali portofoliomu dan menunjukkannya kepada orang tua. Ini adalah kesempatan yang baik untuk mempersiapkan diri menghadapi wawancara dan presentasi portofolio setelah mengumpulkan pendaftaran kamu di universitas nantinya.

 

 

5. Beasiswa

Ada banyak institusi luar negeri yang menawarkan beasiswa seni dan desain untuk mahasiswa internasional. Kamu bisa mencobanya. Dengan demikian kamu bisa semakin membuktikan prestasi kamu di bidang seni dan desain, sekaligus meringankan beban orang tua.

Baca juga: Panduan Paling Lengkap Meraih Beasiswa

 

 

 

 

 

 

 

 

6. Minta bantuan

 

Orang tua belum juga berubah pikiran? Atau ternyata malah ada contoh-contoh anak yang gagal dalam kuliah seni dan desain? Saatnya meminta bantuan dari saudara atau teman dekat orang tua. Kamu juga bisa meminta bantuan guru atau kepala sekolah untuk meyakinkan orang tua kamu.

 

Sekarang orang tua telah mengijinkan kamu kuliah seni dan desain, tetapi tidak mengijinkan kamu untuk kuliah ke luar negeri? Jangan khawatir, baca 4 tips meyakinkan ortu agar diperbolehkan untuk kuliah ke luar negeri.

Mencari jurusan

Pilih negara
JenjangPendidikan*
TENTANG PENULIS