Kuliah ke Malaysia Bawa Keluarga: Panduan Lengkap Dependent Pass 2026

Transformasi pendidikanmu, pelajari budaya baru, dan mulai dalam 3 langkah sederhana.

Mulai sekarang
Informasi penting

Product of

Sudahkah kamu bergabung dengan komunitas IDP?

Dapatkan cerita langsung dari alumni, gabung grup, dan nikmati fitur komunitas terbaru kami!

Cek komunitasnya sekarang!
cta banner image
Malaysia: Pendaftaran Universitas

Kuliah ke Malaysia Bawa Keluarga: Panduan Lengkap Dependent Pass 2026

4.1K
kuliah ke malaysia bawa keluarga

Kamu sedang mempertimbangkan kuliah ke Malaysia, tapi ada satu pertanyaan besar yang belum terjawab: bagaimana nasib pasangan dan anak-anakmu selama kamu studi di sana?

 

Kabar baiknya, Malaysia memungkinkan mahasiswa internasional membawa keluarga inti untuk tinggal bersama selama masa studi. Tapi ada syarat-syarat yang perlu kamu pahami dengan jelas sebelum membuat keputusan, karena tidak semua mahasiswa otomatis berhak membawa tanggungan.

 

Artikel ini akan memandu kamu dari awal sampai akhir, mulai dari siapa yang boleh ikut, dokumen apa yang dibutuhkan, berapa biayanya, sampai apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh anggota keluargamu di Malaysia.

 

Daftar Isi

 

Apakah Semua Mahasiswa Internasional Boleh Membawa Keluarga ke Malaysia?

Jawaban singkatnya: tidak semua. Ini adalah poin pertama yang paling sering disalahpahami, dan kamu perlu memahaminya dengan tuntas sebelum lanjut ke tahap perencanaan.

 

Berdasarkan aturan imigrasi Malaysia yang berlaku saat ini, hak untuk membawa tanggungan keluarga hanya diberikan kepada mahasiswa yang terdaftar di program pascasarjana penuh waktu, yaitu jenjang S2 (Master) atau S3 (Doktoral), dengan durasi studi lebih dari 12 bulan di universitas negeri atau universitas/institusi pendidikan tinggi swasta yang telah mendapat izin resmi dari Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia.

 

Kalau kamu saat ini berencana mengambil program S1, diploma, program bahasa, atau kursus singkat, maka anggota keluargamu tidak bisa mengikutimu ke Malaysia melalui jalur Dependent Pass ini. Ini bukan soal diskriminasi, melainkan kebijakan imigrasi yang memang dirancang untuk memastikan bahwa mahasiswa yang membawa tanggungan memiliki kestabilan finansial dan durasi studi yang cukup panjang.

 

Satu pengecualian penting yang perlu kamu catat: mahasiswa yang terdaftar di Language Centre, Training/Skills Centre, atau Accredited Centre secara khusus tidak diperbolehkan membawa tanggungan, bahkan jika durasinya panjang.

 

Siapa Saja Anggota Keluarga yang Boleh Dibawa?

Setelah kamu memenuhi syarat sebagai mahasiswa pascasarjana, langkah berikutnya adalah mengetahui siapa yang bisa ikut bersamamu.

 

Menurut ketentuan resmi Jabatan Imigresen Malaysia, anggota keluarga yang termasuk sebagai tanggungan yang diizinkan tinggal adalah pasangan hidup (suami atau istri), anak kandung, anak tiri, atau anak angkat yang berusia di bawah 18 tahun, anak dengan disabilitas tanpa batas usia dengan syarat ada sertifikasi dari dokter spesialis, serta orang tua kandung dan mertua.

 

Yang tidak termasuk dalam kategori ini adalah saudara kandung, sepupu, paman atau bibi, atau anggota keluarga besar lainnya. Teman yang ingin menemanimu juga tentu tidak masuk dalam kategori ini.

 

Penting untuk memahami bahwa "orang tua" yang dimaksud di sini memerlukan proses persetujuan tersendiri dan biasanya dievaluasi kasus per kasus berdasarkan kemampuan finansialmu.

 

Mengenal Long-Term Social Visit Pass (Dependent Pass)

Anggota keluargamu yang ikut ke Malaysia tidak akan menggunakan jenis visa yang sama denganmu. Kamu sebagai mahasiswa menggunakan Student Pass, sementara keluargamu akan mengajukan Long-Term Social Visit Pass (LTSVP), yang dalam praktiknya sering disebut sebagai Dependent Pass.

 

Pass ini berlaku selama 12 bulan dan dapat diperpanjang, namun masa berlakunya selalu terikat pada Student Pass milikmu. Artinya, jika Student Pass-mu berakhir atau dicabut, maka Dependent Pass keluargamu otomatis tidak berlaku lagi. Mereka harus meninggalkan Malaysia atau mengurus perubahan status izin tinggal.

 

Biaya resmi untuk Social Visit Pass bagi tanggungan mahasiswa adalah RM90 per orang. Di luar itu, ada biaya proses tambahan yang besarnya bervariasi tergantung universitas dan layanan EMGS (Education Malaysia Global Services).

 

Biaya Dependent Pass untuk Keluarga Mahasiswa

Tahap persiapan dokumen adalah bagian yang paling membutuhkan ketelitian. Satu dokumen yang kurang atau tidak sesuai format dapat menyebabkan proses pengajuan tertunda berminggu-minggu. Berikut penjelasan lengkap dokumen yang perlu disiapkan.

 

Dokumen wajib untuk semua tanggungan

  • Formulir imigrasi

Untuk pengajuan baru, gunakan formulir IMM.12. Untuk perpanjangan izin tinggal, gunakan formulir IMM.55 dan IMM.38. Pastikan formulir diisi lengkap, ditandatangani, dan sesuai dengan data paspor.

  • Salinan paspor tanggungan

Salinan harus mencakup semua halaman paspor, termasuk sampul depan dan belakang. Paspor disarankan masih berlaku minimal 18 bulan pada saat pengajuan untuk menghindari masalah masa berlaku visa.

  • Foto paspor terbaru

Gunakan foto berlatar belakang putih dengan ukuran 3,5 cm × 5 cm. Foto harus jelas, terbaru, dan memenuhi standar foto imigrasi Malaysia.

  • Asuransi kesehatan

Polis asuransi harus diakui di Malaysia dan memiliki cakupan minimal 12 bulan. Simpan salinan polis serta bukti pembayaran premi jika diminta.

  • Formulir Personal Bond

Formulir ini harus sudah distempel sesuai ketentuan universitas atau EMGS. Personal Bond berfungsi sebagai jaminan selama masa tinggal tanggungan di Malaysia.

  • Bukti kemampuan finansial

Dokumen yang umum digunakan adalah rekening koran tiga bulan terakhir atau surat sponsor dari lembaga pemberi beasiswa. Tujuannya untuk menunjukkan bahwa biaya hidup tanggungan dapat dipenuhi selama tinggal di Malaysia.

 

Dokumen tambahan untuk pasangan

  • Akta nikah

Akta nikah harus diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh penerjemah tersumpah. Jika dokumen asli tidak berbahasa Inggris, hasil terjemahan harus dilegalisasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Dokumen tambahan untuk anak-anak

  • Akta kelahiran

Akta kelahiran harus diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh penerjemah tersumpah dan dilegalisasi bila diperlukan.

  • Surat keterangan hubungan keluarga

Dokumen ini biasanya diperoleh dari kedutaan atau konsulat negara asal untuk mengonfirmasi hubungan orang tua dan anak.

  • Surat pernyataan pendidikan

Untuk anak berusia 7–18 tahun, diperlukan surat pernyataan di bawah sumpah mengenai status pendidikan mereka, misalnya homeschooling atau tidak sedang bersekolah.

  • Formulir izin studi

Diperlukan jika anak akan bersekolah di Malaysia. Universitas atau sekolah tujuan biasanya dapat memberikan panduan tambahan mengenai formulir ini.

  • Dokumen adopsi atau hak asuh

Jika berlaku, siapkan surat kuasa pengasuhan atau dokumen hak asuh yang telah diverifikasi oleh kedutaan atau konsulat terkait.

 

Legalisasi dokumen

Hal yang sering terlewat adalah proses legalisasi. Semua dokumen berbahasa asing harus dilegalisasi oleh kedutaan atau konsulat Malaysia di negara asal, atau melalui kedutaan besar negara asal di Malaysia jika dokumen sudah dibawa ke Malaysia. Untuk warga negara Tiongkok (RRC), legalisasi harus dilakukan melalui perwakilan Malaysia di Tiongkok.

 

Cara Mengajukan Dependent Pass di Malaysia

Pengajuan dilakukan melalui universitas tempat mahasiswa berkuliah, bukan langsung ke kantor imigrasi. Memahami alur ini penting agar tidak terjadi penundaan atau penolakan karena prosedur yang keliru.

  • Pastikan Student Pass sudah aktif

Dependent Pass hanya dapat diproses jika Student Pass pemohon utama masih berlaku dan aktif.

  • Hubungi International Student Office

Sampaikan rencana membawa pasangan atau anak. Setiap universitas dapat memiliki prosedur internal tambahan yang perlu diikuti.

  • Kumpulkan dan verifikasi semua dokumen

Pastikan terjemahan dilakukan oleh penerjemah tersumpah dan legalisasi sudah lengkap. Tahap ini biasanya memakan waktu paling lama, terutama jika dokumen berasal dari Indonesia.

  • Serahkan dokumen ke universitas

Universitas akan meneruskan pengajuan ke EMGS (Education Malaysia Global Services), lembaga resmi yang mengelola proses visa mahasiswa internasional di Malaysia.

  • Tunggu proses review imigrasi

Jika ada dokumen yang kurang, pemberitahuan biasanya dikirim melalui email. Waktu proses umumnya sekitar 3–4 minggu, tetapi dapat lebih lama jika ada masalah administrasi.

  • Penerbitan Long-Term Social Visit Pass

Setelah disetujui, pasangan atau anak akan memperoleh Long-Term Social Visit Pass yang umumnya berlaku hingga 12 bulan.

  • Rekomendasi waktu pengajuan

Mulailah proses pengajuan sekitar 8–12 minggu sebelum keluarga direncanakan tiba di Malaysia. Jangka waktu ini memberi ruang yang cukup untuk penerjemahan, legalisasi, pemeriksaan dokumen, dan proses administrasi tanpa harus terburu-buru.

 

Syarat Masuk Malaysia untuk Tanggungan Baru

Berdasarkan pembaruan resmi dari EMGS (Education Malaysia Global Services), ada prosedur khusus untuk tanggungan baru yang belum pernah memiliki Dependent Pass sebelumnya.

 

Tanggungan baru wajib memastikan paspor mereka masih berlaku lebih dari 18 bulan, memastikan kamu sebagai mahasiswa utama sudah menerima Student Pass aktif, mengajukan permohonan MyTravel Pass melalui website Jabatan Imigresen Malaysia, dan mengajukan Single-Entry Visa (SEV) jika negara asalnya memerlukan visa untuk masuk Malaysia.

 

Untuk warga negara Indonesia sendiri, perlu dicek terlebih dahulu apakah diperlukan visa masuk Malaysia atau tidak, karena kebijakan ini bisa berubah. Selalu periksa informasi terbaru dari situs resmi Jabatan Imigresen Malaysia sebelum membuat rencana perjalanan.

 

Apa yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Pemegang Dependent Pass?

 

Ini adalah bagian yang sangat penting dan sering menjadi sumber kejutan bagi mahasiswa yang baru pertama kali kuliah ke Malaysia bawa keluarga.

 

Tanggungan yang memegang Long-Term Social Visit Pass tidak diperbolehkan bekerja dalam kapasitas apapun, tidak diperbolehkan menjalankan bisnis, tidak diperbolehkan memberikan pidato atau ceramah bermotif politik, dan tidak boleh terlibat dalam kegiatan politik dalam bentuk apapun.

 

Jika pasanganmu ingin bekerja di Malaysia, jalurnya berbeda. Pasanganmu harus terlebih dahulu mendapatkan penawaran kerja dari perusahaan di Malaysia, setelah itu perusahaan tersebut yang mengajukan Employment Pass atas namanya. Ini adalah proses yang terpisah dan sama sekali tidak terhubung dengan Dependent Pass.

 

Satu hal yang sering ditanyakan adalah soal anak-anak: apakah mereka boleh bersekolah? Jawabannya ya, anak di bawah 18 tahun yang memegang Dependent Pass diperbolehkan bersekolah di Malaysia. Untuk anak berusia 7 sampai 18 tahun, orang tua harus mengajukan formulir izin studi terlebih dahulu. Jika anakmu sudah berusia 18 tahun atau lebih dan ingin melanjutkan sekolah atau kuliah, mereka harus mengajukan Student Pass tersendiri, terpisah dari statusmu sebagai mahasiswa.

 

Berapa Biaya Hidup yang Perlu Disiapkan?

Membawa keluarga ke Malaysia artinya pengeluaranmu akan bertambah signifikan. Kamu perlu memperhitungkan biaya hidup yang realistis agar tidak kehabisan dana di tengah jalan.

 

Rata-rata biaya hidup mahasiswa internasional di Malaysia berkisar antara RM1.500 sampai RM2.500 per bulan, setara sekitar Rp5 juta hingga Rp8,5 juta. Dengan tanggungan, angka ini bisa naik dua kali lipat atau lebih, tergantung berapa banyak anggota keluarga yang ikut, pilihan tempat tinggal, dan kebutuhan pendidikan anak.

 

Perlu kamu ketahui bahwa asrama universitas umumnya tidak menerima keluarga. Kamu perlu mencari apartemen atau hunian swasta di sekitar kampus. Biaya sewa apartemen yang layak untuk keluarga di Kuala Lumpur atau kota-kota universitas besar biasanya berkisar antara RM1.000 sampai RM2.500 per bulan tergantung lokasi dan fasilitas.

 

Kemampuan finansial ini juga menjadi salah satu pertimbangan utama dalam proses pengajuan Dependent Pass. Kamu perlu bisa menunjukkan rekening koran 3 sampai 6 bulan terakhir atau sertifikat deposito yang membuktikan kamu mampu menanggung biaya hidup seluruh keluarga selama di Malaysia.

 

Estimasi Biaya Hidup Keluarga di Malaysia

Jika kamu berencana mengambil program S1 atau diploma di Malaysia dan ingin keluargamu ikut, perlu dipahami bahwa jalur Dependent Pass tidak tersedia untukmu.

 

Namun, anggota keluargamu bisa mengunjungimu melalui Social Visit Pass biasa, yang biasanya berlaku 30 sampai 90 hari dan tidak bisa digunakan untuk tinggal jangka panjang. Ini berarti mereka bisa berkunjung, tapi tidak bisa menetap selama kamu kuliah.

 

Solusi ini tentu bukan yang ideal, terutama jika kamu sudah memiliki anak kecil atau pasangan yang tidak bisa ditinggal dalam jangka panjang. Ini adalah pertimbangan penting yang perlu kamu bicarakan dengan konselor pendidikan sebelum memutuskan program apa yang akan diambil.

 

Pertanyaan yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membawa Keluarga

Kuliah ke Malaysia bawa keluarga adalah keputusan besar yang menyangkut banyak aspek sekaligus: pilihan program, pemilihan universitas, kesiapan finansial, dan rencana logistik. Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan secara bersamaan, dan setiap situasi memiliki kondisi yang unik.

 

Apakah jenjang dan program yang kamu minati masuk dalam kategori yang memungkinkan membawa keluarga? Apakah universitas yang kamu pertimbangkan sudah memiliki rekam jejak yang baik dalam membantu mahasiswa mengurus Dependent Pass? Bagaimana rencana sekolah untuk anak-anakmu? Berapa estimasi total biaya yang realistis untuk keluargamu selama di sana?

 

Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya sangat bergantung pada situasimu secara spesifik.

 

FAQ Seputar Dependent Pass Malaysia

Apakah mahasiswa S1 di Malaysia bisa membawa keluarga?

Tidak. Berdasarkan ketentuan imigrasi Malaysia, fasilitas Dependent Pass umumnya hanya tersedia bagi mahasiswa internasional yang mengambil program pascasarjana penuh waktu (S2 atau S3) dengan durasi studi lebih dari 12 bulan.

 

Siapa saja yang bisa mendapatkan Dependent Pass di Malaysia?

Yang termasuk tanggungan yang memenuhi syarat antara lain pasangan (suami atau istri), anak kandung, anak tiri, anak angkat di bawah 18 tahun, anak penyandang disabilitas, serta orang tua dan mertua dengan persetujuan khusus.

 

Apa itu Dependent Pass Malaysia?

Dependent Pass untuk mahasiswa internasional biasanya diterbitkan dalam bentuk Long-Term Social Visit Pass (LTSVP), yaitu izin tinggal yang memungkinkan anggota keluarga tinggal bersama mahasiswa selama masa studi di Malaysia.

 

Berapa biaya Dependent Pass Malaysia?

Biaya resmi Long-Term Social Visit Pass untuk tanggungan mahasiswa adalah sekitar RM90 per orang. Namun, terdapat biaya administrasi tambahan dari universitas dan EMGS yang dapat berbeda-beda.

 

Berapa lama proses pengajuan Dependent Pass?

Proses pengajuan umumnya memakan waktu sekitar 3–4 minggu setelah dokumen lengkap diserahkan. Waktu proses dapat lebih lama jika terdapat kekurangan dokumen atau kebutuhan verifikasi tambahan.

 

Apakah pasangan mahasiswa internasional boleh bekerja di Malaysia?

Tidak dengan menggunakan Dependent Pass. Jika ingin bekerja, pasangan harus memperoleh tawaran kerja dari perusahaan di Malaysia dan mengajukan Employment Pass secara terpisah.

 

Apakah anak pemegang Dependent Pass bisa bersekolah di Malaysia?

Ya. Anak di bawah 18 tahun yang memegang Dependent Pass dapat bersekolah di Malaysia. Untuk anak usia 7–18 tahun biasanya diperlukan izin studi tambahan.

 

Apakah orang tua bisa ikut tinggal bersama mahasiswa di Malaysia?

Bisa, tetapi pengajuannya biasanya dievaluasi secara khusus oleh pihak imigrasi. Mahasiswa juga perlu menunjukkan kemampuan finansial yang memadai untuk menanggung biaya hidup orang tua selama berada di Malaysia.

 

Dokumen apa saja yang paling penting untuk pengajuan Dependent Pass?

Dokumen utama meliputi paspor, formulir imigrasi, foto paspor, polis asuransi kesehatan, Personal Bond, bukti finansial, serta dokumen hubungan keluarga seperti akta nikah atau akta kelahiran yang telah diterjemahkan dan dilegalisasi.

 

Kapan sebaiknya mulai mengurus Dependent Pass?

Disarankan memulai proses pengajuan sekitar 8–12 minggu sebelum anggota keluarga direncanakan tiba di Malaysia. Waktu ini cukup untuk mengurus terjemahan, legalisasi, dan proses administrasi lainnya.

 

Apakah keluarga mahasiswa bisa tinggal di asrama kampus?

Pada umumnya tidak. Sebagian besar asrama universitas di Malaysia hanya diperuntukkan bagi mahasiswa. Mahasiswa yang membawa keluarga biasanya perlu menyewa apartemen atau hunian di luar kampus.

 

Apakah Dependent Pass otomatis diperpanjang jika Student Pass diperpanjang?

Tidak otomatis. Namun, Dependent Pass dapat diperpanjang mengikuti masa berlaku Student Pass selama seluruh persyaratan tetap terpenuhi dan proses perpanjangan diajukan sesuai prosedur.

 

Ingin kuliah ke Malaysia? Yuk dapatkan panduan lengkap dari konselor IDP Hotcourses Indonesia dan wujudkan impian kuliah di Negeri Jiran!

 

Study in Malaysia

Gratis

eBook 'Kuliah di Malaysia'

Suka dengan bacaan ini? Kami telah mengumpulkan topik-topik populer tentang kuliah di Malaysia dalam satu buku digital praktis.

Download

Wajib dibaca

article Img

Sistem Pendidikan Tinggi di Malaysia: Panduan Lengkap untuk Mahasiswa Indonesia

Bagaimana sistem pendidikan tinggi di Malaysia untuk mahasiswa internasional? Sistem pendidikan tinggi di Malaysia terdiri dari universitas publik dan swasta dengan jenjang mulai dari diploma hingga doktoral. Mahasiswa internasional dapat memilih jalur langsung ke S1 atau melalui program foundation, dengan durasi studi 3–4 tahun. Sistem ini mengadopsi standar Inggris dan menawarkan opsi gelar internasional melalui program twinning.  

9.1K