Informasi penting
Study abroad: Info Jurusan

8 HAL YANG PERLU KAMU TAHU SEBELUM KULIAH DESAIN GRAFIS

share image

Desain grafis adalah bidang yang penting dalam kehidupan masyarakat modern. Semua bentuk usaha yang ada saat ini sangat membutuhkan produk desain grafis, mulai dari kartu nama, poster, selebaran sampai logo. Selain produk di dunia nyata, hasil karya desain grafis juga dibutuhkan untuk pemasaran di ranah digital. Dengan bantuan jasa desainer grafis, konten-konten digital bisa dibuat jauh lebih menarik untuk menarik perhatian konsumen.

 

Walaupun profesi desainer grafis memang menjanjikan, tentunya ada beberapa hal yang perlu diketahui mengenai pekerjaan ini sebelum kamu memutuskan mengambil jurusan desain grafis. Tim Hotcourses Indonesia akan memberikan penjelasannya di bawah ini.

 

 

Pekerjaan Desainer Grafis Terkadang Membosankan

Profesi desainer grafis yang bertumpu pada kreativitas memang membebaskanmu untuk menggunakan kemampuan artistikmu dalam pekerjaan sehari-hari. Tapi ini bukan berarti kamu bisa selalu membuat karya yang sesuai dengan keinginanmu. Banyak desainer grafis yang baru lulus terkadang kaget saat dihadapkan dengan realita bahwa mereka akan sering mengerjakan pekerjaan yang membosankan atau tidak terlalu membutuhkan kreativitas.

 

Ketika menghadapi klien, keinginan mereka tentunya harus menjadi prioritas dibanding sisi artistikmu. Memang idealnya ada keseimbangan antara sisi pandang klien dan sisi pandang desainer grafis, tapi hal ini tidak selalu terjadi. Karena itu, kalau kamu mau menjadi seorang desainer grafis profesional, kamu harus bersedia mengerjakan pekerjaan yang membosankan dengan tingkat dedikasi yang sama dengan pekerjaan yang membutuhkan kreativitas. 


 

Kolaborasi Itu Penting


Seorang pekerja kreatif pasti sering merasa posesif pada desain atau idenya. Namun kolaborasi dengan berbagai pihak adalah bagian pekerjaan seorang desainer grafis profesional. Memang akan ada lebih banyak variabel yang harus dihadapi ketika ada tambahan orang di proyek yang kamu tangani, tapi bekerja dengan tim bisa memberi nilai lebih untuk hasil kerjamu. Menjadi bagian dari tim akan menantangmu untuk bisa melihat segala hal dari sudut pandang yang berbeda dan kolaborasi seperti ini hampir selalu menghasilkan konsep desain grafis yang lebih solid.

 


Kecocokan Klien Dan Desainer

Banyak desainer grafis yang baru lulus merasa bahwa mereka bisa menghasilkan karya untuk semua jenis klien. Padahal, hubungan klien dan desainer sangat mirip dengan hubungan-hubungan interpersonal lainnya - gaya, temperamen dan nilai-nilai kedua pihak harus bisa melengkapi satu sama lain.

 

Jika ada perbedaan pandangan pada awal pertemuan klien dan desainer, maka hal ini bisa berujung pada perdebatan tanpa ujung. Meskipun kamu tidak selalu bisa memilih opsi desain yang kamu suka, mengkomunikasikan konsep secara keseluruhan pada klien di tahap awal bisa membantumu memutuskan apakah proyek dan klien tersebut cocok untukmu. Situasi kerjamu pasti akan lebih baik dan menyenangkan bila kedua pihak memiliki visi dan misi yang sama.

 

 

Manajemen Ekspektasi Klien

Seorang desainer grafis tentunya tahu biaya dan jangka waktu yang ideal untuk sebuah proyek - mulai dari penciptaan konsep sampai ke eksekusi. Selain itu, desainer grafis juga tahu dampak estetis dari pilihan-pilihan desainnya. Namun klien yang akan kamu hadapi belum tentu mengerti hal-hal tersebut. Jadi tak perlu terkejut kalau kamu menerima permintaan yang kurang realistis dari klien - seperti tenggat waktu yang terlalu pendek atau budget yang terlalu kecil. Sebagai pekerja profesional, kamu harus bisa berkomunikasi dengan jujur kepada klien agar ekspektasi mereka sesuai dengan realita.

 


Perlunya Belajar Analisis Data


Penggunaan analisis data kini tengah menjadi tren di berbagai sektor industri - termasuk juga sektor desain grafis. Walaupun desainer grafis adalah profesi dengan keahlian khusus, terkadang tuntutan pekerjaan mengharuskan para desainer grafis untuk serba bisa. Dengan mengerti cara menggunakan data dan alat-alat analisis, kamu bisa mengambil keputusan desain dan bisnis berdasarkan informasi yang kamu dapatkan. Ada banyak kelas-kelas pendek atau modul online yang bisa kamu ambil untuk mempelajari analisis data dan pengetahuan tentang bidang ini pasti bisa membantu karirmu sebagai desainer grafis.

 

 

Pahami Seluk Beluk Kontrak

Bila kamu memutuskan untuk bekerja secara mandiri, maka kamu harus mengerti tentang kontrak kerja. Kontrak ini diperlukan agar hak dan kewajiban kedua belah pihak teratur dengan baik dan jelas. Selain itu, kontrak ini juga bisa membantumu mendapatkan hak-hakmu bila pihak klien mencoba mangkir dari kewajibannya.

 

Salah satu poin yang penting tercantum dalam kontrak ini adalah permintaan uang muka minimal 25% dari biaya total. Walau tiap klien memang berbeda-beda, namun banyak desainer grafis profesional berpendapat bahwa klien yang enggan membayar uang muka punya kecenderungan untuk tidak melunasi tagihan atau sulit diajak bekerjasama.

 

 

Beragam Pilihan Karir

Lulusan desain grafis tidak hanya terpaku pada profesi desainer grafis saja, lho! Keterampilan yang akan kamu dapatkan dari jurusan ini sangat serba guna dan bisa digunakan di berbagai profesi. Kamu bisa menjadi illustrator, animator, artis layout, desainer website, desainer UX dan masih banyak lagi. Jadi keahlian di bidang desain grafis dijamin akan membuka berbagai jalur profesi untukmu.

(Baca juga: KULIAH DESAIN GRAFIS DAN PROSPEK KARIRNYA)

 

Belajar Tiada Henti

Seperti berbagai industri lain, industri desain grafis tentunya tidak statis. Selalu akan ada perkembangan terbaru tiap tahunnya yang perlu kamu ikuti. Memang ini cukup menantang, tapi semua pengetahuan baru ini akan membuat keterampilanmu lebih beragam dan membuka kesempatan untuk bekerja dengan jenis klien yang berbeda-beda. 

 

Nah, kalau informasi di atas sudah memperkuat keyakinanmu untuk mengambil jurusan desain grafis, Hotcourses Indonesia merekomendasikan institusi-institusi internasional berikut untukmu:

  1. University of Dundee, Inggris

  2. University of Reading, Inggris

  3. Western Sydney University, Australia

  4. LCI Melbourne, Australia

  5. University of Canterbury, Selandia Baru

  6. Michigan State University, Amerika Serikat

  7. George Washington University, Amerika Serikat

  8. Rasmussen College, Amerika Serikat

  9. Universiti Tunku Abdul Rahman, Malaysia

  10. INTI International University and Colleges, Malaysia

 

Masih ingin mencari universitas terbaik di negara-negara lain yang menawarkan jurusan desain grafis? Langsung saja daftar untuk konsultasi GRATIS dengan konselor IDP Education yang siap membantumu menemukan universitas yang tepat untukmu.

 

 

Sumber:

Rasmussen.edu

Mencari jurusan

Pilih negara
Sarjana

Wajib dibaca

4 cara menarik untuk memperlancar Bahasa Inggris

Pertama kalinya hidup di luar negeri, mungkin kita merasa asing dengan lingkungan sekitar, terutama bahasa. Anda bisa saja memperoleh nilai tinggi untuk tes IELTS atau TOEFL, tetapi Anda mungkin belum terbiasa untuk terlibat dalam percakapan dalam Bahasa Inggris . Cara terbaik untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris adalah tinggal di luar negeri. Semakin banyak Anda bergaul dengan warga asing, semakin cepat perkembangan berbahasa Inggris Anda.

78.9K