Kuliah jurusan Public Health atau Kesehatan Masyarakat di luar negeri menjadi pilihan menarik bagi banyak mahasiswa yang ingin mengeksplorasi karir di bidang kesehatan masyarakat. Banyak keuntungan yang akan didapatkan, mulai dari pengalaman belajar yang tak terlupakan, pengalaman kerja kesehatan masyarakat di luar negeri hingga koneksi dengan para profesional di bidang kesehatan seluruh dunia.
Tak hanya itu, kuliah public health di luar negeri juga menawarkan kualitas pendidikan yang lebih baik, peluang karir yang lebih luas, dan keterbukaan terhadap berbagai perspektif dalam masalah kesehatan. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai alasan mengapa harus kuliah public health di luar negeri dan manfaat yang dapat diperoleh dari pengalaman tersebut.
Artikel ini akan membahas:
-
Keuntungan Kuliah Public Health di Luar Negeri untuk Kemajuan Kesehatan Masyarakat di Indonesia
-
Perbandingan Program Studi Public Health di Luar Negeri dan di Dalam Negeri
-
Peluang Karir yang Lebih Luas Setelah Kuliah Public Health di Luar Negeri
Keuntungan Kuliah Public Health di Luar Negeri untuk Kemajuan Kesehatan Masyarakat di Indonesia
Selain membuka peluang karir yang lebih luas, kuliah Public Health di luar negeri juga memberikan keuntungan yang besar untuk kemajuan kesehatan masyarakat di Indonesia.
Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa kamu harus mempertimbangkan kuliah Public Health di luar negeri:
-
Pendidikan yang Lebih Berkualitas
Program studi Public Health di luar negeri memiliki kurikulum yang lebih luas dan terstruktur, yang dirancang untuk memenuhi standar internasional dalam bidang kesehatan masyarakat. Kamu akan belajar dari para pakar kesehatan masyarakat terbaik dari seluruh dunia dan dapat memperluas wawasanmu tentang isu-isu kesehatan global. Menurut QS World University Rankings 2022, beberapa universitas terbaik untuk Public Health di dunia termasuk Harvard University, Johns Hopkins University, dan University of California, Berkeley.
-
Pengalaman Belajar yang Berbeda
Kuliah Public Health di luar negeri juga memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari kuliah di Indonesia. Kamu akan terlibat dalam diskusi dan proyek yang melibatkan mahasiswa dari berbagai negara, sehingga kamu dapat memperluas jaringanmu dan belajar tentang kesehatan masyarakat di negara-negara lain. Selain itu, kamu juga dapat mempraktikkan keterampilanmu dalam lingkungan internasional dan mengembangkan kemampuanmu dalam berkomunikasi secara efektif dengan orang dari berbagai budaya.
-
Mengenal Berbagai Model Kesehatan Masyarakat
Melalui kuliah Public Health di luar negeri, kamu akan mengenal berbagai model kesehatan masyarakat yang diterapkan di negara-negara lain. Kamu dapat mempelajari sistem kesehatan masyarakat yang efektif dan inovatif, dan dapat membawa ide-ide baru untuk diterapkan di Indonesia. Sebagai contoh, Islandia dikenal memiliki sistem kesehatan masyarakat yang sangat efektif dalam mencegah penggunaan narkoba dan alkohol pada remaja. Dalam studi yang dilakukan oleh University of Iceland, penurunan penggunaan narkoba dan alkohol pada remaja terkait dengan penerapan program pengawasan dan kegiatan olahraga bersama yang diinisiasi oleh pemerintah.
-
Menghadapi Tantangan Kesehatan Global
Kuliah Public Health di luar negeri juga memberikan kamu kesempatan untuk menghadapi tantangan kesehatan global. Kamu akan belajar tentang penyakit menular dan tidak menular yang menimbulkan ancaman global, dan dapat mengembangkan pemahaman tentang bagaimana menangani krisis kesehatan global seperti pandemi COVID-19.
Menurut data dari World Health Organization (WHO), pada tanggal 8 Maret 2023, terdapat 452.789 kasus COVID-19 di Indonesia dan 33.781 kematian. Belajar tentang cara menangani krisis kesehatan seperti ini di luar negeri dapat membantu kamu untuk berkontribusi dalam upaya mengatasi masalah kesehatan Indonesia.
-
Berkontribusi untuk Kemajuan Kesehatan Masyarakat di Indonesia
Kuliah Public Health di luar negeri dapat memberikan banyak keuntungan untuk kemajuan kesehatan masyarakat di Indonesia, seperti pendidikan yang lebih berkualitas, pengalaman belajar yang berbeda, pengetahuan tentang berbagai model kesehatan masyarakat, penanganan tantangan kesehatan global, dan peluang karir yang lebih luas.
Perbandingan Program Studi Public Health di Luar Negeri dan di Dalam Negeri
Untuk kamu yang tertarik dengan studi Public Health, kamu mungkin sedang bingung memilih antara melanjutkan studi di dalam negeri atau di luar negeri. Sebelum kita membandingkan kedua program studi, ada baiknya kita pahami terlebih dahulu apa itu Public Health.
Public Health adalah ilmu yang mempelajari tentang kesehatan masyarakat secara menyeluruh, meliputi promosi kesehatan, pencegahan penyakit, pengendalian penyakit, dan manajemen kesehatan masyarakat. Program studi Public Health bertujuan untuk mempersiapkan para ahli kesehatan masyarakat yang mampu merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi program-program kesehatan masyarakat.
Salah satu perbedaan antara kuliah Public Health di luar negeri dan di Indonesia adalah kurikulum yang ditawarkan:
-
Menurut data yang diambil dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, program studi Public Health di Indonesia memiliki kurikulum yang lebih fokus pada bidang ilmu kedokteran dan kesehatan, sedangkan di luar negeri lebih fokus pada bidang kesehatan masyarakat dan ilmu sosial.
-
Kamu yang memilih kuliah di luar negeri akan memiliki pengalaman belajar yang lebih beragam karena akan bertemu dengan mahasiswa dari berbagai negara dan kultur yang berbeda. Selain itu, kamu juga akan mendapatkan pengalaman belajar yang lebih praktis karena di luar negeri biasanya terdapat program magang yang diberikan kepada mahasiswa.
Dalam memilih antara program studi Public Health di dalam negeri atau di luar negeri, kamu juga perlu mempertimbangkan peluang karir yang akan didapatkan setelah lulus:
-
Menurut data dari Pusat Data dan Analisis Jabatan Fungsional Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, lulusan program studi Public Health di Indonesia memiliki peluang karir yang baik, seperti di dinas kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), atau organisasi internasional seperti WHO dan UNICEF.
-
Lulusan program studi Public Health di luar negeri memiliki kesempatan untuk bekerja di organisasi internasional yang lebih besar, seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atau United Nations Children's Fund (UNICEF). Selain itu banyak lembaga kesehatan luar negeri yang merekrut tenaga kesehatan internasional karena kurangnya tenaga kerja, seperti NHS (The National Health Service) milik Pemerintah Inggris yang banyak merekrut pelajar internasional lulusan Inggris.
Sebagai tambahan, sebaiknya kamu mencari informasi lebih lanjut mengenai program studi Public Health yang kamu minati, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Kamu dapat mencari informasi dari universitas atau lembaga pendidikan yang kamu minati, atau mencari referensi dari situs-situs resmi yang terpercaya seperti Hotcourses Indonesia ini.
Peluang Karir yang Lebih Luas Setelah Kuliah Public Health di Luar Negeri
Kamu mungkin bertanya-tanya, apa sih manfaatnya kuliah di luar negeri? Salah satu keuntungan yang bisa kamu dapatkan adalah peluang karir yang lebih luas, termasuk untuk bidang Kesehatan Masyarakat!
Menurut laporan oleh World Health Organization (WHO), kekurangan tenaga kesehatan saat ini mencapai 18 juta orang di seluruh dunia, dan angka ini diperkirakan akan terus meningkat hingga 2030. Namun, laporan tersebut juga menunjukkan bahwa ada kekurangan khusus pada tenaga kesehatan di negara berkembang. Oleh karena itu, peluang karir di bidang Public Health di negara-negara berkembang sangatlah besar.
Salah satu keuntungan kuliah Public Health di luar negeri adalah kamu akan mempelajari berbagai masalah kesehatan yang berbeda dari negara-negara yang berbeda pula. Kamu akan belajar tentang tantangan kesehatan yang spesifik pada suatu negara, seperti penyakit tropis di negara-negara Afrika atau permasalahan kesehatan masyarakat di Asia Tenggara. Hal ini dapat memberikanmu keunggulan dalam mencari pekerjaan di bidang Public Health.
Lulusan Public Health dari luar negeri juga cenderung memiliki kualifikasi dan sertifikasi internasional yang diakui di banyak negara. Misalnya, di Amerika Serikat, lulusan Program Master of Public Health (MPH) dapat mengambil ujian sertifikasi dari Badan Nasional untuk Profesi Kesehatan Masyarakat (National Board of Public Health Examiners), yang akan meningkatkan kredibilitas dan daya saing mereka di pasar kerja.
Selain itu, kuliah Public Health di luar negeri juga memberikan kesempatan untuk membangun jaringan internasional yang luas. Kamu akan bertemu dengan orang-orang dari berbagai negara, bahkan dari luar bidang kesehatan. Jaringan ini dapat membantumu dalam mencari peluang karir di masa depan, baik di dalam maupun di luar negeri.
Dalam sebuah artikel dari Glassdoor, mereka menempatkan beberapa karir teratas yang tersedia bagi lulusan Public Health:
-
Epidemiolog
-
Peneliti Kesehatan Masyarakat
-
Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat
-
Konsultan Kesehatan, dan masih banyak lagi.
Semua karir tersebut membutuhkan lulusan dengan pemahaman yang baik tentang kesehatan masyarakat, dan kamu dapat memperolehnya dengan kuliah Public Health di luar negeri.
Biaya Kuliah Public Health di Luar Negeri: Apakah Worth It?
Saat akan menempuh studi negeri, salah satu pertimbangan penting yang harus kamu pikirkan adalah biaya kuliah. Apakah biaya kuliah Public Health di luar negeri sebanding dengan manfaat yang akan kamu dapatkan? Mari kita lihat lebih dalam.
Pertama-tama, mari kita lihat seberapa besar biaya kuliah Public Health di luar negeri. Menurut data dari College Board, biaya kuliah di luar negeri bisa mencapai lebih dari $25.000 per tahun atau sekitar Rp.360 juta. Ini belum termasuk biaya akomodasi, transportasi, dan hidup sehari-hari. Namun, biaya kuliah bisa lebih murah jika kamu mendapatkan beasiswa atau bantuan keuangan dari universitas atau lembaga lainnya.
Meski biaya kuliah Public Health di luar negeri bisa sangat mahal, namun manfaat yang akan kamu dapatkan juga sangat besar. Program studi Public Health di luar negeri biasanya menawarkan kurikulum yang lebih komprehensif dan praktis dibandingkan dengan di dalam negeri. Selain itu, kamu juga akan mendapatkan pengalaman belajar dan hidup di lingkungan yang berbeda, mengembangkan kemampuan bahasa Inggrismu, dan memperluas jaringan internasionalmu.
Lulusan Public Health dari universitas terkemuka di luar negeri juga memiliki peluang karir yang lebih luas. Menurut World Health Organization (WHO), permintaan tenaga kerja di bidang Public Health terus meningkat di seluruh dunia, terutama di negara-negara berkembang. Jadi, kamu memiliki kesempatan yang baik untuk bekerja di berbagai organisasi dan institusi kesehatan internasional setelah lulus.
Tentu saja, kamu perlu mempertimbangkan apakah kamu memiliki cukup sumber daya dan dukungan finansial untuk kuliah Public Health di luar negeri. Namun, jika kamu dapat menemukan cara untuk membiayai kuliahmu dan memperoleh pengalaman belajar yang berharga, maka itu bisa menjadi investasi yang sangat berharga untuk masa depanmu.
Jadi, apakah biaya kuliah Public Health di luar negeri sebanding dengan manfaat yang akan kamu dapatkan? Jawabannya adalah "tergantung". Namun, jika kamu memiliki kemampuan finansial yang cukup dan dapat memperoleh bantuan finansial dari universitas atau lembaga lainnya, maka kuliah Public Health di luar negeri bisa sangat bermanfaat bagi masa depanmu. Ingatlah bahwa pengalaman belajar dan hidup di lingkungan internasional dapat membuka peluang karir yang lebih luas dan memperluas jaringanmu secara global.
---
Sebelum benar-benar berangkat untuk studi jurusan Public Health di luar negeri, ada baiknya jika kamu melakukan konsultasi pendidikan terlebih dahulu untuk mendapatkan informasi yang benar-benar valid dan kamu butuhkan sebagai bekal dalam menempuh pendidikan di luar negeri.
Jadi, jangan ragu untuk menghubungi konselor IDP dan meminta konsultasi untuk program studi Public Health terbaik di luar negeri yang ideal untukmu!
BACA JUGA:
10 Universitas Terbaik di Dunia Untuk Jurusan Kesehatan Masyarakat
*Artikel ini diperbarui dan diedit oleh Sabilla Mazaya pada tanggal 29 Agustus 2023