Bagaimana cara menghemat biaya hidup saat kuliah di luar negeri?
Mahasiswa bisa menghemat biaya hidup dengan memanfaatkan diskon mahasiswa, masak sendiri, membeli buku bekas, memilih transportasi hemat seperti sepeda, serta mencari kerja sambilan di kampus. Dengan strategi ini, pengeluaran sehari-hari bisa lebih terkendali tanpa mengurangi pengalaman kuliah di luar negeri.
Isi Artikel
Share Housing untuk Menghemat Biaya Akomodasi
Tinggal bersama teman sekamar atau satu rumah dengan beberapa mahasiswa lain adalah salah satu cara paling efektif untuk memangkas biaya hidup saat kuliah di luar negeri. Konsep share housing ini membuat kamu tidak hanya berbagi tempat tinggal, tapi juga membagi beban pengeluaran sehari-hari.
Yang paling terasa tentu saja soal sewa rumah atau apartemen. Daripada menanggung biaya sendirian, kamu bisa patungan bersama teman sekamar sehingga biaya sewa jadi jauh lebih ringan. Begitu juga dengan tagihan bulanan seperti listrik, air, Wi-Fi, bahkan langganan streaming bisa dibagi rata.
Untuk menemukan share house yang terjangkau, kamu bisa bergabung di grup komunitas mahasiswa, mengecek informasi di sosial media jurusan, atau mencari di situs khusus sewa akomodasi mahasiswa. Cara ini seringkali lebih hemat karena kamu bisa langsung berhubungan dengan pemilik rumah tanpa harus membayar biaya agen tambahan.
Intinya, dengan share housing, kamu bisa hidup lebih nyaman tanpa harus mengorbankan budget. Selain itu, tinggal bersama teman juga bisa memperluas pergaulan, jadi pengalaman sosial yang seru sekaligus solusi finansial yang cerdas.
Kartu Transportasi Mahasiswa
Banyak negara tujuan kuliah memberikan diskon transportasi khusus untuk mahasiswa internasional. Diskon ini biasanya berlaku untuk bus, kereta, tram, hingga metro/subway. Syarat utamanya adalah kamu harus terdaftar sebagai mahasiswa penuh waktu dan memiliki kartu identitas mahasiswa atau kartu transportasi khusus.
Besaran potongan harga bervariasi, mulai dari 20% sampai 50%, tergantung kebijakan pemerintah kota atau operator transportasi di negara tersebut. Misalnya, di Inggris mahasiswa bisa menggunakan 16–25 Railcard untuk mendapatkan tarif kereta lebih murah. Di Australia, ada concession card untuk mahasiswa yang berlaku di bus dan kereta. Sementara di beberapa negara Eropa, universitas bekerja sama langsung dengan otoritas transportasi untuk memberikan akses tarif khusus bagi mahasiswa.
Tips penting: segera tanyakan ke pihak kampus atau cek portal mahasiswa resmi di kota tujuanmu. Dengan memanfaatkan kartu transportasi mahasiswa, kamu bisa menghemat biaya perjalanan harian dan mengalokasikan uangmu untuk kebutuhan lain.
Bersepeda dan Jalan Kaki
Kalau tempat tinggalmu tidak terlalu jauh dari kampus atau pusat aktivitas sehari-hari, memilih bersepeda atau berjalan kaki bisa jadi cara paling praktis untuk menghemat biaya transportasi.
Di banyak negara tujuan kuliah, fasilitas untuk pesepeda sudah sangat memadai, lengkap dengan jalur khusus sepeda yang aman dan ramah pengguna. Investasi membeli sepeda sejak awal kuliah bisa terasa ringan kalau dibandingkan dengan ongkos transportasi harian. Selain hemat biaya, bersepeda juga memberi manfaat tambahan: tubuh lebih bugar, mobilitas lebih cepat dibanding berjalan kaki, sekaligus ramah lingkungan karena tidak menambah polusi.
Sementara itu, berjalan kaki juga tak kalah menguntungkan. Untuk jarak dekat, jalan kaki bukan hanya gratis, tapi juga bisa jadi cara sederhana untuk menjaga kesehatan. Banyak mahasiswa internasional merasa jalan kaki membantu mereka mengenal lingkungan baru, menemukan toko-toko kecil yang murah, atau bahkan sekadar menikmati suasana kota dengan lebih leluasa.
Selalu Bawa Kartu Mahasiswa untuk Diskon
Bagi mahasiswa internasional, biaya hidup di luar negeri memang bisa cukup tinggi. Untungnya, banyak bisnis dan brand besar di berbagai negara menawarkan student discounts yang bisa membantu kamu menghemat biaya sehari-hari, mulai dari transportasi, makanan, hiburan, hingga elektronik.
Dengan hanya menunjukkan kartu mahasiswa atau menggunakan International Student Identity Card (ISIC), kamu bisa mendapatkan banyak penawaran menarik. Berikut adalah ringkasan student discounts terbaik di Australia, UK, US, dan Canada.
Dengan kartu diskon ini, kamu bisa menghemat budget ketika belanja tiket pesawat atau kereta, makan di restoran maupun kafe, hingga potongan ketika belanja di supermarket. Untuk mengetahui brand atau toko apa saja yang bekerja sama dengan ISIC di negara tujuan studimu, jangan lupa untuk mengeceknya secara langsung di situs isic.org.
Beli Buku Bekas atau Pinjam
Buku pelajaran bisa saja sangat mahal, dan terkadang satu mata kuliah bisa saja memerlukan lebih dari satu buku pelajaran. Cara untuk menghemat adalah dengan membeli buku bekas baik secara online maupun offline. Untuk buku-buku bekas, kamu bisa mengecek di situs-situs jual beli seperti Amazon, eBay, AbeBooks and the Book Depository.
Sementara itu jika kamu ingin membeli buku bekas secara offline, kamu bisa mengunjungi toko yang menjual buku bekas, atau membaca pengumuman di kampus, siapa tahu ada senior yang ingin menjual buku mereka. Kadang-kadang di kampus juga akan menggelar acara penjualan buku bekas. Biasanya acara ini diadakan oleh perkumpulan mahasiswa. Jadi pastikan untuk aktif mencari informasi seperti ini ya!
Belanja Hemat di Pasar Malam dan Supermarket
Salah satu cara paling seru untuk berhemat saat kuliah di luar negeri adalah dengan berbelanja di pasar malam lokal. Di sini kamu bisa menemukan barang-barang kebutuhan sehari-hari, pakaian, hingga jajanan khas setempat dengan harga jauh lebih murah dibandingkan toko biasa. Pasar malam biasanya hanya digelar di hari-hari tertentu, jadi ada baiknya kamu bertanya pada warga lokal atau teman kampus untuk tahu jadwal dan lokasinya. Selain menghemat uang, pengalaman ini juga bisa memperkaya budaya dan menambah teman baru.
Selain pasar malam, banyak supermarket dan minimarket di luar negeri yang menawarkan diskon besar menjelang malam hari. Misalnya, roti, bekal, atau makanan siap saji biasanya dijual dengan potongan hingga 50% setelah jam tertentu—umumnya setelah pukul 7 malam. Tujuannya adalah agar produk tetap segar dan tidak disimpan hingga keesokan harinya. Trik ini bisa jadi solusi hemat yang cerdas, terutama untuk mahasiswa yang ingin menekan pengeluaran makan tanpa mengorbankan kualitas.
Hemat Listrik
Tagihan listrik dan gas sering jadi salah satu pengeluaran terbesar mahasiswa internasional, terutama jika tinggal di apartemen bersama teman. Karena itu, penting banget untuk lebih sadar dalam menggunakan energi sehari-hari. Dengan beberapa kebiasaan sederhana, kamu bisa menghemat cukup banyak uang tanpa harus mengorbankan kenyamanan.
Kalau kuliah di negara empat musim seperti Inggris, biaya pemanas (heating) bisa terasa berat. Triknya? Gunakan pakaian hangat saat di rumah, siapkan teh atau cokelat panas, dan manfaatkan botol air hangat untuk menemani tidur. Kalau tetap butuh pemanas, pastikan kamu mengontrolnya dengan auto-timer atau smart meter supaya pemakaian tidak boros.
Selain pemanas, ada banyak hal kecil yang bisa bikin tagihan listrik lebih ringan. Misalnya, matikan lampu saat tidak digunakan dan ganti ke lampu LED hemat energi, jangan biarkan perangkat elektronik dalam mode standby, serta gunakan draught excluders (penahan angin) di bawah pintu supaya ruangan tidak cepat dingin. Saat menggunakan ketel listrik, isi sesuai kebutuhan saja. Untuk mencuci pakaian, tunggu hingga mesin penuh dan pilih suhu rendah (sekitar 30 derajat). Bahkan kebiasaan sederhana seperti memilih mandi shower singkat dibanding berendam di bathtub bisa memberi perbedaan besar pada tagihan bulanan.
Dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan ini, kamu bisa menekan biaya hidup hingga lebih dari 10–20% per bulan, sekaligus berkontribusi pada lingkungan dengan mengurangi konsumsi energi berlebihan.
Kerja Freelance Online
Selain kerja part-time di kampus, mahasiswa internasional juga bisa mencoba freelance online untuk menambah pemasukan. Jenis pekerjaannya beragam, mulai dari penulis lepas, desain grafis, penerjemah, tutor bahasa, social media manager, hingga digital marketing. Banyak di antaranya tidak membutuhkan modal besar, hanya laptop dan koneksi internet stabil.
Keuntungan utama freelance online adalah fleksibilitas waktu. Kamu bisa mengatur sendiri jadwal kerja sesuai jam kuliah, jadi tidak mengganggu fokus akademik. Selain itu, pengalaman ini juga bisa menambah portofolio internasional yang bermanfaat untuk karier setelah lulus, terutama jika kamu ingin bekerja di bidang kreatif, komunikasi, atau teknologi.
Untuk memulai, mahasiswa biasanya menggunakan platform populer seperti:
-
Fiverr: Situs ini cocok untuk proyek kreatif seperti desain, voice over, atau editing.
-
Upwork & Freelancer: Tersedia banyak lowongan penulisan, data entry, digital marketing, hingga riset.
-
Preply: Pilihan ideal buat kamu yang ingin jadi tutor bahasa, termasuk mengajar Bahasa Indonesia untuk penutur asing.
Mengikuti kerja sambilan di kampus
Biasanya kampus mencari mahasiswa untuk mengerjakan perkerjaan sambilan seperti melipat brosur, memasukkan majalah kampus ke amplop, menempelkan alamat atau pekerjaan tidak tetap lainnya. Pekerjaan ini akan dibayar per jam. Informasi ini tidak akan disebarkan secara luas, biasanya hanya akan disebarkan dalam perkumpulan mahasiswa atau mahasiswa-mahasiswa yang dekat dengan staf administrasi.
Kerjaan sambilan tetap di kampus juga tersedia. Misalnya bekerja sebagai staf di kafe, asisten staf perpustakaan dan lain-lain. Akan tetapi biasanya lowongan ini terbatas. Jika kamu aktif dalam perkumpulan mahasiswa, kesempatan kamu untuk mendapatkan pekerjaan seperti ini akan lebih tinggi.
Selain itu ada juga pekerjaan sebagai asisten dosen, atau staf laboratorium, tetapi pekerjaan ini biasanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang berprestasi.
Memasak Sendiri
Kalau kamu tinggal di asrama atau akomodasi tanpa layanan katering, memasak sendiri adalah pilihan paling cerdas. Selain lebih sehat karena kamu bisa mengontrol bahan dan cara memasak, biaya makan sehari-hari juga bisa jauh lebih murah dibandingkan makan di luar.
Tipsnya, coba belanja bahan makanan di supermarket atau pasar lokal, lalu bagi biaya belanja dengan teman sekamar atau tetangga. Dengan begitu, kamu bisa masak dalam porsi lebih besar, lebih hemat, dan variasi menunya pun lebih banyak.
Yang bikin makin seru, memasak bareng teman bisa jadi momen kebersamaan—kalian bisa saling bertukar resep, mengenal masakan dari budaya lain, sekaligus menghemat pengeluaran. Jadi, dapur bukan hanya tempat masak, tapi juga tempat membangun koneksi dan kenangan selama kuliah di luar negeri.
Penutup
Mahasiswa bisa menghemat biaya hidup dengan memanfaatkan diskon mahasiswa, masak sendiri, membeli buku bekas, memilih transportasi hemat seperti sepeda, serta mencari kerja sambilan di kampus atau freelance online. Dengan strategi ini, pengeluaran sehari-hari bisa lebih terkendali tanpa mengurangi pengalaman kuliah di luar negeri.
Tapi ingat, setiap negara punya biaya hidup dan aturan kerja mahasiswa yang berbeda. Supaya lebih siap, ada baiknya kamu diskusi langsung dengan konselor pendidikan IDP. Mereka bisa bantu memberikan gambaran biaya kuliah dan hidup di negara tujuanmu, pilihan beasiswa, sampai tips mencari kerja part-time yang legal.
Mau tahu negara mana yang paling sesuai dengan budget dan tujuanmu? Yuk, konsultasi gratis dengan konselor IDP sekarang juga!
Tentang Penulis
Artikel ini ditulis oleh Tim Editorial IDP Hotcourses Indonesia, yang berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam menyediakan informasi pendidikan global dan panduan kuliah ke luar negeri untuk mahasiswa Indonesia.