
Walau sama-sama negara barat, ternyata Amerika, Inggris dan Australia punya cara tersendiri untuk merayakan Natal. Natalan di barat umumnya identik dengan White Christmas, penuh dengan salju dan orang-orang memakai mantel bulu dan boot. Tetapi, tahukah kamu, Santa Claus di Australia justru harus melepas mantelnya karena panas?
Natal di Amerika
Black Friday
Natal adalah salah satu perayaan besar di Amerika. Walau dirayakan setiap tanggal 25 Desember, suasana Natal sudah sangat terasa sejak ‘Thanksgiving’ di akhir November. Hari Jumat setelah ‘Thanksgiving’, atau dikenal dengan ‘Black Friday’ adalah permulaan dari shopping season untuk Natal. Berbagai toko retail dan pusat perbelanjaan akan mengadakan diskon besar-besaran. Kamu mungkin akan mendapatkan barang-barang incaranmu dengan harga yang pas di kocek.
Carol Singing
Memasuki awal Desember, hiasan-hiasan Natal sudah terlihat di rumah, pertokoan, jalanan dan tempat wisata. Begitu juga dengan lagu Natal yang ikut memeriahkan suasana. Akan bermunculan banyak kelompok ‘carol singing’, yang akan mengetuk pintu rumah, kemudian menyanyikan lagu-lagu natal. Biasanya dana yang didapatkan akan disumbangkan untuk amal.
Cristmas Dinner
Selain merupakan hari raya keagamaan, Hari Natal juga kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga dan teman dekat, sambil menikmati hidangan tradisional di atas meja makan. Menu khas untuk Christmas Dinner adalah daging angsa, kalkun panggang yang dilengkapi dengan beragam sayuran rebus dan salad.

Happy Holiday
Setelah menikmati makan malam, acara kekeluargaan dilanjutkan dengan bertukar kado’, dan saling mengucapkan “Merry Christmas”. Kebanyakan warga Amerika juga mengucapkan Happy X Mas”. Huruf X diawal kata X’Mas berasal dari tulisan Yunani yang merupakan simbol Kristus.
Jika di tempat umum, orang-orang akan mengucapkan “Happy Holiday”, karena tidak semua orang yang merayakan Natal adalah umat Kristiani.
Christmas Parade
Buat kamu yang tidak pulang ke Indonesia sewaktu liburan Natal, jangan melewatkan parade yang digelar secara besar-besaran. Parade menarik ini diramaikan oleh orang-orang dan kendaraan dengan kostum-kostum unik yang berjalan melintasi kota. Mereka juga mempertunjukkan atraksi yang menghibur dan menarik.

Kegiatan Amal
Masa Natal juga merupakan saat untuk berbagi perhatian dan kasih. Berbagai perusahaan, supermarket, restoran, dan toko-toko yang menyediakan tempat khusus untuk diisi sumbangan pakaian atau makanan. Biasanya berupa tong besar yang bertuliskan “isikan makanan atau pakaian untuk orang yang tidak mampu”. Siapa saja boleh menyumbang.
Yang unik adalah, ternyata aksi sosial tidak hanya ditujukan kepada orang-orang yang tidak mampu, tetapi juga untuk hewan-hewan peliharaan seperti anjing dan kucing. Warga-warga setempat juga menyediakan tempat untuk menerima sumbangan makanan dan pakaian Anjing dan kucing, yang merupakan hewan peliharaan favorit di Amerika, bahkan banyak warga Amerika yang menyayangi anjing dan kucing seperti menyayangi anak-anak.
Hari Natal dirayakan satu hari, pada tanggal 25 Desember. Keesokan harinya, kesibukan tetap berlangsung seperti biasa.
Natal di Inggris
Seperti di Amerika, Natal di Inggris berlangsung pada musim dingin. Satu hari sebelum Natal adalah hari yang sangat sibuk bagi keluarga di Inggris. Ada yang membuat kue maupun membungkus kado.
Tradisi klasik masih dilakukan sebagian keluarga. Mereka akan duduk mengelilingi pohon Natal, kemudian orang tua akan menceritakan cerita natal klasik untuk anak-anak. Ada juga tradisi melemparkan surat ke perapian. Anak-anak percaya surat-surat mereka akan naik ke cerobong asap dan dibaca oleh sinterklas yang akan datang pada malam Natal.
Sinterklas
Menjelang Natal di Inggris, di setiap mall akan ada sinterklas. Walau ini adalah tradisi setiap tahun, pengunjung tetap harus ngantri berjam-jam untuk dapat bersalaman dan foto dengan sinterklas, yang akan memberikan bingkisan untuk anak-anak.

Christmas Pudding dan Stir-up Sunday
Christmas pudding atau puding kismis adalah hidangan khas masa Natal. Biasanya anggota keluarga yang membuat pudding akan berdoa dan ‘make a wish’ sewaktu mengocok adonan kue. Terkadang mereka juga akan memasukkan koin ke dalam adonan dan yang menemukan koin pada saat Natal dianggap orang yang beruntung. Puding ini disajikan pada Hari Minggu terakhir sebelum masa Adven dimulai. Acara ini dikenal juga dengan sebutan Stir-up Sunday.

Christmas Crackers
Yang seru sewaktu acara makan-makan natal adalah Christmas crackers! Cristmas crackers ini akan ditarik secara bersamaan oleh dua orang hingga putus dan mengeluarkan suara ‘BANG!’. Yang mendapatkan paling banyak crackers akan menjadi pemenang. Apa isinya? Biasanya adalah mahkota kertas, mainan atau hadiah kecil, dan bisa juga lelucon (dan biasanya lelucon yang ‘agak berlebihan’).

The Queen's Speech
Setelah makan siang, warga-warga akan berkumpul di depan televisi dan menonton pidato Ratu, dan acara spesial Dr. Who.
Boxing Day
Berbeda dengan Amerika, di Inggris, Natal tidak berakhir di tanggal 25. Keesokan harinya (tanggal 26 Desember), warga-warga Inggris akan berlomba-lomba ke mall, berburu barang-barang diskon. Hari ini dikenal sebagai ‘Boxing Day’ dan merupakan tanggal merah di Inggris.
Natal di Australia

Australia merayakan Natal dengan cara paling unik di antara negara-negara Barat. Sementara di negara-negara Barat merayakan ‘White Christmas’, Natal di Australia justru jatuh di musim panas. Bahkan Sinterklas harus menyesuaikan diri dengan musim panas.

Karena iklim yang hangat, daripada berkumpul di dalam ruang, Natal di Australia lebih semarak di outdoor, seperti di kolam renang, cafe, hotel, pantai, dan pusat perbelanjaan.
Surfing, Kriket dan Yatch
Warga Australia memang terkenal pecinta olahraga. Bahkan di saat Natal, olahraga tidak pernah absen. Perlombaan kriket, surfing dan dayung perahu (lomba yatch dari Sydney ke Hobart) diadakan sepanjang menjelang Natal hingga tahun baru. Di sana, kamu akan menemukan banyak sinterklas yang ikutan surfing.

Secret Santa
Di sekolahan, kampus, asrama dan perkantoran akan mengadakan acara “Secret Santa”, yaitu acara tukar kado. Penerima kado harus menebak siapa pemberi kado tersebut.
'Barbie' & Hidangan Khas Natal
Hari Natal tentu tidak sah tanpa kumpul-kumpul dan makan-makan bersama keluarga. Biasanya warga setempat mengadakan barbekyu (BBQ) atau lebih dikenal dengan istilah ‘barbie’. Seafood adalah hidangan yang paling populer. Pasar seafood akan buka 36 jam menjelang Natal, dan akan dikerumuni oleh warga-warga yang rela mengantri berjam-jam untuk membeli udang.
Selain ‘barbie’, banyak juga makanan khas Natal di Australia. Salah satunya adalah ‘pavlova’ atau ‘pav’. Hidangan manis ini terbuat dari ‘meringue’ atau putih telur kocok yang dipanggang, kemudian diisi dengan krim dan buah-buahan musim panas, seperti strawberry, cherry, semangka, dan masih banyak lagi.

Selain ‘pav’, hidangan Natal Australia juga diramaikan oleh menu-menu dari negara lain seperti salad Thailand, siomay Tiongkok dan kue-kue Italia serta biskuit khas Jerman. Tidak heran Australia dikenal dengan negara yang sangat multikultur.
Pohon Natal Raksasa
Kemeriahan suasana Natal dapat dirasakan di setiap pelosok Australia. Toko-toko buka hingga larut malam dan memberikan diskon besar-besaran selama lebih dari sepekan. Tidak hanya itu, kemeriahan semakin bertambah dengan hadirnya pohon-pohon Natal “raksasa” di Brisbane Square dan kota-kota besar lainnya seperti Sydney dan Melbourne.

Boxing Day
Sama halnya seperti Inggris, Australia juga memiliki tradisi belanja yang dikenal sebagai “boxing day”, yang dirayakan sehari setelah Hari Natal.
Nah, perayaan Natal mana yang menjadi favorit kamu? ‘White Christmas’ yang klasik di Inggris, Natal yang meriah di Amerika, atau Natal yang seru dan unik di Australia?