Membuat motivation letter untuk kuliah di luar negeri adalah poin yang perlu diperhatikan dengan baik. Karena disini kandidat dituntut untuk menunjukan detail-detail yang relevan dan menarik tentang dirimu sendiri yang dapat menunjukkan motivasi kamu dan kualifikasi sebagai kandidat yang ideal di mata tim penerimaan mahasiswa baru.
Hal ini sangat berperan penting dalam menentukan penerimaan di universitas yang bersangkutan, terutama untuk banyak universitas di luar negeri yang meminta motivation letter sebagai bagian dari proses pendaftaran. Apalagi jika tujuannya adalah untuk pendaftaran beasiswa. Bagaimana cara membuat motivation letter untuk aplikasi beasiswa ke luar negeri? Simak selengkapnya disini!
Apa yang dibahas dalam artikel ini?
Apa Itu Motivation Letter Dan Mengapa Penting Dalam Aplikasi Beasiswa
Motivation letter adalah sebuah esai yang berisi alasan mengapa kamu mengajukan aplikasi ke lembaga tertentu, baik itu untuk beasiswa maupun pendaftaran universitas. Motivation letter ini merupakan tulisan yang bertujuan untuk meyakinkan panitia seleksi agar mempertimbangkan kamu sebagai salah satu kandidat yang layak diterima.
Dalam pengajuan beasiswa, sponsor harus mengetahui latar belakang siswa yang menjadi calon kandidat. Tidak cukup hanya melihat CV yang dikirim, namun motivation letter memiliki peran tersendiri dalam proses ini. Dengan membaca motivational letter, pihak pemberi beasiswa bisa melihat gambaran kualitas dan karakter calon kandidat. Karena ini merupakan kesempatan emas bagi kamu untuk menceritakan berbagai pencapaian dan informasi unik tentang dirimu tentang mengapa dirimu pantas diterima di program yang sedang kamu tuju.
Berbeda dengan CV atau transkrip, motivation letter adalah satu-satunya cara bagi kamu untuk mengungkapkan sisi pribadi yang tidak dapat tergambar di dalam dokumen-dokumen lain.
Dalam tulisan tersebut, kamu harus mampu menjelaskan dengan baik apa yang memotivasi kamu untuk mendaftar ke universitas tujuan dan program beasiswa tersebut. Jelaskan juga mengapa kamu berhak mendapatkan beasiswa yang ditawarkan.
Perbedaan Antara Motivation Letter dan Personal Statement
Beberapa orang sering tertukar antara motivation letter dengan personal statement. Keduanya memang sekilas serupa. Namun, ada beberapa perbedaan di antara keduanya.
-
Personal statement adalah esai yang berfungsi untuk mempromosikan dirimu sebagai kandidat terbaik untuk jurusan kuliah tertentu di universitas pilihanmu dan program beasiswa yang sedang kamu incar.
-
Sama seperti personal statement, kamu juga akan diminta untuk memberi penjelasan mengenai dirimu dalam motivation letter. Namun kamu harus lebih berfokus pada rencana masa depanmu dan semua targetmu. Dalam kata lain, kamu harus bisa menjelaskan motivasimu, bagaimana program beasiswa tersebut bisa membantu dalam berkarir di masa depan.
-
Personal statement biasanya lebih pendek dan berfokus pada pengalaman di masa lalu. Namun motivational letter lebih panjang dan berfokus ke bagaimana pengaruh program beasiswa tersebut bisa berdampak pada masa depanmu.
-
Dalam personal statement, kamu bisa menceritakan pengalaman-pengalaman lain yang mungkin nampak tidak berhubungan dengan jalur/rencana karirmu, asalkan semua pengalaman tersebut punya pengaruh besar dalam keputusanmu mencari beasiswa tersebut.
-
Sementara untuk motivation letter, berfokuslah pada penjelasan mengapa kamu adalah kandidat terbaik untuk beasiswa tersebut dan apa yang membuatmu tertarik belajar di universitas pilihanmu dengan beasiswa yang ditawarkan. Jangan lupa bahwa surat ini bersifat formal, jadi gaya penulisannya juga harus kamu sesuaikan.
Struktur dan Komponen Utama Motivation Letter
Layaknya sebuah surat, ada struktur tertentu yang perlu kamu perhatikan ketika menyusun motivation letter.
1. Heading
Terletak di bagian atas surat, sebelum isi motivation letter ditulis. Kamu perlu memasukkan tanggal penulisan, alamat pengirim, dan alamat penerima surat. Jangan lupa untuk memberikan salam pembuka kepada panitia penerimaan universitas yang mencakup alamat mereka dan gelar yang sesuai (misalnya, "Dear Sir/Madam").
2. Introduction (Pendahuluan)
Awali surat dengan sebuah pendahuluan singkat yang mencakup:
-
Pengenalan diri: Sebutkan nama lengkapmu dan kualifikasi yang relevan (misalnya, gelar sarjana pendidikan yang telah kamu miliki
-
Tujuan penulisan: Jelaskan alasan mengapa kamu menulis motivation letter ini. Kamu perlu menuliskan bahwa kamu berniat untuk melamar ke program studi tertentu.
Hindari membuka motivation letter dengan kalimat-kalimat yang mainstream dan terlalu umum. Menurut European Higher Education Fair, untuk program beasiswa, kamu bisa membuat paragraf pembuka motivation letter dengan latar belakang dan kekurangan bidang yang kamu incar di Indonesia. Sebagai contoh, kamu hendak mendaftar beasiswa S2 kedokteran di luar negeri. Kamu bisa menjelaskan kondisi dunia kedokteran di Indonesia saat ini.
Contoh bagian introduction pada motivation letter:
3. Main Body (Isi Utama)
Bisa dibilang, ini adalah bagian utama dari motivation letter-mu. Kamu bisa menjelaskan motivasi dan latar belakang mengapa kamu tertarik untuk melanjutkan studi dengan beasiswa yang kamu tuju. Struktur ini bisa dipecah menjadi beberapa poin:
-
Academic/Professional Background (Latar Belakang Akademik/Profesional):
Jelaskan pengalaman akademik dan profesionalmu yang relevan. Bagikan prestasi-prestasi dalam bidang tersebut yang menunjukkan minat dan kemampuan kamu di bidang ini.
Setidaknya ada tiga hal utama yang perlu kamu tulis di bagian isi, yakni pengalaman, motivasi, dan tujuanmu. Pada bagian pengalaman, ceritakan apa saja yang pernah kamu lakukan terkait dengan bidang yang kamu lamar. Sampaikan juga prestasi dan pencapaianmu disini. Kemudian jelaskan apa motivasi kamu mengikuti program beasiswa tersebut dan mengapa program beasiswa itu bisa membantumu dalam kuliah. Selanjutnya, beri tahu pemberi program tentang tujuan yang ingin kamu raih. Sesuaikan tujuan ini dengan isu yang sedang terjadi dan karakteristik pemberi program tersebut.
Contoh:
Relevant Skills and Experiences
Saya juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti [Sebutkan organisasi atau kegiatan yang menunjukkan kepemimpinan, kerja sama tim, atau minat Anda di luar bidang akademik]. Pengalaman-pengalaman ini telah membantu saya mengembangkan keterampilan [Sebutkan keterampilan yang relevan dengan program S2, misalnya analisis, komunikasi, atau pemecahan masalah] yang saya yakini akan sangat bermanfaat dalam studi S2 saya.
-
Conclusion (Kesimpulan):
Akhiri suratmu dengan kesimpulan yang merangkum inti dari apa yang telah kamu sampaikan sebelumnya. Jelaskan kembali tujuan utama kamu untuk melanjutkan studi di universitas tersebut.
Contoh:
-
Closing (Penutup):
Bukan sekedar mengucapkan terimakasih dan berharap lolos ke program beasiswa tersebut, disini kamu harus sampaikan kembali poin terkuatmu dan mengapa mereka harus memilihmu. Yakinkan pemberi program bahwa kamu adalah orang yang tepat. Tulislah secara singkat, jelas, dan tegas untuk menunjukkan kepercayaan dirimu. Kemudian tutup surat dengan salam perpisahan seperti "Sincerely" atau "Yours sincerely," diikuti dengan tanda tanganmu.
Contoh:
-
Contact Information:
Jangan lupa sertakan informasi kontakmu seperti nomor telepon dan alamat email di bawah tanda tangan.
Tips Menulis Motivation Letter
Ada beberapa tips yang bisa kamu perhatikan dalam pembuatan motivation letter.
1. Mengikuti pedoman penulisan lamaran
Pastikan apa yang kamu tulis sudah mengikuti ketentuannya mulai dari format, panjang, dan isi atau konten. Jika lembaga pemberi beasiswa tidak memberikan panduan khusus, Anda bisa menuliskannya dengan format standar seperti panjang teks sekitar setengah hingga satu halaman dengan font Times New Roman atau Arial berukuran 12 poin.
2. Pahami tujuan
Sebelum menulis, tentukan dengan jelas tujuanmu mengikuti program atau mendapatkan beasiswa. Apa yang ingin kamu capai dan bagaimana program ini akan membantumu di masa depan?
3. Luangkan waktu untuk membuat rencana yang matang:
Rencanakan konsep, kerangka, dan isi surat motivasimu sebelum mulai menulis. Ingatlah bahwa membuat rancangan ini merupakan langkah awal yang krusialyang akan menentukan hasil akhir motivation letter-mu.
4. Riset Institusi atau Beasiswa
Tunjukkan bahwa kamu telah melakukan riset tentang program atau beasiswa dengan menyebutkan detail spesifik yang menunjukkan kesesuaian antara tujuanmu dengan apa yang ditawarkan oleh program tersebut.
5. Personalisasi surat yang kamu buat
Setiap motivation letter harus unik untuk setiap aplikasi. Hindari template generik. Ceritakan kisah unikmu dan mengapa kamu cocok dengan program atau beasiswa tersebut.
6. Tonjolkan keberhasilan yang telah kamu capai
Gunakan surat ini untuk menonjolkan pencapaian yang paling relevan, baik itu akademis, profesional, atau komunitas. Jelaskan bagaimana pengalaman-pengalaman ini telah membentuk karaktermu dan bagaimana mereka relevan dengan program yang kamu lamar.
7. Jelaskan manfaat yang akan kamu berikan
Selain menjelaskan apa yang ingin kamu dapatkan dari program, jangan lupa untuk menunjukkan apa yang bisa kamu bawa ke program tersebut. Bagaimana cara agar kamu bisa memberikan kontribusi dalam bidang yang ingin kamu tuju?
8. Tunjukan harapan positif
Akhiri surat dengan pernyataan yang menunjukan harapanmu tentang kemungkinan bergabung dalam program. Ungkapkan juga harapan untuk berdiskusi lebih lanjut dalam proses wawancara.
9. Proofread dan periksa adakah kesalahan penulisan
Setelah menulis surat kamu, pastikan tidak ada kesalahan tata bahasa, ejaan, atau pernyataan ambigu. Luangkan waktu untuk membaca ulang surat kamu beberapa kali sebelum mengirimnya dan pastikan keasliannya terjaga.
Jadi, apakah kamu sudah mengetahui cara menulis motivation letter yang baik dan berkualitas untuk mendaftar ke program beasiswa tujuanmu? Semoga tips penulisan ini bisa membantumu ya!
FAQ - Panduan Membuat Motivation Letter Untuk Aplikasi Beasiswa ke Luar Negeri
1. Apa itu motivation letter dan mengapa penting dalam aplikasi beasiswa?
Motivation letter adalah esai yang berisi alasan mengapa kamu mengajukan aplikasi ke lembaga tertentu baik untuk beasiswa maupun pendaftaran universitas. Esai ini bertujuan untuk meyakinkan panitia seleksi agar mempertimbangkan kamu sebagai kandidat yang layak diterima. Motivation letter memberikan gambaran kualitas dan karakter calon kandidat, menjelaskan motivasi dan kualifikasi yang tidak dapat tergambar di dalam CV atau transkrip akademik.
2. Apa perbedaan antara motivation letter dan personal statement?
Meskipun keduanya tampak serupa, ada beberapa perbedaan:
-
Personal statement berfokus pada mempromosikan diri sebagai kandidat terbaik untuk jurusan kuliah tertentu dan lebih pendek serta berfokus pada pengalaman di masa lalu.
-
Motivation letter lebih panjang, berfokus pada rencana masa depan, dan menjelaskan bagaimana program beasiswa tersebut bisa membantu dalam karir di masa depan. Motivation letter lebih formal dan harus menjelaskan mengapa kamu kandidat terbaik untuk beasiswa tersebut.
3. Apa saja struktur dan komponen utama motivation letter?
Motivation letter biasanya terdiri dari:
-
Heading: Tanggal penulisan, alamat pengirim, dan alamat penerima surat.
-
Introduction (Pendahuluan): Pengenalan diri dan tujuan penulisan.
-
Main Body (Isi Utama): Menjelaskan motivasi, latar belakang akademik/profesional, dan tujuan.
-
Conclusion (Kesimpulan): Merangkum inti surat dan tujuan utama.
-
Closing (Penutup): Mengucapkan terima kasih dan menegaskan kembali mengapa kamu layak diterima.
-
Contact Information: Sertakan informasi kontak di bawah tanda tangan.
4. Bagaimana cara menulis introduction yang baik dalam motivation letter?
Mulailah dengan pengenalan diri yang singkat, sebutkan nama lengkap dan kualifikasi yang relevan. Jelaskan alasan mengapa kamu menulis motivation letter ini dan nyatakan bahwa kamu berniat melamar ke program studi tertentu. Hindari kalimat pembuka yang mainstream dan terlalu umum.
5. Apa saja tips untuk menulis motivation letter yang efektif?
Beberapa tips yang bisa diikuti:
-
Mengikuti pedoman penulisan lamaran: Pastikan mengikuti ketentuan format, panjang, dan isi.
-
Pahami tujuan: Tentukan dengan jelas tujuanmu mengikuti program atau mendapatkan beasiswa.
-
Riset institusi atau beasiswa: Tunjukkan bahwa kamu telah melakukan riset tentang program atau beasiswa.
-
Personalisasi surat: Hindari template generik, ceritakan kisah unikmu.
-
Tonjolkan keberhasilan: Jelaskan pencapaian yang paling relevan.
-
Jelaskan manfaat yang akan kamu berikan: Tunjukkan apa yang bisa kamu bawa ke program.
-
Tunjukkan harapan positif: Akhiri surat dengan pernyataan yang menunjukkan harapan untuk bergabung dalam program.
-
Proofread: Periksa kesalahan tata bahasa dan ejaan sebelum mengirim.
6. Mengapa penting untuk melakukan riset tentang institusi atau beasiswa yang dituju?
Riset membantu menunjukkan kesesuaian antara tujuanmu dengan apa yang ditawarkan oleh program tersebut. Ini juga menunjukkan bahwa kamu serius dan benar-benar tertarik dengan program yang ditawarkan.
7. Bagaimana cara menyusun main body dalam motivation letter?
Main body sebaiknya mencakup:
-
Academic/Professional Background: Jelaskan pengalaman akademik dan profesional yang relevan.
-
Motivasi: Jelaskan alasan utama mengapa kamu tertarik dengan program beasiswa tersebut.
-
Tujuan: Sebutkan tujuan yang ingin dicapai dan bagaimana program tersebut bisa membantumu.
8. Apa saja komponen penting dalam kesimpulan motivation letter?
Kesimpulan harus merangkum inti dari apa yang telah disampaikan sebelumnya, menjelaskan kembali tujuan utama untuk melanjutkan studi di universitas tersebut, dan menegaskan kembali poin terkuat mengapa kamu layak diterima.
9. Mengapa penting untuk mempersonalisasi motivation letter?
Personalisasi surat membuat motivation letter lebih unik dan berbeda dari yang lain, serta menunjukkan bahwa kamu benar-benar tertarik dan sesuai dengan program atau beasiswa yang ditawarkan.
10. Bagaimana cara memastikan motivation letter bebas dari kesalahan?
Setelah menulis, pastikan untuk memproofread surat untuk menemukan dan memperbaiki kesalahan tata bahasa, ejaan, atau pernyataan ambigu. Luangkan waktu untuk membaca ulang surat beberapa kali sebelum mengirimnya.