Mahasiswa Berbicara

Le Van Giang, dari Vietnam, Diploma dalam Desain 3D (Desain Interior) 2010
Kembali pada tahun 2006, saya bekerja untuk sebuah perusahaan desain kecil yang dimiliki oleh bos Jerman di Ho Chi Minh. Sungguh suatu pengalaman menarik untuk bekerja di bawah bos asing dan saya tidak menyadari pada saat itu bahwa hal tersebut akan mengubah hidup saya. Setelah satu tahun, serta hingga saat ini, saya menyadari bahwa sangat penting untuk berpikiran luas.  Saya tidak puas dengan hanya bekerja di perusahaan kecil tapi ingin pergi ke negara lain untuk bekerja dan menghadapi berbagai tantangan berbeda dan kesempatan pun akan datang nantinya.

Saya berpikir bagaimana meraih tujuan ini. Jika saya ingin bekerja di lingkup internasional, tentu saja saya perlu memiliki bekal pendidikan internasional. NAFA merupakan di antara hasil pencarian pertama yang saya dapat dari internet. Saran dari teman menguatkan keputusan saya untuk memilih NAFA sebagai langkah pertama untuk mewujudkan tujuan saya.  Agar dapat mengatasi halangan bahasa, saya mulai bekerja keras untuk meningkatkan bahasa Inggris saya agar bisa masuk program dan akhirnya saya berhasil. Delapan bulan kemudian, saya berada di pesawat yang terbang ke Singapura setelah lulus ujian masuk.

Mahasiswa dari berbagai negara bertemu di NAFA dan masing-masing mereka berbicara dengan aksen bahasa Inggris yang berbeda. Saya mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan teman kelas saya, terutama selama kuliah. Pada beberapa bulan pertama, saya perlu berkonsentrasi untuk memahami apa yang disampaikan oleh dosen saya untuk setiap modul. Hal tersebut sangat penting karena saya harus memahami apa yang mereka perintahkan dari tugas yang diberikan. Terlepas dari itu, jumlah tugas kuliah yang banyak benar-benar membuat saya stres.  Saya memerlukan waktu hingga satu semester untuk menyesuaikan diri ke dalam lingkungan dan budaya baru ini.

Setelah mengalami masa sulit pada semester pertama, semuanya menjadi lebih mudah, kuliah menjadi lebih bersemangat dan menyenangkan bagi saya.  Sungguh menyenangkan dapat mengenal banyak teman dari berbagai negara.  Kami belajar bersama untuk memahami budaya kami dan untuk melihat seni dari sudut pandang lain.  Semua ini membuat program menjadi lebih kompetitif dan menarik. Pertukaran ide selama diskusi kelompok dan rapat proyek benar-benar memperluas pengetahuan saya dalam seni dan desain.  Saya menyadari bahwa dengan memainkan peranan berbeda di budaya berbeda, saya akan membuka pengalaman kesempatan yang baru.

Para dosen di NAFA memiliki peranan penting dalam proses studi saya.  Mereka mengajarkan kepada saya agar berpikir lebih mendalam dan lebih luas melalui sebuah proses sederhana yaitu bertanya dan mencari jawaban. Ketika kami mencari jawaban, kami menghabiskan waktu berjam-jam di perpustakaan kampus dengan mencarinya dari buku dan internet.  Penelitian merupakan keahlian penting, yang mulai saya pelajari untuk mencari, menghasilkan dan mengembangkan ide. Itu adalah suatu proses tiada henti dalam mencapai tingkat estetika dan kepraktisan yang lebih tinggi dalam karya desain kami.

Bukan hanya bekerja sendirian, namun kerja keras dan bersenang-senang merupakan moto yang selalu saya pertahankan. Setelah periode penilaian, saya berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan perkumpulan olahraga yang diatur oleh departemen kesejahteraan mahasiswa NAFA. Saya masih ingat betapa bersemangatnya saya pada Hari Olahraga pertama di Sentosa dengan seluruh kampus. Sungguh menyenangkan bermain olahraga di pantai dan pada saat bersamaan, bersaing satu sama lain. Setelah menghabiskan waktu tiga tahun studi di NAFA, saya mampu memperoleh fondasi dan pemahaman yang mendalam akan seni dan desain, terutama untuk program saya dalam desain interior.  Selama Pameran Lulusan, saya diberi beberapa tawaran kerja dan saya menghadiri beberapa wawancara.  Sekarang saya bekerja di sebuah perusahaan arsitektur dan desain interior sebagai seorang desainer interior.

Saat ini, saya menjadi bagian sebuah kelompok yang bekerja bersama dalam sebuah proyek besar untuk membuat desain untuk sebuah merek ternama untuk menempati 14 lantai di sebuah gedung perkantoran yang tinggi. Sebagai lulusan baru, saya menganggap diri saya beruntung karena dapat bekerja dalam suatu proyek besar seperti itu.

Saya berpikir bahwa semuanya akan berhasil meskipun beban kerjanya berat dan waktu kerjanya lama. Saya masih belajar setiap hari dari para senior saya, bos saya, klien dan orang-orang yang saya temui dalam pekerjaan saya. Sungguh menyenangkan untuk bekerja dan melakukan eksperimen dengan apa yang Anda sukai.

Vania Yulita, dari Indonesia, (Diploma Penjualan Mode dan Pemasaran, 2010, BA(Hons) dalam Desain Mode 2011)
Tiga tahun masa kuliah saya di NAFA merupakan perjalanan yang menyenangkan. Lingkungannya sangat mendukung untuk belajar dan para dosen membimbing saya dalam mengatasi berbagai kesulitan untuk memastikan bahwa saya memahami semua mata kuliah. Mereka sangat terbuka terhadap gagasan kami, dan menunjang kreativitas dalam pekerjaan kami. Peralatan yang tersedia juga menunjang saya dalam proses desain.

Saya sangat yakin bahwa ada permintaan tinggi akan lulusan NAFA di industri mode dunia. Begitulah perasaan saya, khususnya saat saya magang di PT Musa Atelier, milik salah seorang perancang papan atas di Indonesia. Saya diterima pada program magang, dan ternyata mereka sangat senang dengan hasil pekerjaan saya.

Saya sering kali harus mengorbankan waktu pribadi saya agar dapat menyelesaikan tugas-tugas, namun saya melakukannya dengan senang hati. Meskipun kadangkala terpaksa tidak tidur malam dan mengalami hari-hari yang melelahkan, namun pengorbanan saya ternyata tidak sia-sia ketika kelompok saya memenangkan dua penghargaan yakni Best Ready-to-Wear (Busana Siap-Pakai Terbaik) dan Best Concept (Konsep Terbaik), pada pameran Fashion Design para lulusan.

Seiring dengan perjalanan waktu kita belajar bagaimana sebaiknya mengelola waktu kita. Secara keseluruhan, saya sangat bahagia menjadi mahasiswa NAFA. Hanya perlu gairah untuk menikmati hal-hal yang kita lakukan dan mencuat dalam bidang kita.

Fransiska Maryono, dari Indonesia, (Diploma Desain Mode 2010, BA(Hons) dalam Desain Mode 2011)
Tiga tahun masa kuliah saya di NAFA merupakan pengalaman yang telah membuahkan hasil, dan para dosen sangat membantu, baik dalam pendekatan teknis maupun desain.  NAFA telah memperluas wawasan saya tentang mode, yang semula saya pikir hanya tentang baju indah saja - saya belajar bahwa masih ada banyak aspek menarik lainnya tentang mode.

NAFA telah memungkinkan saya untuk bekerja setara dengan para profesional dalam industri mode yang bersaing ini. Kesempatan tersebut tiba berupa peluang magang di majalah CLEO (Singapura) pada tahun kedua. Sebagai mahasiswa NAFA saya mendapatkan akses pada berbagai fasilitas canggih yang memberikan saya peluang untuk menggali dan bereksperimen dengan ide-ide.

Meskipun adanya pasang surut dalam perjalanan kuliah saya, namun saya menikmatinya, bahkan termasuk malam-malam tanpa tidur dan proyek-proyek, karena saya telah membuktikan pada diri saya sendiri bahwa kita dapat meraih segala sesuatu apabila kita memiliki gairah dan kegigihan. Di atas semua itu, bagi saya kuliah di NAFA merupakan perjalanan yang sangat berharga; suatu perjalanan yang tidak dapat saya peroleh di mana pun.

Michelle Elizabeth, dari Indonesia, (Diploma Desain Mode 2010, BA(Hons) dalam Desain Mode 2011)
Kuliah di NAFA secara nyata merupakan pengalaman proyek landasan pacu bagi saya. Seluruh darah yang mengalir setiap kali tertusuk jarum jahit, peluh yang mengucur saat harus berlari-lari pakai sepatu hak tinggi ke berbagai perpustakaan dan mencari sumber tempat memperoleh kain, dan pada akhirnya air mata yang menetes penuh rasa syukur saat menerima Best Graduate Award (Penghargaan Lulusan Terbaik) dari angkatan saya.

Di tingkat Diploma, saya merasakan betapa para dosen mengajarkan saya pendekatan yang tiada hentinya dalam menggali ide-ide kreatif, sambil sepanjang perjalanan berupaya untuk menemukan gaya pribadi saya sendiri. Keterampilan teknis berikut teknologi yang tersedia sangat penting dalam pelaksanaan industri garmen, dan NAFA mengizinkan kami akses kepada peralatan seperti, alat potong laser, Gerber, dan mesin cetak tekstil yang telah membantu kami untuk memproduksi koleksi yang menakjubkan selama bertahun-tahun.

Sekolah memberikan kesempatan luas dan mendorong kami, mahasiswa, untuk turut serta dalam kompetisi dan acara kolaborasi sehingga mendapatkan banyak keterlibatan di dalam industri yang sangat kami butuhkan. Ketika saya magang di Catalog Magazine saya menyadari betapa penting kerja berkelompok, rasa tanggung jawab, dan kemampuan untuk bekerja secara efektif. Ini sungguh meningkatkan pengalaman belajar saya secara keseluruhan.

Yang paling saya hargai adalah bahwa mahasiswa dididik secara profesional untuk memasuki industri mode yang sangat menantang, dan cara mereka berhasil membina sikap positif sepanjang masa belajar.

JenniferTjhin, dari Indonesia, (Diploma Desain Mode 2010, BA(Hons) dalam Desain Mode 2011)
Setelah melalui perjalanan kuliah saya, maka saya yakin telah memilih lembaga pendidikan yang tepat untuk meningkatkan semangat dan keterampilan saya di bidang perancangan mode.

Salah satu fasilitas istimewa dari kuliah di NAFA adalah penyelenggaraan kunjungan lapangan ke berbagai perusahaan besar di bidang industri mode setempat seperti FJ Benjamin, yang sangat berpengaruh di panggung mode setempat, dan Tangs, salah satu toserba terbesar di Singapura. Ini sungguh membuka wawasan kami dan membantu para mahasiswa untuk mengakrabkan diri pada dunia nyata.

Sekolah juga menyelenggarakan banyak kompetisi dan kolaborasi yang memberi peluang bagi para mahasiswa untuk memperoleh pengakuan di industri.

Selain itu, kampus diperlengkapi secara istimewa dengan fasilitas yang menunjang proses pembelajaran.  Selanjutnya, para dosen semua sangat membantu dan mendorong para mahasiswa.

CARI PROGRAM

Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA), Singapore

Unduh brosur

Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA) Diploma Guide

Isi brosur: info program kuliah, fasilitas kampus, akomodasi, biaya kuliah dan bantuan keuangan, persyaratan pendaftaran,

Lokasi

Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA) Terletak di Singapore.

Klik peta untuk melihat lokasi institusi

BIAYA HIDUP PER TAHUN help Biaya yang tercantum diambil dari situs universitas dan merupakan biaya rata-rata mínimum per tahun. Biaya ini akan berubah tergantung gaya hidup masing-masing.

  • Akomodasi:SG$7000
  • Makanan:SG$5000
  • Transportasi:SG$1800

AKREDITASI