Informasi penting
Study abroad: Pendaftaran Universitas

Persyaratan dan Cara Pindah Jurusan Kuliah S1 ke S2

9463

Bisakah Saya Mendaftar S2 di Program Jurusan yang Berbeda yang Kualifikasi S1 yang Saya Miliki?

Mengenyam pendidikan itu tidak berbeda dengan berinvestasi—dan hal ini dapat terasa menakutkan terkadang; misalnya saja ternyata Anda ternyata memiliki banyak sekali minat yang berbeda-beda, atau Anda ingin berganti pekerjaan, atau sekadar ingin meniti karir di bidang yang Anda rasa lebih menguntungkan. Karenanya Anda mungkin bertanya-tanya apakah mungkin Anda dapat mendaftar program S2 yang tidak linear dengan kualifikasi S1 yang Anda miliki.

 

Banyak universitas yang menunjukkan pilihan atas berbagai macam karir melalui jalur akademis yang lurus dan linear, namun kenyataannya Anda sebenarnya memiliki banyak pilihan akan karir akademik Anda, dan seringkali Anda tidak benar-benar membutuhkan kualifikasi S1 tertentu untuk progdi yang Anda pilih di tingkat S2.

 

Anda bisa jadi adalah seorang mahasiswa yang sedang mengejar karir impian Anda ataupun seorang eksekutif yang sedang mencari alternative lain dan mungkin sedang ingin membanting setir di ranah karir yang lain, dan mendapatkan kualifikasi S2 merupakan cara yang bagus untuk mencapai tujuan Anda.

 

S1 vs. S2: Mengevaluasi Kembali Tujuan Anda

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Coba kembali bayangkan diri Anda dulu ketika Anda baru saja menjadi Sarjana. Di beberapa kasus yang ada, seorang murid berumur 18 tahun tidaklah yakin akan minatnya di bidang akademik maupun tujuan hidupnya, dan ia memilih sebuah jurusan hanya karena ia tidak yakin akan apa yang akan ia lakukan dalam hidupnya di masa depan.

 

Mungkin Anda memilih jurusan yang Anda pilih di tingkat S1 dulu atas bujukan orangtua ataupun sekolah Anda, atau mungkin Anda memang dulunya tertarik di bidang tersebut namun sekarang Anda sudah tidak lagi tertarik. Sekarang saat Anda dihadapkan dengan pasar kerja yang penuh persaingan, atau mungkin dengan tujuan hidup yang lebih realistis, Anda berpikir untuk membanting setir.

 

Atau mungkin saja seorang professional yang telah lama bekerja pun berpikir untuk berpindah haluan di ranah karir yang lain, dan karenanya ia berusaha mencari kualifikasi S2 yang berbeda. Kematangan yang baru ini haruslah dipandang dari sudut pandang yang positif dan berani.

 

Koran The New York Times melaporkan bahwa....

Hasrat dan pengalaman seseorang jauh lebih penting daripada jurusan yang telah diambilnya

 

jadi apabila Anda dapat menunjukkan hasrat dan minat Anda di bidang Anda yang baru, kualifikasi S1 Anda tidak akan menjadi suatu halangan. Di kebanyakan kasus yang telah terjadi, mengambil jurusan baru di tingkat S2 adalah sesuatu yang sangat mungkin.

Tentu saja bisa jadi Anda perlu mengambil beberapa mata kuliah tertentu terlebih dahulu agar Anda dapat memenuhi ketentuan dalam suatu progdi di tingkat S2, tapi ini tidak mengubah kemungkinan bahwa Anda tetap dapat mengubah haluan Anda demi karir masa depan.

 

Persyaratan untuk S2

 

Haruskah Anda memilih jurusan bisnis dan mengambil jurusan MBA atau memilih untuk menjadi seorang terapis dengan mengambil jurusan psikologi sampai ke tingkat S2? Kalau Anda memang tertarik dengan kedua jurusan tersebut, Anda bisa saja mengambil keduanya.

 

Ada banyak program yang bersedia menerima kandidat yang memiliki kualifikasi S1 dari bidang yang berbeda-beda. Bahkan banyak sekolah sebenarnya lebih menyukai para kandidat yang demikian, karena jalur karir kebanyakan pun sebenarnya cukup bervariasi. Asalkan ada kualifikasi S1, kebanyakan sekolah hanya meminta persyaratan-persyaratan tertentu saja untuk kuliah S2.

 

Apa saja persyaratan ini?

Jawabannya berbeda-beda, tergantung dari jurusan yang Anda pilih, tentunya. Kebanyakan sekolah bisnis menekankan pada adanya kompetensi berkomunikasi yang dominan, termasuk diantaranya bekerja dengan rekan kerja atau dengan tim, juga kompetensi untuk mencari solusi marketing yang inovatif.

 

Apabila kualifikasi S1 Anda adalah di bidang Sastra Bahasa Inggris, maka tentunya kompetensi berkomunikasi secara dominan sudah di tangan—bisa jadi termasuk bekerja sama dalam tim yang tampak dari kolaborasi Anda menulis jurnal atau skripsi.

 

Sekolah yang Anda tuju mungkin akan meminta Anda untuk mengambil beberapa mata kuliah matrikulasi terlebih dahulu untuk mengejar ketinggalan Anda di bidang yang akan Anda tempuh kemudian, namun mata kuliah tambahan ini dapat diintegrasikan ke dalam silabus program S2 Anda, jadi Anda tidak perlu membuang waktu lagi untuk kembali mengambil S1 lagi.

Saat Anda berkonsultasi dengan sekolah yang Anda tuju, tanyalah secara spesifik akan kemungkinan untuk mengambil program S2 yang Anda mau dengan kualifikasi S1 yang berbeda, karena staf di kantor penerimaan mahasiswa baru di kampus yang Anda tuju dapat membantu mengarahkan Anda dengan memberikan informasi yang tepat.

 

 

Apabila karir yang Anda ingin kejar sangatlah berbeda dengan kualifikasi pendidikan Anda yang terakhir—misalnya saja Anda memiliki gelar S1 di bidang seni, namun Anda ingin memulai karir baru di bidang kesehatan — cobalah menantang diri Anda sendiri dengan mencari-cari hal-hal yang berbau kesehatan, misalnya dengan menjadi sukarelawan di rumah sakit lokal, mengambil kursus singkat di bidang CPR, atau mewawancarai para perawat atau doctor.

 

Semakin banyak minat dan motivasi yang Anda tunjukkan dalam bidang karir yang hendak Anda tuju, semakin besar pula kesempatan Anda untuk meyakinkan sekolah yang Anda tuju akan kemampuan dan kapasitas Anda di bidang yang hendak Anda coba.

 

(Sumber: http://www.bestmastersdegrees.com/best-masters-degrees-faq/can-i-get-a-masters-degree-if-my-bachelors-degree-is-in-another-field)

Mencari jurusan

Pilih negara
Pascasarjana
TENTANG PENULIS

Dian Wijayanti adalah penulis dan editor Hotcourses Indonesia. Ia juga berprofesi sebagai tutor privat Bahasa Inggris dan penerjemah freelance. Dian baru saja dipilih sebagai salah satu kandidat di the Graduate School of Asia Pacific di Waseda University Jepang. Ia juga memiliki pengalaman bekerja di konsultan pendidikan di Indonesia yang bertanggung jawab membantu mahasiswa Indonesia meneruskan pendidikan mereka ke luar negeri, dan sekarang ia ikut membantu dalam proyek Beasiswa untuk Mahasiswa/i Kebidanan yang berbasis di Australia.

Coba lihat...