Informasi penting
Study abroad: Pendaftaran Universitas

MITOS MENGENAI LANJUT KULIAH S2 (BAGIAN 3)

496

Mitos S2 #3: Anda Harus Mendaftar Sejak Satu Tahun Sebelumnya

 

Keputusan untuk melanjutkan studi di tingkat magister tidaklah seperti resolusi yang kita sering ciptakan untuk tahun baru (Harus makan makanan yang lebih bernutrisi! Harus lebih banyak olahraga!), karena ini bukanlah suatu keputusan yang dapat kita buat hari dan segera kita implementasikan keesokan harinya.

Untuk memulai studi S2 kita, kita perlu memulai mempersiapkan proses pendaftaran kita setidaknya 1 tahun sebelumnya.

Mengapa? Tenggat waktu untuk kebanyakan progdi S2 biasanya dimulai dari tanggal 1 Oktober sampai dengan 31 Desember setiap tahunnya; proses wawancara biasanya dimulai di bulan Maret, surat pernyataan penerimaan biasanya dikirim di bulan April, dan perkuliahan akan dimulai di bulan September—kurang lebih proses ini memakan sekurang-kurangnya 1 tahun.

 

Mengingat betapa repotnya kebanyakan proses seleksi ini, yang seringnya mengharuskan Anda untuk mempersiapkan dan mengikuti tes GRE (atau mungkin juga tidak, kalau Anda termasuk salah satu yang beruntung), menulis personal statement, mengumpulkan surat rekomendasi, dan, apabila perlu, mengambil prerequisites—beberapa orang bahkan memulai persiapan mereka sekitar 2-3 tahun sebelumnya.

 

Sebelum Anda memulai mempersiapkan

 

Dengan rentang waktu semacam ini, meski Anda telah berusaha memotivasi diri Anda sendiri dengan resolusi bahwa tahun ini Anda akhirnya akan memulai studi lanjut Anda, ini tetap merupakan sesuatu yang tidak mungkin. Anda harus mendaftar ke sekolah yang bersangkutan di bulan Desember. Anda hanya dapat melakukan pendaftaran di musim gugur tahun ini dan memulai perkuliahan di musim gugur tahun depan.

 

Dan hal ini membutuhkan cukup banyak perkiraan dan prediksi. Dan jujur saja, banyak orang yang tidak memiliki banyak waktu untuk menunggu. Mungkin Anda baru saja di-PHK dan Anda sudah sangat berminat untuk memulai studi lanjut Anda sebelum akhirnya tabungan Anda habis, atau mungkin Anda sudah ingin memulai berkeluarga dan ingin mulai mempersiapkan untuk ini.

 

Mempercepat proses

 

Kabar baiknya adalah bahwa beberapa program Magister memiliki pendaftaran beragam dimana mereka mengizinkan para kandidat mendaftar kapanpun.

Dewan program yang bersangkutan akan mengevaluasi aplikasi Anda setelah mereka menerima dokumen-dokumen Anda dan menyeleksi serta menerima para kandidat secara bergiliran, seiring dengan dokumen-dokumen yang masuk—biasanya terus-menerus seperti itu sampai kelas yang ada telah penuh.

Anda perlu segera mendapat surat keputusan secepatnya, kurang lebih sekitar 1-2 bulan. Apabila Anda diterima, banyak program yang mengizinkan Anda untuk memulai di semester yang akan segera mulai, baik itu di musim semi maupun musim gugur, termasuk jika perkuliahan akan segera dimulai hanya beberapa bulan dari sekarang.

 

Tak Lagi Hanya Satu dan Satu-satunya Masa Tenggat Waktu. Tak Lagi Hanya Ada Penerimaan di Musim Gugur. Tak Lagi Perlu Persiapan 1 Tahun Lebih Awal.

 

Maksud saya adalah Anda perlu mendaftar bulan depan, dan memulai perkuliahan Anda 1 bulan setelahnya.

 

Belum lagi beberapa sekolah mengizinkan Anda untuk mendaftar tanpa skor GRE apabila IPK Anda sudah cukup tinggi, dan Anda sudah dapat memulai perkuliahan S2 Anda tahun ini. Beberapa program bahkan menerima kandidat berhari-hari sebelum perkuliahan dimulai, tentu saja kalau mereka masih memiliki slot untuk murid baru.

 

Berbagai Tenggat Waktu, Berbagai Macam Pilihan

 

Pilihan fleksibel lainnya adalah masa tenggat waktu yang lebih fleksibel, dimana sekolah-sekolah yang bersangkutan akan menerima murid baru di musim semi da musim gugur, karenanya mereka menetapkan adanya dua periode tenggat waktu. Beberapa sekolah bahkan juga menerima murid baru di musim panas.

 

Misalnya saja, aplikasi para murid baru dapat diterima selambat-lambatnya pada tanggal 1 Februari untuk penerimaan di musim gugur, dan pada tanggal 15 Oktober untuk penerimaan di musim semi.

 

Dengan periode waktu semacam ini, Anda dapat memulai perkuliahan S2 Anda sekitar 2-6 bulan kemudian.

 

Kebebasan dalam fleksibilitas yang ada

 

Ketika saya berpikir akan melanjutkan studi saya di tingkat magister, saya tidak dapat memulai mendaftar, dan ini bukan karena saya terus menunda-nunda hal yang seharusnya saya lakukan. Karena dulu tidak ada penasihat di sekolah yang dapat menuntun saya, saya merasa kewalahan memikirkan hal seperti ini. Saya masih harus berurusan dengan hal-hal lain di hidup saya, misalnya seperti pindahan, bekerja penuh waktu, dan memikirkan apa yang akan saya lakukan di waktu liburan, di pernikahan teman-teman saya, dan baby showers, karenanya pendaftaran saya terus tertunda.

Program yang tidak terlalu kaku dan ketat, meski sering dicela oleh para kandidat program doktoral, sebenarnya merupakan sesuatu yang terasa sangatlah membantu bagi para eksekutif yang aktif bekerja, seperti saya, yang membutuhkan kombinasi yang mulus antara pekerjaan, perkuliahan, dan kehidupan berkeluarga. Kita tidak dapat menggantungkan nasib kita pada program S2 yang ingin kita jalani semata, tapi kita harus bisa mengintegrasikan keinginan itu dengan hal-hal lain yang ada di kehidupan kita. Sekolah-sekolah yang memiliki masa tenggat waktu yang cukup fleksibel biasanya terasa lebih mengakomodasi para kaum professional yang bekerja penuh waktu selagi sedang berkuliah. Dan saya membutuhkan hal yang sama.

Ada banyak program studi S2 yang memiliki kefleksibelan ini. Namun, selama Anda telah mengetahui alternatif-alternatif yang Anda memiliki, mencari program dan sekolah yang sesuai akan terasa lebih mudah. Fleksibilitas yang ada dapat terasa sangat melegakan.

 

Selalu usahakan untuk mendaftar seawal mungkin

 

Pokoknya ingatlah selalu akan dua hal berikut:

1. Jangan asumsikan bahwa semua tenggat waktu untuk pendaftaran S2 selalu ada di bulan November atau Desember. Seperti yang dapat Anda lihat di contoh-contoh di atas, tenggat waktu yang ada biasanya berbeda di tiap-tiap sekolah. Seperti yang tertulis juga di situs persiapan untuk program S2 di Boston’s College, Anda harus mencoba untuk mendaftar seawal mungkin.

Apabila sekolah yang Anda tuju memiliki lebih dari satu periode pendaftaran, maka mendaftar lebih awal akan memberikan lebih banyak keuntungan karena ini berarti slot untuk penerimaan mahasiswa/i baru masihlah banyak, sementara apabila Anda mendaftar di menit-menit terakhir, sekolah tersebut mungkin saja hanya memiliki sedikit slot yang tersisa sementara pelamar jumlahnya sangat banyak, dan karenanya kesempatan Anda pun akan semakin tipis.

2. Mendaftar lebih awal juga dapat menguntungkan Anda, karena di minggu-minggu pertama, tim seleksi masih belum jenuh dari membaca dan mengevaluasi terlalu banyak aplikasi pendaftaran. Ini akan memudahkan Anda untuk membuat aplikasi yang mencolok dan dapat menarik perhatian mereka. Apabila Anda menunda pendaftaran Anda mendekati tenggat waktu yang Anda, tim seleksi mungkin telah jenuh mengevaluasi sekian banyak pendaftar, dan kemungkinan untuk mereview kembali aplikasi dengan standar yang pas-pasan semakin kecil pula. Cobalah untuk mengirimkan aplikasi pendaftaran Anda sebelum waktu Thanksgiving atau hari Natal, tergantung pada tenggat waktu yang ada.

Kumpulkanlah aplikasi Anda setidaknya satu minggu sebelum tenggat waktu untuk memastikan dokumen Anda akan sampai tujuan tepat waktu. Dan pastikan Anda menggunakan servis pos yang tersertifikasi, yang dapat memberikan Anda nomor resi yang dapat dicek sewaktu-waktu untuk memastikan dokumen Anda telah mencapai sekolah tujuan.

 

(Sumber: https://ainsleydiduca.com/2011/11/05/grad-school-myth-3-you-must-apply-one-year-in-advance/)

Mencari jurusan

Pilih negara
Pascasarjana
TENTANG PENULIS

Dian Wijayanti adalah penulis dan editor Hotcourses Indonesia. Ia juga berprofesi sebagai tutor privat Bahasa Inggris dan penerjemah freelance. Dian baru saja dipilih sebagai salah satu kandidat di the Graduate School of Asia Pacific di Waseda University Jepang. Ia juga memiliki pengalaman bekerja di konsultan pendidikan di Indonesia yang bertanggung jawab membantu mahasiswa Indonesia meneruskan pendidikan mereka ke luar negeri, dan sekarang ia ikut membantu dalam proyek Beasiswa untuk Mahasiswa/i Kebidanan yang berbasis di Australia.