Informasi penting
Study abroad: Pendaftaran Universitas

LULUS S1 DI LUAR NEGERI DALAM WAKTU 2 TAHUN

5897

Pada umumnya, gelar S1/bachelor di luar negeri membutuhkan waktu 3 hingga 4 tahun, bahkan 6 tahun tergantung jurusan dan program kuliah yang dipilih. Sejak tahun 2009, diperkenalkan program Fast-track, dimana mahasiswa bisa menyelesaikan kuliah S1 dalam 3 tahun, atau bahkan 2 tahun saja, tergantung program dan jurusan yang dipilih. Dengan demikian tentunya akan menghemat banyak biaya, baik itu biaya kuliah, biaya hidup dan juga bisa lebih cepat memasuki dunia kerja. Tetapi, apakah ini adalah pilihan yang tepat untukmu? Sebelum memutuskan, mari kita mengenal lebih lanjut tentang program Fast-track beserta plus minusnya...

 

 

FAST-TRACK PROGRAM

 

Mengapa ada fast-track program? Penyebabnya adalah naiknya biaya kuliah dan jumlah pinjaman mahasiswa. Untuk meringankan beban finansial mahasiswa, sejumlah universitas mulai mengenalkan program fast-track, atau dikenal juga dengan sebutan ‘accelerated program’, dimana mahasiswa dapat tamat dalam waktu 2 tahun.

 

Bedanya program kuliah biasa dengan program fast track adalah, program fast track lebih intensif. Jika di program kuliah biasa dalam satu tahun hanya ada 2 semester, maka di program fast track dalam 1 tahun ada 3 semester. Masa liburan di program fast track juga lebih singkat daripada program kuliah biasa.

 

Kebanyakan program fast track disusun berdasarkan program kuliah/jurusan yang telah ada, hanya saja waktunya disingkat dari 4 menjadi 3 tahun, atau dari 3 menjadi 2 tahun. Jumlah jam kuliah dari program fast-track sama dengan program biasa.

 

Contoh universitas-universitas di Inggris yang menawarkan program fast-track:

 

10 universitas di Amerika dengan program fast-track terbaik:

 

 

 

KELEBIHAN DARI PROGRAM FAST-TRACK

 

Dengan program fast-track, biaya kuliah lebih murah, begitu juga dengan biaya hidup. Dan juga, mahasiswa bisa memasuki dunia kerja lebih awal.

 

Di Amerika, perkulihan S1/bachelor memerlukan waktu 4 tahun. Tetapi, Hartwick College di Oneonta, New York menawarkan program S1 yang berdurasi 3 tahun (kecuali untuk jurusan keperawatan). Hal ini tidak berarti jam belajar mahasiswa berkurang. Akan tetapi, jam belajar per tahun mahasiswa jadi lebih padat/intensif, karena mahasiswa harus menyelesaikan semua SKS dalam waktu yang lebih singkat. Untuk ini, universitas menyediakan dukungan khusus supaya mahasiswa bisa mengikuti jadwal kuliah yang padat dengan baik.  

 

Salah satu keunggulan program fast-track Hartwick College adalah tidak ada kelas tambahan sewaktu liburan musim panas, sehingga mahasiswa tetap bisa bekerja, magang, jalan-jalan, atau pulang ke negara asal.

 

Di Australia, Bond University adalah universitas pertama yang menawarkan program fast-track 2 tahun. Jika di program kuliah biasa satu tahun terdiri dari 2 semester, di program fast-track 1 tahun terdiri dari 3 semester. Setiap semester diawali di bulan Januari, Mei dan September.

 

 

KEKURANGAN DARI PROGRAM FAST-TRACK

 

Karena jadwal kuliah yang padat mahasiswa fast-track mungkin tidak akan memiliki banyak waktu untuk hal di luar kuliah, misalnya ikut kegiatan eks-kul, bergaul, menjelajahi kota tempat berkuliah dan sekitarnya, sehingga pengalaman kuliah sebagai mahasiswa akan berkurang. Dan ini bukanlah hal yang sepele, karena perlu diingat, walau prestasi itu penting, soft skilss dan pengalaman juga penting. Perusahaan ingin mencari karyawan yang punya banyak pengalaman internasional, yang bisa bekerja dalam kelompok, memotivasi diri dan berinisiatif. Dan semua keahlian ini tidak diajarkan di dalam kelas, tetapi justru bisa dipelajari di luar kelas, dengan banyak berinteraksi dengan orang lain, baik itu berpartisipasi dalam klub dan perkumpulan, atau bekerja sambilan.

 

Baca juga: Pentingnya Mengikuti Eks-Kul Sewaktu Kuliah Di Luar Negeri

 

Survei menunjukkan bahwa sejumlah universitas yang menawarkan program fast-track menghentikan program tersebut karena ternyata tidak banyak peminat. Disebutkan bahwa kebanyakan mahasiswa ingin melewatkan waktu lebih lama di universitas, mereka tidak ingin buru-buru tamat kuliah karena ingin merasakan kehidupan kampus. Selain itu, ada sebagian mahasiswa mengaku bahwa mereka belum tau pasti apa yang akan mereka lakukan setelah tamat kuliah, jadi mereka memilih untuk tinggal lebih lama di universitas.

 

Program fast-track tidak cocok untuk semua jenis pelajar. Karena jadwalnya yang padat, mahasiswa dituntut memiliki kemampuan berbahasa dan keahlian akademik yang tinggi, misalnya menulis essai, mengerjakan tugas dan lainnya. Jika kamu merasa butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan sistem perkuliahan di luar negeri, program fast-track tidak disarankan.

 

Akan tetapi, jika kamu telah memiliki rencana jelas mengenai karir dan jalur yang ingin kamu jalani setelah lulus kuliah, ingin lebih cepat memasuki dunia karir, dan kamu memiliki kemampuan berbahasa Inggris dan akademik yang mendukung, kamu bisa mempertimbangkan program fast-track.

 

 

Sumber:

 

Mencari jurusan

Pilih negara
JenjangPendidikan*
TENTANG PENULIS