Informasi penting
Study abroad: Pendaftaran Universitas

Mahasiswa Ini Mendapat Beasiswa ke Jepang dengan Nilai Pas-pasan!

30014

Panggilan akrabnya Jamal. Berawal dari SD pinggiran di Kota Malang, berlanjut menjadi siswa biasa di SMP biasa di Kota Malang, kemudian melanjutkan sekolah di MAN yang hanya lulus dengan nilai pas-pasan. Siapa sangka anak yang biasa bolak-balik masuk ruang guru untuk remedial dan hampir tidak lulus UNAS SMA bisa masuk UGM. Siapa sangka lulusan biasa-biasa saja yang kadang dipandang sebelah mata bisa kuliah di Jepang dengan Beasiswa INPEX yang hanya memilih 3 orang mahasiswa Indonesia setiap tahunnya.Kini, Jamal menjadi mahasiswa master di Hokkaido University, Jepang. Berikut ceritanya...

 

DOWNLOAD BROSUR INFO BEASISWA ​​

 

Alasan  Memilih Hokkaido University


Jadi sebenarnya cerita mengapa aku memilih Hokkaido University cukup panjang. Ada faktor kesengajaan dan ada juga yang tidak disengaja. Mungkin aku akan mulai cerita dari faktor ketidak sengajaan dahulu ya. Jadi pada tahun 2013, saat aku masih menjadi mahasiswa semester 8, ceritanya aku iseng-iseng mengirim abstrak penelitian ke sebuah konferensi yang diadakan di Hokkaido University. Pada saat itu aku tidak ada bayangan sama sekali seperti apa itu Hokkaido, bahkan mungkin saat itu adalah saat pertamaku mendengar nama Hokkaido University. Sebelumnya aku hanya tahu tentang Tokyo, Kyoto, dan Osaka University yang diyakini sebagai tiga kampus terbaik seantero Jepang. Untuk Hokkaido University sendiri, aku hanya tahu bahwa kampus ini ada di Jepang, tidak lebih dari ini. Dan secara tidak sengaja penelitianku diterima dan dengan jalan yang berliku dan panjang, akhirnya aku tiba juga di Hokkaido University. Tepat di puncak musim salju 2013, aku tiba di Jepang dan merasa sangat nyaman dengan suasana Kota Sapporo dan Hokkaido University tentunya. Untuk alasan mengapa aku merasa nyaman, nanti akan aku ceritakan lebih rinci. 

 

"Pada saat itu, aku bertemu dengan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Hokkaido University dan beliau nyeletuk “Jamal nggak coba cari professor disini? Barangkali ada yang cocok, lho”. Setelah aku pikir, ada benarnya juga. Aku sudah jauh-jauh dari Indonesia ke Jepang dan tentunya aku pulang dengan mendapatkan hasil semaksimal mungkin. Segera aku ngepoin profil professor-professor yang ada di Hokkaido University, dan setelah menemukan salah seorang professor yang cocok, aku membuat appointment untuk bertemu dengan beliau dan beruntung beliau bersedia untuk kutemui. Setelah pertemuan yang unforgettable itu, aku tetep keep contact dengan beliau hingga aku sekarang bisa sampai sini. Saat itu aku sempat membatin, "aku akan kembali lagi ke Sapporo untuk mengambil sebagian hatiku yang kutinggal di Sapporo"

 

 

 

 

Tadi yang secara tidak sengaja. Untuk yang disengaja, alasan mengapa aku memilih Jepang mungkin mirip dengan kebanyakan orang. Kita sejak kecil sudah disuguhi dengan banyak sekali hal-hal berbau Jepang seperti anime, komik, dkk. Selain itu, Jepang juga salah satu negara yang maju dibidang sains dan teknologinya. Dan untuk spesifik Hokkaido University-nya, pertama karena Hokkaido University adalah salah satu kampus top 10 Jepang dan sekaligus sebagai kampus tercantik sejepang, kemudian karena aku ingin belajar tentang lingkungan, Hokkaido University punya Graduate School of Environmental Science yang pertama berdiri di Jepang. Menurut salah satu sempai, untuk bidang Plant Ecology, bidang yang saya dalami, di Hokkaido University adalah salah satu bidang Plant Ecology terbaik seJepang. Tidak hanya dari segi bidang ilmunya, kota Sapporo yang bukan kota kecil, dan juga bukan kota yang megapolitan sangat cocok denganku. Biaya hidup yang relatif terjangkau dibanding kota-kota penting lainnya di Jepang. Di kota Sapporo sendiri, akses ke tempat-tempat penting bisa dijangkau dengan mudah hanya dengan bersepeda atau berjalan kaki. Aku bisa bilang demikian karena aku sudah mengunjungi beberapa kampus lain dan sejauh ini Hokkaido University punya salah satu akses termudah. 

 

Proses Pendaftaran ke Hokaido University 
 

Untuk proses pendaftarannya, sebenarnya saya apply beasiswa terlebih dahulu, setelah diterima beasiswanya, baru saya mendaftar ke kampus Hokkaido University.  Dan semua informasi pendaftaran diberitahu ke aku melalui sekretaris Professorku di Jepang dan dari Foundation beasiswaku. Jadi aku hanya let it flow aja. Tidak terlalu ambil pusing tapi tetap mematuhi deadline-deadline yang ada. 

"Untuk beasiswa, beruntung aku bisa menjadi salah satu penerima beasiswa INPEX Scholarship Foundation yang hanya diberikan kepada tiga orang setiap tahunnya. Aku sudah mengetahui informasi tentang beasiswa ini di beberapa semester terakhir kuliahku dari beberapa grup facebook yang aku ikuti, tapi aku tidak pernah menyangka aku bisa mendapatkan beasiswa ini. Bener-bener tidak menyangka. Tapi jangan berfikir kalau aku adalah orang yang cerdas dengan IPK menjulang tinggi atau jadi mahasiswa berprestasi di Kampus. Ada beberapa hal yang aku yakini menjadi alasan mengapa aku diterima beasiswa ini"

 

 

Untuk kelengkapan berkas sendiri, saat mendaftar beasiswa berkas yang dibutuhkan seperti application form, ijazah, transkrip, skor tes bahasa inggris, surat rekomendasi, surat keterangan sehat, dan CV. Sedangkan saat mendaftar ke kampus, syaratnya lebih simpel seperti application form, ijazah, dan traskrip nilai. Mungkin syarat-syaratnya sudah klasik banget ya. Jadi mungkin aku akan sedikit berbagi tentang hal-hal yang perlu diperhatikan saat mendaftar, terutama mendaftar beasiswa karena mendaftar beasiswa lebih sulit daripada mendaftar ke kampusnya.
 
 

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan saat Mendaftar Beasiswa INPEX dan Hokkaido University 

 
Yang pertama, pastikan kamu tahu passionmu terlebih dahulu dan pastikan kamu itu berbeda dengan orang lain. Kamu punya jati diri dan kamu yakin dengan belajar ke Jepang, orang lain juga bisa mendapatkan manfaatnya. Yang kedua, jangan malas mencari informasi, karena zaman sekarang orang yang aktif mencari informasi akan lebih mendapatkan banyak hal dibanding dengan orang yang hanya menunggu atau meminta informasi secara pasif. Yang ketiga, jangan malu untuk meminta pertimbangan orang lain, terutama dalam penulisan application form. Dulu aku berkali-kali meminta koreksi ke dosen dan orang yang kompeten tentang bahasa inggris untuk membenahi bahasa inggrisku yang masih berantakan. Yang ke empat, pastikan kamu bisa membuktikan kalau kamu menyukai bidang yang ingin kamu dalami di Jepang. Semisal kamu ingin mendalami bidang lingkungan, kamu harus punya pengalaman yang menunjukkan bahwa kamu memang peduli dengan lingkungan, semisal kamu punya penelitian dan publikasi ilmiah tentang ilmu lingkungan, kamu aktif dalam kegiatan sosio-lingkungan, kamu mengetuai organisasi lingkungan, dll.
 

 

"Jadi tidak melulu dilihat dari IPK meski IPK memang penting. Bagi kamu yang masih di awal tahun perkuliahan, kamu masih punya banyak waktu untuk mencari pengalaman sebanyak-banyaknya untuk mendukung profilmu, tapi bagi kamu yang mungkin sudah di penghujung tahun atau bahkan sudah terlanjur lulus kuliah, coba cari hubungan antara pengalamanmu dengan bidang studi yang ingin kamu dalami. Tapi kalau memang benar-benar tidak ada pengalaman, keep trying sama keep doing your best aja. Karena kesempatan tidak akan tertutup untuk siapapun yang ingin berusaha"

 

Proses Seleksi Masuk Hokkaido University

Jadi kalau skema beasiswa dan skema studi S2 di Jepang kebanyakan harus melalui tahapan yang namanya Research student. Setelah menjadiresearch student selama paling tidak 6 bulan, akan ada ujian masuk yang berbeda-beda tiap jurusan maupun beda universitas. Kalau menurut pengalamanku, ujiannya ada ujian tulis dan presentasi research plan. Untuk ujian tulis juga tidak bisa diprediksi, terkadang lebih sulit yang diperkirakan terkadang jauh lebih mudah dari yang dipersiapkan. Untuk tipsnya sih tentu kita perlu menyiapkan kemungkinan terburuk, yaitu soal ujian yang sulit. Jadi sebaiknya ya belajar sesuai dengan kisi-kisi yang diberikan oleh pihak penyelenggara ujian. Untuk cara belajar silahkan sesuaikan dengan cara belajar masing-masing.

 

 

 

Bahasa yang Digunakan di Hokkaido University 

 
Untuk bahasa pengantar kuliah tergantung mata kuliahnya. Ada yang full Bahasa Inggris, ada yang bilingual Inggris-Jepang, ada yang full bahasa Jepang, atau bahkan ada juga yang trilingual, Bahasa Inggris-Jepang-Indonesia. Beruntung sebelum keberangkatan ke Jepang, pihak beasiswa INPEX juga membiayai biaya persiapan belajar bahasa Jepang di Indonesia. Sebelum ke Jepang aku sempat belajar bahasa Jepang selama 4 bulan dan aku melanjutkan belajar Bahasa Jepang setelah tiba di Jepang. Meski telah belajar, tetapi tetap saja memahami bahasa Jepang apalagi yang ilmiah tidaklah mudah. Di semester pertama aku cukup dibikin bingung dengan kuliah yang full Bahasa Jepang. Tetapi setelah di semester kedua, aku sudah bisa memahami penjelasan dosen meski dalam bahasa Jepang. 
 
 
"Kalau untuk aku pribadi, aku memilih mata kuliah yang aku suka, bukan berdasarkan bahasanya. Meski dalam bahasa Jepang, tugas-tugas serta komunikasi dengan dosen dapat dilakukan dalma bahasa Inggris. Dose-dosen juga memberikan kemudahan bagi mahasiswa asing"
 
 

SPP di Hokkaido University

 
Berhubung semua biaya sudah diurus oleh beasiswa, jadi aku tidak tahu berapa biaya SPP disini. Tapi setahu saya sih untuk program master sekitar 30 jutaan tiap semester kalau dirupiahin. Untuk jurusan lain juga kemungkinan kisarannya sama. 
 

Mahasiswa Indonesia di Hokkaido University

 
Untuk di Hokkaido University sendiri, ada setidaknya 60-an mahasiswa dari Indonesia, tidak termasuk mahasiswa exchange yang jumlahnya tidak sedikit. Mahasiswa Indonesia di Hokkaido University menempati posisi ketiga terbanyak setelah mahasiswa Cina dan mahasiswa Korea. Disini kami juga punya yang namanya Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Hokkaido.
 
 

 

 
 
"Kami PPI Hokkaido sering mengadakan even yang sering melibatkan seluruh warga Indonesia, tidak hanya mahasiswa, di Hokkaido. Karena mahasiswa Indonesia di Hokkaido terpusat di Hokkaido University dan hampir dari kami semua tinggal berdekatan satu sama lain, oleh karenanya, intensitas kami bertemu juga cukup tinggi. Jadi dengan atau tanpa kumpul-kumpul yang diadakan secara resmipun kami akan sering bertemu"
 
 

Kehidupan Mahasiswa Khususnya Mahasiswa Muslim di Hokkaido University
 

Untuk mahasiswa di kampus Hokkaido secara umum, mungkin sama seperti mahasiswa pada umumnya yang disibukkan dengan urusan kuliah, penelitian, dan kegiatan akademik lainnya. Tidak hanya kegiatan akademik, di Hokkaido University ada banyak kegiatan non akademik yang bisa dilakukan. Bisa dengan melakukan kerja paruh waktu, mengikuti klub olahraga maupun organisasi kemahasiswaan. Untuk aku pribadi, aku sering melakukan kerja paruh waktu sebagai pengajar Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, teaching assistant, dan lain-lain. Selain itu, aku juga bergabung di salah satu club seni bela diri tradisional Jepang dan menjadi perwakilan Indonesia di komite pengurus koperasi kampus yang merupakan mahasiswa asing di Hokkaido University. Aku juga menjadi pengurus di PPI Komisariat Sapporo sekaligus pengurus PPI Jepang pusat.  Sebisa mungkin, aku menyeimbangkan kegiatan akademik dan kegiatan non-akademik untuk memperkaya soft-skillku.

 

 

 
 
"Sebagai mahasiswa muslim, aku merasa Hokkaido University dan Sapporo sangat muslim friendly. Di Hokkaido University sendiri, terdapat beberapa tempat sholat yang bisa diakses. Untuk masjid juga berlokasi tidak jauh dari kampus, hanya 5 menit berjalan kaki dari kampus. Mungkin Hokkaido University adalah salah satu kampus di Jepang yang memiliki akses termudah ke Masjid. Ketika bulan puasapun kegiatan shalat tarawih bersama, iktikaf, buka puasa bersama dan kegiatan lainnya yang biasa dilakukan di Indonesia bisa dilakukan disini juga. Pada sholat idul fitri maupun sholat idul adhapun kita bisa melakukannya di salah satu lapangan yang berlokasi di dekat masjid. Komunitas muslim Indonesia di Sapporo juga rutin mengadakan pertemuan mingguan yang biasa diisi dengan makan bersama, kajian, dan bincang-bincang untuk mendekatkan satu sama lain secara emosional. Jadi benar-benar tidak begitu berbeda dengan kehidupan muslim di Indonesia"
 
 
Dari segi makananpun sudah banyak sekali restoran masakan halal di sekitaran Kampus, begitupun di dalam kantin kampus yang juga menyediakan beberapa menu makanan halal. Jika ingin masak sendiripun, sudah banyak toko yang menjual daging berlabel halal dan toko-toko produk halal. Jadi kita disini tidak perlu khawatir tidak mendapatkan makanan halal.
 
 

Sistem Perkuliahan di Hokkaido University

 
"Untuk sistem perkuliahan tentu berbeda dengan sistem perkulahan di Indonesia.  Pada umumnya, di kampus Jepang banyak presentasi jurnal maupun presentasi penelitian di laboratorium masing-masing. Namun kebanyakan dalam perkuliahan tidak ada ujian seperti di Indonesia yang materinya cukup padat.  Di Jepang, penelitian lebih diutamakan daripada kuliah yang biasa.  Oleh karenanya, dalam perkuliahan, aku merasa kalau nilai lebih mudah didapat daripada perkuliahan di Indonesia"
 
 
Tetapi, untuk labku cukup berbeda. Tidak ada banyak presentasi, tidak ada jam kerja,  pokoknya tidak se-strict lab lainnya di Jepang. Beberapa perkuliahan pun hanya membutuhkan waktu tiga hari intensif dan nilai 2 SKS akan keluar. Ada juga mata kuliah yang dalam setengah semester sudah selesai. Penelitianpun tidak seperti lab lain yang cukup under pressure, di labku urusan penelitian banyak menuntut kemandirian tiap anggota lab. Tapi sekali lagi, apa yang aku alami tidak berlaku di semua kampus di Jepang.
 

 

 
 

Keunggulan Bidang Ilmu di Hokkaido University  
 

Hokkaido University terkenal untuk bidang Pertanian dan Ilmu lingkungannya.  Dalam sejarah berdirinya Hokkaido University, dahulu kampus ini bernama Sapporo Agricultural College yang bahkan lebih tua usianya daripada kampus Tokyo University yang namanya sudah menggaung. Karena berangkat dari bidang pertanian, Hokkaido University jadi dikenal akan bidang pertaniannya yang maju. Hokkaido sendiri terkenal akan produksi hasil pertaniannya yang bagus dan melimpah dibandingkan dengan daerah lain di Jepang. Tapi kalau pendapat pribadiku, hal ini bukan berarti bidang lain tidak bagus.
 
 
"Bagus tidaknya kampus juga tidak dilihat dari rankingnya, tetapi dari kesesuaian bidang kita dengan professor. Semisal bidang ilmu perikanan yang menggunakan aplikasi GIS, meski banyak kampus yang rangkingnya berada di atas Hokkaido University, namun untuk bidang ilmu ini, salah satu yang paling berkembang se Jepang ada di Hokkaido University. Mungkin untuk contoh ekstrimnya, sebagus apapun Harvard University di bidang Ilmu Sosialnya, tetapi kalau bidang kita adalah sastra Indonesia, kuliah di Indonesia akan jauh lebih baik daripada di Harvard University sekalipun"
 
 

Fasilitas Mahasiswa di Hokkaido University 

 
Untuk fasilitas aku rasa sama dengan kampus Jepang lainnya karena dari segi fasilitas cenderung merata di Jepang. Biasanya semua riset yang dilakukan didalam laboratorium akan dibiayai secara penuh oleh Lab sehingga kita tidak perlu mencari sumber dana lain untuk bisa melakukan penelitian. Dan secara umum, di kampus di Jepang, mahasiswa bisa mengakses berbagai alat-alat canggih secara gratis yang kalau di Indonesia pengguna diharuskan membayar sekian rupiah untuk bisa menggunakannya. Mahasiswa disini juga bisa keluar masuk kampus kapanpun selama 24 jam, berbeda dengan di Indonesia yang terkadang membutuhkan ijin untuk bisa tinggal lebih lama di dalam kampus.
 

 

 
"Hokkaido University itu cantik di setiap musim. Ada sakura dan bunga berwarna warni di musim semi, ada banyak pepohonan hijau di musim panas, ada warna warni daun berguguran di musim gugur, dan ada salju halus di musim dingin. Tidak semua kampus bisa menikmati keindahan empat musim, loh. Kedua, seperti yang sudah aku bilang kalau akses disini sangat mudah, tidak seperti yang dibayangkan orang sebelumnya. Akses dari airport kurang dari 40 menit dengan kereta, kemudian dari Sapporo Station ke kampus kurang dari 10 menit. Akses ke tempat-tempat pentingpun bisa dijangkau hanya dengan bersepeda beberapa menit. Masjid cuma 1 blok dari kampus, dari depan masjidpun kampus sudah bisa terlihat. Beberapa produk halal juga bisa diakses dengan mudah. Kemudian berhubung kalau kemana-kemana kita tidak perlu naik kereta atau subway, biaya hidup di Sapporo jadi lebih terjangkau. Berbeda dengan kota-kota lain yang untuk ke kampus perlu naik subway, atau hanya ingin makan saja perlu naik bus. Jadi di Hokkaido University, bisa mendapatkan fasilitas riset yang oke, pemandangan kampus yang oke, dan biaya hidup yang relatif terjangkau"
 
 

Bergaul di Lingkungan Internasional 

 
Kalau menurutku pribadi sih yang penting jangan malu memulai pembicaraan dengan orang asing. Terkadang karena aku tidak begitu percaya diri, aku agak canggung untuk berkomunikasi dengan Bahasa Inggris. Tetapi setelah mencoba berkomunikasi, meski terkadang aku tidak mengerti apa yang mereka bicarakan, mereka tidak mempermasalahkannya. Sejak saat itu, aku tidak lagi canggung untuk memulai pembicaraan dengan orang asing lainnya.
 

 

 

Motivasi 

 
Buat kamu yang ingin berkuliah di luar negeri, terutama di Hokkaido University, tanamkan baik-baik dalam pikiran kalau usaha tidak akan membohongi hasil dan tidak ada usaha yang sia-sia. Semua orang yang keluar negeri pasti melalui proses yang namanya usaha maksimal meski nampak mulus jalannya. Bagi yang masih kuliah, aku sarankan untuk menyeimbangkan kegiatan akademik dan non akademik, tapi tetap sejalur dengan bidang ilmu yang kamu suka. Bagi yang sudah lulus kuliah, persiapkan dokumen-dokumen sebaik mungkin...
 
 
"Karena diluar sana ada ratusan atau bahkan ribuan orang yang melakukan hal yang sama denganmu. Dan ketika semua orang layak dan memiliki kesempatan yang sama untuk mendapat beasiswa, pastikan kamu punya sesuatu yang berbeda yang tidak dimiliki orang lain. Karena memang pada dasarnya setiap orang berbeda, tetapi ada yang tau kelebihannya dan ada yang tidak tahu"

 

SUMBER: BERKULIAH.COM

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mencari jurusan

Pilih negara
Pascasarjana
TENTANG PENULIS

Hotcourses Indonesia menyediakan informasi dan membantu proses melamar kuliah di luar negeri.

Coba lihat...