Tips Menghadapi Writing Test di IELTS

Transformasi pendidikanmu, pelajari budaya baru, dan mulai dalam 3 langkah sederhana.

Mulai sekarang
Informasi penting

Product of

Sudahkah kamu bergabung dengan komunitas IDP?

Dapatkan cerita langsung dari alumni, gabung grup, dan nikmati fitur komunitas terbaru kami!

Cek komunitasnya sekarang!
cta banner image
Study abroad: Before you leave

Tips Menghadapi Writing Test di IELTS

Simak tips untuk menaklukan writing test pada IELTS.

3.2K
share image

 

Kamu akan mengikuti test IELTS dalam waktu dekat? Salah satu hal yang harus kamu persiapkan secara matang adalah pada writing test. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu kamu ketahui terkait writing test pada IELTS.

 

 

1. Berapa Jumlah Kata yang Harus Ditulis pada Writing Test ELTS?

 


 

 

 

Salah satu pertanyaan yang paling banyak ditanyakan oleh calon peserta test IELTS terkait writing test adalah berapa jumlah kata yang harus mereka tulis. Sebelum menjawab hal tersebut, kamu perlu mengetahui struktur writing test dari IELTS. Pada test ini, kamu akan diminta untuk membuat dua bagian tulisan dalam total waktu satu jam. Bagian pertama, kamu akan diminta untuk mendeskripsikan serta merangkum informasi yang tertulis dalam bentuk diagram, grafik, tabel, atau bagan. Kalimat deskripsi tersebut harus ditulis dalam format baku, serta memiliki panjang tulisan lebih dari 150 kata. Kamu akan diberikan waktu selama 20 menit untuk mengerjakan tugas bagian pertama ini.

 

Pada bagian kedua writing test, kamu dituntut untuk memahami suatu permasalahan, argumen, atau sudut pandang tertentu. Kamu harus menuliskan pikiranmu ke dalam bentuk esai dengan panjang tulisan lebih dari 250 kata. Kamu harus menulis informasi secara terstruktur mengenai setuju atau ketidaksetujuan terhadap suatu permasalahan, mengidentifikasi sebuah solusi atau menentukan sudut pandangmu tentang apakah topik yang diajukan dalam tes merupakan hal yang menguntungkan atau merugikan.

 

Tips: Pastikan untuk menuliskan hal-hal esensial dan fokus sehingga opini atau pendapatmu dapat dengan mudah dipahami oleh tim penilai. Membuat tulisan yang terlalu bertele-tele justru akan membuat poinmu berkurang.

 

 

2. Apa yang Akan Terjadi Jika Jumlah Tulisan Kurang dari Ketentuan?

 

Salah satu prinsip yang harus kamu terapkan ketika melakukan test jenis apapun adalah mengikuti instruksi. Kamu harus membuat tulisan sesuai dengan ketentuan atau instruksi dari test, yakni minimal 150 kata pada bagian 1 dan minimal 250 pada bagian 2. Tim penilai IELTS akan menghitung jumlah kata yang ditulis setiap peserta, apakah sudah memenuhi atau belu

 

Apabila jumlah kata yang kamu tulis dibawah ketentuan tersebut, kamu akan kehilangan poin di kategori ‘Task Achievement,’ karena kamu belum memenuhi kriteria yang diminta oleh test tersebut. Akan sangat disayangkan, bukan, kalau kamu sudah menulis jawaban yang sangatlah bagus namun ternyata jumlah katanya belum mencapai 250, artinya nilaimu akan dikurangi.

 

Tips: 

Sebaiknya targetkan dirimu untuk mampu menulis 10% lebih banyak daripada kriteria yang diminta. Oleh sebab itu, kamu bisa menulis sekitar 160-170 kata di bagian 1 dan 270-280 kata di bagian 2. Kalau kamu menargetkan ini, kemungkinan kamu dapat mencapai target minimum yang ditentukan.


 

3. Apakah Semakin Banyak Kata Artinya Semakin Baik?

 

 

Meskipun kamu akan mendapat kriteria jumlah minimal kata yang harus ditulis di dalam test, namun bukan berarti kamu perlu menulis tulisan yang sangat panjang. Ada beberapa alasan mengapa menulis terlalu panjang justru bisa menjadi bumerang untuk dirimu sendiri.

 

- Membuang-buang Waktu

Kamu harus mengingat bahwa writing test IELTS memiliki total durasi 1 jam untuk 2 bagian test. Bagian test pertama akan memakan waktu 20 menit, sementara bagian kedua harus bisa diselesaikan dalam waktu maksimal 40 menit. Kemampuan manajemen waktu menjadi salah satu faktor penentu keberhasilanmu pada test writing ini. Oleh karena itu, kamu sebaiknya tidak membuat tulisan terlalu panjang agar seluruh bagian dapat diselesaikan tepat waktu. 

 

- Meningkatkan Risiko Kesalahan Grammar

Semakin panjang tulisanmu, semakin besar peluang bagimu untuk melakukan kesalahaan dalam menggunakan grammar. Oleh karena itu, pastikan bahwa kamu bisa menyusun strategi dan menetapkan outline mengenai poin-poin yang ingin kamu sampaikan di dalam tulisanmu. Dengan demikian, tulisanmu bisa menjadi lebih fokus sekaligus menghindari potensi terjadinya kesalahan grammar.

Tips: Ingat bahwa tulisamu akan dinilai berdasarkan kualitas, bukan kuantitas jumlah tulisan. Selama kamu bisa menuliskan poin-poin pemikiranmu ke dalam jumlah kata yang sesuai ketentuan, kamu bisa mendapat nilai yang lebih baik. 

 

 

4. Bagaimana Cara Untuk Menghitung Jumlah Kata yang Telah Ditulis?

 

Mengingat bahwa waktu yang kamu miliki untuk mengerjakan tes sangat terbatas, rasanya sulit bagimu untuk mengetahui berapa banyak kata yang sudah kamu tulis. Salah satu strategi yang bisa kamu lakukan agar bisa memperkirakan jumlah kata pada tulisanmu adalah berlatih menggunakan format lembar jawaban pada test IELTS. Dengan berlatih menggunakan lembar jawaban sesuai dengan format test, kamu akan mengetahui berapa lembar yang akan kamu butuhkan untuk mencapai target minimum yang ditentukan.

 

Berlatih dengan lembar jawab yang resmi juga akan membuatmu merasa lebih familiar dengan tes IELTS dan kamu tidak akan merasa terkejut lagi nanti di waktu tes.

 

 

 

 

5. Apakah Semua Kata Dihitung dengan Cara yang Sama?

Sayangnya tidak. Kata-kata yang disambung seperti misalnya ‘First-class’ atau ‘State-of-the-art’ termasuk satu kata saja. Singkatan semacam ‘I’ll’ atau ‘we’re’ juga dihitung sebagai satu kata (dan biasanya memang kamu tidak disarankan untuk menyingkat kata seperti ini dalam esai akademis).

 

Kata-kata seperti ‘a,’ ‘an,’ dan ‘the’ selalu dihitung.

Tanda baca tidaklah masuk dalam penghitungan.

 

 

6. Bolehkan Menyalin Semua Pertanyaannya?


 

 

Sayangnya tidak. Kata-kata yang disambung seperti misalnya ‘First-class’ atau ‘State-of-the-art’ termasuk satu kata saja. Singkatan semacam ‘I’ll’ atau ‘we’re’ juga dihitung sebagai satu kata (dan biasanya memang kamu tidak disarankan untuk menyingkat kata seperti ini dalam esai akademis).

 

Kata-kata seperti ‘a,’ ‘an,’ dan ‘the’ selalu dihitung.

 

Tanda baca tidaklah masuk dalam penghitungan.

 

7. Bolehkan Menyalin Ulang Pertanyaannya?


 

 

 

Kamu bisa mengkopi satu-dua kata, namun kamu tidak boleh mengkopi semua bagian dari pertanyaan, dan tidak disarankan untuk mengkopi keseluruhan kalimat dari pertanyaan.

 

Mengulang pertanyaan yang ada berarti para pemeriksa justru akan mengurangi kata-kata ini dari total penghitungan kata dan karenanya ini sama saja dengan tidak menulis. Kamu akan dievaluasi berdasarkan kemampuanmu untuk membuat parafrase menggunakan sinonim kata, jadi cobalah untuk menguasai skill tersebut dan kamu dapat menghindari mengkopi kata-kata.

 

Contoh pertanyaan: Successful sports professionals can earn a great deal more money than people in other important professions.

 

Contoh parafrase: It is possible for successful athletes to make a lot more money than people working in other important jobs.

 

Dari contoh di atas, tetulis pengulangan mengulang kata-kata ‘successful,’ ‘money,’ dan ‘important,’ tapi kata-kata lainnya diparafrase menggunakan sinonim.


8. Apakah Boleh Menulis Ulang Kalimat yang Sama dari Paragraf Berbeda?

 

 

Ini merupakan strategi yang buruk. Mengulang kalimat yang sama hanya untuk memenuhi kriteria jumlah kata yang dipersyaratkan bukanlah strategi yang baik. 

Kembali akan aku tekankan bahwa mengulang-ulang kata yang sama dengan tidak menulis karena para examiner tidak akan menghitung kata tersebut.

 

Beberapa murid terkadang mencoba untuk mengulangi kata-kata yang sama kalau mereka kehabisan waktu. Namun mencoba menulis sesuatu yang baru selalu jauh lebih baik dibanding mengulang kata-kata yang sama.

 


 

Awali perjalanan menuju sukses studi di luar negeri dengan IELTS! Ikuti tes dan les persiapan IELTS lengkap di IDP Indonesia. Booking sekarang dan siapkan dirimu untuk meraih skor gemilang dengan meng-click tautan ini.

*Artikel ini diedit dan diperbaharui oleh Eky Ilmastuti pada 11 Juli 2023 

Wajib dibaca