Informasi penting
Study abroad: Pendaftaran Universitas

BEASISWA – MYTH VS REALITY

1777

MYTH #1

DAPAT BEASISWA? MUSTAHIL!!

 

Beasiswa itu tersedia dalam jumlah terbatas, tetapi yang menginginkannya sangat banyak. Itulah yang dipikirkan oleh kebanyakan orang. Sehingga tidak sedikit yang mengurungkan niat untuk mendaftar karena berpikir tidak mungkin diterima.

 

KENYATAANNYA...

 

Ya, mendapatkan beasiswa itu memang tidak gampang, tetapi juga tidak berarti mustahil. Tahukah kamu, ternyata ada ratusan kuota beasiswa yang tidak terpenuhi di Amerika. Jadi sebenarnya ada ratusan beasiswa yang tersia-siakan begitu saja di sana.

 

Banyak beasiswa ditolak hanya karena berkas yang tidak lengkap, atau tidak memenuhi persyaratan. Banyak pendaftar yang asal mengumpulkan formulir padahal tidak memenuhi syarat, atau mengirimkan formulir yang tidak diisi lengkap, atau tidak menyertakan dokumen yang diminta.

 

Untuk bisa mendapatkan beasiswa memang harus rajin mencari informasi, karena sebenarnya beasiswa di luar sangat banyak, hanya saja banyak yang tidak tahu. Di database Hotcourses saja tersedia 3,572 beasiswa untuk bisnis dan manajemen, 2,972 beasiswa untuk ilmu komputer dan matematika, dan lain sebagainya. Lihat daftar lengkap di sini.

 

 

MYTH #2

CUMA JENIUS YANG BISA 

 

Beasiswa memiliki beragam tujuan. Ada beasiswa yang diberikan oleh universitas untuk menarik para pelajar berprestasi. Ada juga beasiswa yang bertujuan untuk mengisi kekurangan tenaga kerja, dan lain sebagainya.

 

KENYATAANNYA...

 

Benar, beasiswa pasti mengajukan persyaratan akademis. Jadi memang harus punya prestasi yang memuaskan supaya bisa dapat beasiswa, tetapi tidak berarti harus jenius. Logikanya, prestasi identik dengan kesungguhan pelajar. Pelajar yang giat dan bersungguh-sungguh umumnya menunjukkan prestasi yang memuaskan, walau belum tentu luar biasa. Nah, kesungguhan inilah yang dicari pemberi beasiswa.

 

Misalnya, Badan Koordinasi Bahasa Mandarin mendapat alokasi beasiswa dari pemerintah Tiongkok. Misinya adalah mengirimkan sejumlah kandidat untuk dididik di Tiongkok, kemudian memanfaatkan ilmu yang telah mereka pelajari di sana untuk memajukan keahlian berbahasa Mandarin warga Indonesia.

 

Beasiswa dengan tujuan sejenis, tidak meminta kandidat yang jenius. Yang dinilai adalah memiliki kemampuan bahasa yang memadai, menyetujui kontrak kerja dan kepribadian yang bertanggung jawab.

 

Beasiswa seperti ini biasanya ditawarkan oleh yayasan, organisasi, perusahaan atau departemen kepemerintahan.

 

 

 

Mencari jurusan

Pilih negara
JenjangPendidikan*
TENTANG PENULIS