Kamu yang bercita-cita kuliah di jenjang Master (S2) di luar negeri pastinya sudah mulai mencari program studi yang pas, dong. Dalam proses pencarian ini, kemungkinan besar kamu menemukan bahwa banyak universitas luar negeri menawarkan 2 jenis program master: Master by Coursework dan Master by Research.
Kalau dilihat dari namanya, mungkin kamu bisa menebak bahwa Master by Coursework lebih berfokus ke pembelajaran tatap muka di kelas dan Master by Research lebih mengarah ke riset. Namun apa iya perbedaannya itu saja?
Nah, agar kamu tidak bingung dalam memilih program Master yang tepat, tim IDP Hotcourses Indonesia akan memberikan penjelasan lengkap mengenai perbedaan Master by Coursework dan Master by Research di bawah ini.
-
Program Master Mana yang Lebih Sesuai untuk Mahasiswa yang Ingin Lanjut Kuliah S3?
-
Program Master Mana yang Lebih Ideal untuk Mendapatkan Beasiswa S2 ke Luar Negeri?
-
Program Master Mana yang Cocok untuk Mahasiswa yang Ingin Membawa Keluarga?
-
Program Master Mana yang Memperbolehkan Mahasiswa Bekerja Sambil Kuliah?
-
Ada Nggak Layanan yang Bisa Membantu Mencari dan Mendaftar ke Program Master di Luar Negeri?
Program Master by Coursework Itu Apa?
Program Master by Coursework (sering juga disebut sebagai Taught Masters) adalah program S2 berbasis pembelajaran di kelas. Program ini adalah program S2 yang paling umum di luar negeri dan ditawarkan untuk berbagai bidang studi.
Lulusan program ini biasanya akan mendapatkan gelar MA (Master of Arts) atau MSc (Master of Science). Beberapa contoh gelar lain yang bisa didapatkan dari program Master by Coursework untuk bidang studi tertentu adalah MPhil (Master of Philosophy) dan MEng (Master of Engineering).
Struktur program Master by Coursework cukup mendekati struktur perkuliahan jenjang Bachelor (S1). Para mahasiswa program ini mengikuti kuliah, seminar, dan aktivitas laboratorium dengan panduan langsung dari dosen atau staf akademik.
Program Master by Coursework bisa mewajibkan mahasiswa untuk membuat disertasi atau proyek penelitian lainnya. Namun penilaian akhir untuk program ini juga memperhitungkan nilai tugas dan ujian, serta partisipasi mahasiswa saat perkuliahan.
Program Master by Research Itu Apa?
Program Master by Research (S2 berbasis riset) adalah program S2 dengan fokus pada penelitian orisinal yang independen dan mendalam. Program ini banyak ditawarkan di Inggris, Australia, New Zealand (Selandia Baru), dan Irlandia.
Lulusan program ini umumnya akan mendapatkan gelar MRes (Master of Research), tapi ada juga program-program yang memberikan gelar lain sepreti MA by Research, MSc by Research, dan MPhil by Research.
Meski program Master by Research sesekali mengadakan sesi pembelajaran dalam ruang kelas seperti kuliah dan seminar, para mahasiswanya akan menghabiskan lebih banyak waktu meneliti. Proses riset ini didukung oleh dosen pembimbing akademik yang berpengalaman, sehingga program S2 ini bisa menjadi batu lompatan untuk studi lebih lanjut.
Beberapa program Master by Research memberikan nilai akhir hanya berdasarkan disertasi, namun ada juga program yang nilai akhirnya dihitung berdasarkan nilai disertasi ditambah nilai tugas dan ujian.
Program Master Mana yang Lebih Fleksibel?
Secara umum, program Master by Research lebih fleksibel dalam aspek pilihan studi dibanding Master by Coursework. Ini karena program Master by Research berfokus pada topik penelitianmu. Dengan bantuan dosen pembimbing, kamu bisa mengidentifikasi topik tertentu yang menarik minatmu.
Master by Research juga lebih fleksibel dalam aspek jadwal kuliah. Para mahasiswa program ini hanya perlu menghadiri kelas tatap muka sesekali saja, sehingga waktu mereka bisa lebih banyak dihabiskan untuk studi independen dan penelitian.
Sayangnya, tak semua bidang studi menawarkan program Master by Research. Berhubung jumlah program Master by Coursework jauh lebih banyak, kemungkinan menemukan program yang cocok untukmu jauh lebih besar jika kamu memilih program S2 berbasis pembelajaran ini.
Program Master Mana Yang Prospek Kerjanya Lebih Baik?
Lulusan program Master, baik yang berbasis pembelajaran di kelas atau riset, sudah tentu memiliki keterampilan tingkat tinggi yang dicari oleh para pemberi kerja.
Meski begitu, ternyata program Master by Coursework lebih sering dipilih oleh para mahasiswa yang ingin memasuki dunia kerja setelah lulus. Karena itu, program-program Master by Coursework lebih banyak menawarkan kesempatan magang dibanding program Master by Research.
Perbedaan prospek kerja kedua program ini juga terlihat dari durasi visa kerja pasca studi yang bisa kamu dapatkan. Contohnya, lulusan program Master by Research di Australia bisa mendapatkan visa kerja pasca studi berdurasi 3 tahun. Sementara itu, lulusan program Master by Coursework di Australia hanya mendapatkan visa kerja pasca studi berdurasi 2 tahun.
Program Master Mana yang Lebih Sesuai untuk Mahasiswa yang Ingin Lanjut Kuliah S3?
Jika dibandingkan dengan Master by Coursework, program Master by Research umumnya lebih unggul dalam menghaslkan lulusan yang siap mengikuti studi lebih lanjut. Pengalaman riset berstandar tinggi yang dimiliki oleh para lulusan Master by Research akan menjadi landasan yang kuat saat mereka melanjutkan studi ke jenjang S3.
Banyak universitas di luar negeri merancang program-program Master by Research mereka sebagai jalur menuju jenjang S3. Beberapa universitas bahkan mengintegrasikan program Master by Research mereka dengan program PhD.
Contohnya, University of Warwick memiliki program MRes/PhD Economics. Para mahasiswa program integrasi ini akan menjalani studi S2 berbasis riset di bidang ekonomi selama 2 tahun dan langsung melanjutkan ke jenjang S3 di bidang yang sama selama 4 tahun.
Eits, ini bukan berarti kamu tak bisa lanjut S3 kalau mengambil program Master by Coursework, ya. Ada banyak mahasiswa S3 di luar negeri yang juga lulusan program Master by Coursework kok!
Program Master Mana yang Biayanya Lebih Mahal?
Biaya kuliah untuk program Master by Research dan Master by Coursework yang setara di satu universitas biasanya identik. Misalnya, program Management MSc dan Management Science MRes di Lancaster University memiliki biaya kuliah yang sama.
Meskipun begitu, biaya kuliah Master by Research terkadang bisa lebih murah dibanding biaya kuliah Master by Coursework karena jumlah perkuliahan tatap mukanya lebih sedikit.
Salah satu contohnya adalah University of Liverpool, di mana program Master by Research-nya lebih murah dibanding Master by Coursework-nya dalam bidang manajemen. Hal ini juga terjadi di University of Bristol, di mana program Master by Research-nya dalam bidang ekonomi lebih murah dibanding program Master by Coursework-nya.
Secara umum, biaya kuliah Master di luar negeri sangat beragam. Perbedaan biaya biasanya lebih terkait dengan negara destinasi studi, universitas, dan bidang studi yang kamu pilih.
Kamu bisa membaca berbagai panduan mengenai biaya kuliah di luar negeri dari tim IDP Hotcourses Indonesia untuk membuat perencanaan keuangan yang mendukung studi S2-mu di luar negeri.
Program Master Mana yang Lebih Ideal untuk Mendapatkan Beasiswa S2 ke Luar Negeri?
Ada banyak beasiswa yang tersedia untuk program Master by Research dan Master by Coursework. Namun beberapa jenis beasiswa hanya tersedia untuk satu jenis program Master. Misalnya, University of Southern Queensland di Australia hanya menyediakan beasiswa untuk program Master by Research.
Beberapa jenis beasiswa Master di luar negeri yang disponsori pemerintah negara asing juga hanya tersedia untuk satu jenis program Master, seperti Beasiswa Chevening dari Pemerintah Inggris yang hanya diberikan untuk mahasiswa program Master by Coursework.
Program Master Mana yang Cocok untuk Mahasiswa yang Ingin Membawa Keluarga?
Tiap negara memiliki aturan tersendiri bagi para mahasiswa S2 internasional yang ingin memboyong anggota keluarga saat mereka kuliah. Walau begitu, mahasiswa program Master by Research dan Master by Coursework biasanya akan diberikan aturan yang kurang lebih sama.
Contohnya, para mahasiswa internasional yang kuliah S2 di Australia dan New Zealand diperbolehkan membawa pasangan dan anak. Sementara di Irlandia, yang diperbolehkan membawa pasangan dan anak hanyalah mahasiswa S2 internasional yang beasiswanya disponsori Pemerintah Irlandia.
Meskipun semua mahasiswa internasional di jenjang S2 boleh membawa pasangan dan anak ke Australia, ternyata negara ini memiliki aturan khusus mengenai izin kerja. Saat ini, hanya pasangan dan anak dari mahasiswa program Master by Research yang diperbolehkan bekerja full time tanpa batasan di Negeri Kangguru ini.
Sementara itu, pasangan dan anak dari mahasiswa program Master by Coursework hanya dapat bekerja 48 jam dalam periode 14 hari saat masa perkuliahan berlangsung. Mereka baru bisa bekerja full time di masa liburan.
Ada juga catatan khusus untuk kamu yang mau kuliah di Inggris, nih. Negeri Raja Charles ini hanya memperbolehkan mahasiswa program Master by Research untuk membawa pasangan dan anak. Serunya, pasangan yang dibawa boleh bekerja full time di Inggris!
Program Master Mana yang Memperbolehkan Mahasiswa Bekerja Sambil Kuliah?
Aturan kerja full time bagi mahasiswa internasional biasanya sama saja untuk program Master by Research dan Master by Coursework. Namun ada pengecualian di Australia dan Selandia Baru.
Mahasiswa program Master by Research di Australia bisa bekerja full time tanpa batasan. Sedangkan para mahasiswa Master by Coursework hanya dapat bekerja 48 jam dalam periode 14 hari saat masa perkuliahan berlangsung. Pada masa libur kuliah, mereka boleh bekerja full time.
Para mahasiswa program Master by Research di New Zealand juga bisa bekerja full time selama mereka memegang status mahasiswa full time di sana.
Jika tak ingin kerja full time, mahasiswa S2 internasional juga bisa memilih bekerja part time. Jangan lupa bahwa aturan pekerjaan part time bagi mahasiswa internasional akan berbeda di tiap negara, jadi pastikan kamu memahami masalah hak, batasan, serta pajak penghasilan jika kamu bekerja part-time sambil kuliah Master di luar negeri.
Ada Nggak Layanan yang Bisa Membantu Mencari dan Mendaftar ke Program Master di Luar Negeri?
Masih bimbang menentukan pilihan antara Master by Coursework dan Master by Research? Kamu bisa ngobrol dengan konselor IDP Hotcourses Indonesia untuk menemukan program S2 yang pas untukmu di luar negeri.
Selain pendampingan dalam pencarian program Master di luar negeri, kamu juga bisa mendapatkan bantuan dalam proses pendaftaran ke universitas mancanegara, pengajuan visa pelajar, pencarian akomodasi, dan masih banyak lagi. Semuanya ini bisa kamu dapatkan tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun alias GRATIS!
Jadi, tunggu apa lagi? Buruan klik banner di bawah ini untuk mengambil langkah awal dalam mewujudkan cita-citamu kuliah S2 di luar negeri.
Artikel ini disusun oleh Tim Editorial IDP Hotcourses Indonesia, yang berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam menyediakan informasi pendidikan global dan panduan kuliah ke luar negeri untuk mahasiswa Indonesia.