Baca tentang bagaimana perusahaan seperti Facebook dan Subway bermula, dan apa hikmah yang bisa didapatkan dari cerita menarik ini bagi kamu yang berminat untuk kuliah di jurusan Bisnis ataupun MBA.
Tidak dapat dipungkiri, merek atau brand sangat mempengaruhi kita sewaktu memilih suatu produk. Setiap logo, tagline dari suatu brand pasti memberikan kesan tertentu bagi konsumer. Akan tetapi mungkin hanya sedikit yang mengetahui bagaimana suatu brand itu dimulai dan bagaimana perjalanan mereka hingga menjadi brand yang digemari banyak orang.
Cerita di balik kesuksesan mereka akan menjadi masukan atau inspirasi yang sangat berharga bagi kalian yang ingin atau sedang mengambil program kuliah Bisnis dan MBA lho. Mari kita simak kisah sukses 4 brand internasional – Subway, Facebook, Avon dan Ford:
1. Subway
Restoran Subway saat ini berkembang lebih pesat dibandingkan dengan McDonalds. Logonya yang berwarna hijau dan kuning sekarang menjadi tempat favorit untuk makan siang dan makan malam di banyak belahan dunia. Fred DeLuca, pendiri Subway, pertama-tama membuka toko sandwich dengan tujuan untuk melunasi biaya kuliah. Pada saat itu dia mengambil program kedokteran dan bercita-cita untuk menjadi seorang dokter. Lima tahun kemudian, subway memiliki 37,000 dan menjadi ‘obat’ bagi para pekerja dan mahasiswa yang kelaparan.
Yang menarik, dulu Subway pernah buka di Indonesia pada era 90-an namun gagal bertahan di antara gempuran berbagai hadirnya franchise resto internasional. Kini Subway kembali hadir di Indonesia dengan konsep yang lebih fresh serta brand awareness yang jauh lebih baik dari sebelumnya karena tren serta kondisi perekonomian menengah keatas Indonesia yang sudah jauh membaik.
Hikmah: Kesuksesan bisa jadi berasal dari usaha untuk meraih tujuan atau cita-cita yang lain.
2. Facebook
Seperti yang dimuat oleh The Social Network, nama awal dari Facebook adalah ‘Face Mash’; sebuah program yang diciptakan oleh penemunya (dan kemudian murid dari Mark Zuckerberg) yang meng-hack jaringan internal kampus Harvard, yang memungkinkan mahasiswa untuk menilai rekan-rekan mereka berdasarkan penampilan. Program ini kemudian menjadi luar biasa populer dalam hanya beberapa hari, tetapi sayangnya langsung ditutup. Akan tetapi tindakan tersebut tidak membuat Zuckerberg putus asa dan segera setelah itu, dia menciptakan Facebook.
Hikmah: Terkadang membuat onar tidak selalu berakhir negatif.
3. Avon
Kamu mungkin akan terkejut jika mendengar sejarah Avon, perusahaan kosmetik terkenal. Apakah kamu akan percaya bila diberitahu bahwa sebenarnya, Avon itu adalah sales buku dari pintu ke pintu? Ya, ini adalah kisah sebenarnya. Banyak ibu rumah tangga yang menolah jika ditawarkan buku, jadi Avon menawarkan parfum untuk membujuk para ibu rumah tangga tersebut membeli buku. Penemu Avon, David H. McConnell, melihat usaha ini ternyata lebih prospektif daripada menjual buku, sehingga pelan-pelan beralih ke usaha kosmetik seperti sekarang ini.
Mengapa penjualan Avon sangat bagus? McConnell mengetahui banyak pelanggannya yang masih berjuang untuk membayar biaya sehari-hari seperti bil listrik dan lain-lain, tetapi memiliki kriteria yang dia inginkan dalam tim pemasannya. Jadi, McConnel mengajak mereka untuk turut serta memasarkan produk Avon dan memberikan insentif bagi mereka. Mereka dapat memasarkan produk Avon di tempat kerja, atau sewaktu menunggu bis di stasiun, kapan saja sewaktu mereka sempat, dan proses pemasaran tersebut berlanjut hingga hari ini.
Hikmah: Karyawan terbaik bisa berasal dari tempat yang tidak terduga.
4. Ford
Henry Ford, pendiri Ford, merek otomotif bergengsi di dunia, ternyata tidak berhasil dari awal. Perusahaan pertamanya, Detroit Automobile Company gagal di tahun kedua. Setelah berjuang dan berusaha, Model T kemudian dikeularkan pada tahun 1908, dan pelan-pelan berkembang menjadi Ford yang dikenal dunia sekarang.
Hikmah: Jika gagal, belajar dari kesalahan dan coba lagi. Jangan menyerah.
Begitulah kisah-kisah inspiratif para founder merek terkenal di dunia. Kamu bisa mengikuti langkah mereka dengan mempelajari bidang yang memang kamu minati. Dengan memilih kuliah di luar negeri, kamu akan dapat membuka peluang global untuk bisnismu. Jika kamu kini sudah memiliki background ilmu yang spesifik, tertarik dalam bidang bisnis, memiliki ide inovatif dan ingin membuat perubahan? Mulai dengan program kuliah MBA dan Bisnis!
Jika masih bingung untuk menentukan opsi studimu di luar negeri, ngobrol dengan konselor IDP Education untuk mendapatkan konsultasi kuliah di luar negeri secara GRATIS serta dapatkan bantuan pendaftaran hingga pengurusan visa pelajar!