Informasi penting
Study abroad: Pendaftaran Universitas

CHECKLIST SIAP DAPAT BEASISWA

2627

INI YANG  HARUS KAMU PERSIAPKAN JIKA INGIN DAPAT BEASISWA KE LUAR NEGERI

 

Selama ini banyak pertanyaan seperti “Min, mau dapat beasiswa syaratnya apa?”, “Nilai Bahasa Inggrisnya minimal berapa?”, “Trus, nilai IPK harus berapa Min baru bisa diterima?” Jadi, untuk merespon semua pertanyaan-pertanyaan umum tersebut, Hotcourses Indonesia menyusun checklist (daftar) yang harus dilengkapi, supaya kesempatan kamu mendapatkan beasiswa akan lebih besar!

 

1. BAHASA INGGRIS

 

Sudahkah kamu mencapai   skor TOEFL (PBT: 550, atau IBT: 79) atau IELTS (6,0)? Ini adalah persyaratan yang paling dasar. Bagaimana bisa kuliah ke luar negeri kalau Bahasa Inggrisnya di bawah standar? Apalagi ikut seleksi beasiswa yang persaingannya ketat. Jadi pastikan kamu mencapai paling tidak skor yang disebutkan di atas. Kalau bisa lebih tinggi lagi, lebih bagus.

 

Mengapa TOEFL dan IELTS penting untuk kuliah ke luar negeri?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perlu diketahui juga, Inggris hanya menerima IELTS. Jadi jika kamu ingin mendapatkan beasiswa ke Inggris, kamu harus mengikuti ujian IELTS.

 

Belum pernah ikut TOEFL atau IELTS sama sekali? Atau skor belum mencukupi? Jangan menyerah. Coba terus sampai mendapatkan skor yang diinginkan. Kamu bisa mengikuti kursus persiapan. Sebenarnya, jika rajin dan disiplin, kamu juga bisa mencapai skor di atas tanpa ikut kelas kursus. Tipsnya adalah banyak-banyak berlatih. Kamu bisa beli buku kumpulan soal-soal IELTS dan TOEFL, atau bahkan bisa mendapatkan gratis di internet. Kamu juga bisa google tips untuk mendapatkan skor tinggi untuk ujian TOEFL atau IELTS.

 

Baca tips untuk unggul dalam IELTS Listening, Reading, Writing & Speaking dan tips untuk mencapai skor tinggi dalam TOEFL IBT bagian Listening, Reading, Writing & Speaking.

 

Kamu juga bisa mendownload aplikasi Andorid gratis untuk persiapan TOEFL dan IELTS, atau membeli buku-buku panduan terbaik untuk persiapan IELTS.

 

 

2. NILAI AKADEMIS

 

Kalau bisa usahakan menjadi 40% teratas di kelas. Minimal nilai rapor 7, atau buat yang sudah kuliah, IPK jangan di bawah 3.0. Nilai yang bagus selain mencerminkan kecerdasan, juga keseriusan dan tanggung jawab dalam belajar. Beasiswa tujuannya membantu pelajar untuk menimba ilmu, supaya bisa kedepannya memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat. Jadi panitia tentunya akan memilih kandidat yang berkarakter bagus, bertanggung jawab dan punya kompetensi.

 

Apakah dengan nilai pas-pasan tidak mungkin dapat beasiswa? Bisa saja, selama kamu punya faktor pendukung lainnya yang relevan. Misalnya, kamu ingin beasiswa ke Jerman. Nilai rapor atau IPK biasa-biasa saja, tapi pernah menang pidato Bahasa Jerman, atau lainnya yang setara.

 

Mahasiswa ini mendapat beasiswa ke Jepang dengan nilai pas-pasan!

 

 

LANGKAH SELANJUTNYA...

 

Jika kamu sudah mendapat skor yang diminta (baik untuk Bahasa Inggris dan akademis), kamu tinggal melanjutkan ke langkah selanjutnya, yaitu mendaftar ke universitas luar negeri yang kamu minati.

 

Bagaimana cara milih jurusan kuliah? Baca 4 Tips Supaya Tidak Salah Jurusan

 

 

 

 

Setelah mendapatkan surat penerimaan (Admission Letter, atau Letter of Acceptance), kamu bisa menggunakannya untuk mengajukan beasiswa. Surat ini adalah pernyataan bahwa kamu telah diterima di universitas tersebut, kemudian juga mencantumkan jurusan, durasi kuliah serta total biaya kuliah.

 

Untuk mengajukan beasiswa, selain skor TOEFL atau IELTS dan transkrip nilai akademis, kamu juga perlu menyediakan dokumen-dokumen di bawah ini. Persiapkan sedini mungkin supaya bisa memberikan hasil maksimal:

 

1. CV

CV atau Curriculum Vitae ini sangatlah penting, karena panitia beasiswa mengenal kita dari CV yang kita tulis. Jadi sangat penting menulis CV yang meyakinkan. Baca Tips untuk menulis CV untuk pengajuan beasiswa:

 

Tips menulis CV Beasiswa luar negeri

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kamu bisa mempersiapkan CV sejak awal, kemudian menyesuaikannya dengan permintaan beasiswa. Ada yang meminta CV dengan data-data standar, ada juga yang meminta CV lengkap yang mencakup motivation letter/ motivation statement (pernyataan motivasi dan tujuan belajar). Tujuannya adalah untuk meyakinkan panitia bahwa kamu adalah orang yang tepat untuk mendapatkan beasiswa tersebut.

 

2. Surat Referensi

Surat referensi memberi nilai tambah bagi CV yang ditulis. Di dalam CV, kita menggambarkan potensi kita dari sudut pandang kita sendiri, berdasarkan prestasi yang kita capai. Sedangkan surat referensi ditulis oleh pihak lain (baik itu guru, dosen, perusahaan, majikan tempat bekerja dan lain sebagainya) yang memberi kepastian bahwa kita memang memiliki kepribadian, kompetensi dan kredibilitas yang baik.

 

Baca juga: Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis surat referensi dan siapa saja yang bisa diminta untuk menuliskan surat referensi.

 

3. Formulir pendaftaran

Formulir pendaftaran dapat didownload dari situs pemberi beasiswa. Pastikan mengisi formulir dengan lengkap dan jelas. Jangan mengosongkan bagian manapun. Biasanya di situs akan dijelaskan cara mengisi formulir dan apa saja yang diminta, dan yang perlu diperhatikan. Baca dengan seksama sebelum mengisi.

 

4. Dokumen-dokumen lainnya

Tergantung penyelenggara beasiswa, terkadang ada yang meminta tes kesehatan (misalnya beasiswa ke Australia), surat keterangan kerja, tes-tes tertentu seperti GRE/GMAT.

 

 

Jika kamu sudah melengkapi persyaratan-persyaratan di atas, maka kamu sudah siap mendapatkan beasiswa. Terdengar ribet, sulit atau mustahil? Kamu perlu membaca artikel di bawah ini. Untuk bisa dapat beasiswa, kamu wajib terhindar dari 5 mental yang membahayakan ini:

 

5 mental berbahaya yang menggagalkan pengajuan beasiswa

 

Mencari jurusan

Pilih negara
JenjangPendidikan*
TENTANG PENULIS