Informasi penting
Amerika Serikat: Prospek Karir

REALITA BEKERJA DI FIRMA HUKUM AS

Realita Bekerja di Firma Hukum AS

Bila membahas profesi praktisi hukum di AS, pasti kebanyakan dari kita terbayang para pengacara di berbagai serial televisi seperti 'Suits', 'The Good Wife' dan 'How to Get Away with Murder'. Tetapi apakah gambaran pekerjaan dan gaya hidup mereka di televisi sesuai dengan kenyataan? Kali ini kontributor Indonesia Mengglobal, Steffen Hadi, akan menjawab pertanyaan tersebut dengan membagikan pengalamannya bekerja di sebuah firma hukum AS.   


Sudah bukan rahasia lagi kalau industri film dan televisi Hollywood seringkali menghadirkan gambaran yang positif mengenai firma-firma hukum di Amerika Serikat. Saya sendiri termotivasi untuk menjadi pengacara karena karakter Harvey Specter, seorang pengacara di serial televisi 'Suits'. Namun setelah saya berkesempatan magang di salah satu firma hukum di AS, saya akhirnya sadar bahwa tidak semua stereotipe yang ditampilkan di televisi benar adanya.

 

Kesempatan Kerja & Magang

 

Saat menonton film bertema hukum di bioskop dan televisi, terkadang kalian akan melihat sosok berkewarganegaraan asing yang bekerja/magang di sebuah firma hukum AS. Nah, sewaktu saya mengambil program pascasarjana di University of Pennsylvania Law School, memang ada kesempatan magang di beberapa firma hukum AS. Walaupun begitu, firma-firma hukum tersebut biasanya mencari warga negara AS yang tengah mengambil program gelar Juris Doctor (JD). Ini tentunya kurang menguntungkan bagi saya yang berstatus WNI dan mengambil program gelar LLM - sebuah gelar yang dipandang kurang bergengsi dibanding JD.

 

Untungnya, saya berhasil mendapatkan kesempatan magang di salah satu firma hukum terbesar di Philadelphia. Meskipun program magang yang saya ikuti bersifat pro-bono (peserta magang tidak menerima bayaran), saya bersyukur mendapatkan pengalaman magang tersebut. Kalau kamu ingin bekerja di sebuah firma hukum di AS, saya menyarankan kamu mengikuti program magang pro-bono ini. Memang bekerja tanpa gaji pasti terasa sulit, tapi situasinya akan membaik kalau kamu berhasil menunjukkan kemampuanmu di tempat magangmu.

 

Hal lain yang ingin saya bahas adalah ujian bar (ujian tertulis untuk mendapatkan lisensi pengacara di AS) dan anggapan bahwa mengambil ujian tersebut adalah metode terbaik untuk bisa bekerja di AS. Dari pengalaman pribadi saya, ini tidak sepenuhnya benar. Firma-firma hukum di AS biasanya mencari pengacara dari Indonesia karena mereka membutuhkan keahlian pengacara tersebut untuk menangani masalah yang berhubungan dengan hukum atau klien dari Indonesia. Saya sendiri lulus ujian bar di negara bagian New York, tapi saya tetap menghadapi banyak tantangan untuk bisa menjadi praktisi hukum di New York.

 

Steffen Hadi di University of Pennsylvania

Steffen Hadi di University of Pennsylvania Law School

(Foto: Dok. pribadi Steffen Hadi)

 

Temukan kisah inspiratif tentang studi dan berkarir di luar negeri!

 

Profesionalitas Tinggi


Industri film Hollywood acapkali melanggengkan stereotipe bahwa situasi kerja di firma-firma hukum AS penuh dengan drama pribadi. Dari observasi saya, ini stereotipe yang kurang tepat. Lingkungan kerja firma hukum di AS sebenarnya penuh dengan profesionalitas tinggi. Kebanyakan orang akan berada di meja kerja mereka masing-masing untuk menyelesaikan tugas mereka. Beberapa orang biasanya akan ada di ruang rapat untuk berdiskusi dengan klien mereka. Percakapan santai antar rekan kantor memang ada, tapi hanya memakan waktu paling lama setengah jam.

 

Selama magang, saya dilibatkan dalam kasus real estat dan imigrasi. Salah satu contoh kasus yang saya tangani adalah para penyewa yang diusir dari tempat yang mereka sewa. Saya mencatat keluhan mereka dan menyusun nasihat hukum yang tepat untuk mereka. Saya juga melakukan wawancara via telepon tiap pagi dan mengunjungi klien di sore hari.

 

Sama dengan pengacara di Indonesia, pengacara di AS juga menghadapi jam kerja yang panjang, tekanan yang luar biasa dan berbagai diskusi serius. Memang situasi kerja tersebut penuh rasa stres, tapi saya menganggap ini sebagai pengalaman hidup yang berharga. 

 

(Baca juga: PROSPEK PASCA-STUDI DI INGGRIS, KANADA, AUSTRALIA DAN AS)

 

Tampilan Necis

 

Pengacara adalah salah satu profesi dengan gaji tertinggi di AS. Jadi sangat wajar kalau banyak pengacara di sana menggunakan produk-produk premium untuk mendukung penampilan mereka. Mereka berpakaian dengan rapi sebagai bukti profesionalitas mereka dan untuk menunjukkan bahwa mereka bekerja di tempat yang bergengsi. Walaupun begitu, mereka bebas berpakaian sesuai selera mereka di luar jam kerja. Saya sendiri baru memakai jas dan dasi kalau harus mengunjungi klien atau berdiskusi dengan supervisor. Karena itu, saya rasa stereotipe Hollywood bahwa pengacara selalu tampil necis ada benarnya.

 

Steffen Hadi di firma hukum yang menjadi tempat magangnya di AS

(Foto: Dok. pribadi Steffen Hadi)

 

Unduh brosur universitas favoritmu di Amerika Utara

 

Suka Pesta

 

Hollywood sepertinya menampilkan stereotipe yang cukup tepat mengenai kebiasaan berpesta para pengacara Amerika - karena kebanyakan orang di sana memang suka berpesta. Biasanya mereka mengunjungi bar terdekat pada Kamis atau Jumat malam untuk minum, menari dan bercanda sepuas mungkin.

 

Di hari pertama saya magang, saya merasa sedikit terisolasi karena orang-orang sibuk dengan pekerjaan mereka sendiri. Untungnya, hal ini berubah di hari Kamis berikutnya saat saya diajak ke pub. Saya akhirnya bisa berkenalan serta berbincang-bincang seru dengan teman-teman kantor saya. Sejak saat itu, saya tidak lagi merasa sendirian di kantor dan bisa menjalin persahabatan yang dalam dengan rekan-rekan saya.

 

Kalau kamu ingin menjalin pertemanan dengan rekan kerja di AS, saya sarankan kamu pergi berpesta dengan mereka. Orang Amerika sangat menghargai persahabatan dan mereka cukup terbuka menjalin pertemanan baru dalam situasi pesta.

 

(Baca juga: 5 UNIVERSITAS TERBAIK UNTUK GELAR SARJANA HUKUM DAN BIAYANYA)

 

Keuntungan Untuk Karir

 

Mengambil program magang di firma hukum AS memang akan memperkaya CV-mu, tapi pengalaman tersebut tidak akan terlalu relevan kalau kamu ingin kembali bekerja di Indonesia. Menurut saya, kesempatan magang seperti itu sebaiknya dimanfaatkan untuk meningkatkan profesionalismemu dan menambah jejaringmu. Para pengacara di AS memiliki etos kerja yang maju - mereka memberi penghargaan lebih pada kesempurnaan hasil kerja, pola pikir yang praktis dan solusi logis terbaik. Kalau kamu bisa mengadopsi etos kerja serupa, kamu pasti bisa menjadi pengacara unggul di firma hukum manapun. 

 

Saya juga ingin menyarankan agar kamu memperluas dan memelihara jejaringmu di AS. Setelah memiliki teman-teman seprofesi dari negara-negara lain, saya menyadari bahwa berjejaring dengan para pengacara AS bisa memberikan keuntungan lebih untukmu - seperti mendapatkan referensi klien atau membuka jalan untuk berbagai peluang.

 

Dari penjelasan saya di atas, tentu sudah jelas kalau film dan serial televisi Hollywood tidak selalu memberikan gambaran tepat mengenai firma-firma hukum di AS. Pekerjaan dan situasi kantor yang akan kamu hadapi tidak seindah cerita di layar kaca. Kamu akan menghadapi hari-hari penuh tekanan dan juga hari-hari penuh rasa bosan. Ada juga beberapa situasi yang akan membuatmu menyesali pilihan profesimu sebagai pengacara. Namun kamu harus bisa menghargai semua hal itu, karena mereka akan memperkaya pengalaman kerja dan hidupmu.

 

Ingin kuliah hukum di luar negeri untuk bisa berkarir di sana? langsung saja daftar untuk konsultasi GRATIS dengan konselor IDP Education. Kamu akan mendapatkan bimbingan serta informasi lengkap untuk bisa mendaftar dan kuliah di berbagai universitas terbaik di dunia!

 

Sumber:

Artikel asli dipublikasikan oleh IndonesiaMengglobal.com

'A non-profit website for Indonesians aspiring to study and or pursue professional opportunities abroad'.

GRATIS

Ebook 'Kuliah di Amerika'

Suka dengan bacaan ini? Kami telah mengumpulkan topik-topik populer tentang kuliah di Amerika Serikat dalam satu buku digital praktis.