Informasi penting
Study abroad: Pendaftaran Universitas

Mengenal sistem SKS (Satuan Kredit Semester) Universitas Luar Negeri

388

Universitas di setiap negara memiliki sistem kredit akademik tersendiri. Jika di Indonesia, terkenal dengan sebutan SKS (Satuan Kredit Semester). Jika kamu ingin kuliah ke luar negeri, sebelumnya kamu perlu mengenal sistem SKS di universitas luar negeri, apalagi jika kamu telah memiliki gelar S1 (misalnya) dari universitas di Indonesia, supaya kamu bisa mencari tahu, bisakah kamu langsung diterima di program S2 di universitas luar yang kamu inginkan.

 

 

Apa yang dimaksud dengan sistem kredit akademik?

 

Sistem kredit akademik (atau disebut SKS di Indonesia) adalah ukuran yang digunakan universitas untuk menilai hasil belajar dan kemajuan mahasiswa sewaktu kuliah, baik itu di jenjang sarjana maupun pascarjana.

 

Untuk setiap mata kuliah yang kamu ambil, kamu akan mendapatkan sejumlah kredit. Dosen akan menilai kemajuanmu berdasarkan:

  • absensi
  • ulangan/tes/kuis
  • tugas/makalah/riset
  • ujian oral/tertulis

 

Setiap mata kuliah bisa memiliki nilai kredit yang berbeda-beda. Hal tersebut bisa ditentukan oleh berbagai faktor seperti beban kuliah, hasil pembelajaran dan lama jam kuliah (biasanya 1 jam kuliah = 50 menit). Biasanya semakin berat suatu mata kuliah (misalnya banyak tugas dan jam kuliah lebih lama), maka semakin banyak kredit/sks yang akan kamu dapatkan setelah menyelesaikan mata kuliah tersebut.

 

 

Apa kegunaan dari sistem kredit akademik?

 

Sewaktu kamu mendaftar ke universitas di luar negeri, salah satu faktor yang dipertimbangkan oleh universitas di luar negeri adalah apakah kamu sudah memiliki dasar yang cukup untuk mengikuti perkuliahan di tempat mereka. Ini karena standar pendidikan di setiap negara bisa saja berbeda. Misalnya kamu telah lulus dari D3 di universitas di Indonesia, dan ingin mendaftar ke program S1. Jika di Indonesia, tentunya selama nilai kamu memenuhi syarat, kamu akan diterima di program S1, karena memang demikianlah urutannya. Akan tetapi, jika kamu ingin mendaftar ke universitas di Amerika, universitas Amerika tentunya ingin mengkaji apakah pendidikan D3 yang kamu dapatkan di Indonesia setara dengan D3 di Amerika, apakah kamu memiliki dasar yang cukup untuk mengikuti perkuliahan S1 di universitas Amerika. Bagaimana mereka bisa menilai? Sedangkan sistem kredit di Indonesia dan Amerika itu berbeda. Untuk hal ini, mereka akan melakukan penyetaraan. Ada rumus tertentu untuk mengubah sistem kredit dari Indonesia menjadi satuan yang sama dengan milik Amerika. Proses ini, tergantung universitas biasanya dikenakan biaya, dan butuh waktu (sekitar 3 bulan). Jadi, disarankan untuk mendaftar seawal mungkin.

 

Jika ternyata kredit/SKS yang kamu miliki di bawah standar dari universitas yang ingin kamu tuju, biasanya kamu akan disarankan untuk mengikuti program persiapan kuliah terlebih dahulu, misalnya seperti foundation, pathway program atau bridging program. Setelah menyelesaikan kelas tersebut dengan baik, kamu dapat melanjutkan ke program gelar yang kamu pilih.

 

 

Sistem Kredit Akademik yang Paling Umum digunakan di Dunia

 

1. Australia

 

DOWNLOAD BROSUR RESMI UNIVERSITAS-UNIVERSITAS DI AUSTRALIA

 

Berbeda dengan negara lainnya, universitas-universitas Australia tidak memiliki sistem kredit akademik yang seragam. Masing-masing universitas memiliki tolak ukur sendiri sesuai dengan beban dan jam kuliah dari mata kuliah.

 

Mahasiswa bisa transfer kredit, baik untuk jenjang kuliah sarjana maupun pascasarjana, jika memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh Australian Qualifications Framework (AQF).

 

Di Australia kredit ditentukan dari jumlah jam kuliah per minggu. Biasanya satu mata kuliah memiliki jam kuliah sekitar 6 hingga 8 jam. Pada umumnya, dalam satu semester, mahasiswa hanya diijinkan untuk mengambil 4 mata kuliah. Untuk menyelesaikan gelar S1/Bachelor, mahasiswa perlu menyelesaikan 144 kredit (sekitar 3 tahun), dan untuk menyelesaikan gelar pascasarjana, dibutuhkan 96 kredit (2 tahun).

 

Sebagai mahasiswa internasional, karena regulasi visa, kamu harus memilih program kuliah yang terdaftar dalam Commonwealth Register of Institutions and Courses for Overseas Students (CRICOS), yang menjamin standar mutu pendidikan yang berkualitas. Selain CRICOS, badan akreditasi akademik lainnya yang dimiliki Australia adalah:

  • The Australian Qualifications Framework (AQF).
  • The Australian Skills Quality Authority (ASQA)
  • Tertiary Education Quality and Standards Agency (TEQSA).

 

 

 

2. Amerika

 

DOWNLOAD BROSUR RESMI UNIVERSITAS-UNIVERSITAS DI AMERIKA

 

Di Amerika, sistem kredit dihitung berdasarkan jam kuliah semasa satu semester. Pada umumnya, mahasiswa diijinkan untuk mengambil 5 mata kuliah dalam satu semester, dan masing-masing mata kuliah dinilai 3 kredit, setara dengan 45-48 jam kuliah. Jadi, dalam satu tahun, mahasiswa akan mendapatkan 30 kredit. Untuk bisa lulus gelar Bachelor, mahasiswa harus menyelesaikan 120-130 kredit, sedangkan untuk gelar Master memerlukan 30 – 64 kredit.

 

Beberapa universitas di Amerika juga menggunakan Quarter Calendar Credit Hours (Quarter Credit), di mana satu tahun dibagi menjadi 3 semester. Untuk sistem ini, mahasiswa sarjana harus menyelesaikan 180 quarter credit untuk lulus.

 

 

 

3. Eropa

 

DOWNLOAD BROSUR RESMI UNIVERSITAS-UNIVERSITAS INGGRIS

 

Universitas-universitas Eropa menggunakan European Credit Transfer and Accumulation System (ECTS). Satu tahun akademik di Eropa sama dengan 60 kredit ECTS. Walau menggunakan satuan yang sama, jumlah jam kuliah dari setiap negara Eropa bisa berbeda:

  • Austria, Italia dan Spanyol – 1 ECTS = 25 jam kuliah;
  • Finlandia – 1 ECTS = 27 jam;
  • Belanda, Portugis – 1 ECTS = 28 jam
  • Jerman, Belgia, Romania, dan Hungaria – 1 ECTS = 30 jam

 

 

Kini kamu juga bisa menyetarakan SKS/sistem kredit yang kamu miliki dengan kalkulator kredit online. Jika kamu ingin mengetahui minimal kredit yang disyaratkan oleh universitas, kamu bisa download gratis brosur resmi dari universitas yang kamu minati. Universitas yang kamu minati tidak ada di tautan di atas? Klik gambar di bawah ini untuk lebih banyak pilihan universitas:

 

DOWNLOAD BROSUR RESMI UNIVERSITAS

 

 

 

 

Mencari jurusan

Pilih negara
JenjangPendidikan*
TENTANG PENULIS

Wajib dibaca

PERSYARATAN MASUK UMUM UNTUK KULIAH S1 DI LUAR NEGERI

Sudah menemukan jurusan dan universitas pilihan? Selamat! Selanjutnya kamu tinggal mencari informasi mengenai persyaratan masuk dari universitas tersebut. Secara umum, persyaratan masuk terbagi menjadi: persyaratan akademis dan persyaratan kemampuan berbahasa Inggris. Persyaratan masuk bisa saja berbeda-beda antar setiap jurusan, walaupun mereka berada di universitas yang sama. Persyaratan tersebut ditentukan oleh institusi yang bersangkutan untuk memastikan kamu

140554

Mengapa TOEFL dan IELTS penting untuk kuliah ke luar negeri?

Mungkin banyak yang bertanya, kuliah ke luar negeri kan bukan untuk belajar Bahasa Inggris, kenapa sih harus dapat nilai bagus di TOEFL atau IELTS biar bisa diterima di univesitas luar negeri?   Biasanya standar persyaratan masuk untuk diterima masuk ke universitas luar negeri adalah TOEFL dengan skor minimal 550 (paper based) atau IELTS dengan skor minimal 6.0. Nilai minimal yang diminta bisa lebih tinggi lagi jika Anda ingin mengambil

44243