Informasi penting
Study abroad: Pendaftaran Universitas

Mitos Mengenai Lanjut Kuliah S2 (Bagian 2)

578

Mitos Mengenai S2 #2: Anda Harus Mengambil Tes GRE

The Graduate Record Exam (GRE) mungkin adalah salah satu langkah yang paling menakutkan dalam mendaftar kuliah S2.

Ini sangatlah benar terutama bagi mereka yang  ingin kembali bersekolah namun telah bekerja selama bertahun-tahun, dari jam 7 pagi sampai jam 7 malam, bepergian dari rumah ke tempat kerja dan memiliki sangat sedikit waktu ataupun motivasi untuk mempelajari kembali apakah |-2| dan |2| sama dengan <, >, or =.

Nah, bagaimana kalau sekarang Anda tahu bahwa tidak semua universitas akan meminta tes GRE?

Banyak program S2 dan bahkan S3 tidak meminta GRE. Banyak yang akan menghiraukan tes ini apabila Anda memiliki IPK yang tinggi. Ini juga berlaku apabila kualifikasi S1 Anda tidaklah linear dengan program S2 yang Anda incar. Namun jangan lupa, Anda tetap perlu memastikan dengan direktur progdi yang bersangkutan sebelum Anda mendaftar untuk memastikan bahwa Anda memang telah memenuhi kriteria dan tidak memerlukan tes GRE.

 

Di bawah ini adalah daftar program S2 yang tidak mengharuskan Anda atau akan menghiraukan tes GRE.

 

1. Business – M.B.A.

U.S. News & World Report menuliskan daftar semua program MBA online yang tidak memerlukan tes GRE ataupun Graduate Management Admission Test (GMAT). Situs ini juga menuliskan daftar program MBA online berakreditasi AACSB yang tidak mengharuskan adanya hasil tes GMAT.

Di halaman FAQs Program MBA Stern School of Business’ Executive dari New York University’s (New York City), tertulis: “Masing-masing pelamar akan menerima ulasan yang menyeluruh dan lengkap, terlepas dari ada atau tidaknya skor GRE ataupun GMAT. Di kasus-kasus tertentu, kami mungkin akan meminta skor GMAT atau GRE sebagai bagian dari aplikasi yang dikirim apabila transkrip ataupun pengalaman kerja para pelamar tidak menunjukkan kesiapan kuantitatif ataupun akademis. Namun tidak berarti mereka yang secara sukarela langsung mengirimkan hasil tes GRE atau GMAT-nya memiliki kesempatan yang lebih besar untuk diterima.”

2. Counseling Psychology

George Mason University (Fairfax, VA) tidak mengharuskan para kandidatnya untuk mengambil tes GRE untuk program M.Ed di bidang Counselling and Development; Community Agency Counselling; dan juga School Counselling.

Massachusetts School of Professional Psychology (MSPP) di Boston juga menyatakan bahwa adanya skor kedua tes tersebut tidak diwajibkan untuk program-program magister yang mencakup diantaranya: MA in Counseling Psychology and Community Mental Health, MA in Counseling, MA in Couples & Family Therapy, MA in Expressive Arts Therapy, MA in Forensic and Counseling, MA in Global Mental Health, dan MA in Media Psychology.

Program  Magister  Clinical  Psychology  di  Pepperdine University‘s (Los Angeles, CA) dengan spesialisasi di bidang Marriage and Family Therapy tidak memerlukan adanya skor GRE untuk para kandidat yang memenuhi persyaratan berikut: 1) IPK di jenjang S1 tidak kurang dari 3,7; ATAU 2) Pengalaman kerja penuh waktu setelah kelulusan S1 selama 7 tahun atau lebih (tidak harus di bidang Psikologi); ATAU 3) Telah menyelesaikan S1 (di bidang apapun).

Towson University (Towson, MD) juga tidak menuliskan ketentuan akan perlunya tes GRE sebagai persyaratan masuk ke program Child Life, Administration & Family Collaboration (M.S.).

3. Education – M.Ed & Ed.D

Teacher's College di Columbia University’s (New York City) — Graduate School Terbaik ke-6 di Amerika menurut U.S. News & World Report’s 2013 rankings — tidak meminta skor GRE untuk program spesialisasi Curriculum and Teaching in Elementary Education (M.A.), Curriculum and Teaching in Secondary Education (M.A.), Curriculum and Teaching in Physical Education (M.A., Ed.M., Ed.D.), English Education (Ph.D), dan program Pendidikan lain yang ia tawarkan. (Coba cek Interactive Online Program Guide dan klik bagian All Programs. Menurut halaman FAQs dari Teacher’s College, apabila mereka memerlukan skor GRE, ketentuan ini akan tertulis di bagian Supplemental Requirements.)

Program Magister Teaching and Curriculum di Michigan State University (East Lansing, MI) menuliskan bahwa “Tes GRE (Graduate Record Exam) tidaklah diwajibkan, namun skor GRE yang ada akan diulas apabila pelamar mengirimkannya pada waktu mendaftar.” Program Magister Special Education pun tidak meminta skor GRE (coba cek di websitenya di bagian “Do you require the GRE test…” dan Anda akan membaca: “MA: Tidak perlu, Anda tidak memerlukan skor GRE untuk mendaftar di program Magister Special Education.”). Skor GRE juga tidak termasuk dalam persyaratan pendaftaran program Magister online di bidang Education, Educational Technology dan program magister pendidikan lainnya, termasuk diantaranya program Magister di bidang K-12 Educational Administration, Higher, Adult, and Lifelong Education, dan Student Affairs.

University of California, Berkeley menyatakan dalam halaman FAQs milik Graduate School of Education Admission, di bawah Application link, bahwa skor GRE tidak akan diminta apabila kandidat hendak melamar program-program berikut: Developmental Teacher Education, Masters and Credential in Science and Mathematics Education, dan the Principal Leadership Institute. (Catt: Skor GRE akan diminta apabila kandidat hendak melamar program S3).

4. Engineering

Program Electrical Engineering and Computer Science di Massachusetts Institute of Technology (MIT) (Cambridge, MA) menuliskan dalam Ketentuan Pendaftarannya (cek halaman FAQs no. 15): “Kami tidak menggunakan skor GRE sebagai bagian dari proses seleksi—terlepas dari status kewarganegaraan para kandidat—kecuali kandidat melamar untuk program LGO, yang memang mewajibkan adanya skor GRE.” LGO adalah singkatan dari Leader for Global Operations dan merupakan program kombinasi antara program MBA dan engineering.

Department of Biological and Agricultural Engineering (BAE) di North Carolina State University (Raleigh, NC) menawarkan program magister online dengan gelar M.S., MBAE, serta Ph.D. in Biological and Agricultural Engineering, dan mereka menyatakan (cek saja di bagian Graduate Record Examination) bahwa pelamar dari mancanegara harus menyertakan skor GRE, namun kandidat dengan kualifikasi S1 di bidang engineering yang telah diakui dan diakreditasi tidak perlu mengumpulkan skor GRE. Namun apabila Anda ingin di kemudian hari melamar untuk posisi asistensi dan ingin melamar program fellowship, ada baiknya Anda tetap mempersiapkan tes GRE Anda karena beberapa aplikasi beasiswa akan meminta skor tersebut.

Purdue University — West Lafayette (IN) menyatakan bahwa skor GRE tidaklah diperlukan, namun mereka menyarankan para kandidat untuk mengumpulkan serta skor tersebut bersama dengan aplikasi mereka apabila mereka ingin mendaftar di program magister Materials Engineering and Nuclear Engineering. Skor GRE tidak akan diminta apabila kandidat melamar program online Interdisciplinary Engineering (MSE/MS). Namun kandidat yang ingin melamar ke program Engineering lainnya perlu memberikan skor GRE.

Swanson School of Engineering di University of Pittsburgh’s (Pittsburgh, PA) tidak meminta skor GRE dari para kandidatnya yang ingin mendaftar program magister Materials Science and Engineering. Civil and Environmental Engineering Department pun menyatakan bahwa: “Semua pelamar perlu mengambil tes Graduate Record Examination (GRE) – General Test. Ketentuan ini tidak berlaku hanya bagi mereka yang mendaftar sebagai mahasiswa paruh waktu atau mendaftar sebagai mahasiswa S2 Professional.” Program yang ditawarkan diantaranya: Construction Management and Green Construction, Environmental Engineering, Geotechnical and Pavement Engineering, Structural Engineering and Mechanics, Sustainability and Green Design, Transportation Engineering, dan Water Resources Engineering.

5. Journalism

Graduate School of Journalism di Columbia University’s (New York City) tidak mengharuskan adanya skor GRE (coba cek bagian Application and Deadline Information) untuk kandidat yang melamar program magister berikut: Master of Science, Master of Arts, dan dual degree programs di bidang International and Public Affairs, Law, Business dan Sciences Po. Para kandidat pun tidak perlu memiliki kualifikasi dari program tertentu ataupun melakukan mata kuliah perquisites untuk mendaftar sebelumnya. Anda hanya perlu memiliki gelar S1 dari salah satu universitas yang terakreditas dan diakui atau setara dengan akreditasi universitas di Amerika.

School of Continuing Studies di Georgetown University’s (Washington, DC), juga mengikutsertakan hal berikut di application guide di progdi Masters’ in Journalism-nya: “Tes standardisasi tidaklah diperlukan untuk mendaftar di program magister yang kami tawarkan, karena kami akan menseleksi masing-masing kandidat dengan menyeluruh.

6. Nursing – MSN, DNP, & PhD

School of Nursing di Duke University’s (Durham, NC), yang merupakan salah satu dari 10 program keperawatan terbaik di Amerika menurut U.S. News & World Report, menuliskan di halaman Admissions FAQs-nya bahwa “Skor GRE tidak akan diperlukan apabila Anda memiliki IPK tidak kurang dari 3,4 saat Anda menyelesaikan program Sarjana Anda, atau apabila Anda telah memiliki kualifikasi S2 atau S2 dari institusi dengan akreditasi yang diakui.”

School of Nursing di Johns Hopkins University (Baltimore, MD)— yang tercatat sebagai program magister keperawatan no. 1 di Baltimore menurut to U.S. News & World Report — menyatakan bahwa skor GRE hanya diperlukan apabila para kandidat mendaftar program MSN/MPH dan MSN/MBA, karenanya semua program yang menawarkan gelar MSN tidak memerlukan adanya skor GRE, termasuk diantaranya program Nurse Practitioner, Public Health Nursing, dan masih banyak lagi.

University of Colorado – Denver, yang memiliki program keperawatan yang termasuk dalam 15 yang terbaik di Denver menurut U.S. News & World Report, juga tidak mensyaratkan adanya skor GRE untuk program DNP-nya.

University of Pennsylvania (UPenn) (Philadelphia, PA), yang dinyatakan sebagai sekolah keperawatan terbaik di Philadelphia oleh U.S. News & World Report, memperbolehkan para kandidatnya di program M.S.N. untuk mendaftar tanpa skor GRE apabila mereka memenuhi kriteria berikut: “Lulusan dari gelar BSN—S1 Keperawatan dari institusi atau sekolah dengan akreditasi setara dengan universitas di Amerika atau Kanada dengan IPK tidak kurang dari 3,2; ATAU pelamar dengan kualifikasi S2 atau S3 di bidang selain keperawatan, dengan IPK tidak kurang dari 3,0.”

7. Physical Therapy – M.A. & DPT

American International College (Springfield, MA) tidak mensyaratkan adanya skor GRE untuk penerimaan mahasiswa baru termasuk untuk program magister di bidang Physical Therapy yang telah terakreditasi CAPTE.

Steinhardt School of Culture, Education, and Human Development di New York University (New York City) menyatakan bahwa GRE tidaklah diperlukan apabila kandidat hendak melamar program S2 di bidang Physical Therapists: Kinesiology (PTHP-MA), “program magister unggulan untuk para kandidat yang ingin menjadi physical therapist dengan izin praktik standar Amerika. Program ini memiliki konsentrasi studi di bidang kinesiology pembelajaran serta riset mengenai pergerakan manusia yang abnormal serta modifikasinya.”

Northeastern University (Boston, MA), yang telah terakreditasi dengan standar CAPTE, menyatakan bahwa kandidat yang ingin mendaftar di Post-baccalaureate Direct-entry Doctor di bidang Physical Therapy (DPT) tidak perlu memiliki skor GRE. Skor GRE juga tidak diperlukan apabila para kandidat ingin mendaftar program Transitional Doctor of Physical Therapy (DPT), yang ditujukan bagi mereka yang telah memiliki kualifikasi S1 di bidang Physical Therapy dan telah memiliki izin praktik kerja di Amerika.

8. Public Health (M.P.H.)

New York Medical College (Valhalla, NY) menawarkan program magister Public Health (MPH) dengan akreditasi standar CEPH, yang memiliki kombinasi pembelajaran online dan kelas malam, dan mereka tidak mensyaratkan adanya skor GRE kecuali bagi para pendaftar di program S3. MPH degrees menawarkan studi di bidang health policy and management, epidemiology, behavioral sciences and health promotion, dan environmental health science.

College of Public Health di University of Oklahoma’s (Oklahoma City, OK), yang juga telah terakreditasi dengan CEPH, pun menyatakan, “Para kandidat yang ingin mendaftar program magister di bidang Public Health (MPH), the Certificate of Public Health dan the Doctor of Public Health (DrPH), juga di bidang Master of Science (MS) degree di penjurusan biostatistics, epidemiology, dan health promotion sciences tidak perlu memberikan skor GRE.”

University of South Florida (Tampa, FL) tidak lagi mensyaratkan skor GRE untuk mereka yang ingin mendaftar program Magister Public Health dengan spesialisasi di bidang Public Health Practice (PHP), yang telah terakreditasi CEPH. Program ini juga dapat dilakukan secara online dan juga menawarkan kelas-kelas di akhir pekan bagi para professional.

9. Social Work (M.S.W.)

School of Social Work  di Boston College, yang merupakan salah satu dari 10 yang terbaik menurut U.S. News & World Report, menyatakan bahwa “Tes standardisasi tidaklah diperlukan; namun mereka dengan IPK kurang dari 3,0 dapat memperkuat aplikasi mereka dengan adanya skor GRE.”

School of Social Work di Columbia University (New York City) – yang menempati peringkat ke-3 di New York, menurut U.S. News & World Report, juga tidak mensyaratkan adanya skor GRE.

School of Social Work di University of Michigan’s (Ann Arbor, MI), yang menempati peringkat no. 1 di Michigan sebagai yang terbaik, menurut U.S. News & World Report pun tidak meminta skor GRE.

Brown School of Social Work di Washington University di St. Louis (MO) yang juga menempati posisi teratas di St. Louis sebagai salah satu yang terbaik, menurut U.S. News & World Report, tidak mensyaratkan adanya skor GRE bagi mereka yang ingin mendaftar program MSW di universitas tersebut.

 

 

(Sumber: https://ainsleydiduca.com/2014/02/12/grad-school-myth-2-must-take-gre/)

Mencari jurusan

Pilih negara
Pascasarjana
TENTANG PENULIS

Dian Wijayanti adalah penulis dan editor Hotcourses Indonesia. Ia juga berprofesi sebagai tutor privat Bahasa Inggris dan penerjemah freelance. Dian baru saja dipilih sebagai salah satu kandidat di the Graduate School of Asia Pacific di Waseda University Jepang. Ia juga memiliki pengalaman bekerja di konsultan pendidikan di Indonesia yang bertanggung jawab membantu mahasiswa Indonesia meneruskan pendidikan mereka ke luar negeri, dan sekarang ia ikut membantu dalam proyek Beasiswa untuk Mahasiswa/i Kebidanan yang berbasis di Australia.