Informasi penting
Selandia Baru: Before you leave

BERBAGAI KEUNTUNGAN MENGAMBIL PHD DI SELANDIA BARU

Berbagai Keuntungan Mengambil PhD Di Selandia Baru

Selandia Baru memang telah lama dikenal sebagai destinasi wisata yang indah, tapi kini pamornya mulai meningkat sebagai destinasi studi yang populer. Selain menawarkan pendidikan berkualitas di taraf internasional dan lingkungan belajar yang asri, negeri kiwi ini juga menawarkan banyak hal lain untuk mahasiswa asing, bahkan pada level PhD. Buktinya, Pemerintah Selandia Baru telah menyiapkan skema yang mereka namakan PhD Package untuk memberikan berbagai keuntungan bagi para mahasiswa internasional yang mengambil PhD di sana. Kalau kamu ingin tahu apa saja keuntungan tersebut, baca penjelasannya di bawah ini.


1. Membayar Biaya Kuliah Dengan Tarif Domestik

Mahasiswa PhD dari negara lain bisa membayar biaya kuliah dengan tarif domestik di Selandia Baru

Di berbagai belahan dunia, mahasiswa internasional seringkali dikenai biaya kuliah yang lebih mahal dibanding mahasiswa lokal. Namun universitas-universitas di Selandia Baru memberlakukan tarif yang sama untuk mahasiswa internasional dan lokal di tingkat PhD (sekitar NZD 6.500 - 9.000 per tahun).

 

Untuk bisa mendapatkan tarif ini, kamu harus menetap di Selandia Baru selama masa studi. Jika perlu melakukan riset di luar negeri, kamu harus mengajukan cuti penelitian untuk tetap bisa membayar biaya kuliah dengan tarif domestik.


2. Bisa Bekerja Purnawaktu

Mahasiswa PhD di Selandia Baru boleh bekerja purna waktu

Saat ini, mahasiswa internasional pada tingkat sarjana hanya diperbolehkan bekerja 20 jam per minggu selama semester berlangsung. Namun mahasiswa internasional di tingkat PhD bisa bekerja purnawaktu (full time) tanpa batasan waktu selama masa studi mereka.

 

Kamu wajib membayar pajak ke Pemerintah Selandia Baru saat bekerja di sana, jadi kamu perlu memiliki IRD Number (sejenis NPWP) yang valid. Setelah membayar pajak, kamu akan dianggap memiliki hak yang sama dengan pekerja lokal.

 

(Baca juga: PROSPEK KARIR DAN STUDI PERTANIAN DI SELANDIA BARU)

 

Unduh brosur universitas favoritmu di Australasia

 

3. Pasanganmu Diperbolehkan Bekerja

Pasangan mahasiswa PhD boleh bekerja di Selandia Baru

Pemerintah Selandia Baru sangat terbuka menyambut mahasiswa internasional yang telah berkeluarga. Kalau pasanganmu ikut menemanimu di Selandia Baru selama masa studi PhD, maka ia diperbolehkan untuk bekerja. Perlu diingat bahwa beberapa pekerjaan di Selandia Baru mewajibkan WNA untuk mendaftar ke badan yang berwenang sebelum bisa mulai bekerja. Kamu bisa melihat daftar pekerjaan tersebut di situs Badan Imigrasi Selandia Baru. Selain bekerja, pasanganmu juga diperbolehkan belajar di berbagai institusi pendidikan Selandia Baru selama 3 bulan.

 

4. Bisa Memasukkan Anak Ke Sekolah Negeri

Anak mahasiswa PhD bisa masuk sekolah negeri gratis di Selandia Baru

Mahasiswa PhD dengan status WNA bisa menyekolahkan anaknya di sekolah negeri Selandia Baru. Sang anak akan dianggap sebagai pelajar domestik, sehingga bisa menikmati pendidikan gratis yang ditawarkan sekolah negeri di sana.

 

Perlu diperhatikan bahwa sekolah-sekolah di Selandia Baru mengikuti sistem zonasi, jadi tiap sekolah lebih memprioritaskan menerima pelajar yang rumahnya dekat dengan sekolah tersebut. Hal lain yang wajib diperhatikan adalah pengawasan orang tua. Menurut hukum yang berlaku di Selandia Baru, anak di bawah umur 14 tahun tidak bisa ditinggal sendirian di rumah tanpa pengawasan orang dewasa.

 

(Baca juga: APA SAJA YANG HARUS DIBAWA SAAT STUDI KE SELANDIA BARU)

 

5. Bisa Mendapatkan Visa Pasca-Studi Selama 3 Tahun

Mahasiswa PhD di Selandia Baru bisa mendapatkan visa kerja pasca-studi selama 3 tahun

Setelah meraih gelar PhD, kamu bisa mengajukan permohonan visa kerja pasca-studi 12 bulan yang memungkinkanmu mencari pekerjaan. Permohonan visa ini harus dilakukan dalam periode waktu 6 bulan setelah kelulusan. Kalau kamu telah menemukan pekerjaan yang sesuai di bidang pilihanmu, maka kamu dapat mengajukan permohonan visa kerja pasca-studi yang berlaku selama dua tahun.

 

Setelah visa 2 tahun ini kedaluwarsa, lulusan program PhD yang tidak berkewajiban untuk kembali ke Indonesia bisa mengajukan permohonan Residence Visa. Dengan visa ini, kamu bisa menetap dan bekerja di Selandia Baru dalam periode yang lebih lama. Ini terutama berlaku bagi individu yang bekerja di industri yang kekurangan tenaga kerja spesialis.

 

Nah, kalau kamu ingin mengambil PhD di Selandia Baru untuk menikmati keuntungan-keuntungan di atas, kamu bisa memulai dengan melihat program-program PhD yang tersedia di 8 universitas berikut:

 

Masih bingung memilih universitas di Selandia Baru untuk mengambil program PhD? Langsung saja daftar untuk konsultasi GRATIS dengan konselor IDP Education yang selalu siap membantumu untuk mendaftar dan kuliah di universitas-universitas terbaik di Selandia Baru.

 

Daftar sekarang untuk konsultasi GRATIS!

Sumber:

studyinnewzealand.govt.nz

universitiesnz.ac.nz

immigration.govt.nz

Mencari jurusan

Selandia Baru
Pascasarjana