Informasi penting
Inggris: Pendaftaran Universitas

Cerita Pelajar Indonesia - Nooraini Indrana

1013

Nama: Nooraini Indrana

Negara asal: Indonesia

Program kuliah: International Relations

Universitas: The London College UCK

T. Apa alasan Anda memilih jurusan dan universitas di atas?

Keputusan untuk belajar HI sudah saya miliki dari masa SMP. Saya sering mengikuti berita seputar isu internasional dan menaruh minat pada hubungan antar negara. Saya datang ke Inggris bersama keluarga sekitar 3 tahun yang lalu. Kebetulan ayah saya dikirim untuk bertugas di London, dan saya bersyukur bisa ikut. Biaya kuliah dan lokasi menjadi dua alasan saya dalam memilih kolese tersebut.
 
T. Kenapa memilih Inggris sebagai tujuan kuliah Anda?
Seiring dengan penempatan ayah saya di London, saya juga berpikir untuk memanfaatkan kesempatan itu dengan menempuh pendidikan tinggi ke Inggris.

T. Apa yang Anda rasakan pada bulan pertama Anda tinggal di luar negeri?
Senang tentunya. Tidak sabar untuk mulai kehidupan sekolah/kuliah dan membuat teman-teman baru. Saya sering menghabiskan waktu berada di luar, mengunjungi tempat-tempat bersejarah di London, membiasakan diri berkeliling kota dengan transportasi umum dan mencoba untuk beradaptasi dengan lingkungan baru yang sangat multikultural.

T. Bantuan seperti apakah yang universitas berikan untuk penyesuaian diri Anda di minggu-minggu pertama kuliah?
Pertama kali tiba, saya mendaftarkan diri dengan sebuah kolese di pusat kota untuk mengambil program foundation (pra-sarjana). Karena kolese tidak terlalu besar, acara sosial untuk penyesuaian diri siswa tidak ada (hanya induction week, perkenalan guru & program), tetapi karena kehangatan suasana dan ramahnya guru dan teman-teman baru saya, dengan cepat saya langsung merasa nyaman. 

T. Anda tinggal di mana dan bagaimana Anda bisa menemukan akomodasi yang sesuai?
Saya tinggal bersama keluarga. Karena itu saya tidak mengalami masa-masa pencarian akomodasi seperti banyak teman saya yang lain. Umumnya mereka cari tahu lewat universitas/kolese atau teman yang sudah berada di Inggris.

T. Bagaimana cara Anda dapat membaur dengan kehidupan sosial universitas?
Kolese saya kecil dan jarang mengadakan acara sosial atau sejenisnya. Tetapi dengan ukurannya yang tidak besar, pertemanan diantara mahasiswa terasa lebih hangat dan karena itu kami sering bepergian setelah kelas-kelas dan menikmati hiruk-pikuknya Notting Hill (lokasi kampus, yang memang terkenal trendy).

T. Apakah Anda mengalami culture shock  saat tiba di Inggris?
Saya cukup terkejut dengan jumlah minuman keras yang dikonsumsi orang Inggris saat mereka bepergian malam, dan juga kecepatan mereka berjalan! Misalnya jam pergi/pulang kantor di stasiun kereta atau aturan tidak tertulis seperti berdiri di sisi kanan saat naik escalator dan membiarkan sisi kiri untuk mereka yang terburu-buru.

T. Bagaimana dengan pembiayaan kuliah Anda?
Saya mendapat dukungan finansial dari keluarga, namun saya sedang mencoba untuk berani mandiri dengan membeli kebutuhan perkuliahan dan hiburan dari tabungan hasil kerja saya.

T. Apa rencana Anda setelah lulus?
Saya ingin mencari pengalamanan dalam bidang media atau jurnalisme. Mungkin dengan lanjut ke jenjang Master atau mencari pekerjaan yang dapat mengasah kemampuan saya nantinya.

T. Apa tantangan terbesar yang Anda hadapi pada tahun pertama kuliah?
Sistem mengajar di Inggris sangat berbeda dengan di Indonesia, guru dan dosen saya di sini terkesan lebih ingin siswa ikut berkontribusi dalam kelas, berdebat ataupun sekedar berbagi pengalaman. Penulisan esai juga pada awalnya cukup sulit, selain bahasa Inggris bukanlah bahasa pertama saya, menulis untuk tujuan akademis memerlukan keterampilan tersendiri.  


T. Apakah ada perbedaan antara gaya pengajaran di Inggris dengan di Indonesia?
Menurut saya pihak pengajar ‘memilih’ untuk berfokus kepada siswa. Mereka tetap mengajarkan pengetahuan dasar sebuah bidang, tetapi lalu ‘mengoper’ bola pembicaraan ke siswa, berperan sebagai ‘pengawas’ dan membiarkan kita menjelajah dan mengupas permasalahan. Berbeda dengan di Indonesia yang umumnya hanya menekankan teori dan pendapat pakar kepada siswa.

T. Menurut Anda, apa hal terbaik dari kuliah di Inggris?
Inspirasi dan pengetahuan yang bisa didapat dari sekeliling kita. Saya sering mengingatkan diri bahwa ada banyak pelopor terkenal yang berasal dari negara ini, senang rasanya bisa belajar di negara asal Shakespeare atau John Locke. Karena itu juga, terdapat banyak perpustakaan umum, museum dan kesempatan pendidikan yang ditawarkan institusi atau instansi pemerintah dengan gratis atau biaya yang relatif rendah.


T. Apa pelajaran yang paling berharga bagi Anda sejak mulai kuliah?
Pengalaman melatih kemandirian. Sebagai mahasiswa, selain komitmen kuliah, saya sadar sudah harus mulai belajar mengatur keuangan saya sendiri. Tinggal di London memang mahal, dan keadaan itu mendorong saya untuk mencari pekerjaan part-time ‘kantoran’ pertama saya, yang hasilnya saya tabung untuk keperluan saya sendiri.

T. Apa saran Anda untuk siswa Indonesia lainnya yang ingin / kuliah di luar negeri?
Tinggal di luar negeri untuk pertama kalinya memang menegangkan, tetapi manfaatkan kesempatan itu! Jangan malu atau ragu-ragu untuk mencoba pengalaman baru, bertemanlah dengan orang-orang asing disekitar mu, karena itulah pengalaman kuliah di luar negeri yang sesungguhnya! 

 

Mencari jurusan

Inggris
JenjangPendidikan*
TENTANG PENULIS

GRATIS

Ebook 'Kuliah di Inggris'

Suka dengan bacaan ini? Kami telah mengumpulkan topik-topik populer tentang kuliah di Inggris dalam satu buku digital praktis.

Coba lihat...

London College, UCK