Apa Itu Diaspora? Pengertian, Jenis, Contoh Diaspora Indonesia, dan Peluang Karier Global

Transformasi pendidikanmu, pelajari budaya baru, dan mulai dalam 3 langkah sederhana.

Mulai sekarang
Informasi penting

Product of

Sudahkah kamu bergabung dengan komunitas IDP?

Dapatkan cerita langsung dari alumni, gabung grup, dan nikmati fitur komunitas terbaru kami!

Cek komunitasnya sekarang!
cta banner image
Study abroad: Berita Terbaru

Apa Itu Diaspora? Pengertian, Jenis, Contoh Diaspora Indonesia, dan Peluang Karier Global

Menjadi sukses di negeri orang adalah suatu kebanggaan tersendiri, terlebih kesuksesan tersebut juga dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia

19.1K
KISAH DIASPORA YANG SUKSES DI LUAR NEGERI

Diaspora adalah kelompok orang yang tinggal di luar negara asalnya tetapi tetap memiliki hubungan budaya, sosial, atau emosional dengan tanah air. Dalam konteks Indonesia, diaspora mencakup pelajar, profesional, pengusaha, peneliti, hingga keturunan Indonesia yang tersebar di berbagai negara.

 


 

Kalau kamu pernah dengar istilah diaspora tapi belum yakin artinya, kamu tidak sendirian. Kata ini sering muncul di berita, media sosial, bahkan percakapan soal kuliah atau kerja di luar negeri. Artikel ini akan menjelaskan apa itu diaspora secara lengkap, mulai dari definisi, jenis-jenisnya, hingga kisah nyata orang Indonesia yang berhasil membangun karier gemilang di luar negeri.

 

Daftar Isi

  • Apa Itu Diaspora? Pengertian Diaspora Menurut KBBI dan Para Ahli

  • 4 Kelompok Diaspora Indonesia Menurut Dino Patti Djalal

  • Jenis-Jenis Diaspora yang Perlu Kamu Tahu

  • Mengapa Orang Memilih Menjadi Diaspora?

  • Kisah Sukses Diaspora Indonesia di Luar Negeri 

  • Bagaimana Menjadi Diaspora Indonesia?

  • Peran Penting Diaspora bagi Indonesia

  • Kuliah di Luar Negeri: Langkah Pertama Menuju Pengalaman Global

  • Pertanyaan yang Sering Ditanyakan tentang Diaspora

 

 

Apa Itu Diaspora? Pengertian Diaspora Menurut KBBI dan Para Ahli

Diaspora adalah kelompok orang yang berasal dari satu bangsa atau wilayah tertentu, namun tinggal dan menetap di luar tanah air mereka, sering kali sambil tetap mempertahankan identitas, budaya, dan rasa keterikatan dengan negara asalnya.

 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diaspora diartikan sebagai masa tercerai-berainya suatu bangsa yang tersebar di berbagai penjuru dunia dan bangsa tersebut tidak memiliki negara. Contoh yang paling sering dikutip adalah bangsa Yahudi sebelum negara Israel berdiri pada tahun 1948.

 

Namun dalam kajian ilmu sosial modern, definisi diaspora sudah jauh lebih luas. Dikutip dari buku Diaspora and Transnationalism (2010) karya Rainer Baubock dan Thomas Faish, kata diaspora berasal dari bahasa Yunani, yaitu dia (melalui) dan sperien (menabur atau menyebarkan). Artinya secara harfiah adalah "benih yang tersebar," sebuah gambaran yang pas untuk mendeskripsikan masyarakat yang berpencar ke seluruh penjuru dunia namun tetap berakar pada identitas yang sama.

 

Dalam konteks saat ini, diaspora tidak hanya merujuk pada perpindahan yang dipaksakan. Seseorang yang memilih merantau ke luar negeri untuk bekerja, belajar, atau membangun kehidupan baru pun bisa termasuk dalam kategori diaspora, selama mereka masih menjaga hubungan emosional dan kultural dengan negara asalnya.

 

4 Kelompok Diaspora Indonesia Menurut Dino Patti Djalal

 

Dino Patti Djalal, mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat sekaligus pendiri Indonesian Diaspora Network, mendefinisikan diaspora Indonesia secara lebih terperinci melalui empat kelompok utama.

 

Kelompok

Siapa Mereka

Contoh

Kelompok 1

Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di luar negeri dan masih memegang paspor Indonesia

Mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Belanda

Kelompok 2

Warga Indonesia yang telah menjadi warga negara asing melalui proses naturalisasi dan tidak lagi memiliki paspor Indonesia

Keturunan Indonesia yang sudah menjadi warga negara Australia

Kelompok 3

Warga negara asing yang memiliki orang tua atau leluhur berasal dari Indonesia

Generasi kedua atau ketiga imigran Indonesia di Suriname

Kelompok 4

Warga negara asing yang tidak memiliki hubungan darah dengan Indonesia, namun memiliki kecintaan yang mendalam terhadap Indonesia

Ekspatriat asing yang menjadi advokat budaya Indonesia di luar negeri

 

Pembagian ini penting karena menunjukkan bahwa konsep diaspora bukan hanya soal kewarganegaraan di atas kertas. Lebih dari itu, diaspora menyangkut rasa memiliki, identitas, dan komitmen terhadap tanah air.

 

Jenis-Jenis Diaspora yang Perlu Kamu Tahu

 

Ada beberapa jenis diaspora berdasarkan alasan perpindahannya. Yang paling relevan untuk kamu sebagai calon pelajar internasional adalah tiga jenis ini.

 

Diaspora tenaga kerja terbentuk karena alasan ekonomi. Pekerja migran Indonesia yang berkarier di Malaysia, Arab Saudi, atau Taiwan masuk dalam kategori ini.

 

Diaspora perdagangan terjadi ketika seseorang merantau untuk membangun usaha di negara lain. Komunitas Tionghoa yang tersebar di berbagai negara Asia Tenggara adalah contoh klasiknya.

 

Diaspora pendidikan adalah yang paling dekat dengan perjalanan banyak anak muda Indonesia saat ini. Mereka berangkat untuk menempuh pendidikan tinggi di luar negeri, membangun jaringan global, dan tidak sedikit yang kemudian memilih berkarier di negara tempat mereka belajar sambil tetap berkontribusi untuk Indonesia.

 

Mengapa Orang Memilih Menjadi Diaspora?

Keputusan untuk meninggalkan negara asal dan membangun kehidupan di luar negeri tidak pernah sederhana. Ada banyak faktor yang mendorong seseorang masuk ke dalam komunitas diaspora.

 

Faktor ekonomi adalah yang paling umum. Peluang kerja yang lebih luas, gaji yang lebih kompetitif, dan akses ke ekosistem bisnis yang lebih maju menjadi daya tarik utama bagi banyak orang Indonesia yang memilih menetap di luar negeri.

 

Faktor pendidikan menjadi alasan yang semakin dominan, terutama di kalangan anak muda. Akses ke universitas-universitas terbaik dunia, program beasiswa internasional, dan lingkungan akademik yang mendorong inovasi membuat banyak pelajar Indonesia memilih melanjutkan studi ke luar negeri. Tidak sedikit dari mereka yang kemudian memutuskan untuk menetap dan berkarier di sana.

 

Faktor sosial dan politik juga berperan, meskipun tidak selalu menjadi alasan utama bagi diaspora Indonesia modern. Kebebasan berekspresi, stabilitas politik, dan kualitas hidup secara keseluruhan menjadi pertimbangan penting bagi sebagian orang.

 

Terlepas dari alasannya, yang menyatukan seluruh komunitas diaspora adalah ikatan batin yang kuat dengan tanah air. Mereka yang sudah puluhan tahun tinggal di luar negeri pun sering kali masih merayakan tradisi Indonesia, aktif di komunitas Indonesia setempat, dan berkontribusi pada perkembangan negara asal mereka dari jauh.

 

Kisah Sukses Diaspora Indonesia di Luar Negeri 

Di antara jutaan diaspora Indonesia yang tersebar di seluruh dunia, ada mereka yang berhasil menorehkan prestasi luar biasa dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Berikut adalah empat kisah yang layak kamu ketahui.

 

Khoirul Anwar: Penemu Prinsip Dasar Teknologi 4G (Jepang)

Khoirul Anwar lahir di Kediri dan menyelesaikan pendidikan sarjananya di Teknik Elektro ITB pada tahun 2000. Keputusannya untuk melanjutkan studi ke Jepang membuka jalan bagi salah satu penemuan teknologi paling berpengaruh di dekade ini.

 

Saat menjalani penelitian di Nara Institute of Science and Technology (NAIST) pada tahun 2005, Khoirul berhasil menemukan terobosan konsep teknologi wireless yang kemudian menjadi prinsip dasar teknologi 4G. Kontribusinya begitu signifikan hingga pemerintah Jepang menawarkan Permanent Residence kepadanya. Namun karena kecintaannya pada Indonesia, Khoirul menolak tawaran tersebut.

 

Kisah Khoirul membuktikan bahwa melanjutkan studi ke luar negeri bukan hanya soal mendapatkan gelar. Kadang, lingkungan riset yang tepat adalah kunci untuk menemukan sesuatu yang bisa mengubah dunia.

 

Mulyoto Pangestu: Ilmuwan yang Merevolusi Penyimpanan Sperma (Australia)

Mulyoto Pangestu lahir di Pekalongan pada 11 November 1963 dan membangun kariernya di Australia sebagai ilmuwan di bidang reproduksi. Penemuannya, yang dikenal sebagai evaporative drying, adalah sebuah metode penyimpanan sperma kering dan beku yang revolusioner.

 

Yang membuat penemuannya istimewa adalah kesederhanaannya. Mulyoto menggunakan bahan sedotan plastik khusus dan kantong aluminium foil yang biayanya hanya sekitar 50 sen AS, namun menghasilkan metode penyimpanan sperma yang efisien dan bisa bertahan bertahun-tahun tanpa penanganan khusus.

 

Penemuan ini dianggap sebagai terobosan spektakuler di dunia sains, dan mengantarkan Mulyoto pada posisi dosen di Australia. Perjalanannya dari Pekalongan ke laboratorium di Australia adalah bukti bahwa diaspora Indonesia mampu memberikan kontribusi nyata pada ilmu pengetahuan global.

 

Ardistia Dwiasri: Desainer Muda Indonesia yang Menembus Pasar Mewah Amerika (Amerika Serikat)

Ardistia memilih jalur yang berbeda. Ia menempuh pendidikan Fashion Design di Parsons School of Design, salah satu sekolah mode paling bergengsi di dunia yang berbasis di New York. Pendidikan formal ini membuka pintu ke industri fashion kelas dunia.

 

Setelah menyelesaikan studi, Ardistia magang sebagai asisten desainer untuk Diane Von Furstenberg, kemudian bekerja sebagai freelancer di rumah mode Ann Taylor dan Gap, sebelum akhirnya bergabung sebagai technical designer Tommy Hilfiger. Pengalaman ini menjadi fondasi kuat saat ia mendirikan label Ardistia New York pada tahun 2007.

 

Dari toko kecil di New York, produk Ardistia berkembang menembus pasar negara-negara maju dan kemudian merambah kawasan Asia Pasifik, termasuk Jepang, Hong Kong, Australia, hingga kembali ke Indonesia. Perjalanan Ardistia membuktikan bahwa pilihan kampus dan program studi yang tepat bisa menjadi titik balik karier yang menentukan.

 

Yow-Pin Lim: Peneliti Bioteknologi yang Berkontribusi pada Pemahaman Kanker (Amerika Serikat)

Yow-Pin Lim, MD, PhD, lahir di Cirebon dan membangun kariernya di bidang bioteknologi di Amerika Serikat. Ia adalah pendiri sekaligus Chief Scientific Officer ProThera Biologics, sebuah perusahaan riset yang berbasis di Rhode Island, AS.

 

Saat ini Yow-Pin menjabat sebagai assistant professor di Brown Medical School dan Research Oncologist di Rhode Island Hospital. Riset yang ia hasilkan berkontribusi pada pemahaman terhadap molekul-molekul kompleks dalam fisiologi manusia, dengan fokus khusus pada penyakit seperti sepsis, anthrax, dan kanker. Ia bahkan telah memiliki beberapa paten atas namanya.

 

Kisah Yow-Pin adalah pengingat bahwa diaspora Indonesia tidak hanya eksis di dunia bisnis atau seni, tetapi juga di garis depan sains dan penelitian medis global.

 

Bagaimana Menjadi Diaspora Indonesia?

Menjadi diaspora Indonesia tidak selalu berarti harus pindah dan menetap secara permanen di luar negeri. Banyak diaspora memulai perjalanan mereka sebagai mahasiswa internasional, profesional yang mendapat kesempatan kerja global, peneliti, atau bahkan pengusaha yang mengembangkan bisnis lintas negara. Di era globalisasi, ada beberapa jalur yang paling umum untuk menjadi bagian dari komunitas diaspora Indonesia:

 

1. Melanjutkan Kuliah di Luar Negeri

Bagi banyak orang Indonesia, pendidikan internasional menjadi langkah pertama untuk membangun pengalaman global. Setiap tahun, ribuan mahasiswa Indonesia melanjutkan studi S1, S2, maupun S3 di negara seperti Australia, Jepang, Amerika Serikat, Belanda, dan Inggris.

 

Selain memperoleh pendidikan berkualitas, mahasiswa juga berkesempatan membangun jaringan internasional yang dapat membuka peluang karier di masa depan.

 

2. Bekerja di Luar Negeri

Banyak diaspora Indonesia berangkat ke luar negeri untuk mengejar peluang karier yang lebih luas. Mereka bekerja di berbagai sektor, mulai dari teknologi, kesehatan, pendidikan, keuangan, hingga industri kreatif.

 

Sebagian mendapatkan pekerjaan langsung dari perusahaan luar negeri, sementara yang lain memulai karier di perusahaan multinasional sebelum mendapat penempatan internasional.

 

3. Mengikuti Program Pertukaran atau Riset Internasional

Program pertukaran pelajar, fellowship, dan penelitian internasional juga menjadi jalur yang umum. Pengalaman ini sering menjadi pintu masuk untuk membangun jaringan profesional global dan membuka peluang studi atau pekerjaan jangka panjang di luar negeri.

 

4. Membangun Bisnis Global

Tidak sedikit diaspora Indonesia yang memulai perjalanan mereka sebagai wirausahawan. Dengan memanfaatkan pasar internasional, mereka membangun bisnis yang beroperasi lintas negara sambil tetap mempertahankan hubungan dengan Indonesia.

 

Peran Penting Diaspora bagi Indonesia

Keberadaan diaspora Indonesia di seluruh dunia bukan sekadar fenomena sosial. Mereka adalah aset nyata yang memberi dampak signifikan bagi perkembangan Indonesia.

 

Dari sisi ekonomi, diaspora Indonesia berkontribusi melalui remitansi, yaitu pengiriman uang dari luar negeri ke keluarga mereka di Indonesia. Nilainya mencapai miliaran dolar per tahun dan menjadi salah satu sumber devisa penting bagi negara.

 

Dari sisi diplomatik, diaspora berperan sebagai duta informal Indonesia. Mereka mempromosikan budaya, kuliner, dan pariwisata Indonesia di negara tempat mereka tinggal, membangun citra positif Indonesia di mata dunia.

 

Dari sisi ilmu pengetahuan dan teknologi, para diaspora yang berkarier di akademia atau industri teknologi di luar negeri sering membawa pulang pengetahuan, jaringan, dan inovasi yang mempercekat kemajuan Indonesia.

 

Kuliah di Luar Negeri: Langkah Pertama Menuju Pengalaman Global

Bagi banyak orang Indonesia, pengalaman internasional sering dimulai dari bangku kuliah. Belajar di luar negeri tidak hanya memberikan akses ke pendidikan berkualitas, tetapi juga membuka kesempatan untuk membangun jaringan global, memahami budaya baru, dan mengembangkan keterampilan yang semakin dibutuhkan di dunia kerja saat ini.

 

Seperti yang terlihat dari perjalanan Khoirul Anwar, Ardistia Dwiasri, dan banyak profesional Indonesia lainnya, pengalaman belajar di luar negeri dapat menjadi batu loncatan menuju peluang akademik dan karier yang lebih luas.

 

Jika kamu sedang mempertimbangkan kuliah di luar negeri, ada beberapa langkah yang bisa mulai dipersiapkan sejak sekarang.

 

Temukan Universitas yang Sesuai dengan Tujuanmu

Setiap universitas memiliki keunggulan yang berbeda. Karena itu, penting untuk mempertimbangkan kualitas program studi, lokasi kampus, biaya pendidikan, serta prospek karier setelah lulus. Mulai eksplorasi universitas luar negeri yang sesuai dengan jurusan, minat, dan anggaranmu. Cari universitas terbaik di sini:

 

 

Cari Peluang Beasiswa

Ribuan pelajar Indonesia berhasil melanjutkan studi ke luar negeri setiap tahun melalui berbagai program pendanaan. Beasiswa tersedia dari pemerintah, universitas, maupun organisasi internasional dengan cakupan yang beragam. Jelajahi berbagai pilihan beasiswa luar negeri yang dapat membantu mewujudkan rencana studimu. Lihat daftar beasiswa:

 

 

Konsultasikan Rencana Studimu

Memilih negara tujuan, universitas, dan program studi yang tepat sering kali menjadi tantangan terbesar. Mendapatkan panduan dari konselor pendidikan dapat membantu kamu memahami pilihan yang tersedia dan menyusun strategi studi yang lebih terarah. Diskusikan rencana studimu bersama konselor pendidikan secara gratis dan temukan pilihan yang paling sesuai dengan tujuanmu. Mulai konsultasi di sini:

 

 

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan tentang Diaspora

 

Apakah pelajar yang kuliah di luar negeri termasuk diaspora?

Ya, pelajar yang tinggal dan menetap di luar negeri dalam jangka waktu tertentu bisa dikategorikan sebagai bagian dari diaspora, terutama jika mereka membentuk komunitas dan tetap menjaga hubungan dengan Indonesia. Berdasarkan definisi Dino Patti Djalal, WNI yang tinggal di luar negeri dengan paspor Indonesia aktif termasuk dalam kelompok diaspora pertama.

 

Apa perbedaan diaspora dan imigran?

Imigran adalah seseorang yang pindah ke negara lain untuk menetap secara permanen. Diaspora lebih dari sekadar perpindahan fisik. Istilah diaspora menekankan pada dimensi komunitas dan identitas kolektif, yaitu rasa keterikatan bersama dengan tanah air dan sesama orang dengan latar belakang yang sama, meskipun sudah tinggal di negara lain.

 

Apakah diaspora bisa memiliki dua kewarganegaraan?

Indonesia secara umum tidak mengakui kewarganegaraan ganda bagi warga dewasa. Jika seseorang memilih kewarganegaraan asing melalui proses naturalisasi, mereka secara otomatis melepaskan kewarganegaraan Indonesia. Namun mereka tetap bisa menjadi bagian dari komunitas diaspora Indonesia dalam pengertian kultural dan sosial, sesuai dengan definisi kelompok dua dalam kerangka Dino Patti Djalal.

 

Berapa jumlah diaspora Indonesia di seluruh dunia?

Berdasarkan data yang dikumpulkan Indonesian Diaspora Network, jumlah diaspora Indonesia di seluruh dunia diperkirakan mencapai lebih dari empat juta orang. Mereka tersebar di berbagai negara, dengan konsentrasi terbesar di Malaysia, Arab Saudi, Belanda, Australia, dan Amerika Serikat.

 

Apa manfaat menjadi diaspora bagi perkembangan pribadi?

Tinggal dan bekerja atau belajar di luar negeri membangun kemampuan adaptasi, perspektif lintas budaya, dan jaringan internasional yang sulit didapat di tempat lain. Bagi banyak diaspora Indonesia, pengalaman ini menjadi fondasi karier dan kontribusi yang lebih besar, baik untuk negara tempat mereka tinggal maupun untuk Indonesia sendiri.

 

Tertarik untuk memulai perjalananmu sendiri ke luar negeri? Baca juga:

 

Artikel ini ditulis oleh Tim Editorial IDP Hotcourses Indonesia, yang berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam menyediakan informasi pendidikan global dan panduan kuliah ke luar negeri untuk mahasiswa Indonesia.