Hai HotCrazers, buat kamu yang lagi merencanakan kuliah dan kerja di Australia tahun 2025, ada kabar penting nih!
Pemerintah Australia, pada Agustus 2024, telah mengumumkan perubahan besar terkait kebijakan visa pelajar (student visa) dan visa kerja setelah lulus (temporary graduate visa) yang akan mulai berlaku pada tahun 2025.
Penasaran apa saja perubahan terbaru soal kebijakan visa Australia 2025? Yuk, simak selengkapnya di artikel ini!
Artikel ini membahas:
Perubahan Kebijakan Imigrasi Australia 2025
Kenapa sih Ada Perubahan Kebijakan Visa Tahun 2025?
Masih ingat dengan pembatasan ketat yang diberlakukan banyak negara saat pandemi Covid-19? Salah satunya adalah Australia, yang saat itu mengalami krisis tenaga kerja. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah Australia membuat kebijakan yang mempermudah izin kerja bagi warga asing, seperti memperpanjang izin kerja paruh waktu untuk mahasiswa internasional, mempermudah perizinan bagi tenaga kerja terampil, dan memperpanjang durasi Temporary Graduate Visa bagi mahasiswa internasional yang ingin bekerja setelah lulus.
Namun, kebijakan ini menyebabkan lonjakan jumlah imigran di Australia, yang mencapai lebih dari 510.000 orang pada 2022-2023. Akibatnya, kondisi keuangan negara menjadi terbebani. Hal ini mendorong pemerintah Australia untuk melakukan perubahan kebijakan imigrasi secara berkala.
Seperti Apa Perubahan Kebijakan Student Visa Australia 2025?
Pada Agustus 2024 lalu, pemerintah Australia memperkenalkan sistem National Planning Level (NPL), yaitu pembatasan jumlah mahasiswa internasional baru yang dapat memulai studi setiap tahunnya.
NPL ini dibuat dengan tujuan untuk mengelola pertumbuhan jumlah mahasiswa internasional di universitas dan lembaga pendidikan vokasi di Australia, agar pengalaman belajar yang berkualitas dan berkelanjutan tetap terjaga.
Dengan disahkannya kebijakan NPL, mulai 1 Januari 2025, Pemerintah Australia hanya akan mengizinkan total 270.000 mahasiswa internasional baru untuk kuliah di negara ini. Angka ini hanya mencakup mahasiswa yang memulai studi mereka pada tahun tersebut, dan tidak termasuk mereka yang melanjutkan ke jenjang studi lain atau yang telah mendapatkan tawaran penerimaan di tahun yang sama.
Berikut adalah rincian pembatasan jumlah mahasiswa baru yang diizinkan:
-
Universitas negeri: 145.000 mahasiswa
-
Universitas swasta dan lembaga pendidikan tinggi non-universitas (NUHEPs): 30.000 mahasiswa
-
Penyedia Pendidikan dan Pelatihan Vokasional (VET): 95.000 mahasiswa
Selain itu, ada pula perubahan persyaratan untuk mengajukan visa pelajar di Australia tahun 2025 ini. Para calon mahasiswa internasional wajib melampirkan Confirmation of Enrolment (CoE) atau Letter of Offer yang menyatakan bahwa kamu telah diterima di sebuah kursus yang terdaftar di Commonwealth Register of Institutions of Courses (CRICOS)
Siapa yang Tidak Terdampak oleh Perubahan Visa Ini?
Apakah semua mahasiswa internasional akan terpengaruh oleh kebijakan NPL? Jawabannya belum tentu!
Kalau kamu adalah mahasiswa Australia yang sedang menempuh studi saat ini, kamu tidak perlu khawatir! Kebijakan NPL ini tidak akan berpengaruh banyak terhadapmu. Kebijakan ini hanya berlaku untuk calon mahasiswa yang akan mengajukan visa pelajar mulai 1 Januari 2025.
Oh ya, selain mahasiswa yang sedang tercatat sebagai mahasiswa aktif di universitas yang ada di Australia, ada beberapa kelompok mahasiswa lain yang juga dikecualikan dari kebijakan baru ini, seperti:
-
Mahasiswa yang terdaftar dalam program pendidikan transnasional (TNE) atau program twinning di kampus mitra luar negeri
-
Mahasiswa sekolah
-
Mahasiswa pascasarjana yang melakukan penelitian
-
Mahasiswa yang mengikuti kursus bahasa Inggris intensif (ELICOS)
-
Mahasiswa program Study Abroad dan Exchange
-
Penerima beasiswa dari pemerintah Australia atau mitra
-
Mahasiswa dari negara-negara Pasifik dan Timor-Leste
Cara Mengajukan Permohonan Student Visa Australia
Untuk mengajukan visa pelajar Australia, berikut langkah-langkah yang perlu kamu ikuti:
1. Mendapat Confirmation of Enrolment (CoE)
Mulai Januari 2025 mahasiswa yang tidak memiliki CoE ini tidak diizinkan untuk mengajukan visa pelajar di Australia. CoE ini sangat penting sebagai bukti bahwa kamu terdaftar di sebuah institusi pendidikan di Australia.
2. Siapkan Dokumen yang Diperlukan
Ketika mengisi formulir aplikasi visa secara online, kamu harus menyediakan dokumen yang menunjukkan bahwa kamu memenuhi beberapa persyaratan berikut:
-
Persyaratan Keuangan:
-
Kamu harus menunjukkan bukti bahwa kamu memiliki dana untuk biaya hidup (terpisah dari biaya kuliah dan perjalanan). Jumlah yang dibutuhkan adalah AU$19,830 per tahun.
-
Sebagai alternatif, kamu bisa menunjukkan bukti bahwa pasangan atau orang tua kamu akan mendukung keuanganmu dan mereka memiliki penghasilan minimal AU$60,000 per tahun.
-
-
Persyaratan Kemampuan Bahasa Inggris:
-
Jika kamu berasal dari negara yang bukan negara berbahasa Inggris (dan belum menyelesaikan studi selama lima tahun di negara berbahasa Inggris), kamu harus menunjukkan bukti kemampuan bahasa Inggris. Tes yang diterima adalah IELTS, TOEFL iBT, Pearson Test of English (PTE) Academic, atau Cambridge Advanced English (CAE).
-
-
Persyaratan Kesehatan:
-
Beberapa mahasiswa mungkin diminta untuk melakukan pemeriksaan medis dan/atau radiologi untuk menunjukkan bahwa mereka sehat (misalnya, jika kamu berniat untuk menjadi dokter, dokter gigi, atau perawat).
-
Semua pelajar internasional (kecuali dari Belgia atau Norwegia) diwajibkan untuk membeli Overseas Student Health Cover (OSHC).
-
-
Persyaratan Karakter:
-
Visa pelajar Australia mengharuskan pemohon memiliki catatan kejahatan yang bersih. Kamu perlu menunjukkan bukti bahwa kamu memiliki karakter yang baik, misalnya dengan melakukan pemeriksaan catatan kriminal.
-
3. Lengkapi Formulir Aplikasi Visa
Setelah kamu mengumpulkan dokumen yang dibutuhkan, langkah selanjutnya adalah:
-
Mengisi formulir aplikasi visa pelajar Australia (formulir 157A).
-
Membayar biaya aplikasi visa sebesar AU$550 (~US$420).
-
Menyertakan dokumen-dokumen berikut:
-
Salinan halaman biodata paspor (beberapa mahasiswa mungkin diminta untuk mengirimkan paspor fisik).
-
Confirmation of Enrolment (CoE) atau Letter of Offer dari institusi pendidikan.
-
Bukti dana yang cukup untuk biaya hidup.
-
Bukti asuransi kesehatan (OSHC).
-
Hasil tes kemampuan bahasa Inggris.
-
Hasil pemeriksaan catatan kriminal.
-
Empat pas foto ukuran paspor terbaru.
-
4. Membuat permohonan Secara Online
Setelah semua dokumen siap, kamu harus:
-
Buat akun di sistem aplikasi online ImmiAccount: https://www.border.gov.au/immiaccount.
-
Unggah semua dokumen yang telah dipindai dan lengkapi formulir aplikasi secara online.
-
Kirim aplikasi dan tunggu prosesnya.
5. Durasi Proses Pembuatan Student Visa Australia
Proses pembuatan visa pelajar biasanya membutuhkan waktu sekitar 4 minggu untuk diproses. Oleh karena itu, sebaiknya ajukan visa lebih awal untuk menghindari keterlambatan.
Setelah visa tersebut jadi, masa berlaku visa ini nanti bergantung pada durasi program kuliah yang kamu pilih. Jika kamu belajar untuk program yang lebih dari 10 bulan dan selesai di akhir tahun akademik Australia (biasanya pertengahan Desember), visa biasanya berlaku hingga 15 Maret tahun berikutnya. Jika program lebih dari 10 bulan dan selesai antara Januari hingga Oktober, visa biasanya berlaku selama dua bulan setelah program selesai.
Kamu dapat memperpanjang visa pelajar selama kamu terdaftar di kursus yang disetujui oleh CRICOS.
Setelah visa pelajarmu disetujui, nantinya kamu perlu:
-
Masuk ke wilayah Australia hingga 90 hari sebelum kursus dimulai.
-
Dalam tujuh hari setelah kedatangan, kamu harus memberitahukan alamat tempat tinggal kepada penyedia pendidikanmu.
-
Jika kamu pindah alamat, kamu harus memberitahukan mereka dalam tujuh hari setelah pindah.
Perubahan Kebijakan Temporary Graduate Visa (Subclass 485)
Australia merupakan salah satu negara yang memberikan kesempatan besar bagi mahasiswa internasional untuk mendapatkan izin tinggal dan kerja setelah lulus studi di universitas yang ada di negara tersebut.
Visa ini terbagi menjadi beberapa stream (jalur), dan kini ada beberapa perubahan pada beberapa stream tersebut. Perubahan ini akan mempengaruhi siapa saja yang ingin mengajukan visa dan durasi tinggal mereka setelah lulus.
Bagi kamu yang berencana tinggal dan bekerja di Australia setelah lulus, ada perubahan besar terkait Temporary Post Graduate yang akan berlaku mulai tahun 2025. Berikut adalah rincian perubahan yang perlu kamu ketahui berdasarkan jenis visa:
1. Perubahan Nama dan Kategori Visa Graduate Sementara
Visa Temporary Graduate dibagi menjadi dua stream, dan nama masing-masing stream mengalami perubahan untuk memudahkan disesuaikan dengan tingkat pendidikan yang dimiliki:
-
Graduate Work stream berubah nama menjadi Post-Vocational Education Work stream
Visa ini ditujukan bagi mahasiswa internasional yang menyelesaikan pendidikan vokasi atau program diploma di Australia.
Kualifikasi yang Dibutuhkan:-
Lulusan diploma, associate degree, atau kualifikasi kejuruan
-
Kualifikasi harus sesuai dengan daftar profesi yang ada di Medium and Long-term Strategic Skills List (MLTSSL).
-
-
Post-Study Work stream menjadi Post-Higher Education Work stream
Visa ini berlaku untuk mahasiswa internasional yang menyelesaikan studi dengan gelar sarjana, magister, atau doktoral.
Kualifikasi yang Dibutuhkan:-
Lulusan sarjana, magister, atau doktoral
-
Diploma pascasarjana yang relevan dengan gelar sarjana juga memenuhi syarat.
-
2. Batasan Usia untuk Mengajukan Visa
Batasan usia untuk mengajukan Temporary Graduate Visa mengalami perubahan di kedua stream. Berikut rinciannya:
-
Post-Vocational Education Work stream:
-
Usia maksimal 35 tahun saat mengajukan visa.
-
Pemegang paspor Hong Kong atau British National Overseas yang berusia di bawah 50 tahun tetap bisa mengajukan visa ini.
-
-
Post-Higher Education Work stream:
-
Usia maksimal 35 tahun saat mengajukan visa.
-
Bagi pemegang gelar Magister (research course) atau Doktoral (PhD), serta pemegang paspor Hong Kong atau British National Overseas, batasan usia bisa diperpanjang hingga 50 tahun.
-
3. Durasi Tinggal Berdasarkan Jenjang Pendidikan
Durasi tinggal di Australia setelah lulus bergantung pada jenis gelar yang dimiliki oleh mahasiswa internasional. Berikut rinciannya:
-
Bachelor Degree (termasuk honours): Hingga 2 tahun.
-
Master (coursework dan extended): Hingga 2 tahun.
-
Master (research) dan Doktoral (PhD): Hingga 3 tahun.
-
Pemegang paspor Hong Kong atau British National Overseas: Hingga 5 tahun.
4. Perubahan pada Second Post-Higher Education Work Stream
Second Post-Higher Education Work stream (dulu dikenal sebagai Second Post-Study Work stream) kini memiliki batasan usia yang lebih ketat, yaitu maksimal 35 tahun ketika mengajukan. Namun, jika kamu memiliki gelar Magister (penelitian) atau Doktoral (PhD), kamu masih bisa mengajukan visa ini hingga usia 50 tahun.
Tips Mengajukan Temporary Graduate Visa Setelah Lulus Kuliah
Jika kamu berencana untuk tinggal dan bekerja di Australia setelah lulus, pastikan kamu memahami perubahan-perubahan ini agar bisa memilih stream yang sesuai dengan kualifikasi dan usia kamu. Berikut yang perlu dilakukan:
- Tentukan apakah kamu memenuhi syarat untuk Post-Vocational Education Work stream atau Post-Higher Education Work stream.
- Pastikan gelar atau kualifikasi kamu sesuai dengan persyaratan visa.
- Pastikan usia kamu masih dalam batas yang diperbolehkan.
- Pastikan durasi tinggal yang diberikan sesuai dengan jenjang pendidikan kamu.
Kalau HotCrazers merasa bingung atau butuh bantuan lebih lanjut, ada banyak sumber daya yang bisa membantu, seperti layanan informasi visa, konsultan imigrasi, serta IDP Indonesia yang bisa membantumu dapat memberikan panduan lebih lanjut tentang cara mengajukan Temporary Graduate Visa yang baru ini. Good luck, HotCrazers!