Informasi penting
Inggris: Berita Terbaru

Biaya Kuliah di Inggris Lebih Murah daripada di Amerika dan Australia

16127

Kalau kamu sudah lama tertarik untuk kuliah di Inggris, maka sekarang saatnya untuk mewujudkan cita-cita kamu. Berdasarkan keadaan ekonomi di Amerika dan Eropa, biaya kuliah di Inggris berada di posisi ketiga di antara negara-negara tujuan pendidikan yang paling diminati di dunia.

Riset ini dilakukan oleh sebuah lembaga konsultasi pendidikan yang ditugaskan oleh International and Europe Unit (IEU) untuk menyelidiki besarnya biaya pendidikan bagi pelajar internasional di Inggris dan negara tujuan pendidikan terkenal lainnya.

Biaya kuliah di Amerika Serikat menduduki peringkat satu sebagai yang termahal dari 10 negara lain.  Di antara negara-negara itu adalah Inggris, Australia, Belanda, Selandia Baru dan Kanada.

Australia berada di peringkat kedua untuk biaya pendidikan termahal diikuti oleh Inggris. Sebagai perbandingan, untuk mendapatkan peringkat sarjana sejarah di Universitas Oxford (Inggris) dibutuhkan dana sebesar 12.700 poundsterling atau sekitar Rp. 180 juta. Sementara untuk level pendidikan yang sama di University of Sydney (Australia) dibutuhkan biaya 16.474 poundsterling atau sebesar kira-kira Rp. 233 juta.

Sedangkan Jerman disebut sebagai negara dengan biaya pendidikan paling murah, misalnya saja di University of Frankfurt untuk jenjang S1 awal hanya butuh dana 509 poundsterling per tahunnya atau sekitar Rp 7 juta saja. Tidak hanya itu, Jerman dan Belanda merupakan dua negara di antara negara-negara peserta survei yang memberikan subsidi bagi perlajar internasional.

Untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri kamu perlu lebih dari sekedar menyiapkan dana pendidikan. Tapi perlu juga memikirkan biaya hidup sehari-hari, biaya kesehatan, hiburan serta kebutuhan lainnya.  Negara seperti Amerika Serikat bukan saja menarik biaya kuliah yang tinggi, tapi juga menuntut biaya hidup sehari-hari yang sangat tinggi. Selain Amerika Serikat, Australia dan Belanda juga termasuk negara dengan biaya hidup yang tinggi.

Perubahan kurs mata uang asing merupakan salah satu faktor yang penting diperhatikan saat memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri. Perubahan sedikit saja akan sangat mempengaruhi jumlah dana yang harus dikeluarkan untuk biaya kuliah maupun untuk biaya hidup sehari-hari. Terutama bagi warga Negara Indonesia, mengingat mata uang kita yang masih bernilai rendah dibandingkan mata uang asing seperti dollar AS atau poundsterling.

 

Mencari jurusan

Inggris
JenjangPendidikan*
TENTANG PENULIS

GRATIS

Ebook 'Kuliah di Inggris'

Suka dengan bacaan ini? Kami telah mengumpulkan topik-topik populer tentang kuliah di Inggris dalam satu buku digital praktis.