Apakah Menggunakan ChatGPT Bebas Dari Plagiarisme?

Transformasi pendidikanmu, pelajari budaya baru, dan mulai dalam 3 langkah sederhana.

Mulai sekarang
Informasi penting

Product of

Sudahkah kamu bergabung dengan komunitas IDP?

Dapatkan cerita langsung dari alumni, gabung grup, dan nikmati fitur komunitas terbaru kami!

Cek komunitasnya sekarang!
cta banner image
Study abroad: Once you arrive

Apakah Menggunakan ChatGPT Bebas Dari Plagiarisme?

Maraknya penggunaan teknologi AI dan ChatGPT memunculkan isu plagiarisme di dunia pendidikan. Bagaimana dampaknya terhadap pelajar? Simak selengkapnya di artikel ini.

35.2K
Apakah Menggunakan ChatGPT Bebas Dari Plagiarisme?

Semenjak kemunculannya pada sekitar akhir tahun 2022, ChatGPT sudah menggemparkan dunia. Karena kemampuannya yang handal, banyak mahasiswa yang telah memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) ini dalam menyelesaikan tugas-tugas mereka, terutama yang berhubungan dengan karya tulis panjang, seperti esai dan disertasi.

 

Kehadiran ChatGPT memang tidak diragukan lagi membuat kehidupan para pelajar menjadi jauh lebih mudah. Akan tetapi, dengan semakin maraknya penggunaan teknologi ini di bidang akademik, mulai muncul kekhawatiran akan isu plagiarisme atau penjiplakan. Apakah menggunakan ChatGPT dalam pengerjaan tugasmu termasuk kegiatan plagiarisme?

 

Apakah ChatGPT Melakukan Plagiat?

 

ChatGPT mendefinisikan tindakan plagiat sebagai mengambil hasil karya orang lain tanpa izin atau memberi penghargaan kepada penulis aslinya. Hal ini dianggap sebagai bentuk ketidakjujuran di bidang akademis.

 

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Pennsylvania State University, model bahasa seringkali menjiplak yang sudah ada dalam merespons suatu perintah. Bentuk menjiplak yang dilakukan antara lain copy and paste, paraphrase atau menyusun ulang tanpa kutipan, dan menggunakan kembali ide dari konten yang sudah ada tanpa referensi.

 

ChatGPT lebih canggih daripada model bahasa pada umumnya. Tidak seperti kebanyakan chatbot yang membuat teks dengan cara meng-copy and paste data yang sudah ada, ChatGPT menggunakan bahasa pemrosesan alami (natural language processing, NLP) untuk memberi respons yang mirip dengan manusia.

 

ChatGPT menciptakan konten baru berdasarkan sejumlah besar data yang ada alih-alih menyalinnya secara langsung, tidak ada kata demi kata yang terlibat saat ChatGPT menghasilkan teks. Oleh sebab itu, ChatGPT bisa dibilang bebas plagiarisme dalam artian tidak melakukan copy and paste.

 

Namun demikian, ChatGPT cenderung melakukan paraphrase dan menggunakan ide-ide dari sumber yang sudah ada, yang berarti bahwa ChatGPT mungkin memberimu respons yang merupakan hasil restrukturisasi dari konten yang sudah ada. Sehingga, ChatGPT belum tentu sepenuhnya bebas dari plagiarisme jika dilihat dari sisi keaslian atau orisinalitas.

 

Menyusun ulang ide orang lain dan memasukkannya ke dalam karya tulis tanpa mengutip sumber dapat dianggap sebagai tindakan plagiat dalam dunia akademis. Kamu bisa saja diberi sanksi plagiarisme jika menggunakan secara mentah teks yang dihasilkan ChatGPT ke dalam tugasmu.

 

 

Apakah Kamu Disebut Menjiplak ChatGPT Jika Memanfaatkannya Dalam Pembuatan Esai?

 

Pertanyaan lain yang menjadi topik diskusi hangat di dunia pendidikan tinggi adalah apakah penggunaan ChatGPT harus dianggap plagiarisme? Banyak pihak di dunia akademik yang berpendapat untuk memperluas definisi plagiarisme sehingga mencakup model dan algoritma AI yang dapat menghasilkan konten.

 

Beberapa pihak akademik menganggap penggunaan konten yang dihasilkan teknologi AI dalam pembuatan tugas adalah plagiarisme. Mereka melihat penggunaan ChatGPT dalam pengerjaan tugas sebagai bentuk plagiat dari situs web yang belum tentu jelas siapa penulis kontennya. Mereka juga khawatir penggunaan konten yang dihasilkan AI dalam pengerjaan tugas akan menjadi praktik umum di universitas.


Para peneliti di Universitas Stanford menemukan kecenderungan detektor AI melakukan diskriminasi terhadap orang yang bukan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utamanya. Mereka menemukan bahwa dalam banyak kesempatan, teks yang ditulis oleh penulis dengan bahasa utama lain salah diidentifikasikan sebagai teks yang dihasilkan oleh AI. Tentunya, hal ini dapat merugikan mahasiswa internasional yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa asing karena mereka dapat diberikan sanksi yang salah.

 

Walaupun memiliki tantangan dalam mendeteksi konten yang dihasilkan oleh teknologi AI, ChatGPT dapat memberi manfaat bagi banyak orang, termasuk mahasiswa. ChatGPT bisa menjadi alat praktis untuk memeriksa tata bahasa yang sebanding dengan software yang sudah ada, seperti Grammarly. Jika digunakan secara cerdas, ChatGPT dapat membantu mengatasi hambatan dalam pembuatan karya tulis, seperti menghasilkan ide dan membuat perencanaan.

 

Karena melonjaknya penggunaan konten yang dihasilkan teknologi AI di dunia akademis dan profesional, muncullah software yang berfungsi sebagai pendeteksi AI. Namun, keakuratan dan efektivitasnya masih dipertanyakan oleh banyak pihak. Sebagai contoh, OpenAI yang merupakan pengembang ChatGPT, merilis AI Classifier pada awal tahun 2023. Sayangnya, software ini terpaksa diberhentikan karena akurasinya yang buruk.

 

Video berikut menunjukkan bagaimana kamu dapat menggunakan ChatGPT dengan bijak untuk membantu menemukan kesenjangan penelitian:

 

 

Kesimpulan: Apakah Penggunaan ChatGPT Aman Dari Plagiarisme Bagi Pelajar?

 

Jika kamu mendefinisikan plagiarisme sebagai copy and paste, ChatGPT aman dari plagiarisme. Akan tetapi, karena ChatGPT mem-paraphrase dan menggunakan kembali sumber-sumber yang telah ada, ChatGPT tidak sepenuhnya bebas dari kesalahan dan menggunakan ide orang lain tanpa kutipan bisa dianggap sebagai plagiarisme.

 

Keterbatasan yang dimiliki pendeteksi AI yang tersedia saat ini membuat beberapa pihak akademik mempertimbangkan untuk melarang penggunaan teknoilogi AI generatif, namun hal ini masih kontroversial. Jika penggunaan ChatGPT dibatasi secara ketat, hal ini bisa menghalangi para pelajar untuk menikmati manfaat teknologi AI dalam kegiatan belajar.

 

Untuk menghindari terkena sanksi plagiarisme, ada baiknya kamu melakukan pengecekan sebelum mengumpulkan tugas dengan alat periksa, seperti Turnitin.

 

 

Wajib dibaca