Informasi penting
Study abroad: Before you leave

KAPAN WAKTU YANG TEPAT UNTUK KULIAH PASCASARJANA?

share image

Di tahun yang lalu, pasti timeline media sosialmu sempat dipenuhi kabar dari beberapa temanmu yang sedang bersiap kuliah pascasarjana baik di dalam ataupun luar negeri. Biasanya, kejadian seperti itu akan membuatmu rajin mencari informasi mengenai beasiswa dan universitas-universitas terbaik di dunia saat menelusuri internet. Memang sepertinya kembali mengenyam bangku kuliah kini menjadi tren di kalangan teman-teman sebayamu. Tapi apakah ini waktu yang tepat untukmu meninggalkan zona nyaman demi meraih gelar pascasarjana? Coba simak pemikiran dan pengalaman kontributor Indonesia Mengglobal, Hanryano Yehezkiel, mengenai cara mengambil keputusan untuk meninggalkan karir demi kembali kuliah.

 

Kalau kamu sudah bekerja purnawaktu, pasti pernah terpikir untuk melanjutkan kuliah, terutama di luar negeri. Namun mengambil keputusan ini bisa jadi akan membawamu masuk dalam fase penuh ketidakpastian. Kembali berkuliah mungkin mengharuskanmu berhenti bekerja - akibatnya kamu akan kehilangan sumber pendapatan dan kemajuan karirmu bisa sedikit tertinggal dibanding rekan-rekan sejawatmu. Kamu juga akan melewatkan berbagai kesempatan karir dan finansial lain yang tersedia untukmu di tanah air. Ditambah lagi, kamu harus berada jauh dari keluarga dan temen-teman terdekat. 

 

Dibandingkan saat kuliah S1, memang ada berbagai faktor baru yang bisa membuatmu berat melangkah maju meraih gelar pasacasarjana. Karena itu saya akan mencoba memaparkan 3 hal yang sering disalahartikan sebagai pertanda bahwa kamu perlu kuliah pascasarjana.

 

 

1. Pemutusan Hubungan Kerja


Saat industri Migas bermasalah beberapa tahun lalu, banyak teman saya yang di-PHK dan butuh pekerjaan. Dalam industri yang sedang morat-marit tersebut, tentunya rekrutmen jarang terjadi dan banyak pegawai terpaksa berpindah ke jabatan non-teknis walau latar belakang mereka ada di bidang teknis. Pada waktu itu, beberapa dari mereka berpikir untuk kembali kuliah karena kesulitan mencari pekerjaan. 
Bila kamu berpikir bahwa keputusan mereka logis, kamu harus mengingat bahwa mengambil gelar magister atau PhD tentunya butuh persiapan yang bisa memakan waktu berbulan-bulan. Begitu saat pendaftaran tiba, pihak universitas akan mempertanyakan aktivitasmu pasca PHK. Kalau aktivitasmu hanya persiapan untuk kuliah kembali, hal ini bisa berpengaruh negatif pada aplikasimu.

 

 

2. Rasa Tidak Suka Pada Pekerjaan 


Lingkungan kerja yang tidak sehat, aturan perusahaan yang terlalu ketat/longgar, skandal internal kantor, atau sekedar rasa bosan bisa menjadi pemicu untukmu meninggalkan pekerjaanmu. Skenario lain yang mungkin terjadi adalah pekerjaan impianmu kini perlahan-lahan berubah menjadi mimpi buruk harian atau proyek yang menjanjikan justru membawa penderitaan mental dan fisik karena banyaknya waktumu yang dihabiskan untuk lembur sampai pagi. Tidak semua orang bisa mengatasi permasalahan-permasalahan seperti di atas dan akhirnya sebagian dari mereka membuat kuliah pascasarjana sebagai exit strategy.

 

Kalau kamu mengalami hal ini, coba ambil waktu sejenak untuk membuat daftar semua elemen negatif dari pekerjaanmu dan carilah solusi yang bisa kamu jalankan. Terkadang, mengambil jatah cuti atau pindah kerja ke kantor/industri lain bisa jadi jawaban yang tepat untukmu. Memutuskan untuk kuliah pascasarjana akan membutuhkan banyak waktu, uang dan energi. Kalau 1 atau 2 faktor tersebut tidak kamu miliki, tentu akan berpengaruh negatif ke proses pendaftaranmu ke universitas. Jadi kalau kamu merasa lelah karena pekerjaan yang datang tanpa henti, kuliah pascasarjana sebaiknya tidak menjadi prioritas utamamu. Lagipula, kamu pasti tidak akan punya energi untuk menulis berbagai esai untuk mendaftar kuliah.

 

 

3. Hambatan Karir


Beberapa perusahaan atau organisasi memiliki peraturan yang mengharuskan pegawai memiliki gelar pascasarjana untuk bisa mendapatkan promosi. Namun ini bisa menjadi masalah kalau kamu sudah berkeluarga. Memboyong keluargamu ke negara lain di mana pendapatanmu tidak akan selancar di Indonesia pasti bukan hal yang mudah. Beberapa orang mencoba mengakali ini dengan mengambil program paruh waktu karena bisa dijalani sambil tetap bekerja. Tapi tentunya ini akan berpengaruh pada kualitas kerja dan studimu. Ada juga yang memilih mengambil program studi yang dianggap 'mudah' karena nilai hanya berdasarkan absensi dan kelulusan sudah dijamin. Hal ini tentunya tidak menguntungkan bagi tempat kerjamu, karena aturan gelar ini dibuat untuk memastikan bahwa hanya kandidat dengan kualifikasi terbaiklah yang bisa mendapatkan promosi. Ketika kualitas gelar pascasarjanamu tidak meyakinkan, tentunya tidak akan membawa keuntungan bagi perusahaanmu.

 

 

 


Dengan membaca 3 poin di atas, kemungkinan besar kamu sudah bisa mengenali berbagai masalah yang akan kamu hadapi jika memutuskan untuk kembali kuliah. Jika kamu tetap ingin kuliah pascasarjana, maka berarti kamu memang benar-benar sudah siap. Tapi apakah kamu sudah tahu apa saja yang diperlukan untuk meraih gelar lanjutan ini?

 

 

A. Manajemen Waktu


Manajemen waktu adalah kunci utama. Mengurus pendaftaran kuliah sambil bekerja purnawaktu bukanlah hal yang mudah - apalagi kalau kamu mencoba mendaftar ke beberapa universitas sekaligus. Tentukan target dan deadline-mu, lalu kerjakan dengan sebaik mungkin.
Kalau kamu sekaligus mencari beasiswa atau bantuan pendanaan, sebaiknya kamu juga menentukan target dan deadline untuk kegiatan ini.

 

 

B. Persiapan Dana


Jangan remehkan beban finansial yang akan kamu hadapi, bahkan jika kamu telah mendapatkan beasiswa. Berbagai tes yang diperlukan untuk kuliah di luar negeri, seperti medical check-up dan GMAT/GRE tentunya tidak gratis. Kebanyakan orang biasanya baru mendapatkan skor terbaik mereka setelah mengambil tes GMAT/GRE sebanyak 3-4 kali. Ingat juga bahwa universitas luar negeri meminta biaya pendaftaran yang tidak sedikit. Jadi semakin banyak sekolah incaranmu, maka makin besar biaya yang harus kamu keluarkan.

 

 

C. Rencana Cadangan


Walaupun kamu telah berusaha sebaik mungkin, terkadang rencanamu tidak bisa berjalan mulus. Kalau kamu tipe orang yang terbiasa mendapatkan apa yang kamu impikan, sekarang adalah saatnya kamu mulai membuat rencana cadangan. Universitas-universitas terbaik pasti menerima pendaftaran dari berbagai belahan dunia, jadi kamu akan bersaing dengan kandidat-kandidat terbaik dalam skala global. Jangan biarkan 1 penolakan mematahkan semangatmu. Terus berjuang dan lakukanlah yang terbaik yang bisa kamu lakukan.

 

Sudah mendapatkan inspirasi untuk kuliah pascasarjana di luar negeri dari artikel di atas? Langsung saja daftar untuk konsultasi GRATIS dengan konselor IDP mengenai cara mendaftar dan kuliah di universitas-universitas terbaik di seluruh dunia!

 

 

Sumber:

Artikel asli dipublikasikan oleh IndonesiaMengglobal.com

'A non-profit website for Indonesians aspiring to study and or pursue professional opportunities abroad'.

Mencari jurusan

Pilih negara
Pascasarjana

Wajib dibaca