Informasi penting
Study abroad: Kehidupan Pelajar

Rising Above and Beyond: Bagaimana Cara 'Memanggang Kue Distinction'?

share image

Menjadi yang terbaik, terutama di salah satu sekolah terbaik di dunia tidaklah mudah. Bagaimana orang berpikir tentang berusaha menjadi juara di antara banyak teman yang sangat cerdas ketika bertahan di kelas saja sudah merupakan perjuangan? Kontributor Indonesia Mengglobal, Amirah Kaca, membuktikan bahwa menjadi yang terbaik di sekolah terbaik itu mungkin. Di sini, dia akan membagikan resep rahasia untuk melakukannya.

 

Sebagian besar siswa memulai studi mereka dengan semangat, optimisme, dan yang paling penting, ambisi untuk hasil terbaik. Dalam sistem pendidikan Inggris, ini berarti satu hal: Distinction.

 

Penghargaan kelas di Inggris dibagi menjadi tiga: pass, merit, dan distinction. Meskipun berpredikat distinction "hanya" memerlukan skor 70 atau lebih, sebenarnya itu sangat sulit untuk didapatkan. Hanya beberapa siswa di London School of Economics dan Political Science (LSE) yang mendapatkan distinction.

 

 

Ketika saya baru saja memulai  program pascasarjana di LSE, saya menyerahkan beberapa tugas pertama dengan percaya diri berpikir bahwa saya telah melakukan yang terbaik: saya meneliti semua yang diperlukan, membentuk argumen persuasif, dan mengoreksi teks seratus kali, hanya untuk menerima merit, kemudian merit lagi, dan tetap saja merit! Beberapa skor bahkan ada di ambang batas 69. Merasa bingung, saya mulai kehabisan ide tentang cara bekerja lebih keras atau lebih pintar. Haruskah saya membaca lebih banyak referensi? Apakah tulisan saya buruk? Atau apakah memang saya bukan tipe pelajar yang mendapatkan distinction?

 

Lalu suatu hari, saya menerima penjelasan ini:

 

"Ketika kamu baru saja mengetahui semua teori dan bahan studi yang diberikan, kamu sebenarnya baru saja memanggang kue tart polos yang dapat dimakan maka kamu akan mendapatkan PASS. Saat kamu tahu cara menggunakan teori dan bahan studi untuk membentuk argumen yang bagus, kamu telah membuat kue tart yang lezat dengan hiasan krim keju, maka kamu akan mendapatkan MERIT. Tetapi ketika kamu memperkenalkan ide baru dan berharga bahwa kamu menciptakan sesuatu yang mengesankan, seperti kue tart dengan peri menari di atasnya, kamu akan mendapatkan DISTINCTION. "

 

Analogi kue ini sebenarnya digunakan oleh seorang profesor di LSE dimana dengan sukses berhasil untuk menjelaskan mengapa kamu tidak harus merasa sedih karena masih berjuang untuk mendapatkan distinction; pada kenyataannya, banyak profesor bahkan akan memberi tahumu bahwa kamu tidak "diharapkan" menjadi yang terbaik. Namun, ada beberapa langkah yang dapat kamu ambil untuk "memanggang" kue yang mengesankan, yang akan membuka jalan untuk mendapatkan distinction

 

Mempelajari daftar belanja dan resep

 

Di awal semester, kamu akan menerima: kurikulum, silabus, dan daftar bacaan. Pada dasarnya, profesor telah memberimu resep pengetahuan, lengkap dengan daftar belanja. Dengan resep dan daftar belanja di tangan, kamu mungkin siap untuk mempersiapkan jalanmu menuju kesuksesan akademik. Kembali ke cerita saya: pada awalnya saya merasa berkewajiban untuk mengikuti semuanya secara tepat. Seperti pelajar yang lainnya, saya berpikir bahwa resep untuk keberhasilan akademis adalah mengikuti instruksi pembuatan kue tart persis seperti yang diajarkan. Namun sebaliknya, untuk hanya memahami dan menceritakan kembali semua yang diajarkan itu tidak cukup. Kita harus mencoba membayangkan kontes memanggang kue dalam pikiran kita sendiri dengan hasil kue yang mengesankan.

 

 

Pertama, pastikan kamu benar-benar ingin membuat kue tart: Apakah kamu benar-benar ingin berada di kelas itu, dan mengapa? Baca silabus dengan seksama dan jangan takut untuk bertanya kepada profesor tentang apa saja yang diharapkan. Jika ini adalah kelas wajib, pastikan kamu mengerti mengapa penting untuk berada di sana. Mungkin saja belajar membuat kue tart akan memberi kamu keterampilan yang diperlukan untuk membuat kue lainnya. Seperti bagaimana kelas ekonomi itu wajib diambil sebagai prasyarat kelas kebijakan publik. Gunakan dua minggu awal semestermu ketika kamu masih bebas untuk mencoba semua kelas sebelum menentukan kelas yang akan kamu ambil. Mungkin pada akhirnya kamu akan menemukan bahwa ternyata kamu hanya ingin bisa ‘memanggang kue’ saja. 

 

Hal yang sama berlaku untuk daftar bacaan. Biasanya kamu akan menerima sebagian atau beberapa daftar bacaan wajib dan kemudian kamu akan menerima bacaan tambahan lainnya yang tak ada habisnya. Pada awalnya saya hanya akan membuang bahan cacatan silabus untuk setiap mata kuliah dan hanya menelan apa pun yang ada dalam daftar bacaan, dan kemudian kewalahan dengan semua materi yang ada. Seorang penasihat Pusat Pengajaran dan Pembelajaran LSE memberi tahu kami bahwa salah satu langkah terpenting untuk belajar adalah membaca silabus dan meninjau daftar bacaan.

 

 

Daripada membaca semua makalah tanpa tujuan dan hanya menyelesaikan daftar bacaan dari awal hingga akhir, cobalah untuk memahami apa makalah tersebut dan kemudian menyusun strategi urutan bacaanmu. Apakah kamu ingin membaca yang paling umum dulu? Apakah kamu ingin membaca dari penulis favoritmu? Apakah kamu ingin membaca studi kasus yang menurutmu paling menarik? Setiap orang akan memiliki pendekatan berbeda untuk memproses suatu topik.

 

Pada akhirnya daftar bacaan hanyalah daftar belanja yang disarankan. Beberapa diantaranya merupakan bahan penting dan tidak bisa ditinggalkan, namun bahan yang lain mungkin bisa dapat dihilangkan, diubah, atau ditambahkan sesuai dengan keinginan dan tujuanmu di awal. Jangan mundur dari apa pun yang disediakan profesor di atas ‘piring’. Tentukan materi yang ingin kamu proses, dan cari tahu bagaimana menyelesaikannya. Merencanakan tujuan selanjutnya juga akan memungkinkan kamu untuk berpikir kritis dalam memproses semua bacaan: bagaimana makalah ini berhubungan dengan bacaan lain? Bagaimana bahan tersebut cocok dengan fous isu utamanya? Mengapa profesor memilih jurnal ini? Ketika kamu secara proaktif menyesuaikannya dengan studi pilihanmu, kamu akan menjadi lebih bersemangat dalam membahas topik tersebut. 

 

Membuat "kue tart" yang dapat dimakan: Kuasai dasar-dasarnya

 

Pastikan kamu mengikuti semua dasar-dasarnya dan memahami konsep yang paling penting sehingga kamu dapat menghasilkan kue tart , bukan biskuit. Jika kamu mencoba memanggang tanpa menggunakan telur, tentu saja kamu sudah salah jalan. Lebih baik berjuang untuk membuat kue tart sederhana yang dapat dimakan dahulu daripada mencoba membuat kue yang mengesankan yang nantinya tidak bias dimakan juga. Memiliki pemahaman dasar yang baik lebih penting daripada menggunakan materi yang terdepan namun dengan pemahanan yang buruk.

 

Indonesian students of LSE, 2016. (Photo by Author)

Mahasiswa Indonesia di LSE, 2016.(Foto dari narasumber)

 

 

Sebagai siswa pascasarjana, kamu akan diberikan materi perantara yang mungkin belum kamu terima di studi sarjana. Situasi ini sudah biasa terjadi karena mahasiswa pascasarjana cenderung berasal dari berbagai latar belakang. Kelas MPA saya memiliki banyak pegawai negeri dan ekonom, tetapi juga berisi insinyur dan pengacara. Ada kemungkinan bahwa teman sekelasmu memiliki beberapa pengetahuan dasar yang tidak kamu miliki, sudah menjadi tanggung jawabmu untuk mengejar ketertinggalan. Namun, jangan tergesa-gesa dengan memulai membaca buku teks perantara yang terdapat di dalam daftar bacaan. Hal ini malah justru akan menimbulkan stress dan tidak bias memberikan manfaat. Mulailah dengan membaca buku-buku pengantar dasar; tidak masalah jika kamu membaca buku-buku 'For Dummies', mengerjakan latihan tingkat sekolah menengah, atau menonton video Khan's Academy untuk studimu. Yang terpenting adalah kamu memahami konsep dasar sepenuhnya sebelum kamu dapat menangani buku perantara.

 

Membuat kue yang lezat, dengan hiasan: Menghasilkan argumen dengan pengetahuan yang diberikan

 

Mampu menaruh hiasan kue berarti memiliki pemahaman yang mendalam tentang beberapa bahan. Kesalahan paling umum yang orang lakukan adalah mencoba menyebarkan pemahaman yang lemah ke seluruh bab atau terlalu dalam ke semua bab. Kesalahan pertama tidak akan memberikanmu nilai yang baik, dan kesalahan kedua hanya akan membuatmu frustrasi.

 

Dalam sistem ujian Inggris, kamu akan diberikan serangkaian pertanyaan tetapi kamu tidak diharuskan menjawab semuanya. Biasanya akan ada bagian yang wajib untuk dijawab tetapi kamu hanya diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan. Jangan mencoba menyelesaikan seluruh materi namun hanya memahami sebagian saja. Kamu harus memahami dasar-dasar semua bab, namun harus benar-benar menguasai beberapa topik yang memang menjadi pilihanmu untuk bahan ujian.

 

Strategimu akan tergantung pada kelas dan minatmu sendiri. Pastikan kamu sudah memahami bagaimana pertanyaan ujian akan diatur sehingga kamu bisa menyusun strategi dengan mempelajari ujian sebelumny. Selain itu kamu bisa berkonsultasi dengan profesor atau asisten pengajar. Saya cenderung memilih bab di mana saya dapat menemukan koneksi di antara mereka. Selain memiliki pemahaman yang tepat tentang semua teori yang terkandung dan menggunakannya untuk membentuk argumen, kamu diharapkan untuk bias menggabungkan ide lintas bab. Kamu akan cenderung bisa memahami materi lebih mudah jika kamu bisa menemukan kaitan diantara berbagai bab yang dipelajari.

 

Menempatkan peri yang bisa menari di atas kue: Sumbang sesuatu yang baru dan orisinil

 

Kamu sekarang memiliki kue tart yang lezat lengkap dengan hiasannya. Bagaimana kamu bisa melangkah lebih jauh? Tidak harus berlebihan seperti menempatkan peri yang bisa menari atau kembang api di atas kue, tetapi ada aspek tak terbatas yang bisa membuatmu berinovasi. Apakah kamu ingin membuat kue tart yang lezat tetapi dengan bahan-bahan yang lebih sehat? Apakah kamu ingin memperkenalkan proses memanggang baru, memotong waktu produksi? Apakah kamu ingin membuat sesuatu yang baru saja keluar di dunia perkulineran? 

 

Meskipun sejauh ini resep dan daftar belanja telah memandumu dalam membuat kue yang lezat, kamu akan menyadari bahwa misi kamu berikutnya adalah mengubah kue-kue tersebut. Kamu sekarang harus sudah mulai memikirkan ide-ide baru dengan berbagai metode.Pada awalnya pasti akan terasa sangat berisiko dan sulit untuk bereksperimen, tetapi pada akhirnya akan menghasilkan manfaat yang lebih banyak. Ada banyak cara untuk melakukan ini semua. Contohnya, universitas biasanya mengadakan kuliah umum dengan sesi yang menarik. Mereka juga memiliki perpustakaan untuk mengeksplorasi bacaan lain, baik itu buku dengan topik terkait atau jurnal lainnya. Pustakawan dapat membantu memberi saran tentang cara mencari literatur dan jurnal apa yang mungkin menarik untukmu, jadi sebaiknya jangan malu bertanya.

 

Wajah bangga lulusan London School of Economics kelas 2017. (Foto dari narasumber)

 

Yang paling penting, seringlah berdiskusi dengan teman sekelasmu. Telusuri pertanyaan ujian sebelumnya dengan kelompok belajar sebagai petunjuk untuk merangkai argumen menjelang ujian. Bagikan sumber tambahan materi yang telah kamu temukan untuk memancing anggota kelompok yang lain untuk berdiskusi dan juga tidak pelit untuk membagikan tambahan materi yang mereka temukan. Budaya berbagi di kelas diperlukan dan saya percaya inilah yang membuat saya bisa melalui dan menyelesaikan studi di LSE. Setiap orang pasti memiliki kelemahan, masukan dan petunjuk dari orang lain adalah satu-satunya cara untuk mengatasinya. Jangan menyimpan resep dan trik memanggang untuk diri sendiri: Ketika semua orang bersedia berbagi, manfaatnya akan dapat dirasakan lebih luas lagi.

 

BACA JUGA:

MENYELESAIKAN PROGRAM SARJANA DENGAN MINIMUM STRESS

MEMAHAMI SISTEM PENILAIAN PROGRAM SARJANA DI INGGRIS

4 HAL YANG PERLU KAMU KETAHUI JIKA INGIN MENDAFTAR KULIAH KE INGGRIS

 

 

 

Source:

Article originally published in www.indonesiamengglobal.com

'A non-profit website for Indonesians aspiring to study and or pursue professional opportunities abroad'.

 

Mencari jurusan

Pilih negara
JenjangPendidikan*
TENTANG PENULIS

author image