Informasi penting
Study abroad: Pendaftaran Universitas

Mitos Mengenai Lanjut Kuliah S2 (Bagian 1)

2645

Mitos Mengenai Lanjut S2 #1: Anda perlu kualifikasi S1 dari bidang yang linear/serupa

 

 

Mitos inilah yang membuat saya menunda berbulan-bulan studi S2 saya karena saya tidak tahu betapa mudahnya bagi jurnalis untuk berubah karir menjadi seorang konsultan.

 

Karena saya tidak memiliki kualifikasi tingkat Sarjana di bidang Psikologi, saya selalu berpikir saya tidak dapat memenuhi syarat untuk mendaftar di progdi Counseling Psikologi di tingkat Magister.

 

Saya mengambil jurusan S1 Komunikasi dan hanya memiliki pengalaman menulis dan mengedit tulisan. Saya tidak pernah melakukan konsultasi psikologi secara perorangan dan tidak pernah mengikuti mata kuliah statistik psikologi. Satu-satunya pengetahuan psikologi yang saya tahu berasal dari 2 mata kuliah yang saya ambil di tahun pertama saya kuliah 7 tahun yang lalu. Saya tidak yakin ini akan membuat universitas tujuan saya terkesan.

 

 

Saya sangat yakin saya harus mengulang dan mengambil lagi program S1 di bidang psikologi. Namun, terlepas dari keinginan saya yang kuat, saya benar-benar tidak memiliki waktu untuk mengulang kembali kuliah S1 saya, meskipun di bidang yang berbeda. Saya pun tidak memiliki dana untuk itu.

 

Umur saya ketika itu 25 tahun. Saya tidak ingin memulai kembali dari nol, saya hanya ingin mengganti haluan karir saya ke bidang yang saya rasa lebih cocok untuk saya. Saya ingin agar semua kerja keras saya selama ini berarti, dan bukannya dihapuskan begitu saja.

 

 

Akhirnya saya berhenti berasumsi akan hal ini dan mulai bertanya. Dan ternyata semua asumsi saya selama ini salah.

 

Kenyataannya... 

 

Banyak program S2 yang tidak peduli akan jurusan yang Anda ambil di tingkat Sarjana, atau berapa tahun pengalaman kerja Anda di bidang yang relevan dengan program yang mereka tawarkan

 

Malah, direktur fakultas yang saya incar sangat terbuka dan menerima latar belakang studi saya di bidang jurnalisme, dan beliau menjelaskan bahwa orang-orang dengan pengalaman hidup yang beragam justru akan menjadi konsultan yang lebih baik. Tidak ada satupun klien yang sama persis, karenanya pengalaman yang bervariasi justru akan membantu karir saya di hari depan.

 

Namun, meski banyak program magister yang memang menerima orang-orang dengan kualifikasi S1 yang tidak linear, tentu tidak berarti pula Anda bisa asal mendaftar di progdi S2 yang Anda mau tanpa persiapan apapun. Karenanya banyak universitas yang mewajibkan mahasiswa/i-nya untuk mengambil mata kuliah matrikulasi sebelum mendaftar.

 

 

Apa itu prereqs?

Prereqs adalah daftar mata kuliah tingkat Sarjana yang perlu Anda ambil untuk memastikan bahwa Anda memang telah memiliki fondasi yang cukup sebelum memulai kuliah S2 Anda.

 

Misalnya saja, anggaplah Anda dulu mengambil jurusan Bahasa Inggris dan Anda ingin banting setir dan menjadi seorang ahli nutrisi di masa depan. Untuk itu, Anda perlu gelar di bidang Nutrisi agar bisa mendapat pekerjaan yang Anda inginkan, namun mengulang kembali kuliah Anda di tingkat Sarjana terasa sangat membuang waktu.

 

Oleh karena itu, lebih baik Anda menggunakan dana Anda untuk mengenyam pendidikan yang Anda perlukan di tingkat Magister agar Anda dapat memperoleh kualifkasi yang lebih tinggi dan bahkan menghasilkan gaji yang lebih besar. Dan ini tidak akan membuat Anda merasa seakan Anda justru mundur beberapa langkah tapi malah maju!

 

Namun apa masalahnya? Anda bahkan tidak pernah mengambil mata kuliah Nutrition 101.

 

 

Nah, karena itulah Anda perlu mengambil prerequisites ini. Prereqs adalah daftar mata kuliah dasar (misalnya Nutrition 101, Kimia 101) yang perlu Anda ambil untuk mengejar ketinggalan Anda akan materi-materi yang akan Anda pelajari nantinya di tingkat S2. Rata-rata kelas yang harus diambil berjumlah 3-4 kelas, dan ini akan menghabiskan kurang lebih 6 bulan sampai 1 tahun.

 

Namun ini adalah alternatif yang lebih baik daripada mengulang kembali kuliah Sarjana Anda. Dengan prereqs, Anda hanya perlu mengambil mata kuliah dasar yang akan Anda perlukan sebagai bekal Anda sebelum menjajaki bidang yang benar-benar baru bagi Anda nanti di tingkat Magister.

 

Tiap-tiap universitas memiliki prereqs yang berbeda-beda, dan informasi mengenai hal ini biasanya dapat Anda cek di website universitas yang bersangkutan di Ketentuan Penerimaan—Admissions Requirements atau halaman berisi  FAQs—dan kebanyakan universitas akan mensyaratkan nilai B di tiap-tiap mata kuliah sebagai persyaratan pendaftaran.

 

 

Perlu diperjelas kembali bahwa...

 

Prereqs bukanlah bagian dari mata kuliah S2 Anda dan nilai yang Anda dapatkan di mata kuliah prereqs ini tidak akan mempengaruhi IPK Anda sama sekali.

 

Prereqs hanyalah persyaratan yang perlu Anda penuhi sebagai persiapan atau bekal Anda di studi lanjut Anda nantinya.

 

Tunggu artikel selanjutnya yang akan membahas mengenai prerequisites.

INFO: Jurusan Magister apa yang sedang Anda incar sekarang? Mari cari jurusan yang tepat untuk Anda melalui Hotcourses sekarang juga!

 

 

(Sumber: https://ainsleydiduca.com/2011/10/04/grad-school-myth-1-without-bachelors-degree-cant-get-masters/)

Mencari jurusan

Pilih negara
Pascasarjana
TENTANG PENULIS

Dian Wijayanti adalah penulis dan editor Hotcourses Indonesia. Ia juga berprofesi sebagai tutor privat Bahasa Inggris dan penerjemah freelance. Dian baru saja dipilih sebagai salah satu kandidat di the Graduate School of Asia Pacific di Waseda University Jepang. Ia juga memiliki pengalaman bekerja di konsultan pendidikan di Indonesia yang bertanggung jawab membantu mahasiswa Indonesia meneruskan pendidikan mereka ke luar negeri, dan sekarang ia ikut membantu dalam proyek Beasiswa untuk Mahasiswa/i Kebidanan yang berbasis di Australia.

Coba lihat...