Berita terbaru dari Amerika Serikat dan tips yang mengantarkan informasi relevan untuk para pelajar internasional yang tengah atau akan menempuh perjalanan studi di luar negeri
AS Kembali Membuka Janji Temu Wawancara Visa Pelajar dengan Aturan Penyaringan Lebih Ketat
Pemerintah Amerika Serikat secara resmi telah mengakhiri penghentian sementara penjadwalan wawancara visa pelajar, khususnya untuk visa kategori F, M, dan J. Kedutaan dan konsulat AS di berbagai negara kini mulai menerima penunjukan kembali secara bertahap, meskipun ketersediaan masih terbatas di sejumlah lokasi.
Bersamaan dengan pembukaan kembali ini, AS menerapkan prosedur penyaringan media sosial yang lebih ketat. Petugas konsuler kini diminta untuk menelusuri jejak digital pemohon, mencari tanda-tanda yang dapat dianggap sebagai:
Permusuhan terhadap warga negara AS
Penolakan terhadap nilai-nilai, institusi, atau budaya Amerika
Aktivitas yang bertentangan dengan prinsip dasar negara
Informasi yang ditemukan akan dipertimbangkan secara kontekstual dan tidak serta-merta menyebabkan penolakan visa.
Dalam fase awal pembukaan kembali, kedutaan dan konsulat akan memprioritaskan:
Pemohon visa J-1 untuk profesi medis (dokter)
Pelamar dari institusi yang memiliki kurang dari 15% populasi mahasiswa internasional
Ketersediaan janji temu akan meningkat seiring waktu, sejalan dengan kapasitas operasional masing-masing pos diplomatik.
Meskipun persyaratan menjadi lebih ketat, Amerika Serikat tetap membuka peluang studi bagi pelajar internasional. Pelamar disarankan untuk:
Menjaga rekam jejak digital yang profesional dan tidak menyinggung pihak mana pun
Menyusun dokumen aplikasi dengan lengkap dan akurat
Mengawasi ketersediaan janji temu visa di kedutaan atau konsulat terdekat
Informasi lebih lanjut mengenai proses visa pelajar ke AS tersedia di Hotcourses Indonesia, termasuk panduan langkah demi langkah, dokumen yang dibutuhkan, dan strategi mempersiapkan wawancara visa.
Amazon Jadi Pemberi Kerja OPT Terbesar bagi Mahasiswa Internasional di AS pada 2024
Amazon tercatat sebagai perusahaan dengan jumlah peserta Optional Practical Training (OPT) terbanyak di Amerika Serikat tahun 2024, mempekerjakan 10.167 mahasiswa internasional. Angka ini menjadikan Amazon sebagai pemberi kerja terbesar dalam program kerja pasca studi tersebut.
Berdasarkan data resmi dari SEVIS (Student and Exchange Visitor Information System), berikut adalah lima institusi dan perusahaan teratas yang mempekerjakan mahasiswa internasional melalui skema OPT:
| Peringkat | Pemberi Kerja | Jumlah Karyawan OPT |
|---|---|---|
| 1 | Amazon | 10.167 |
| 2 | University of California | 2.916 |
| 3 | 2.454 | |
| 4 | Microsoft | 2.143 |
| 5 | Meta | 2.032 |
OPT merupakan salah satu daya tarik utama bagi mahasiswa internasional yang kuliah di AS. Program ini memberikan kesempatan untuk bekerja di industri sesuai bidang studi, umumnya hingga 12 bulan setelah kelulusan, atau hingga 36 bulan bagi pemilik gelar STEM.
Data di atas menunjukkan bahwa perusahaan teknologi besar seperti Amazon, Google, dan Microsoft terus menjadi tujuan utama bagi lulusan internasional yang ingin memulai karier global di Amerika Serikat.
Jumlah Mahasiswa Internasional di Amerika Serikat Meningkat pada 2024
Jumlah mahasiswa internasional yang belajar di Amerika Serikat menggunakan visa F-1 dan M-1 mengalami kenaikan sebesar 5 persen pada tahun 2024, berdasarkan laporan SEVIS by the Numbers terbaru dari pemerintah AS. Total pelajar yang terdaftar mencapai 1,58 juta orang, mencerminkan tren positif dalam mobilitas global untuk pendidikan tinggi.
Sebagian Besar Belajar di Tingkat Pendidikan Tinggi
Dari total tersebut, sekitar 1,43 juta merupakan mahasiswa dan lulusan pendidikan tinggi, termasuk 290.000 peserta program Optional Practical Training (OPT), yaitu jalur kerja pasca studi yang memungkinkan mahasiswa internasional untuk mendapatkan pengalaman kerja di bidangnya setelah lulus.
Negara Asal Mahasiswa Terbanyak
Hampir separuh dari jumlah pelajar internasional di AS berasal dari dua negara:
India: 422.335
Tiongkok: 329.541
Tiga negara berikutnya dengan jumlah pelajar terbanyak adalah:
Korea Selatan: 61.277
Kanada: 46.536
Brasil: 44.721
Jurusan Favorit Mahasiswa Internasional
Tiga bidang studi yang paling banyak diminati mahasiswa internasional di AS pada 2024 adalah:
Amerika Serikat tetap menjadi destinasi utama bagi pelajar internasional, berkat kombinasi institusi terkemuka, program kerja pasca studi seperti OPT, serta beragam pilihan bidang studi unggulan. Informasi lengkap seputar kuliah di AS dan tips persiapan studi tersedia di Hotcourses Indonesia.
AS Umumkan Larangan Perjalanan untuk 19 Negara, Termasuk Pembatasan Visa Pelajar
Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump secara resmi mengumumkan larangan perjalanan baru yang memengaruhi individu dari 19 negara. Kebijakan ini berdampak langsung pada proses pengajuan visa pelajar dan kunjungan jangka pendek ke AS, termasuk visa F, M, J, B-1, dan B-2.
Negara-Negara yang Dilarang Masuk AS
Mulai 9 Juni, individu dari negara berikut tidak dapat masuk ke Amerika Serikat dan tidak bisa mengajukan visa pelajar:
Dilarang sepenuhnya:
Afghanistan
Chad
Republik Kongo
Guinea Ekuatorial
Eritrea
Haiti
Iran
Libya
Myanmar
Somalia
Sudan
Yaman
Dilarang masuk dengan visa kategori B dan pelajar (F, M, J):
Burundi
Kuba
Laos
Sierra Leone
Togo
Turkmenistan
Venezuela
Dampak terhadap Mahasiswa Internasional
Larangan ini secara khusus menghentikan pengajuan visa pelajar dari negara-negara tersebut. Namun, pemegang visa yang saat ini masih berlaku tidak terdampak oleh kebijakan baru ini.
Selain itu, pemerintah AS menyatakan akan memperketat pengawasan terhadap permohonan visa dari pelajar Tiongkok dan Hong Kong. Pemeriksaan tambahan juga direncanakan diterapkan, meskipun rincian pelaksanaannya belum diumumkan.
Pemerintah AS Siapkan Informasi Terbaru Terkait Penangguhan Janji Temu Visa Pelajar
Pemerintah Amerika Serikat menyatakan akan memberikan pembaruan resmi mengenai penangguhan janji temu wawancara visa pelajar pada akhir minggu ini. Kebijakan ini memengaruhi pemohon visa pelajar F, M, dan J yang saat ini belum dapat menjadwalkan wawancara di kedutaan besar atau konsulat AS.
Alasan Penangguhan
Langkah ini diambil sebagai bagian dari persiapan penerapan prosedur penyaringan dan pemeriksaan media sosial yang lebih ketat terhadap pemohon visa. Pemerintah menekankan bahwa kebijakan ini bersifat sementara dan bertujuan meningkatkan keamanan dalam proses imigrasi.
Klarifikasi Penting
Pemerintah AS membantah adanya pembatalan janji temu visa yang sudah dijadwalkan.
Penangguhan hanya berlaku untuk pembuatan janji temu baru, bukan untuk wawancara yang telah terjadwal sebelumnya.
Langkah Selanjutnya
Pembaruan lebih lanjut dari otoritas AS akan diumumkan dalam waktu dekat. Pelajar internasional yang berencana studi di Amerika tetap dapat melakukan persiapan lainnya, seperti memilih universitas tujuan, melengkapi dokumen akademik, dan mengikuti tes persyaratan masuk.
Penjadwalan Visa Pelajar AS Ditangguhkan Sementara Waktu
Pemerintah Amerika Serikat resmi menghentikan penjadwalan janji temu wawancara visa pelajar F, M, dan J di seluruh kedutaan dan konsulat hingga pemberitahuan lebih lanjut. Langkah ini merupakan bagian dari persiapan perluasan proses penyaringan dan pemeriksaan media sosial bagi pemohon visa.
Berdasarkan informasi internal, penghentian sementara ini bertujuan mempersiapkan kebijakan penyaringan yang lebih ketat. Panduan teknis lanjutan dari otoritas imigrasi akan diterbitkan dalam beberapa hari ke depan.
Penangguhan hanya berlaku untuk pelamar baru yang belum memiliki jadwal wawancara.
Pelamar yang sudah mendapatkan jadwal tidak terdampak dan proses akan tetap berjalan sesuai rencana.
Meskipun proses penjadwalan wawancara visa baru dihentikan sementara, persiapan studi ke Amerika tetap dapat dilakukan, seperti:
Menyusun dokumen akademik dan aplikasi universitas
Mempersiapkan tes bahasa atau ujian masuk
Mengeksplorasi program beasiswa dan universitas pilihan di AS
Hotcourses Indonesia menyediakan panduan lengkap mengenai kuliah di Amerika, termasuk informasi visa, program studi, dan institusi yang menerima pelajar internasional.