GRE® (Graduate Record Examination) General Test adalah tes standar internasional yang digunakan untuk masuk program S2, S3, sekolah bisnis, dan hukum di berbagai negara. Tes ini menilai kemampuan berpikir kritis, penalaran verbal, penalaran kuantitatif, dan menulis analitis—kemampuan penting untuk sukses di jenjang akademik lanjutan.
Artikel ini memberikan panduan lengkap mulai dari struktur tes, skor, persiapan, tips sukses, hingga informasi pendaftaran bagi mahasiswa Indonesia.
Daftar Isi
Apa itu GRE Test?
GRE (Graduate Record Examination) adalah ujian standar internasional yang digunakan sebagai salah satu syarat masuk ke program pascasarjana dan sekolah bisnis. Tes ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1936 oleh Carnegie Foundation for the Advancement of Teaching (CFAT) dan kini dikelola oleh Educational Testing Service (ETS).
GRE mengukur kemampuan kandidat dalam penalaran kuantitatif, penalaran verbal, dan penulisan analitis. Hasil ujian berlaku hingga lima tahun. Salah satu keunggulan GRE bagi pelamar internasional adalah fleksibilitasnya—melalui fitur ScoreSelect®, peserta bisa memilih nilai mana yang ingin dikirim ke universitas dan mengulang ujian untuk mendapatkan skor terbaik.
Lebih dari 1.200 sekolah bisnis di seluruh dunia menerima hasil GRE. Daftar lengkap universitas, lembaga, dan program beasiswa yang menerima GRE dapat dilihat berdasarkan negara tujuan studi. Banyak program MBA juga mengakui skor GRE General sebagai pengganti tes masuk lainnya.
Apa Tujuan GRE Test?
Berikut ini adalah beberapa manfaat memiliki skor GRE jika kamu ingin mendaftar kuliah keluar negeri:
-
Syarat masuk universitas: Banyak universitas top mensyaratkan skor GRE sebagai bagian dari proses seleksi.
-
Bisa untuk berbagai jurusan: Tidak hanya sains atau teknik, GRE juga digunakan untuk program bisnis (termasuk MBA) dan hukum (JD/LLM).
-
Peluang beasiswa: Beberapa sponsor beasiswa internasional mempertimbangkan skor GRE sebagai salah satu kriteria.
Struktur dan Jenis Tes dalam GRE Test
GRE General Test dibagi menjadi tiga bagian utama, masing-masing mengukur kemampuan yang berbeda namun saling melengkapi untuk menilai kesiapan akademikmu di jenjang pascasarjana atau program profesional.
1. Verbal Reasoning
Bagian Verbal Reasoning menguji kemampuanmu dalam memahami dan menganalisis teks secara kritis. Soal mengukur kemampuan membaca, memahami asumsi penulis, menarik kesimpulan, dan menilai hubungan antar kata dan konsep.
Bagian ini dari tiga tipe soal utama: Text Completion, Sentence Equivalence, dan Reading Comprehension. Text Completion mengharuskanmu menebak kata yang tepat untuk melengkapi kalimat, biasanya 1–3 kata per soal, dengan fokus pada konteks kalimat. Sentence Equivalence meminta memilih dua jawaban yang membuat kalimat tetap logis dan memiliki makna yang mirip. Sedangkan Reading Comprehension menguji kemampuan memahami struktur teks, ide utama, dan detail yang relevan.
Jumlah Soal & Waktu:
-
Text Completion (TC): ±7 soal
-
Sentence Equivalence (SE): ±6 soal
-
Reading Comprehension (RC): ±14 soal
-
Total: ±27 soal per section
-
Durasi: 18–23 menit per section
-
Skor: 130–170
Tips:
-
Text Completion:
-
Gunakan konteks kalimat untuk menebak kata yang tepat.
-
Fokus pada 1–1,5 menit per soal.
-
Bangun kosa kata secara konsisten.
-
-
Sentence Equivalence:
-
Pilih dua jawaban yang membuat kalimat tetap logis dan mirip maknanya.
-
Latih kecepatan: ±1 menit per soal.
-
-
Reading Comprehension:
-
Baca strategi: fokus pada gagasan utama dan struktur argumen.
-
Gunakan teknik skimming & scanning untuk menemukan informasi penting.
-
Alokasikan ±1–3 menit membaca, ±1 menit menjawab tiap pertanyaan.
-
2. Quantitative Reasoning
Bagian ini fokus pada kemampuan numerik dan pemecahan masalah. Kamu akan diuji Quantitative Reasoning menilai kemampuan numerik dan pemecahan masalah, termasuk aritmatika, aljabar, geometri, dan analisis data. Soal terbagi menjadi Quantitative Comparison (QC), Problem Solving (PS), dan Data Interpretation (DI). QC meminta membandingkan dua kuantitas dan menentukan hubungan antara keduanya tanpa menghitung seluruhnya. PS adalah soal pemecahan masalah standar, termasuk multiple-choice dan numeric entry. DI menuntut interpretasi grafik, tabel, atau diagram untuk menyelesaikan masalah.
Jumlah Soal & Waktu:
-
Quantitative Comparison (QC): ±10 soal
-
Problem Solving (PS): ±13 soal
-
Data Interpretation (DI): ±4 soal
-
Total: ±27 soal per section
-
Durasi: 21–26 menit per section
-
Skor: 130–170
Tips:
-
Quantitative Comparison:
-
Pelajari shortcut untuk membandingkan dua kuantitas tanpa harus menghitung seluruhnya.
-
Pahami pola jawaban QC untuk menebak lebih cepat.
-
-
Problem Solving:
-
Fokus pada konsep matematika dasar: aritmatika, aljabar, geometri, dan analisis data.
-
Gunakan metode eliminasi pilihan jawaban.
-
-
Data Interpretation:
-
Latih membaca grafik, tabel, dan diagram dengan cepat.
-
Ambil informasi penting, jangan terjebak pada detail yang tidak relevan.
-
-
General:
-
Hindari perhitungan panjang yang memakan waktu.
-
Manfaatkan scratch paper untuk strategi cepat dan perkiraan.
-
3. Analytical Writing
Bagian Analytical Writing menilai kemampuanmu untuk menulis esai analitis yang jelas dan terstruktur, mendukung argumen dengan alasan dan contoh relevan. Terdiri dari dua tugas: Analyze an Issue, di mana kamu menilai topik umum dan mengembangkan argumen sendiri, serta Analyze an Argument, di mana kamu menganalisis argumen yang diberikan secara kritis. Bagian ini membantu universitas menilai kemampuan berpikir kritis, keterampilan komunikasi tertulis, dan kapasitas analitis calon mahasiswa.
Jumlah Soal & Waktu:
-
2 tugas esai: Analyze an Issue dan Analyze an Argument
-
Durasi: ±30 menit per esai
-
Skor: 0–6 (kenaikan 0,5)
Tips:
-
Gunakan struktur 5-paragraf: Pendahuluan, 3 argumen utama, kesimpulan.
-
Gunakan template esai: Miliki template siap pakai untuk Analyze an Issue dan Analyze an Argument agar hemat waktu.
-
Beri contoh konkret: Gunakan fakta, statistik, atau skenario sehari-hari untuk mendukung argumen.
-
Latihan membaca argumen orang lain: Ambil artikel opini atau editorial dan tulis analisis logikanya.
-
Periksa ulang: Sisakan 3–5 menit untuk proofreading, fokus pada tata bahasa, ejaan, dan kohesi paragraf
Berapa Skor GRE yang Dianggap Bagus?
|
Percentile |
Verbal |
Quantitative |
|
Top 10% |
162 |
169 |
|
Top 25% |
157 |
165 |
|
Top 50% |
152 |
157 |
|
<50% |
151 |
156 |
-
Analytical Writing rata-rata: 4.0, maksimal 6.0
Strategi: Sesuaikan target skor dengan kebutuhan universitas dan beasiswa yang ingin kamu tuju.
Format Tes & Durasi
GRE General Test tersedia dalam dua mode:
-
Computer-delivered: tes dilakukan secara online di test center resmi atau dari rumah (home testing) dengan pengawasan jarak jauh.
-
Paper-delivered: tersedia terbatas di lokasi tertentu.
Durasi total tes ± 1 jam 58 menit (format baru mulai September 2023).
Skor per Bagian
|
Bagian Tes |
Skala Skor |
|
Verbal Reasoning |
130–170 (kenaikan 1 poin) |
|
Quantitative Reasoning |
130–170 (kenaikan 1 poin) |
|
Analytical Writing |
0–6 (kenaikan 0,5 poin) |
Catatan: Jika kamu tidak menjawab satupun soal di suatu bagian, bagian tersebut akan tercatat sebagai No Score (NS).
Dimana Skor GRE Bisa Digunakan?
Skor GRE diterima oleh ribuan universitas dan sponsor beasiswa di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan negara lain.
1. Kapan Skor Tersedia?
-
Skor resmi muncul di akun ETS 8–10 hari setelah tes.
-
ETS akan mengirim email pemberitahuan saat skor tersedia.
-
Pada waktu yang sama, Official Institution Score Report dikirim ke universitas atau sponsor yang kamu pilih saat pendaftaran.
2. Isi Laporan Skor
Untuk Peserta (Test-taker Score Report):
-
Data pribadi (nama, nomor telepon, email)
-
Tanggal lahir & gender
-
Jurusan pascasarjana yang diminati
-
Tanggal tes
-
Skor GRE & percentile rank tiap bagian
-
Daftar institusi/sponsor penerima skor
-
Rekam skor 5 tahun terakhir
Untuk Institusi (Institutional Score Report):
-
Nama, alamat, nomor telepon, email
-
Tanggal lahir & gender
-
Jurusan pascasarjana yang diminati
-
Tanggal tes & skor yang dipilih untuk dilaporkan (ScoreSelect®) beserta percentile rank
Tidak termasuk:
-
Daftar penerima skor lainnya
-
Skor yang tidak dilaporkan
-
Riwayat tes GRE lain
Foto dan esai dari tes yang dilaporkan akan tersedia bagi universitas penerima skor melalui ETS® Data Manager.
33. Masa Berlaku Skor
Skor GRE berlaku hingga 5 tahun sejak tanggal tes. Setelah masa berlaku habis, skor tidak bisa lagi dikirim ke universitas atau sponsor.
Persiapan GRE untuk Mahasiswa Indonesia
ETS menyediakan berbagai bahan persiapan resmi untuk membantumu sukses menghadapi GRE:
-
Practice test online gratis – coba simulasi tes GRE untuk membiasakan diri dengan format soal dan durasi.
-
Buku panduan resmi ETS – memuat strategi, tips, dan contoh soal.
-
Materi aksesibel untuk penyandang disabilitas – termasuk braille, audio, large print, dan file elektronik.
-
Contoh soal dan strategi tes – untuk membiasakan diri dengan pola soal dan tipe pertanyaan.
Tips Persiapan:
-
Pelajari format soal dan manajemen waktu.
-
Latih kosa kata akademik bahasa Inggris.
-
Asah kemampuan matematika dasar dan interpretasi data.
-
Latihan menulis esai dengan struktur argumen yang jelas.
-
Gunakan scratch paper untuk perhitungan dan outline esai.
-
Perhatikan instruksi soal, karena beberapa pertanyaan bisa mirip tapi jawaban berbeda.
Pendaftaran & Biaya
-
Biaya tes: ± USD 220 (cek kurs terkini).
-
Pendaftaran: melalui www.ets.org/gre.
-
Lokasi ujian di Indonesia: test center resmi (misal Jakarta, Surabaya) atau home testing dengan persyaratan teknis tertentu.
Kesimpulan
GRE® General Test adalah pintu masuk ke berbagai peluang pendidikan internasional bagi mahasiswa Indonesia. Tes ini tidak hanya menilai kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, analitis, dan komunikasi tertulis—kompetensi penting untuk studi lanjutan di program S2, S3, sekolah bisnis, maupun hukum.
Dengan persiapan yang matang, strategi tepat, dan latihan yang konsisten, kamu bisa meraih skor kompetitif dan memperkuat aplikasi ke universitas impian serta peluang beasiswa internasional.
Ingin Konsultasi Lebih Lanjut?
Jika kamu merasa masih bingung memilih program studi, universitas, atau butuh panduan lengkap persiapan GRE dan studi di luar negeri, Hotcourses Indonesia (bagian dari IDP Education) siap membantumu secara gratis.
Langkah mudah untuk konsultasi:
-
Kunjungi IDP Hotcourses Indonesia
-
Buat janji temu untuk sesi konsultasi pribadi.
-
Dapatkan panduan lengkap mulai dari pemilihan jurusan, universitas, hingga proses aplikasi dan visa.
Dengan bantuan IDP Hotcourses Indonesia, kamu bisa merencanakan studi internasional dengan lebih percaya diri dan terarah!
Eky Ilmastuti adalah penulis konten edukasi yang fokus pada panduan kuliah dan beasiswa internasional. Dengan pengalaman menulis artikel seputar persiapan studi ke luar negeri, Eky senang membagikan tips praktis agar calon mahasiswa lebih siap menghadapi berbagai tahapan persiapan mendaftar keluar negeri